Brigade Infanteri 6/Tri Shakti Balajaya adalah Brigade Infanteri Mekanis Raider di bawah kendali Divisi Infanteri 2/Kostrad yang bermarkas besar di Palur, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Brigif-6/Tri Shakti Balajaya bermarkas di Benteng Vastenberg. Cikal bakal terbentuknya Brigade Infanteri-6 tak lepas dari terbentuknya satuan dengan nama Resimen 26 pada masa perang kemerdekaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Brigade Infanteri 6/ Tri Shakti Balajaya | |
|---|---|
![]() Lambang Brigif Mekanis Raider 6/Tri Shakti Balajaya | |
| Dibentuk | 25 Oktober 1961 |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | Infanteri Mekanis Raider |
| Tipe unit | Satuan Tempur |
| Peran | Pasukan pemukul reaksi cepat Mekanis |
| Bagian dari | Divisi Infanteri 2/Kostrad |
| Markas | Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah |
| Julukan | Brigif MR 6/TSB |
| Moto | Cepat Senyap Tepat |
| Baret | HIJAU LUMUT |
| Maskot | Trisula |
| Ulang tahun | 25 Oktober |
| Tokoh | |
| Komandan | Kolonel Inf. Fardin Wardhana, M.P.M. |
| Kasbrigif | Letkol Inf. Afriandy Bayu Laksono, S.Sos., M.I.Pol. |
Brigade Infanteri 6/Tri Shakti Balajaya adalah Brigade Infanteri Mekanis Raider di bawah kendali Divisi Infanteri 2/Kostrad yang bermarkas besar di Palur, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Brigif-6/Tri Shakti Balajaya bermarkas di Benteng Vastenberg. Cikal bakal terbentuknya Brigade Infanteri-6 tak lepas dari terbentuknya satuan dengan nama Resimen 26 pada masa perang kemerdekaan.[1]
Adapun batalyon yang tergabung ke dalam Brigade Infanteri 6/Tri Shakti Balajaya adalah :
Sejarah Brigif-6 diawali dengan penyusunan Komando Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Surakarta pada tanggal 17 Oktober 1945 oleh K.G.P.H. Poerbonegoro dengan nama Divisi Istimewa TKR. Divisi ini kemudian menggunakan nama lagi sebagai Divisi X TKR. Pada tanggal 24 Januari 1946 Divisi X TKR diganti namanya menjadi Divisi IV/Panembahan Senopati dengan kekuatan 4 Resimen TRI termasuk Resimen-26 dan 6 Resimen dari Badan-badan Perjuangan. Komandan adalah Jenderal Mayor Soetarto.
Bulan Mei 1948 dibentuk Komando Pertempuran Panembahan Senopati atau KPPS yang berkekuatan 5 Brigade meliputi:
Pada tanggal 1 Januari 1950, Komandan Brigade V Divisi II diserahkan ke Letnan Kolonel Slamet Riyadi (gugur di Ambon dalam penumpasan RMS 1950). Dalam penumpasan tersebut juga diikutkan satu Batalyon yaitu Batalyon 352 (Bn Soeradji). Susunan dari Brigade V saat itu:
Pada tanggal 2 September 1950 diganti lagi namanya menjadi Brigade Panembahan Senopati Divisi Diponegoro. Susunannya:
Pada tanggal 20 Februari 1952 dilakukan penataaan organisasi dari bentuk Brigade ke dalam Resimen. Sehingga menjadi Resimen Infanteri-15/Sub Terr XV/Diponegoro. Susunannya:
Tahun 1961 Resimen Infanteri-15 dilikuidasi berdasar SK Pangdam VII Diponegoro No 258/9/1961 dan SK Kasad No.5/1958 yang mengakibatkan terbentuknya:
Serah terima jabatan dari Komandan Resimen Infanteri-15 dilakukan pada tanggal 5 Oktober 1961 kepada Komandan Korem-072 dan Komandan Brigade Infanteri-6.
Adapun Kekuatan dari Brigade Infanteri-6 meliputi:
Ketika pada tanggal 7 Februari 1966, terjadi perubahan nama batalyon dari huruf ke angka, maka terjadi perubahan sebagai berikut:
Atas keputusan KASAD, maka terhitung mulai 16 November 1977 secara resmi Brigade Infanteri-6 bergabung ke Kostrad yang meliputi:
Sehingga namanya berubah dari Brigif-6 Kodam VII/Diponegoro menjadi Brigif-6 Kostrad. Kemudian tanggal 7 Agustus 1985, Brigif-6 Kostrad dilikuidasi menjadi Brigif-6 Divisi Infanteri-2 Kostrad.
Saat ini kekuatan Brigade Infateri Mekanis Raider 6/Trisakti Balajaya, Divisi Infanteri 2, Kostrad terdiri atas:
Lahir pada masa kemerdekaan membuat Brigif 6 sadar bahwa NKRI sebagai buah dari kemerdekaan harus terus dipertahankan. Dimulai dengan pertempuran merebut Ambarawa tanggal 15 Desember 1945, perjalanan Brigif menegakkan NKRI juga dikonsentrasikan pada Operasi Seroja di Timor Timur mulai tahun 1977 hingga 1996. Brigif 6 juga ambil bagian dalam penumpasan Gerakan Pengacau Keamanan (GPK)/Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Irian Jaya dari tahun 1994 hingga 2004. Kesatuan ini juga mengerahkan personelnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh serta daerah rawan konflik di Sambas Kalimantan Barat, Ambon, Sampit Kalimantan Tengah dan lain sebagainya. Selain di dalam negeri, Brigif 6/2 Kostrad juga ikut ambil bagian dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dengan kekuatan 850 personel, pada tahun 1992/1993 Yonif 411/6/2 Kostrad berangkat ke Kamboja dan bergabung dengan pasukan Perdamaian Konga XII di bawah pimpinan Letkol Inf Darmawi Chaidir.
Saat ini Staf 2/Operasional Brigif 6/2 Kostrad dipimpin oleh Kapten Inf. Eko Handono yang beranggotakan 1 Perwira, 3 Bintara, 1 Bintara BP, 1 Tamtama dan 1 PNS yaitu Kapten Inf. Anggun Wuriyanto, Sersan Kepala Joko Wibowo, Sersan Satu Adib Wisnu Yunarko, Sersan Satu Hendra PT, Sersan Dua R. Sukoco S.W, Prajurit Kepala Hariyanto dan PNS Lamono.
Resimen 26
Brigade V/P
Brigade P
Resimen Infanteri 15
Brigade Infanteri 6