Kabanjahe adalah sebuah kecamatan yang pernah menjadi ibu kota kabupaten Simalungun di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Secara geografis, kecamatan ini berada di barat laut Provinsi Sumatra Utara dengan luas daerah sekitar 4,31 km² dan berpenduduk sebanyak 74.111 jiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabanjahe | |
|---|---|
Monumen Tugu Kapiten Mumah Purba Kabanjahe | |
Peta lokasi Kabanjahe | |
| Negara | |
| Provinsi | Sumatera Utara |
| Kabupaten | Karo |
| Peresmian ibu kota | 24 November 1956 |
| Dasar hukum | UU No. 15 Tahun 2024 |
| Luas | |
| • Total | 43,31 km2 (16,72 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 74.111 jiwa |
| • Kepadatan | 1.711/km2 (4,430/sq mi) |
| Zona waktu | UTC+7 (WIB) |
| Kode area telepon | +62 628 |
Kabanjahe | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Peta lokasi Kecamatan Kabanjahe | |||||
| Koordinat: 3°06′02″N 98°29′12″E / 3.100553°N 98.486528°E / 3.100553; 98.486528 | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Karo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Sanuzi Sembiring[1] | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 74.111 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 1.711/km2 (4,430/sq mi) | ||||
| Kode pos | 22111 - 22115 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.06.01 | ||||
| Kode BPS | 1211090 | ||||
| Luas | 43,31 km² | ||||
| Kepadatan | 1711 | ||||
| Desa/kelurahan | 5 kelurahan 8 desa | ||||
| |||||



Kabanjahe adalah sebuah kecamatan yang pernah menjadi ibu kota kabupaten Simalungun di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Secara geografis, kecamatan ini berada di barat laut Provinsi Sumatra Utara dengan luas daerah sekitar 4,31 km² dan berpenduduk sebanyak 74.111 jiwa.
Kecamatan Kabanjahe berjarak 76 km dari pusat Kota Medan dan 10 km dari Kecamatan Berastagi, yang merupakan salah satu kawasan wisata daerah dingin di Kabupaten Karo. Pemandangan dua gunung api yang masih aktif, yakni Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, menjadi daya tarik di kawasan ini. Kabanjahe pernah menerima Piala Adipura pada tahun 1996 atas kebersihan lingkungan dan kelestarian kotanya.[3]
Topografinya yang terdiri dari pegunungan dan perbukitan serta udara yang sangat sejuk menjadi salah satu faktor penentu mayoritas pekerjaan masyarakat Karo pada umumnya yang kini adalah petani. Beberapa komoditas pertanian unggulan Kabupaten Karo antara lain umbi-umbian, sayur-mayur, dan lainnya. Jika ditinjau dari segi geografis, tanaman buah-buahan seperti buah terung belanda, markisa, semangka, apel, jeruk, stroberi juga banyak dikembangkan di daerah ini.
Kabanjahe memiliki iklim hutan hujan tropis (Af) yang dingin karena ketinggian dengan curah hujan sedang pada Juni dan Juli dan curah hujan tinggi di bulan-bulan tersisa.
| Data iklim Kabanjahe | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 25.2 (77.4) |
25.7 (78.3) |
25.9 (78.6) |
25.8 (78.4) |
25.9 (78.6) |
25.7 (78.3) |
25.4 (77.7) |
25.3 (77.5) |
24.8 (76.6) |
24.5 (76.1) |
24.4 (75.9) |
24.9 (76.8) |
25.29 (77.52) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 20.2 (68.4) |
20.3 (68.5) |
20.6 (69.1) |
20.7 (69.3) |
20.7 (69.3) |
20.4 (68.7) |
20.1 (68.2) |
20.1 (68.2) |
20.0 (68) |
20.0 (68) |
19.9 (67.8) |
20.2 (68.4) |
20.27 (68.49) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 15.2 (59.4) |
15.0 (59) |
15.3 (59.5) |
15.7 (60.3) |
15.6 (60.1) |
15.2 (59.4) |
14.8 (58.6) |
14.9 (58.8) |
15.3 (59.5) |
15.6 (60.1) |
15.5 (59.9) |
15.5 (59.9) |
15.3 (59.54) |
| Curah hujan mm (inci) | 218 (8.58) |
157 (6.18) |
217 (8.54) |
226 (8.9) |
193 (7.6) |
114 (4.49) |
91 (3.58) |
140 (5.51) |
213 (8.39) |
274 (10.79) |
277 (10.91) |
267 (10.51) |
2.387 (93,98) |
| Sumber: Climate-Data.org[4] | |||||||||||||
Kabanjahe yang merupakan salah satu kecamatan sekaligus sebagai ibu kota Kabupaten Karo, secara administratif terdiri dari 5 kelurahan dan 8 desa, yakni:[5]
Kelurahan:
Desa:
Pada tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Kabanjahe sebanyak 74.111 jiwa, dengan kepadatan 1.711 jiwa/km².[2]
Penduduk asli atau suku yang mendiami Kabanjahe adalah Suku Karo atau lebih umum dikenal dengan sebutan Orang Karo atau Kalak Karo. Di samping itu, etnis lainnya yang juga banyak bermukim di kota ini ialah Suku Batak Toba, Suku Jawa, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Tionghoa, serta suku-suku pendatang lainnya. Bahasa yang digunakan umumnya Indonesia dan Karo, dan sebagian Batak Toba, Tionghoa.[6]
Mayoritas penduduk Kecamatan Kabanjahe memeluk agama Kristen.
Beberapa SMA, SMK, STM, di Kecamatan Kabanjahe:
Di Kabanjahe banyak dijumpai aneka kuliner khas daerah Karo, diantaranya:
Beberapa tokoh dari Kabanjahe, yaitu: