Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Komando Daerah Militer IV/Diponegoro

Komando Daerah Militer IV/Diponegoro merupakan Komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

komando daerah militer di Indonesia
Diperbarui 11 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Komando Daerah Militer IV/Diponegoro
Komando Daerah Militer IV/Diponegoro
Lambang Kodam IV/Diponegoro
DibentukOktober 5, 1950; 75 tahun lalu (1950-10-05)[1]
NegaraIndonesia Indonesia
Tipe unitKomando Daerah Militer
Bagian dariTNI Angkatan Darat
MarkasSemarang, Jawa Tengah
MotoSirnaning Yakso Katon Gapuraning Ratu, Dipo Pratomo Tumbal Negoro
Baret HIJAU 
HimneMars Diponegoro
Situs webkodam4.mil.id
Tokoh
Panglima Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat
Kepala Staf Brigadir Jenderal TNI Mohammad Andhy Kusuma
Inspektur Brigadir Jenderal TNI Denny Marantika
Kepala Kelompok Staf Ahli Brigadir Jenderal TNI Abdul Hanis

Komando Daerah Militer IV/Diponegoro (disingkat Kodam IV/DIP) merupakan Komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Markas Komando berada di Jl. Perintis Kemerdekaan, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sejarah

Kelahiran Kodam IV/Diponegoro tidak dapat dipisahkan dari jiwa dan semangat Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, karena Proklamasi merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia dalam rangkaian sejarah perjuangan nasional. Untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru berdiri tersebut, maka dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 22 Agustus 1945, dibentuklah suatu badan yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang merupakan bagian dari badan lainnya yaitu Badan Penolong Keloearga Korban Perang (BPKKP). Rakyat Indonesia menyambut dengan gembira pembentukan BKR tersebut, termasuk pula rakyat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang segera membentuk BKR.

Dalam perkembangannya pada tanggal 5 Oktober 1945 BKR ditingkatkan menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Sejalan dengan itu di wilayah Jawa Tengah dibentuk organisasi pejuang kemerdekaan bersenjata yang merupakan embrio dari Kodam IV/Diponegoro dan terdiri dari empat Divisi, yaitu:

  1. TKR Divisi 04 Di bawah pimpinan Kolonel GPH Djatikoesoemo, meliputi daerah Karesidenan Pekalongan, Semarang dan Pati dengan Markas Divisi di kota Salatiga.
  2. TKR Divisi 05 Di bawah pimpinan Kolonel Soedirman, meliputi daerah Karesidenan Kedu dan Banyumas, Markas Divisi di Kota Poerwokerto.
  3. TKR Divisi 09 Di bawah pimpinan Kolonel Soedarsono meliputi daerah Yogyakarta dengan Markas Divisi di kota Jogjakarta.
  4. TKR Divisi 10 Di bawah pimpinan Kolonel Soetarto meliputi daerah Surakarta dengan Markas Divisi di Kota Soerakarta.

Sementara pembentukan Organisasi TKR Jawa Tengah sedang berjalan, di beberapa kota terjadi pertempuran untuk menegakkan kemerdekaan yaitu merebut senjata dari pihak Jepang. Organisasi TKR mengalami perkembangan menjadi Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), dengan penetapan Pemerintah Nomor: 2 / S.D / 1946 tanggal 7 Januari 1946. Selanjutnya disempurnakan lagi menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dengan maklumat pemerintah tanggal 25 Januari 1946 dan akhirnya pada tanggal 3 Juni 1947 TRI diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dengan diresmikannya TNI, maka semua laskar perjuangan dilebur menjadi satu dan masuk ke dalam TNI. Organisasi TNI Jawa Tengah dan sekitarnya disusun sebagai berikut:

  1. Divisi 02 Sunan Gunung Jati, dipimpin oleh Mayor Jenderal Gatot Soebroto, meliputi daerah Cirebon, Tegal/Brebes dan Banyumas.
  2. Divisi 03 Pangeran Diponegoro, dipimpin oleh Mayor Jenderal R. Soesalit, meliputi daerah Pekalongan, Kedu, Yogyakarta, Pemalang dan Kendal.
  3. Divisi 04 Panembahan Senopati, dipimpin oleh Mayor Jenderal Soetarto, meliputi daerah Semarang, Surakarta dan Pacitan.
  4. Divisi 05 Ronggolawe, dipimpin oleh Mayor Jenderal GPH Djatikoesoemo, meliputi daerah Pati, Bojonegoro dan Madiun.

Pada HUT ke-1 Angkatan Perang Republik Indonesia tanggal 5 Oktober 1946 diadakan parade di alun‑alun Yogyakarta. Dalam upacara tersebut Presiden RI memberi nama dan menyerahkan Panji-panji kepada Divisi-divisi di Jawa Tengah. Panji Diponegoro untuk Divisi 03 yang selanjutnya dikenal dengan sebutan Divisi Diponegoro. Dalam rangka meningkatkan kemampuan TNI, maka berdasarkan Penetapan Presiden 1949 No.: 14 tanggal 4 Mei 1948, pemerintah melakukan Rekonstruksi dan Rasionalisasi (RE‑RA) dengan sasaran penyusunan personil menjadi pasukan tempur dan pasukan teritorial. Dengan adanya RE‑RA tersebut, maka Divisi 02 Sunan Gunung Jati, Divisi 03 Pangeran Diponegoro dan Divisi 05 Ronggolawe digabung menjadi satu divisi di bawah pimpinan Kolonel Bambang Soegeng. Sedangkan Divisi 04 Panembahan Senopati menjadi Komando Pertempuran Panembahan Senopati. Dalam perkembangan selanjutnya, berdasarkan Penetapan Presiden Nomor: 23 tahun 1948 Divisi Jawa Tengah dibagi menjadi dua Daerah Militer Istimewa (DMI), yaitu DMI 02 di bawah Gubernur Militer Kolonel Gatot Soebroto dan DMI 03 di bawah Gubernur Militer Kolonel Bambang Soegeng.

Kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor: 5/D/AP/49 tanggal 31 Oktober 1949 kedua Divisi tersebut digabungkan menjadi satu dengan nama Divisi 03 dan Kolonel Gatot Soebroto ditetapkan sebagai Panglima. Setelah berakhirnya Perang kemerdekaan, TNI memasuki masa konsolidasi. Dalam masa konsolidasi terjadi perubahan organisasi karena wilayah RI disusun menjadi 7 Tentara Teritorium (TT). Daerah Jawa Tengah termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta, disusun menjadi satu Tentara Teritorium (TT) dan selanjutnya sebagai realisasi dari Penetapan Kasad Nomor: 83/KSAD/PNTP/1950 tanggal 20 Juli 1950 menjadi Tentara Teritorium 04 Djawa Tengah dengan Panglima Kolonel Gatot Soebroto yang berkedudukan di Semarang. Dalam rangka memelihara kesatuan jiwa, sikap dan korps, berdasarkan Keputusan Panglima TT 04 Jawa Tengah Nomor: 34/B-4/D-03/1950 tanggal 5 Oktober 1950 diresmikan pemakaian satu-satunya badge Divisi Diponegoro untuk seluruh TNI di Provinsi Jawa Tengah.

Panglima

Artikel utama: Daftar Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro

Saat ini, Kodam IV/Diponegoro dipimpin oleh seorang Panglima Kodam (Pangdam) yang berpangkat Mayor Jenderal. Saat ini jabatan Pangdam diduduki oleh Mayjen TNI Achiruddin Darojat.

Satuan

Satuan Wilayah

  • Kodim 0733/Semarang (BS)
  • Korem 071/Wijayakusuma (WK) di Purwokerto
  • Kodim 0701/Banyumas
  • Kodim 0702/Purbalingga
  • Kodim 0703/Cilacap
  • Kodim 0704/Banjarnegara
  • Kodim 0710/Pekalongan
  • Kodim 0711/Pemalang
  • Kodim 0712/Tegal
  • Kodim 0713/Brebes
  • Kodim 0736/Batang
  • Korem 072/Pamungkas (PMK) di Yogyakarta
  • Kodim 0705/Magelang
  • Kodim 0706/Temanggung
  • Kodim 0707/Wonosobo
  • Kodim 0708/Purworejo
  • Kodim 0709/Kebumen
  • Kodim 0729/Bantul
  • Kodim 0730/Gunung Kidul
  • Kodim 0731/Kulon Progo
  • Kodim 0732/Sleman
  • Kodim 0734/Yogyakarta
  • Yonif 403/Wirasada Pratista
  • Korem 073/Makutarama (MKT) di Salatiga
  • Kodim 0714/Salatiga
  • Kodim 0715/Kendal
  • Kodim 0716/Demak
  • Kodim 0717/Grobogan
  • Kodim 0718/Pati
  • Kodim 0719/Jepara
  • Kodim 0720/Rembang
  • Kodim 0721/Blora
  • Kodim 0722/Kudus
  • Yonif 410/Alugoro
  • Korem 074/Warastratama (WRS) di Surakarta
  • Kodim 0723/Klaten
  • Kodim 0724/Boyolali
  • Kodim 0725/Sragen
  • Kodim 0726/Sukoharjo
  • Kodim 0727/Karanganyar
  • Kodim 0728/Wonogiri
  • Kodim 0735/Surakarta
  • Yonif 408/Suhbrastha

Satuan Tempur dan Bantuan Tempur

  • Brigif 4/Dewa Ratna
  • Yonif 405/Surya Kusuma
  • Yonif 406/Candra Kusuma
  • Yonif 407/Padma Kusuma
  • Yonif TP 838/Purwa Wijaya
  • Yonif TP 888/Satria Sejati
  • Yon Arhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha
  • Yon Armed 3/105 Tarik/Naga Pakca
  • Yon Zipur 4/Tanpa Kawandya
  • Yonif 400/Banteng Raiders
  • Yonkav 2/Turangga Ceta
  • Kikav 2/Jayeng Rata Toh Raga

Satuan Pendidikan

  • Resimen Induk Kodam IV/Diponegoro
  • Sekolah Calon Tamtama (Secata A)
  • Sekolah Calon Bintara (Secaba)
  • Depo Pendidikan Latihan Tempur (Dodiklatpur)
  • Depo Pendidikan Kejuruan (Dodikjur)
  • Depo Pendidikan Bela Negara (Dodikbelneg)

Referensi

  1. ↑ Sedjarah TNI-AD Kodam VII/Diponegoro (1968). Semdam VII/Diponegoro. Komando Daerah Militer VII/Diponegoro. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi
  • l
  • b
  • s
Komando Daerah Militer


I


II


IV


V


VI


VII


VIII


IX


XII


XIII


XIV


XV


XVI


XVII


XVIII


XIX


XX


XXI


XXII


XXIII

  • l
  • b
  • s
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat
  • Tentara Nasional Indonesia
Staf
Pimpinan
  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad)
  • Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad)
  • Inspektorat Jenderal Angkatan Darat (Irjenad)
  • Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (Sahli Kasad)
Pembantu Pimpinan
  • Staf Intelijen Angkatan Darat
  • Staf Latihan Angkatan Darat
  • Staf Logistik Angkatan Darat
  • Staf Operasi Angkatan Darat
  • Staf Perencanaan dan Anggaran Angkatan Darat
  • Staf Personalia Angkatan Darat
  • Staf Teritorial Angkatan Darat
Pelayanan
  • Detasemen Markas Besar Angkatan Darat
Komando Utama Pembinaan
Komando Utama Operasi
    • Kotama Ops
  • Komando Daerah Militer
    • Bukit Barisan
    • Sriwijaya
    • Siliwangi
    • Diponegoro
    • Brawijaya
    • Mulawarman
    • Udayana
    • Tanjungpura
    • Merdeka
    • Hasanuddin
    • Pattimura
    • Cenderawasih
    • Kasuari
    • Tuanku Tambusai
    • Imam Bonjol
    • Radin Inten
    • Tambun Bungai
    • Palaka Wira
    • Mandala Trikora
    • Jayakarta
    • Iskandar Muda
  • Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat
    • Divisi Infanteri 1
    • Divisi Infanteri 2
    • Divisi Infanteri 3
  • Komando Pasukan Khusus
    • Satuan 81
Komando Pembinaan Doktrin,Pendidikan dan Latihan
    • Kodiklatad
  • Pusat Simulasi Tempur
  • Pusat Latihan Tempur
  • Politeknik Angkatan Darat
Badan Pelaksana Pusat
Pusat
  • Infanteri (Pussenif)
  • Kavaleri (Pussenkav)
  • Artileri Medan (Pussenarmed)
  • Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud)
  • Intelijen (Pusintelad)
  • Kesehatan (Puskesad)
  • Pembekalan Angkutan (Pusbekangad)
  • Penerbangan (Puspenerbad)
  • Peralatan (Puspalad)
  • Polisi Militer (Puspomad)
  • Teritorial (Pusterad)
  • Zeni (Pusziad)
  • Komlekad (Puskomlekad)
  • Sandi dan Siber (Pussansiad)
  • Rumah Sakit Militer (RSPAD Gatot Soebroto)
Direktorat
  • Ajudan Jenderal (Ditajenad)
  • Hukum (Ditkumad)
  • Keuangan (Ditkuad)
  • Topografi (Dittopad)
Dinas Militer
  • Informasi dan Pengolahan Data (Disinfolahtad)
  • Jasmani Militer (Disjasad)
  • Kelaikan (Dislaikad)
  • Pembinaan Mental (Disbintalad)
  • Penelitian dan Pengembangan (Dislitbangad)
  • Penerangan (Dispenad)
  • Pengadaan (Disadaad)
  • Psikologi (Dispsiad)
  • Sejarah (Disjarahad)
Pendidikan
  • Akademi Militer (Akmil)
  • Sekolah Staf dan Komando (Seskoad)
  • Sekolah Calon Perwira (Secapa)
Category Kategori
Ikon rintisan

Artikel bertopik Tentara Nasional Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Panglima
  3. Satuan
  4. Satuan Wilayah
  5. Satuan Tempur dan Bantuan Tempur
  6. Satuan Pendidikan
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Komando Daerah Militer

wilayah operasional TNI Angkatan Darat

Komando Daerah Militer Jayakarta

komando daerah militer di Indonesia

Daftar Panglima Komando Daerah Militer di Indonesia

Komando Daerah Militer dipimpin oleh seorang Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) yang berpangkat Mayor Jenderal.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026