Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
|
Halaman arsip Warung Kopi | |||||||||||
| Kebijakan Arsip · Terkini |
Usulan Arsip · Terkini |
Teknis Arsip · Terkini |
Bahasa Arsip · Terkini |
Berita Arsip · Terkini |
Lain-lain Arsip · Terkini | ||||||
Usul pemindahan judul dengan unsur kata "coklat" (Alga coklat, Beruang coklat, Katai coklat, Wereng coklat, Namdur Coklat, Bondol Coklat, Kambangan Coklat, Alga coklat, Katai coklat) menjadi "cokelat", sesuai KBBI.
✒ βέννγλιν 04:31, 1 Desember 2010 (UTC)
Setuju, tapi gimana cara mindahinnya yang cepat dan efisien?
Ariyanto
04:53, 1 Desember 2010 (UTC)
Bahasa Indonesia, di antara Bahasa Jawa VS Bahasa Melayu. Sebenarnya ini hanya masalah pengucapan dan dialek bahasa yang mempengaruhi bahasa Indonesia. Contohnya saja Inggris (jv), Inggeris (mly.). Penggunaan coklat condong ke Jawa, cokelat condong ke Melayu. Begitu juga dengan kosa kata lainnya. Bahasa Indonesia di tengah perebutan pengaruh, antara Jawa VS Melayu. Silakan dipilih. Nampaknya Bahasa Indonesia belum jadi bahasa pemersatu kalau bahasanya sendiri masih diobok-obok pengaruh Jawa dan Melayu, belum lagi dari Barat sana. --Ezagren μιλήσουν 05:33, 3 Desember 2010 (UTC)
Tambahan: Pembahasan Ajip Rosidi tentang hal ini di Pikiran Rakyat http://rubrikbahasa.wordpress.com/2010/12/11/huruf-e/. Kita memang tidak konsisten. Gombang (bicara) 04:02, 15 Desember 2010 (UTC)
Mungkin ada yang bisa bantu ?
namanya Baturaden atau Baturraden untuk kecamatan di Kabupaten Banyumas ini. Salam — Tjmoel
bicara 15:10, 1 Desember 2010 (UTC)
Batur (teman) + Raden, Baturraden
Ariyanto
06:15, 2 Desember 2010 (UTC)
Dalam pemahaman nama, Baturraden lebih tepat dibanding dengan penulisan Baturaden... karena Baturraden berasal dari bahasa Banyumasan :
Batur = Pembantu [Ind] Raden = ~ Majikan [Ind]
sehingga penulisan [baik dalam dokumen penting atau penulisan biasa] adalah BATURRADEN 118.97.15.20 14 November 2011 04.56 (UTC)
Saya dan Pengguna:Albertus Aditya terlibat dalam perdebatan mengenai penulisan tanda pisah untuk skor pertandingan olahraga, yang pada akhirnya menyebabkan perang suntingan antara kami berdua (contoh: , ). Inti dari perdebatan ini adalah "apakah penulisan tanda pisah untuk skor pertandingan olahraga perlu diberi spasi sebelum dan sesudahnya?". Saya ingin meminta pendapat dan sekaligus pemungutan suara mengenai hal ini. Pilihannya adalah sebagai berikut:
| Pemungutan suara Penulisan tanda pisah untuk skor pertandingan olahraga | |
|---|---|
| Tanpa spasi (Contoh: "5–1") |
Dengan spasi (Contoh: "5 – 1") |
|
|
| Catatan: Pemungutan suara ditutup pada 9 Desember 2010 24.00 UTC (atau 10 Desember 2010 00.00 UTC). Setelah itu, hasil pemungutan suara dapat langsung dieksekusi. | |
Maaf terlambat berkomentar. Dalam EYD, baik tanda hubung maupun tanda pisah tidak diberi spasi sebelum maupun sesudahnya. Saya pikir analogi yang sama diterapkan untuk skor pertandingan. Sebagai tambahan rujukan, lihat bagian Relationships and connections pada artikel "Dash": Kansas beat Miami 31–30. Berdasarkan dua rujukan tersebut, menurut saya tidak perlu ada spasi sebelum dan sesudah tanda pisah pada skor olahraga. --ivanlanin ♫ 05:58, 3 Desember 2010 (UTC)
Waktu pemungutan suara telah habis, maka ditetapkan bahwa tanda pisah untuk skor pertandingan olahraga dituliskan tanpa spasi. -iNu- ► 17:18, 10 Desember 2010 (UTC)
Melanjutkan diskusi antara Pengguna:Bennylin dan Pengguna:Albertus Aditya di Pembicaraan:Piala Dunia FIFA 2010#Piksel bendera wasit, saya ingin meminta pendapat mengenai ukuran bendera negara asal wasit pada artikel sepak bola dengan {{footballbox}}. Perbedaan pendapat terjadi pada "apakah ukuran piksel bendera negara asal wasit harus dibeda-bedakan atau disamakan seluruhnya". Diskusi ini saya buka agar dapat tercipta suatu konsensus sehingga dapat menciptakan kenyamanan bagi siapapun yang ingin berkontribusi dalam pengembangan artikel-artikel sepak bola (tanpa perlu takut suntingannya di-revert karena tidak sesuai dengan selera "estetika" pengguna tertentu). Pilihannya adalah sebagai berikut:
Style dengan ukuran piksel bendera yang berbeda-beda ini digunakan oleh Pengguna:Albertus Aditya di hampir seluruh artikel sepak bola. Menurut beliau, alasannya adalah "Supaya hasilnya tidak menyebar jadi beberapa baris." (lihat Pembicaraan:Piala Dunia FIFA 2010#Piksel bendera wasit). Beliau juga beberapa kali me-revert suntingan yang mengubah ukuran bendera menjadi seragam (indikasi kepemilikan artikel?).
Style dengan ukuran piksel bendera yang seragam ini adalah usul saya (dan juga diusulkan oleh Pengguna:Bennylin di Pembicaraan:Piala Dunia FIFA 2010#Piksel bendera wasit) untuk diterapkan di artikel-artikel sepak bola.
Gaya tanpa bendera ini adalah usul saya (Kenrick95) dan gaya ini diterapkan di Wikipedia bahasa Inggris. Alasannya supaya tidak memberatkan proses loading halaman bagi pengguna yang koneksi internetnya "terlalu cepat" alias sangat lambat. Hal ini memiliki kelebihkan karena tetap akan muncul dalam 1 baris. (ini seperti pilihan 1, tapi pilihan ini tanpa gambar) Menurut saya juga, ada baiknya tidak setiap asisten wasit dimunculkan (di halaman yang memunculkan ringkasannya) dan pranala kewarganegaraan wasit ada baiknya tidak selalu diberikan (wikifisasi berlebihan). ·· Kℇℵ℟ℑℭK 12:59, 2 Desember 2010 (UTC)
Saya ingin memberikan catatan tambahan. Penyingkatan nama tetap berlaku jika telah melewati satu baris ya.. Albertus Aditya (bicara) 14:12, 2 Desember 2010 (UTC) (Misalnya :
itu kan kalau menurut saya tidak rapi (entah menurut lainnya), maka berlaku penyingkatan dengan aturan :
Bagaimana ? Albertus Aditya (bicara) 14:12, 2 Desember 2010 (UTC)
Agar diskusi ini dapat menghasilkan suatu kesimpulan, saya langsung adakan pemungutan suara sebagai berikut:
| Pemungutan suara Penulisan negara asal wasit pada artikel sepak bola | ||
|---|---|---|
| Pilihan 1 | Pilihan 2 | Pilihan 3 |
| ||
| Catatan: Pemungutan suara ditutup pada 9 Desember 2010 24.00 UTC (atau 10 Desember 2010 00.00 UTC). Setelah itu, hasil pemungutan suara dapat langsung dieksekusi. | ||
Demikian. Terima kasih atas partisipasinya dalam diskusi ini. -- -iNu- ► 12:38, 2 Desember 2010 (UTC)
Waktu pemungutan suara telah habis, maka ditetapkan bahwa informasi mengenai negara asal wasit pada artikel sepak bola dituliskan sesuai dengan pilihan 3. -iNu- ► 17:18, 10 Desember 2010 (UTC)
Saat ini, terdapat 2 templat untuk menampilkan gambar bendera, yaitu {{negara}} dan {{flagicon}}. Kedua templat ini menampilkan ukuran standar yang berbeda, {{negara}} menampilkan gambar bendera dengan ukuran standar 25 piksel, sementara {{flagicon}} 22 piksel. Contoh penggunaan:
Saya ingin menyeragamkan kedua templat ini agar ukuran gambar bendera tidak berbeda-beda walaupun templatnya berbeda. Apakah sebaiknya yang digunakan, 25 piksel atau 22 piksel? Saya sendiri cenderung memilih 22 piksel, karena lebih kecil dan tidak terlihat dominan apabila digunakan bersama dengan teks ukuran standar. Mohon pendapatnya. Terima kasih. -iNu- ► 14:13, 2 Desember 2010 (UTC)
| Pemungutan suara Ukuran standar gambar bendera | |
|---|---|
| 22x20px | 25x23px |
|
|
| Catatan: (1) Pemungutan suara ditutup pada 9 Desember 2010 24.00 UTC (atau 10 Desember 2010 00.00 UTC). Setelah itu, hasil pemungutan suara dapat langsung dieksekusi. (2) Hanya boleh memilih satu pilihan. | |
Ribet amat pakai pemungutan suara kayak gini. Inisiatif, dong yang merasa koneksi internetnya cepat, buat pemungutan suara seperti saat memilih Gambar Pilihan, tinggal 1 klik.
--Ezagren μιλήσουν 05:29, 3 Desember 2010 (UTC)
Mendingan gini deh. Untuk soal ukuran standar bendera, pakai yang 22x20px aja, karena kan lebih kecil. Masalahnya, kalau 25x23px itu kadang dipandang kebesaran (nanti kaya baju, kebesaran gak muat! nanti artikelnya enggak muat dan kalau dua-dua templatnya dipakai, hasilnya jadi tambah aneh. Terus kalau ukurannya kepanjangan dan tulisannya panjang, itu kayaknya rumet enggak ya? Mendingan pakai 22x20px karena menurutku sudah dianggap cukup. Gimana? tatasport silahkan berbicara 11:14, 3 Desember 2010 (UTC)
Waktu pemungutan suara telah habis, maka ditetapkan bahwa ukuran standar gambar bendera adalah 22x20 piksel. -iNu- ► 17:18, 10 Desember 2010 (UTC)
Sebagai tindak lanjut atas kesepakatan ini, saya mengusulkan agar semua templat flagicon diubah nama menjadi {{negara}}, serta templat:country data xxxx diubah menjadi templat:dn xxxx (dn = data negara dari bahasa Inggris country data), tetapi ukuran benderanya mengikuti keputusan ini (22 x 20px). Salam, Albertus Aditya (bicara) 17:29, 10 Desember 2010 (UTC)
Fungsi masing-masing templat dapat terlihat dari contoh berikut:
Sementara {{negara}} dapat menghasilkan output yang sama dengan kedua templat tersebut:
Selain itu, parameter kedua templat tersebut berbeda, antara lain yang menyangkut pengaturan ukuran bendera secara manual:
Apabila {{negara}} digabungkan dengan {{flagicon}}, maka artikel-artikel lama yang telah menggunakan kedua templat tersebut dengan variasi parameternya masing-masing juga harus disunting secara manual agar tidak berubah tampilan. -iNu- ► 18:29, 10 Desember 2010 (UTC)
Saya mengusulkan untuk menghapus beberapa templat bendera. Silahkan bergabung dalam diskusi berikut. -iNu- ► 08:27, 11 Desember 2010 (UTC)
| → Wikipedia:Usulan penghapusan/Templat bendera yang tak digunakan |
| → Pembicaraan Templat:Negara#Usulan kode baru |
Hmm, saya mau membuat artikel ini tetapi ragu untuk membuat judul artikelnya. Menurut hemat saya sih judulnya Honorifiks Jepang.
Menurut kalian apakah sudah pas (saya sendiri sih janggal) >_<. Thx.
Athrion ™ 11:32, 4 Desember 2010 (UTC)
Ada yang tau arti dari kalimat: was met with initial, but stunted success.? Terima kasih. Mimihitam 08:45, 9 Desember 2010 (UTC)
Trims, awalnya saya mengira begitu, tapi takut salah
. Mimihitam 11:35, 9 Desember 2010 (UTC)
Tanya dong, ada yang tahu padanan Falconry (aktivitas berburu memakai burung pemangsa) dalam bahasa kita apa ya? Lalu Falcon termasuk burung elang atau rajawali ya? ada yang pernah mendengar jenis burung itu? saya sedang bingung. terima kasih 02Wahyudi_Won (bicara) 03:59, 11 Desember 2010 (UTC)
Ada yang tau terjemahan dari "reluctant exodus"? Kia 80:Þ 08:28, 13 Desember 2010 (UTC)
Bagaimana penulisan resmi dari Kecamatan Blangpidie ?? apa kah Blangpidie atau Blang Pidie ? Ada yang bisa bantu ? Salam — Tjmoel
bicara 07:57, 17 Desember 2010 (UTC)
Principle of embarrassment sebaiknya diterjemahkan sebagai "prinsip malu", "prinsip permaluan", "prinsip memalukan" ataukah "prinsip rasa malu". Terima kasih. Kia 80:Þ 04:30, 23 Desember 2010 (UTC)
Mau nanya neh. Q bingung apa tepat kata tersebut setau saya Suku (bangsa) adalah sekelompong org yg mempunyai/menggunakan bahasa yg sama. Sedang orang yg mengaku suku Buton itu mempunyai bahasa yg berbeda. Buton dulunya merupa sebuah kerjaan yang kemudian menjadi kesultanan d daerah sultra, d pulau Buton dan sekitarnya. D tunggu jwbn'a M4srUd¡nB 11:41, Rabu, 29 Desember 2010 (WIT)
Kategori:Tokoh Katolik Indonesia seperti-nya tidak memiliki isi sebagaimana dimaksud, atau mungkin saya yang kurang mengerti. Sejauh pengertian saya, kategori tersebut semestinya berisikan tokoh-tokoh agama (Katolik) yang berasal dari Indonesia, bukan ? atau Tokoh Indonesia yang beragama Katolik ? Karena :
koq sepertinya tidak relevan dengan :
Hal ini juga mungkin dapat di tinjau lebih lanjut dalam sub-kategori Kategori:Tokoh agama Indonesia Mohon pendapatnya. Salam — Tjmoel
bicara 16:16, 29 Oktober 2010 (UTC)
Aduuh ampun deh, ini bahasa apa??
| Paus Benediktus XVI mengeramatkan Sagrada Familia di Barcelona dan menyatakannya sebuah basilika, 128 tahun setelah pembangunannya dimulai. |
Sepertinya harus dibedakan antara bahasa yang dimengerti sama orang banyak dan bahasa yang hanya bisa dimengerti sama satu orang (yang nulis).
Sangrada Familia (Barcelona) dinyatakan sebagai Basilika, atau tempat keramat, oleh Paus Benediktus XVI <--kapan??hh/bln/thn--> 128 tahun setelah ... ampun deh, ini baru selesai kemarin atau gimana gedungnya? Kalimatnya kacau banget.
Serenity (bicara) 12:24, 8 November 2010 (UTC)
Karena sudah terlalu parah, saya usulkan cabut aja itu berita, membingungkan. Kalau itu kertas disodorin buat disunting, gue akan buat percobaan ngetes seberapa akurat gue bisa mengincar tong sampah dengan kertas itu.
Ada, jadi lain kali, penulis peristiwa terkini (yang NGACO) seharusnya berhati-hati, karena saat saya ketemu lagi kesalahan yang terlalu parah sehingga pembacanya tidak bisa mbenerin, akan saya umumkan lagi. Kalau masih ngga jadi bener juga. Keterlaluan.
Ya,, ya,, tarus!! Bacakut haja tarus! Hihihi --Ezagren μιλήσουν 11:55, 11 November 2010 (UTC)
Pembicaraan Wikipedia:Kedutaan
Ada yang perlu dibantu nih:
| Ada dua artikel dengan interwiki yang sama: suweg dan konnyaku. Foto di artikel suweg adalah bukan Amorphophallus campanulatus melainkan Amorphophalus konjac.
Menurut sumber lain ada empat spesies suweg:
Menurut sumber ini ([http://simonbw.lecture.ub.ac.id/files/2010/03/KONJAC-SBW-PROCESS.pdf Simon B.W. "Processing, Marketing and Konjac Based Food Products"]). Amorphophallus konjac/Amorphophallus oncophyllus adalah porang. Iles-iles adalah Amorphophallus variabilis. Kalau mengerti, mohon dibantu. |
||
| — Midori (bicara) 10:32, 20 Oktober 2010 (UTC) (sumber:Pembicaraan:Suweg & Pembicaraan:Konnyaku) | ||
Mungkin para pengguna wikipediawan (yang bukan Kenrick95) bisa membantu. --Erik ✉ ⌨ 02:34, 14 November 2010 (UTC)
Keduanya tak memberi solusi. Lewatkan. Sebaiknya hubungi yang membuat artikel tersebut. --Ezagren μιλήσουν 10:35, 14 November 2010 (UTC)
Perlu dilihat: en:solar flare. Manakah yang tepat, badai matahari, pijaran matahari atau semburan matahari? atau en:stellar flare: badai bintang, pijaran bintang atau semburan bintang? Pastinya menurut saya penggunaan kata "badai" kurang tepat. Satu lagi: en:flare star: bintang pijar atau sembur? Mohon pendapatnya, terutama yang ahli dalam bidangnya. – komentar tanpa tanda tangan oleh 202.169.57.43 (b • k) pada 15 November 2010; 11:11.
Kalau en:flare star: masak bintang gejolak? Mimihitam 08:58, 15 November 2010 (UTC)
Kalau begitu en:flare star menjadi bintang sembur ya? Terima kasih banyak. Mimihitam 23:01, 15 November 2010 (UTC)
Trims. Mimihitam 08:51, 16 November 2010 (UTC)
Seiring berjalannya waktu, artikel di WBI terus bertambah, termasuk artikel bertopik Dayak. Nah, Dayak itu merupakan satu kesatuan yang dibagi menjadi sub-sub suku tersendiri di berbagai wilayah di Borneo. Nah, artikel sub-sub suku Dayak ini banyak judulnya tak beraturan dan terkesan serampangan. Jadi, saya ingin usul untuk menyeragamkan judul-judul mengenai subsuku Dayak. Berikut opsinya:
| Pemungutan Suara Penyeragaman judul untuk subsuku Dayak | ||
|---|---|---|
| [[Suku Dayak xxx]] | [[Dayak xxx]] | [[Suku xxx]] |
|
|
||
Keterangan:
Silakan pilih yang menurut Anda tepat sebagai judul yang bagus untuk subsuku Dayak. --Ezagren μιλήσουν 11:36, 21 November 2010 (UTC)
Waktu pemungutan suara telah habis, maka ditetapkan bahwa opsi pertama ([[Suku Dayak xxx]]) akan dipakai sebagai pedoman judul artikel untuk subsuku Dayak. --Ezagren μιλήσουν 06:13, 27 November 2010 (UTC)
Pembicaraan
Apakah suku Dayak Muslim seperti suku Tidung, Berau dan lainnya juga termasuk dalam lingkup voting ini, mengingat suku-suku ini mengelompokkan diri ke dalam suku Melayu? Kia 80:Þ 06:41, 23 November 2010 (UTC)
Bandingkan nama Piala Dunia Wanita FIFA dan Kejuaraan Nasional Sepak Bola Putri (lihat pula halaman pembicaraannya), mana yang lebih tepat di olahraga? Wanita atau Putri? Atau ini adalah nama baku yang tidak bisa diganti? Pendapat saya pribadi putri lebih mengacu ke bahasa Inggris princess atau lady.
✒ βέννγλιν 14:11, 27 November 2010 (UTC)
Ada yang tahu apa nama lokal dari hewan ini dugong/duyung?
Ariyanto
06:06, 29 November 2010 (UTC)
| The word "dugong" derives from the Tagalog term dugong which was in turn adopted from the Malay duyung, both meaning "lady of the sea." |
. 06:31, 29 November 2010 (UTC)Gombang (bicara)
Secara etimologi dugong memang berasal dari kata putri duyung dalam bahasa melayu, yakni sosok fantasi ikan yang berwajah seorang putri cantik. Namun belum tentu masyarakat melayu khususnya Indonesia menyebut hewan ini dengan sebutan duyung bahkan putri duyung, karena jika putri duyung dibuatkan artikelnya maka isi atau kontennya seharusnya menjelaskan tentang sosok fantasi tersebut, lebih baik jika artikel tentang dugong ini ditambahkan nama lokal/daerah atau terjemah resmi agar tidak membuat ambiguasi.
Ariyanto
06:41, 29 November 2010 (UTC)
Memang mamalia, ini buat membedakan dengan putri duyung saja sih. Gombang (bicara) 11:07, 29 November 2010 (UTC)
Yang lebih penting sebenarnya mencari mana yang lebih dahulu muncul: duyung sebagai makhluk laut (dulu disebut ikan duyung) ataukah duyung sebagai cerita fantasi (putri duyung). Saya kira orang Indonesia sudah lebih dahulu mengetahui keberadaan duyung sebagai makhluk laut. Gombang (bicara) 12:18, 29 November 2010 (UTC)
kalau pakai kata ikanan bukannya ngerti nanti malah membingungkan :-D
Ariyanto
12:54, 30 November 2010 (UTC)
Nah loh,,,,, jadi timbul topik baru nih,,, jadi terjemah yang tepat apa untuk en:merman?
Ariyanto
07:10, 1 Desember 2010 (UTC)
Kayaknya gak adil :-D Mermaid=Putri duyung, Merman=Pangeran Duyung?
Ariyanto
10:44, 1 Desember 2010 (UTC)
Walaupun di kamus KBBI (III) tidak ada lema "walikota" (tanpa spasi), tapi kalau ditilik sekilas dari pencarian web, maka tampak bahwa "walikota" lebih umum digunakan daripada "wali kota".
| Did you mean: walikota |
✒ βέννγλιν 05:33, 30 September 2010 (UTC)
Manakah penulisan yang benar: Luntur jawa atau Luntur Jawa? Demikian pula: Terung belanda atau Terung Belanda? Adakah yang punya rujukan? Mungkin kita bisa mengembangkan Wikipedia:Pedoman penamaan/Organisme. Salam, Naval Scene (bicara) 07:10, 1 Oktober 2010 (UTC)
Tertulis di Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan poin II.A.9, "Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis." Salah satu contoh di sana adalah gula jawa. Jadi, tampaknya yang baku adalah luntur jawa dan terung belanda. Alfarq (bicara) 11:20, 2 Desember 2010 (UTC)
Bagaimana penulisan tanda titik dua yang benar, apakah dipisah atau digabung dengan kata sebelumnya? Misalnya, manakah yang benar penulisannya antara
Saya berpendapat yang benar adalah yang pertama (digabung dengan kata sebelumnya), tetapi Pengguna:Albertus Aditya berpendapat sebaliknya. Ada beberapa referensi disini yang saya temukan:
Ada yang ingin menyumbangkan pendapat? Terima kasih sebelumnya. :) -iNu- ► 11:46, 8 Oktober 2010 (UTC)
Tadi saya baru saja berdiskusi dengan salah satu guru saya. Dia mengatakan bahwa tanda titik dua memang tidak perlu diberikan sebelum kata yang akan dirinci. Jadi memang benar Kapasitas: xxx, tetapi juga bukan Kapasitas:xxx. Kesalahan ini sepertinya sudah terbiasa, karena saat kita menulis tangan, pada kebanyakan orang biasanya memberikan tanda spasi (berbeda saat kita menulis di komputer). Albertus Aditya (bicara) 13:01, 10 Oktober 2010 (UTC)
Saya memperhatikan bahwa Pengguna:Albertus Aditya seringkali memaksa menerapkan gaya penulisannya sendiri pada artikel-artikel sepak bola dan me-revert seenaknya suntingan pengguna-pengguna lain yang tidak sesuai dengan gaya penulisannya. Contohnya antara lain:
Saya rasa Pengguna:Albertus Aditya bersikap terlalu posesif terhadap artikel-artikel yang pernah ia sunting, seperti disebutkan dalam Wikipedia:Kepemilikan artikel (walaupun proposal ini tidak mendapatkan konsensus). Melalui warkop ini, saya ingin menghimbaunya agar menghentikan sikapnya tersebut. Pengguna lain silahkan turut menyumbangkan saran dan komentar. Terima kasih. -iNu- ► 08:31, 13 Oktober 2010 (UTC)
Pada artikel-artikel bertopik bahasa, seharusnya penulis artikel menyertakan tabel berupa fonem apa saja yang tersedia dalam bersangkutan. Saya membaca artikel bahasa Madura, di mana huruf disamakan dengan fonem . Sebaiknya huruf tidak disamakan dengan fonem. Huruf adalah lambang fonem. Huruf yang dikenal oleh sebagian besar warga Indonesia adalah huruf Latin, berjumlah 26, sementara fonem jumlahnya lebih dari 70. Maka dari itu, sebaiknya gunakan IPA. Ini untuk mengantisipasi kelemahan huruf Latin dalam melambangkan fonem (karena berjumlah 26), sehingga biasanya orang awam menggunakan istilah "e schwa" untuk /ə/ dan "e taling" untuk bunyi /e/. Cara yang tidak efektif. Bagaimana dengan fonem /ɛ/? Bila pengguna tidak bisa membaca IPA, sebaiknya perlu diberi "papan petunjuk" (bisa disertakan di templat infobox bahasa) agar membaca artikel IPA atau Bantuan:Pengucapan.
Saat saya ingin mengubah kata "huruf" menjadi "fonem" (dalam artikel bahasa Madura), saya menemui kesulitan karena penulis artikel menggunakan simbol konsonan rangkap seperti "jh", "dh", atau "jj" untuk melambangkan fonem, sehingga saya berpikir, "fonem apa yang dilambangkan oleh huruf ini? Apakah /ɟ/, atau /ɖ/, /ɖʰ/, atau /d͡ʒ/?" Itulah kelemahan artikel-artikel yang tidak menyertakan lambang internasional untuk segala jenis fonem, khususnya pada artikel-artikel tentang bahasa. Fonem yang dilambangkan oleh huruf Latin tentu bervariasi. Huruf J, Y, atau I, bisa saja melambangkan /j/. Huruf J, Jh, Dj, Dsch, Dg, bisa saja melambangkan /d͡ʒ/
Mari bedakan huruf dan fonem pada artikel-artikel bertopik bahasa.
-- Adiputra बिचर -- 10:44, 13 Oktober 2010 (UTC)
Contoh kasus:
| Tim nasional xxx yyy | Tim xxx nasional yyy |
|---|---|
| Tim nasional bulu tangkis Indonesia | Tim sepak bola nasional India |
| Tim nasional sepak bola Indonesia | Tim kriket nasional Australia |
Jadi intinya mana yang benar: Tim nasional [xxx] [yyy] atau Tim [xxx] nasional [yyy]? (xxx= nama olah raga; yyy = nama negara) ·· Kℇℵ℟ℑℭK 09:36, 15 Oktober 2010 (UTC)
Beberapa waktu lalu, artikel waktu paruh dipindahkan ke Waktu paro. Alasannya karena "paruh" merujuk pada paruh burung. Padahal jika merujuk pada KBBI, paruh dapat pula berarti perdua (setengah):
Istilah "paro" bukanlah bagian dari bahasa Indonesia yang baku. Berhubung karena tidak bisa swap "pengalihan", perlu admin untuk melakukan pemindahan tersebut. Hand15 (bicara) 09:02, 18 Oktober 2010 (UTC)
Ini sebenarnya permintaan Alagos
, ada kah yang tau padanan kata dari Oriental Magpie Robin kalau saya liat dari forum kicaumania sih namanya kacer, adakah saran lain?
Athrion ™ 14:23, 25 Oktober 2010 (UTC)
Kira-kira judul apa yang tepat untuk artikel ini?
Mimihitam 10:01, 2 September 2010 (UTC)
Terima kasih Mimihitam 12:06, 3 September 2010 (UTC)
Mana yang kira-kira lebih tepat?
Trims Mimihitam 12:06, 3 September 2010 (UTC)
Artikel Landak merupakan salah terjemah. Landak dalam bahasa Inggris adalah porcupine, sedangkan artikel Landak yang dibuat merupakan terjemahan dari hedgehog yang hewan ini tidak ada di Indonesia. Diharapkan ada yang mau memperbaikinya. Terima kasih. A2drean (bicara) 15:31, 3 September 2010 (UTC)
Kira-kira hatnote bisa di-indonesiakan sebagai apa ya? Kia 80:Þ 08:47, 6 September 2010 (UTC)
Catatan topi, tidak kedengaran lucu? Kia 80:Þ 13:42, 6 September 2010 (UTC)
Catatan muka? ΑΛΑΓΟΣ ✉ 14:48, 6 September 2010 (UTC)
Belum ada kesepakatan mengenai hal ini. Voting aja deh
. Voting akan dibuka selama 1 minggu terhitung mulai hari ini. Kia 80:Þ 05:46, 24 September 2010 (UTC)
| Pemungutan Suara Penerjemahan Hatnote ke dalam bahasa Indonesia | |||
|---|---|---|---|
| Catatan kepala | Catatan awal | Catatan muka | Catatan atas |
Ok, jadi pemenangnya adalah Catatan atas. Kalo sempat saya akan terjemahin dari enwiki
Kia 80:Þ
Apa terjemahan yg cocok untuk Trans-New Guinea? Trans Guinea Baru atau Trans Papua? Lintas Guinea Baru atau Lintas Papua? Terima kasih NoiX180 (bicara) 10:58, 8 September 2010 (UTC)
Siapa yang bikin istilah "Nugini"? --Ezagren μιλήσουν 12:34, 8 September 2010 (UTC)
Di bagian atas tertulis: من العاءدين و الفاءيزين . Seharusnya adalah: من العائدين و الفائزين . Alfarq (bicara) 15:06, 12 September 2010 (UTC)
Dipindahkan ke Permohonon pendapat peristiwa terkini Serenity (bicara)
Halo, dalam beberapa artikel artis Indonesia seperti Yasmine Wildblood saya menemukan istilah sinetronografi yang sepertinya menggantikan kata filmografi. Apakah benar istilah tersebut ada dalam bahasa Indonesia? Terima kasih. --BlackKnightmail 08:20, 5 Agustus 2010 (UTC)
Melanjutkan pembahasan sebelumnya yang kurang mendapatkan tanggapan, saya ingin meminta pendapat mengenai konsistensi penamaan judul artikel lembaga/jabatan pemerintahan Indonesia. Saat ini, ada 2 versi penamaan judul artikel yaitu:
Agar kali ini dapat mencapai konsensus, maka saya langsung mengusulkan pemungutan suara terbuka sebagai berikut:
| Pemungutan Suara Penamaan judul artikel lembaga/jabatan pemerintahan Indonesia | |||
|---|---|---|---|
| Republik Indonesia | Indonesia | ||
Terima kasih. -iNu- ► 23:28, 7 Agustus 2010 (UTC)
Saya agak kurang setuju sebenarnya, karena tidak ada satupun kantor kementrian di Indonesia yang hanya menulis "Kementrian xxx Indonesia" tetapi "Kementrian xxx Republik Indonesia". Agaknya ini membuat ketidak akuratan bagi saya pribadi. Albertus Aditya (bicara) 12:54, 10 Oktober 2010 (UTC)
Pembicaraan Wikipedia:Kedutaan#Translation request.
✒ βέννγλιν 10:55, 22 Juni 2010 (UTC)
Kenapa di artikel klub-klub sepak bola Indonesia, semua judul artikelnya selalu pakai nama panjang (contoh: Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung yang sebaiknya diberi nama Persib Bandung saja agar lebih singkat)? Selain itu, nama Persija Jakarta, Persib Bandung, Persipura Jayapura, Persela Lamongan, dsb. sudah lebih populer di telinga masyarakat Indonesia dibandingkan harus ditulis kepanjangan singkatan dari klub-klub diatas/klub-klub Indonesia lainnya. Saya minta tolong kepada siapa saja anggota Wikipedia Indonesia untuk mengubah judul-judul artikel klub-klub sepak bola di Indonesia menjadi lebih pendek dengan menggunakan judul seperti: Per... Sep... Bandung menjadi Persib Bandung, Per... Sep... Jakarta menjadi Persija Jakarta, dsb. Tolong untuk siapa saja untuk mengubahnya. --Maung Bandung (bicara) 05:11, 5 Juli 2010 (UTC)
Yang paling cocok itu sebenarnya seperti "Persiram Raja Ampat". Kadang Wikipedia terlalu. Harus mengikuti tata bahasa. Entah, singkatan, lalu diperpanjang. Biar sampai 3 baris juga tak apa-apa. Tapi, kalau nama klub, rasanya terlalu. ![]()
Saya lebih suka PSMS Medan. Biarlah kepanjangannya menjadi awal paragraf. Efisiensi, bung! Ezagren गपशप 04:49, 6 Juli 2010 (UTC)
Saya usulkan voting terbuka saja, seperti di bawah ini :
| Pemungutan Suara Penamaan judul artikel klub - klub sepak bola di Indonesia | |||
|---|---|---|---|
| Persib | Persib Bandung | Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung | Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung |
Albertus Aditya (bicara) 05:46, 7 Juli 2010 (UTC)
Bisa dimulai pemungutan suaranya? Ezagren गपशप 04:32, 8 Juli 2010 (UTC)
Nah, sekarang sudah akhir bulan. Sementara opsi nomor 2 sudah unggul jauh dari opsi-opsi lain yang ditawarkan. Terima kasih kepada semua pengguna yang telah berpartisipasi dalam voting ini. Sukses selalu
! --Maung Bandung (bicara) 08:23, 30 Juli 2010 (UTC)
Ini daftarnya (per Tim sepak bola Indonesia hari ini), tolong sekalian dilengkapi oleh teman-teman supaya pengalihannya sekali jadi:
(lihat sumber untuk komentar)
✒ βέννγλιν 06:52, 9 Agustus 2010 (UTC)
bagaimana dengan istilah mirip seperti grand duke, grand duchess, duchy, dll Onion Bomber (bicara) 08:08, 9 Juli 2010 (UTC)
Diskusi di sini akan saya jadikan masukan untuk artikel adipati ya? Btw, untuk grand duke atau duke dari negara2 berbahasa jerman istilahnya adalah Grossherzog atau Herzog. Kembangraps (bicara) 10:02, 7 September 2010 (UTC)
Untuk kategori bahasa daerah di Indonesia sebaiknya tetap menggunakan 'Kategori:Bahasa di (provinsi)' ataukah diganti 'Kategori:Bahasa dari (provinsi)'? Menurut saya, kategori yang menggunakan 'di' jangkauannya terlalu luas. NoiX180 (bicara) 13:00, 13 Juli 2010 (UTC)
Sedapat mungkin bebaskan kelompok bahasa dari unit administrasi (kabupaten, provinsi, negara). Lebih baik menggunakan pulau/kepulauan sebagai alat untuk pengelompokan karena lebih stabil. Kembangraps (bicara) 14:07, 13 Juli 2010 (UTC)
@kembangraps Sebenarnya pengkategorian seperti itu sama dg cara Ethnologue, lihat: http://www.ethnologue.com/show_country.asp?name=id, tapi jadi terkesan memaksa. Misal bahasa Madura dikategorikan bahasa dari (pulau) Jawa, padahal bahasa Madura itu adanya di pulau Madura bukan Jawa. NoiX180 (bicara) 14:23, 13 Juli 2010 (UTC)
Yang saya maksud "pulau/kepulauan" adalah kelompok. Jadi, misalnya: Bahasa di Jawa dan Madura, Bahasa di Sumatera [ini termasuk Kepulauan Riau, Bangka, dan Belitung, serta pulau-pulau di barat Sumatera], bahasa-bahasa di Maluku, dan seterusnya. Pengelompokan administrasi akan menyulitkan karena perselisihan atau pemekaran wilayah dapat mengubah pengelompokan. Harap disadari Wikipedia ditulis bukan untuk 10 tahun, tapi ratusan tahun (insya Allah). Kembangraps (bicara) 16:37, 23 Juli 2010 (UTC)
Halo semua,
Gue yakin sebetulnya ada aturan bakunya untuk ini. Bisa dilihat contoh kasus: Pengawetan makanan oleh 19Adelheid, ada yang setelah butir huruf kecil, setelah angka titik huruf kecil, ada yang huruf besar, ada yang setelah butir (daftar) tidak dibubuhkan titik pada akhir kalimatnya. Gue lupa yang mana yang bener. Ada yang tau dan bisa memberikan rujukan? Serenity (bicara)
Penulisan huruf kapital pada pemerian dan penomoran disesuaikan dengan konteks kalimat dan paragrafnya. Sebagai contoh jika saya menuliskan:
| Tujuan dibangun jembatan adalah sebagai sarana penyeberangan, dan penghubung antara dua tepi yang terpisah. |
Jika tulisan tersebut ditulis menggunakan penomoran, maka akan seperti ini:
Tujuan dibangun jembatan adalah:
|
Setiap huruf pada mula kata dan kalimat ditulis menggunakan huruf kecil bukan kapital, karena setiap kalimat bukanlah mula paragraf, melainkan sambungan dari kalimat sebelumnya yang dipisahkan dengan koma atau titik dua, bukan dipisah dengan titik. Ingat penggunaan huruf kapital, yakni huruf kapital digunakan pada:
Lain halnya untuk penulisan pada penomoran dan pemerian yang menggunakan huruf kapital adalah sebagai berikut:
Dibuka kursus bahasa, meliputi:
|
Contoh pemerian dan penomoran bisa dilihat pada laman pusat bahasa di sini
Terima kasih :-) Ariyanto (bicara) 07:17, 9 Juni 2010 (UTC)
Apa bedanya lajur dengan jalur dalam bidang perhubungan? Terima kasih. Erik Anggara (bicara) 03:51, 9 Juni 2010 (UTC)

| Terima kasih kepada yang memberikan jawaban. Erik Anggara (bicara) 07:05, 9 Juni 2010 (UTC) |
Terima Kasih atas infonya. — Mikhailov Kusserow (bicara) 02:18, 15 Juni 2010 (UTC)
Kata Object (en) diterjemahkan menjadi Obyek atau Objek? Tapi kalau menurut glosarium, Object -> Benda, mana yang baku?
Oh ya, karena huruf K, T, S, P luluh, apakah
ArdWar(B•K•L•S) 22:45, 19 Juni 2010 (UTC)
Numpang lewat... Mengaji atau Mengkaji? Erik Anggara (bicara) 05:00, 20 Juni 2010 (UTC)
Mengaji dan mengkaji. Keduanya dari kata dasar kaji dengan sedikit perbedaan makna. Alfarq (bicara) 10:07, 20 Juni 2010 (UTC)
Bukankah kata dasarnya adalah ambigu, ambiguasi ? Apa perbedaan maknanya dengan homonim ? Karena saya perhatikan Wikipedia Perancis menerjemahkan (bahasa Inggris: disambiguationcode: en is deprecated ) menjadi (bahasa Prancis: homonymiecode: fr is deprecated ). Mohon pencerahan dari rekan-rekan. Salam. Ę-oиė >>> ™ 21:29, 30 April 2010 (UTC)
Saya cek di Kateglo. Homonim itu biasanya menyangkut ilmu linguistik, berarti hanya sebatas dunia kata-kata. Kalau ambigu, artinya bermakna ganda, merupakan kata sifat. Jadi tidak hanya menyangkut makna suatu kata, tapi juga bisa berarti nama orang, nama tempat, istilah dalam suatu ilmu, bahkan singkatan. -- Adiputra बिचर -- 04:56, 1 Mei 2010 (UTC)
Masalah ini sudah pernah dibahas. Yang menterjemahkan kata ini jaman dulu ... adalah Hayabusa_future. Kemudian waktu itu saya periksa di KBBI (maaf Mas Ivan waktu itu belum ada Kateglo :-D) Memang kata ini secara harafiah tidak dimuat tetapi KBBI memuat imbuhan "dis-" dan "-asi" selain tentunya kata "ambigu". Jadi ini sebuah kata Indonesia yang tepat. Apalagi kata ini sudah menjadi bagian dari Wikipedia :-) Meursault2004ngobrol 06:45, 1 Mei 2010 (UTC)
Selesai, terima kasih semuanya.
Ę-oиė >>> ™ 06:57, 1 Mei 2010 (UTC)
Manakah yang lebih tepat?.
Contoh pemakaian yg pertama ada di artikel ini. Contoh yg kedua, di sini, di sini dan di sini. Kalau menurut saya pribadi sih, pengertian dari poin yang pertama adalah bearti : membebaskan manusia dari dosa, sehingga manusianya yang diselamatkan. Sedangkan poin yang ke-2 bisa berarti: membebaskan dosanya manusia, sehingga dosanya yang diselamatkan. Bagaimana menurut teman-teman? Kia 80:Þ 14:27, 1 Mei 2010 (UTC)
Menebus manusia dari dosa atau menyelamatkan manusia dari dosa yang lebih tepat. Mengapa? Karena, jika menebus dosa manusia berarti Yesus datang ke bumi menebus dosa yang dimiliki manusia. Apakah dosa begitu berharga sehingga harus ditebus? Tidak. Adam dan Hawa menghilangkan kesempurnaan yang dimiliki oleh umat manusia. Itulah yang harus ditebus oleh Yesus Kristus. — Mikhailov Kusserow (bicara) 10:24, 11 Mei 2010 (UTC)
Manakan yang lebih tepat?. ESCa :-)/✍ 22:57, 2 Mei 2010 (UTC)
Melihat postingan Hand15 di atas, saya juga kepikiran, kata biola asalnya dari mana ya?
Terus kata Bahasa Indonesia "biola" asalnya dari mana ya??? Kerima tasih... Kururu | くーーっくっく 05:41, 5 Mei 2010 (UTC)
Kalau menurut kamus serapan Russel Jones (2007) dari bahasa Portugis viola. Ingat bahasa Portugis abad ke-16 berbeda dengan abad ke-21. Meursault2004ngobrol 08:38, 6 Mei 2010 (UTC)
Barusan saya periksa. Di Wikipedia Portugis terdapat bentuk viola. Meursault2004ngobrol 08:42, 6 Mei 2010 (UTC)
Saya mau usul agar beberapa kata dalam Wikipedia diubah sesuai dengan pengalihan oleh Ivan Lanin selaku pengurus (sebagai ahli bahasa[butuh rujukan], dia mengalihkan dari Wikipedia:Sumber tepercaya menjadi Wikipedia:Sumber tepercaya). Seperti Perubahan "tebaru", peristiwa "tekini", versi "tedahulu", perubahan "tekait", ...tulisan ini harus "tesedia" dengan..., dll (tunggu dulu, saya mau jalan-jalan lagi di Wikipedia, siapa tahu ada yang tesalah lagi). Erik Anggara (bicara) 11:19, 5 Mei 2010 (UTC)
Stooop !!! Bukan semua ter- menjadi te. Lihat Sejarah pemindahan artikel Wikipedia:Sumber tepercaya, di sini. Disana khan disebutkan bahwa "Ejaan yang benar: Awalan ter- diikuti oleh kata dasar yang berawalan r atau yang suku kata pertamanya diakhiri r berubah menjadi te-". Jadi hanya untuk kata dasar berawalan r atau suku kata pertama diakhiri huruf r saja. CMIIW
™
11:51, 5 Mei 2010 (UTC)
| Ivan Lanin : Tepercaya, bukan tepercaya. Ter- jadi te- jika kata dasar diawali r atau suku awal diakhiri -er- http://bit.ly/awalan |
·· Kℇℕ℟ℑℂK ( ✍ ✉ ) 11:56, 5 Mei 2010 (UTC)
| Awalan ter- diikuti oleh kata dasar yang berawalan r atau yang suku kata pertamanya diakhiri r berubah menjadi te-. |
Sedangkan kata "percaya" bukan berawalan r. Namun, pertengahannya ada huruf r. Ezagren 請談談 13:04, 5 Mei 2010 (UTC)
Iya betul, kata "percaya" tidak diawali dengan huruf r (Yang melek huruf pasti tahu)
tapi suku kata pertamanya khan {dari "per-ca-ya") adalah "per" yang diakhiri huruf r.
™
13:49, 5 Mei 2010 (UTC)
| Ivan Lanin : Tepercaya, bukan tepercaya. Ter- jadi te- jika kata dasar diawali r atau suku awal diakhiri -er- http://bit.ly/awalan |
--Kisah Khayalan : Karena lidah seseorang cadel, maka untuk mempermudahnya ia mengubah susunan awalan yang sebenarnya menjadi tidak sebenarnya untuk mempermudah lidahnya dalam lancar berbicara (biar tak kebanyakan rrrrrrr....).--
Coba saja acara BINAR di TVRI langsung (live). Jadi, aku bisa tanya2. Andaikan Pusat Bahasa berjarak tidak lebih dari 20 km, ku akan ke sana.
Di Bahtera.org, masih ada kata "tepercaya". Kalau diubah, tak konsisten tuh namanya.
Ku mencoba membuka tautan yang disisipkan oleh Saudara berakun Kenrick95. Ternyata ada yang lebih "gila" lagi.
| Telanjur |
. Ya, Tuhan! Terlanjur --> Telanjur. "Terlanjur" saja kenapa, sih! Lagi-lagi ini masalah nafsu. Kalau cadel, belajar melafalkan rrrrrrrrr, dong! Erik Anggara (bicara) 16:47, 5 Mei 2010 (UTC)
Waaah...!!! Jadi rame nih. Apakah harus dibuat konsensus...???
™
17:09, 5 Mei 2010 (UTC)
Ih, ngga penting banget diubah-ubah (yang ada buntutnya itu loh), dia sendiri mengalihkan purwarupa menjadi prototipe, karena walaupun keduanya ada, menurut dia, kedengarannya lebih enak. Serenity (bicara) 05:59, 6 Mei 2010 (UTC)
Kesimpulannya gimana nih? Mau voting? Meursault2004ngobrol 08:40, 6 Mei 2010 (UTC)
Mengingat bahwa Wikipedia selalu menempati posisi teratas pada mesin-mesin pencari besar seperti Google dan Yahoo, maka Wikipedia cenderung menjadi acuan komunitas maya dalam hal pemakaian kosa-kata dibanding dengan KBBI daring.
Jadi rasanya hal berkaitan dengan pemakain awalan ter- menjadi te-, sebaiknya di-voting saja. (perasaan gak nyambung dech)
™
09:41, 6 Mei 2010 (UTC)
Hah, bahasa Indonesia susah amat sih. Mendingan, bahasa buatan saya. Insya Allah, lebih mudah. (hehehe... becanda ah, tapi kalau penasaran bisa dilihat di sini ) Kururu | くーーっくっく 17:35, 6 Mei 2010 (UTC)
Ada penerjemah Hazamékhti ⇌ Indonesia lho. Silakan lihat di sini. Alfarq (bicara) 08:53, 14 Mei 2010 (UTC)
Kamusnya bisa ditambahi. Alfarq (bicara) 05:11, 16 Mei 2010 (UTC)
Yang sesuai dengan pedoman ya analisis varians (tidak perlu pakai kapital). Aneh karena belum terbiasa. Boleh pula disebut di artikelnya variasi nama lainnya yang ditemukan di berbagai pustaka: sidik ragam, analisis ragam, analisis varian. Btw, elo mau pake apa Ser untuk "error"? Galat, sesatan, atau lainnya? Kembangraps (bicara) 09:20, 6 Mei 2010 (UTC)
35Abdul (bicara) 23:06, 6 Mei 2010 (UTC)
Sekitar tahun 2000-2005, di Departemen Matematika ITB, pernah dijadikan mata kuliah, Analisis Variansi. Bukan Analisis Varians, bukan pula Analisis Varian. Namun ini bukanlah patokan. Reindra (bicara) 20:09, 10 Mei 2010 (UTC)
Apa TERjemahan yang cocok? ESCa :-)/✍ 01:20, 9 Mei 2010 (UTC)
Sepertinya kalo di lihat di en:Blood-brain barrier, terjemahan mas Alfarq cocok. Sawar dalam bahasa Inggris di terjemahkan sebagai barricade ataupun barrier.
™
23:32, 10 Mei 2010 (UTC)
Nama Indonesia dari bidang Chemical Biology apa yah? Ada yang tau nama mata kuliahnya di universitas-universitas Indonesia? Apakah "biologi kimiawi" atau "biologi kimia"?. Hand15 (bicara) 09:23, 10 Mei 2010 (UTC)
Kalau "physical chemistry" biasanya jadi "kimia fisik", tapi "mathematical physics" jadi "fisika matematika". Saya bingung juga :D Gombang (bicara) 13:26, 10 Mei 2010 (UTC)
Gitu kale ya? ESCa :-)/✍ 14:05, 10 Mei 2010 (UTC)
Di dalam artikel berjudul "berang-berang", saya lihat informasinya salah, karena yang dimuat merupakan informasi berasal dari terjemahan beaver. Berang-berang dalam bahasa Inggrisnya adalah otter. Kalau beaver itu tidak ada bahasa Indonesianya, karena hewan ini tidak ada di Indonesia. Terima kasih A2drean (bicara) 04:28, 12 Mei 2010 (UTC)
Adrean betul. Di Indonesia tidak ada beaver, tetapi berang-berang (Sd., sero; Jw., wregul, wergul) ada beberapa jenisnya. Ini yang dalam bahasa Inggris disebut otter. Buku Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam (Payne dkk., 2000) menyebut berang-berang pantai sebagai padanan Eurasian otter (Lutra-lutra); berang-berang wregul untuk smooth otter (L. perspicillata); dan sero ambrang untuk Oriental small-clawed otter (Aonyx cinerea). Yang terakhir ini juga dikenal, dalam literatur lain, sebagai berang-berang cakar-kecil. Saya tidak tahu terjemahan yang tepat untuk beaver. Salam, Wie146 (bicara) 02:24, 14 Mei 2010 (UTC)
Tambah lagi pertanyaan, tentang musang, tapi ini rujukan dari KBBI, ketik musang. Benarkah:
Salam, Naval Scene (bicara) 12:45, 14 Mei 2010 (UTC)
Dalam wikipedia Indonesia, Badminton World Federation diterjemahkan menjadi Federasi Bulutangkis Dunia. Bukankah lebih tepat Federasi Dunia Bulutangkis?
Dan sebenarnya jika diperhatikan, organisasi-organisasi pebulutangkisan dunia pada tahun 2006-2007 lalu berbondong-bondong mengubah nama konfederasinya:
Ntah kenapa semuanya memindahkan kata Badminton ke depan nama organisasi. Dan secara tata bahasa Inggris ini tentu sangat aneh (kecuali yang Badminton Confederation of Africa). Apakah terjemahan Indonesianya juga perlu mengikuti perubahan susunan kata ini? Badminton Asia Confederation menjadi "Konfederasi Asia Bulutangkis"? Hand15 (bicara) 11:23, 15 Mei 2010 (UTC)
Sebelum kembali terjadi kesalahan: yang baku adalah bulu tangkis, bukan bulutangkis (ref: kateglo) Mimihitam 14:39, 26 Mei 2010 (UTC)
Saya mendapati dua kata baru yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Mohon diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris:
Dengan berkembangnya Bahasa Indonesia beberapa tahun terakhir ini, apakah di Indonesia telah dijual kamus Bahasa Indonesia yang mengandung kata-kata baru?
Terima kasih atas informasinya.
Salam,
Rita--NyonyaSerbaBisa (bicara) 14:20, 15 Mei 2010 (UTC)
Untuk nama-nama benda langit, sebaiknya diterjemahkan ke Bahasa Indonesia atau tetap ditulis seperti apa yang diberikan oleh "penemu"nya? Misalnya:
ArdWar(B•K•L•S) 13:33, 16 Mei 2010 (UTC)
Jika keterangannya singkat, tulis saja di wiktionary. Jika Anda mengetahui bagaimana sejarah/asal-mulanya, kenapa kata itu bisa terbentuk, maka saya rasa layak ditulis di wikipedia. Hal ini saya temukan di wikipedia bahasa lain.-- Adiputra बिचर -- 16:58, 19 Mei 2010 (UTC)
IMO yang sudah menjadi fenomena tersendiri saja, contohnya alay, atau fenomena alay (yang sampai masuk jakarta post) Mimihitam 03:49, 20 Mei 2010 (UTC)
Ada yang ngerti arti kalimat berikut:
Terima kasih banyak Mimihitam 06:01, 23 Mei 2010 (UTC)
Banyak terima kasih. Terlalu banyak frasa "terima kasih", tidak? Disesuaikan saja. Alfarq (bicara) 23:11, 25 Mei 2010 (UTC)
Untuk judul artikel manakah yang lebih baik cheesecake atau kue keju? Pertimbangannya adalah cheesecake lebih umum dikenal oleh orang-orang tetapi masih dalam bahasa Inggris sedangkan kue keju sudah bahasa Indonesia tetapi terkesan terlalu umum dan bisa diasosiasikan dengan kue lainnya yang juga dibuat dari keju (contoh: Kaasstengels). Terima kasih sebelumnya. 06Ivonne (bicara) 16:26, 24 Mei 2010 (UTC)
Artikel Evaluasi jadinya kayak artikel perusahaan banget. Padahal evaluasi padanan umumnya adalah (juga) Pemeriksaan plus dipakai di bidang-bidang lainnya. Perlukan ada halaman ambiguasinya evaluasi? Kalau ya, isinya sebaiknya apa aja? Serenity (bicara) 06:43, 26 Mei 2010 (UTC)
Hihihi, ya mangkanya itu artikelnya ambiguasi dulu, bukan artikel beneran. Evaluasi juga bukannya pemeriksaan ulang yah? Serenity (bicara) 17:52, 26 Mei 2010 (UTC)
Mohon pendapat: yang benar itu lempeng tektonik atau tektonik lempeng ya? Mimihitam 14:40, 26 Mei 2010 (UTC)
| Tectonics (from the Vulgar Latin tectonicus, meaning "building") is a field of study within geology concerned generally with the structures within the lithosphere of the Earth (or other planets) and particularly with the forces and movements that have operated in a region to create these structures. en:Tectonics |
kakak2 dari wikipedia, saya ingin menanyakan kalau saya ingin membuat artikel mengenai sampel (statistik) kira2 judulnya dalam bahasa indonesia yang tepat apa ya kak? terimakasiih atas bantuannya:).89Ruth (bicara) 15:15, 26 Mei 2010 (UTC)
Baik kak Naval, terimakasih atas bantuannya. Berarti itu perlu dibuat disambiguasi ya kak? Kalau saya ingin mengubah judulnya menjadi "Sampel (statistika)" bagaimana ya kak caranya? Makasiih banyak kak :).89Ruth (bicara) 17:55, 27 Mei 2010 (UTC)
Beberapa artikel kok agak rancu ya, antara menggunakan "Bahasa" atau "Dialek". Di judul tertulis "Bahasa ....." tapi isinya "Dialek ...." . Berikut ini saya daftar kesalahan dan pembetulannya menurut artikel Bahasa Jawa dan Ethnologue.
Pengecualian:
Bukannya bahasa dan dialek itu beda ya?
Menurut Ethnologue, rumpun bahasa Jawa hanya ada lima bahasa, termasuk bahasa Jawa, Tengger dan Osing. Sementara Surabaya, Banten, dll termasuk dialek, bukan bahasa tersendtp://whttp://www.ethnologue.com/show_language.asp?code=jav Lihat ini]. Mohon pendapatnya. Trims. Salam NoiX180 (bicara) 08:05, 18 Desember 2009 (UTC)
Kalau ikut cara Wiki Inggris, jadi "Bahasa Jawa Banyumasan" atau "Bahasa Jawa Dialek Banyumasan". Coba lihat Alemannic German. sorry telat dan Tabel Kosa Kata Dasar bukan dari Dyen tapi Morris Swadesh. Kembangraps (bicara) 19:16, 11 Januari 2010 (UTC)
@Pak Serma: tentu saja orang boleh menyebut bahasa/basa Banyumasan, namun secara linguistik dan sejarah ia adalah dialek dari Bahasa Jawa, spt juga bahasa Banten atau Osing, yang juga dialek bahasa Jawa. Sebaiknya kita tidak terlalu meributkan kaitan bahasa dgn semangat kedaerahan: penyebutan bahasa atau dialek tidak melunturkan nasionalisme seseorang, apalagi membuatnya jadi subordinat. Ada Wikipedianya bukan berarti "naik gengsi" terus bisa diproklamasikan bhw ia bhs tersendiri. Dan, bahasa Banyumasan bukan campuran Sunda-Jawa, tapi boleh jadi bentuk arkaik (awal) bhs Jawa. Kembangraps (bicara) 13:06, 10 Maret 2010 (UTC)
Tidak harus begitu sih, tapi memang ada ungkapan "a language is a dialect with army and navy". Saya sebenarnya cuma mau bilang di Wikipedia dialek/varian pun bisa punya Wikipedia sendiri (bandingkan juga Wikipedia bahasa Arab dan Wikipedia bahasa Arab Mesir) Gombang (bicara) 09:31, 19 Maret 2010 (UTC)
Saat ini sering kita jumpai bentukan kata berimbuhan meng- (dengan berbagai variasinya: me-, men- mem-, menge-, dan meny-) yang tidak tepat penggunaannya. Misalnya kata mengkonsumsi dan mengonsumsi, mengkonfirmasi dan mengonfirmasi, memprogram dan memrogram, dan lain-lain. Hal ini tentunya akan membingungkan para pengguna bahasa. Bentuk mana yang benar?
Berdasarkan kaidah bahasa, imbuhan meng- bila diikuti kata-kata yang diawalai fonem /k/, /p/, /t/, dan /s/, maka fonem awal tersebut luluh/hilang.
Misalnya:
Anda tentunya dapat memberikan contoh-contoh yang lain.
Akan tetapi, kaidah itu tidak berlaku (fonem awal /k/, /p/, /t/, dan /s/ tersebut tetap melekat) bila imbuhan meng- tersebut diikuti kluster (konsonan rangkap).
Misalnya:
Berdasarkan penjelasan dan contoh-contoh tersebut tentunya para pembaca/pengguna bahasa tahu bentuk mana yang benar dan mana yang kurang tepat. Mudah-mudahan bisa menambah khasanah pengetahuan kita. Amin.
Eko Agus Prasodjo 08:39, 27 Februari 2010 (UTC)--Eko Agus Prasodjo 09:37, 27 Februari 2010 (UTC)
Not specifically outlawed bagusnya diterjemahkan sebagai tidak dilarang secara spesifik atau tidak ada larangan spesifik? Trims • Mimihitam • 10:47, 25 Maret 2010 (UTC)
Terima kasih banyak • Mimihitam •
Terkadang, ketika saya sedang berselancar di Wikipedia Indonesia, ada saja ejaan yang salah yang terdapat pada artikel. Seperti Shalat Jenazah harusnya kan 'Shalat'-nya tak memakai 'h' setelah 's' jadi tertulis 'Salat'. Mohon tolong diperbaiki artikel yang masih menggunakan huruf 'h' setelah 's' dalam kata 'salat'. bila menemukan|
kecuali kalau kata depan yang menunjukkan tempat, misalnya,
Tolong apabila menemukan, segera diganti dengan yang benar Kita kan sudah punya Ejaan Yang Disempurnakan, ngapain pake Ejaan Republik (<= maaf apabila ini agak kasar) Sersan Mayor Kururu (bicara) 08:25, 26 Maret 2010 (UTC)
Sedkit menambahkan mengenai preposisi di, penulisannya harus dipisah dengan kata yang mengikutinya. Contoh: di mana, di sini, di sana, di mana-mana, di rumah, di kantor dsb. Penggunaan di sebagai preposisi diikuti oleh kata keterangan, yakni berupa keterangan tempat, ataupun keterangan waktu dan keterangan yang lainnya, jadi bukan hanya KETERANGAN TEMPAT SAJA seperti kebanyakan orang bilang (termasuk guru bahasa Indonesia saya :-). Kata di sebagai preposisi sama kedudukannya dengan preposisi ke, dari, pada, dalam dsb.
Contoh preposisi di diikuti keterangan tempat:
Contoh preposisi di diikuti keterangan waktu:
Sedangkan kata di sebagai awalan, penggunaannya harus dirangkaikan dengan kata dasar yang mengikutinya, sehingga menghasilkan kata kerja bentuk pasif. Awalan di ini ditulis serangkai, dengan bercirikan kata yang berawalan di bisa diubah menjadi awalan me~ atau ter~.
Contoh kata di sebagai awalan:
Ariyanto (bicara) 04:52, 1 Mei 2010 (UTC)
Nevertheless this subject is low key and not openly talked about. Saya bingung dengan arti low key... maka dari itu, kira-kira terjemahan yang pas untuk seluruh kalimat itu apa ya? Trims • Mimihitam • 15:04, 26 Maret 2010 (UTC)
Susah juga emang, mungkin "Namun demikian persoalan ini bersifat terbatas dan tidak dibicarakan secara terbuka (tidak mengemuka)." --tedi (bicara) 11:17, 17 April 2010 (UTC)
Klasifikasi bahasa manakah yang digunakan di WBI? Apakah klasifikasi menurut Ethnologue atau klasifikasi yang digunakan oleh Wikipedia Bahasa Inggris? -- Si Gam Acèh (bicara) 07:14, 29 Maret 2010 (UTC)
-- Adiputra बिचर -- 04:35, 31 Maret 2010 (UTC)
Sepanjang yang saya ketahui, sebagian besar mengikuti Wikipedia bahasa Inggris karena kebanyakan diterjemahkan dari sana. •• ivanlanin ♫ 02:25, 2 April 2010 (UTC)
Penamaan bahasa dalam sistem komputer dan multilingual system mengacu pada standar ISO639. eMpu Pallawa (bicara) 23:42, 21 April 2010 (UTC)
Baru-baru ini saya mulai menulis artikel Ketuanan Melayu. Ada banyak sekali kutipan-kutipan yang berbahasa Melayu, apakah ini perlu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia?
Contoh kutipan dari Dilema Melayu karya Mahathir Mohamad:
| ... bahawa orang Melayulah penduduk asal atau penduduk bumiputera Tanah Melayu dan orang Melayulah sahaja yang dapat mendakwa Tanah Melayu sebagai satu-satunya negara mereka. Mengikut amalan di seluruh dunia, maka ini bermakna orang Melayu mempunyai hak-hak yang tidak dapat dipisahkan mengenai bentuk dan tanggungjawab kewarganegaraan yang boleh dikenakan ke atas warganegara yang bukan berketurunan bumiputera ... |
| ... terlalu ramai warganegara bukan Melayu yang boleh menguasai orang-orang Melayu sebaik sahaja segala perlindungan itu dihapuskan ...
... Secara tiba-tiba sedarlah orang Melayu bahawa dia tidak boleh menganggap Tanah Melayu sebagai tanah airnya. Tidak ada lagi Tanah Melayu — tanah air bagi orang Melayu. Dia sekarang sudah jadi orang lain, orang Malaysia, tetapi orang Melayu Malaysia dengan kuasanya di Tanah Melayu — tanah airnya — sekarang bukan sahaja diperkongsikan dengan orang lain, malahan diperkongsikan secara tidak sama rata. Tambahan pula dia sekarang diminta supaya melepaskan lebih banyak lagi pengaruh yang ada padanya. |
Hand15 (bicara) 13:06, 9 April 2010 (UTC)
Masalahnya Wikipedia:Pedoman penamaan/Karya ini juga berlaku untuk buku-buku Bahasa Melayu tidak sih? Apakah bahasa Melayu dianggap sebagai "Bahasa Asing"?Hand15 (bicara) 09:18, 11 April 2010 (UTC)
Tulisan dalam Bahasa Indonesia yang benernya "pinguin" atau "penguin"????
makasih118.96.113.64 08:55, 12 April 2010 (UTC)
Saya barusan melihat, bahwa ada kerancuan dalam penggunaan istilah ficus benjamina dari KBBI, bahwa pohon beringin = ficus benjamina. Ini juga dirujuk dalam artikel Garuda Pancasila bagian sila ke-3. Saya pikir2 dan lihat2 dari pencarian di google images, Ficus benjamina itu tidak sama dengan pohon beringin yang ada di Garuda Pancasila. Ini, menurut saya kerancuan tingkat fatal dan darurat, karena dapat ditemukan di KBBI, versi daring di http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php. Karena menurut Wiki EN, pohon beringin, terutama yang ada di Garuda Pancasia itu adalah pohon en:Banyan. Lihat di en:Garuda Pancasila, bukan beringin / ficus benjamina. Kalau dari hasil pencarian dan pemikiran saya, KBBI-lah yang keliru, namun saya ingin mohon pendapat rekan2 dan bagaimana membenarkan kerancuan ini. Siapakah yang keliru, KBBI, atau Wiki EN? Terimakasih. Salam, em (bicara) 13:36, 12 April 2010 (UTC)
Banyan dan ficus benjamina satu marga, sama-sama ficus. Mungkin ini sama kasusnya dengan Surian. Ada yang menyebutnya sebagai T. sinensis tapi ada pula yang bilang T. sureni. Di Wikipedia Surian merujuk pada sebarang tumbuhan bermarga Toona . Untuk jelasnya silakan hubungi botanis terdekat (contoh Pengguna:Kembangraps). Gombang (bicara) 16:11, 12 April 2010 (UTC)
Mendukung Wie. Pohon bodhi pun dlm teks bahasa Inggris juga sering disebut sbg. banyan. Kalau tidak salah, jenis-jenis Ficus, terutama yang berbentuk pohon, dikenal sebagai ara (ki ara [Sd.] = pohon ara). Saran saya, kalau kebingungan dengan nama2 tumbuhan, rujuklah buku2 botani yang autoritatif. Pustaka botani berbahasa Indonesia banyak yang baik dalam pemilihan istilah2nya. Kembangraps (bicara) 09:38, 17 April 2010 (UTC)
Saya pernah baca bahwa kata "Namun, walaupun, meskipun, dll" tidak boleh menjadi awal kalimat, contoh: "Ia adalah seorang pencuri. Namun, ia juga blablabla". Ada yang bisa klarifikasi? Cheers Mimihitam 13:31, 16 April 2010 (UTC)
| Mereka termasuk kata sambung dan tidak ada larangan utk menggunakan kata sambung pada awal kalimat. Nanti aku carikan rujukannya. |
(Dikutip dari : Facebook). ·· Kenrick ( ✍ ✉ ) 14:02, 16 April 2010 (UTC)
Kalau kasusnya begini gimana: Kisah Atlantis kurang diketahui pada Abad Pertengahan, namun, pada era modern, cerita mengenai Atlantis ditemukan kembali. Mimihitam 14:20, 16 April 2010 (UTC)
Tambahan dari Pak Ivan :
| jadi tergantung struktur kalimat, tapi bukan tidak boleh sama sekali. |
(Dikutip dari : Facebook) ·· Kenrick ( ✍ ✉ ) 15:45, 16 April 2010 (UTC)
Harap hati-hati dalam mendiskusikan penggunaan konjungsi bila belum memahami benar bagaimana kalimat kompleks dibentuk (kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dsb.). Sebagai contoh, kata "meskipun" dapat berada di awal kalimat tetapi ia akan diikuti oleh koma pada situasi demikian. Mengapa? Kata ini adalah kata penghubung intrakalimat bagi dua anak kalimat setara yang berlawanan. Sebagai penghubung antarkalimat, ia akan berwujud "Meskipun demikian, ...". Kata "dan" serta "namun" (dalam bentuk tunggal), seperti juga "tetapi", tidak pernah bisa berada di awal kalimat. Coba perhatikan ini mulai halaman 3. Buku Cermat Berbahasa Indonesia dan Seribu Satu Kesalahan Berbahasa karangan E. Zainal Arifin juga perlu dibaca. Kembangraps (bicara) 19:32, 21 April 2010 (UTC)
mbak/mas wiki, saya masih bingung soal penulisan nama atau spesies hewan yang sesuai EYD. seperti contoh pinguin Kaisar...bagaimana tata cara penulisan yang benar? apakah Pinguin Kaisar atau Pinguin kaisar atau Pinguin kaisar?? mohon dijawab, terimakasih
70Diani (bicara) 15:05, 16 April 2010 (UTC)
Menurut KBBI penguin, tetapi kata pinguin juga dikenal luas di Indonesia. Perbedaannya ialah, penguin berasal dari bahasa Inggris sedangkan pinguin berasal dari bahasa Belanda. Meursault2004ngobrol 07:11, 22 April 2010 (UTC)
Penggunaan kata dia untuk kata ganti benda dalam bahasa Indonesia bisa ngak ya ? MasrudinNgomong 05:50, 17 April 2010 (UTC)Sekarang hari Selasa, 28 April, 01:13 WIT
Apa ya terjemahan dari Syllabic script?? mohon dijawab, terimakasih. Alagos (bicara) 04:50, 21 April 2010 (UTC)
Tidak, tapi tetap aksara silabis. Hampir semua aksara asli Nusantara termasuk jenis ini. Meursault2004ngobrol 15:37, 21 April 2010 (UTC)
Ya memang, Anda lebih tepat. Namun masalahnya, istilah abugida merupakan stilah baru dan tidak atau belum dimuat KBBI. Aksara silabis sejati mungkin contohnya ialah aksara Kana Jepang. Meursault2004ngobrol 19:13, 21 April 2010 (UTC)
Apakah terjemahan untuk Localization yang mengacu pada suatu proses penerjemahan aplikasi komputer dan internet ke bahasa-bahasa lokal pengguna komputer. Jika diserap langsung sebagai Lokalisasi dalam KBBI artinya pembatasan pd suatu tempat atau lingkungan, tetapi di dalam keseharian kata lokalisasi kedengarannya berkonotasi negatif ya..? eMpu Pallawa (bicara) 02:00, 22 April 2010 (UTC)
Menurut KBBI dan ilham dari Pengguna:IvanLanin, ejaan yang benar adalah sopir, dan bukan supir. Juga menyopir dan bukan menyupir. Salam, Albertus Aditya (bicara) 03:14, 23 April 2010 (UTC)
Baiklah. Nanti akan saya bantu juga. Albertus Aditya (bicara) 06:33, 23 April 2010 (UTC)
Padanan kata dalam bahasa Indonesia mengenai lifting cost, seputar topik pengeboran minyak, kira-kira apa ya..? Ongkos angkut atau biaya produksi ? Ę-oиė >>> ™ 16:34, 23 April 2010 (UTC)
bagaimana membedakan artikel antara Raja Jayabhaya dan Majalah Jayabaya, saat ini Jayabaya mengacu pada artikel raja Jayabaya apakah ditulis lengkap saja.?
eMpu Pallawa (bicara) 00:16, 24 April 2010 (UTC)
Istilah apa yang dipakai sebenarnya? Botanis, botaniwan, ahli botani? Gombang (bicara) 15:22, 25 April 2010 (UTC)
Ahli botani rasanya juga tidak salah. Mengapa di kateglo kalau botani jadi botaniawan sedangkan rohani jadi rohaniwan? Salam, Naval Scene (bicara) 08:27, 30 April 2010 (UTC)
Saya kurang yakin apakah hal ini sudah pernah dibicarakan. Istilah Kekristenan sebagai terjemahan dari Christianity itu baku tidak? KBBI tidak memuat istilah ini. Saya juga belum pernah dengar istilah "Keislaman", "Kebuddhaan" ataupun "Kehinduan". Yang mungkin pernah saya dengar ialah hanya Kejawen. Apakah istilah Christianity tidak lebih bagus diterjemahkan dengan istilah "Agama Kristen" saja? Meursault2004ngobrol 21:18, 25 April 2010 (UTC)
Ada kok "Kekristenan" dan "Keislaman" di KBBI. ke·kris·ten·an n perihal tt atau sifat yg menyangkut agama Kristen; Sedangkan ke·is·lam·an n segala sesuatu yg bertalian dng agama Islam; Kia 80:Þ 02:35, 26 April 2010 (UTC)
Menurut tatabahasa klasik bahasa Melayu dan bahasa Indonesia jika sebuah kata dasar dibubuhi awalan "per" kemudian dibubuhi awalan pranasalisasi, maka akan didapatkan bentuk "memper...". Contoh:
Namun dengan tatabahasa baru, kalau tidak salah hal ini tidak perlu lagi. Sehingga didapatkan bentuk-bentuk seperti "memerkenalkan" dsb. Begitu pula jika kata-kata serapan dibubuhi pranasalisasi maka fonem pertama akan luluh pada beberapa konsonan awal.
Contoh:
Pertanyaan konkrit saya, bagaimana ini kelanjutannya di WBI? Apakah bentuk-bentuk klasik dilarang dan harus menggunakan bentuk-bentuk baru? Atau kedua jenis bentuk ditolerir? Terima kasih dan salam. Meursault2004ngobrol 07:54, 26 April 2010 (UTC)
OK terima kasih. Semoga sukses dengan proyek kateglo. Meursault2004ngobrol 10:52, 26 April 2010 (UTC)
Adakah yang tahu asal usul kata listrik? Karena jika dilihat dari struktur katanya, ini bukanlah kata asli Bahasa Indonesia. Hand15 (bicara) 06:02, 30 April 2010 (UTC)
Jika menurut bukunya: Ada variasi: elektrik, elestrik, lestris, lesterik, lestrik, listerik Hand15 (bicara) 06:52, 30 April 2010 (UTC)
Saya harap pertanyaan anda sudah terjawab saudara Hand15. Hehehe ya benar saudara Made. Ya begitulah bahasa, biasanya penutur menyesuaikan ke kata2 yang telah dikenal. Meursault2004ngobrol 07:37, 30 April 2010 (UTC)
Matur nuwun pak Wie146! Bagus gambarnya. Jadi skema alternatif adalah:
Di Kategori bertopik aksara, nama depannya bermacam-macam. Ada aksarasaya lebih suka kata ini, hurufsaya lebih suka kata ini, abjadsaya juga suka kata ini, dan alfabet. Bisakah kita menyeragamkannya atau menyesuaikannya dengan terjemahan dari bahasa Inggris? Ezagren 請談談 07:08, 30 April 2010 (UTC)
Menurut saya, tentu ada perbedaannya. Abjad, Alfabet, dsb, masing-masing punya keunikannya. Yang cocok disebut Alfabet adalah huruf yang melambangkan 1 fonem atau beberapa karakter disusun untuk 1 fonem, kalau abjad saya masih belum paham. Kalau aksara, biasanya lazim untuk abugida di nusantara, misalnya aksara Jawa, aksara bali, dsb. Menurut saya, aksara mengacu kepada sistem, sedangkan huruf mengacu pada bentuk. misalnya (teori saya) huruf Da madu dalam aksara Bali. Huruf Da madu adalah salah satu lambang dalam aksara Bali, sedangkan aksara bali adalah sistem penulisan dgn lambang-lambang tersebut. -- Adiputra बिचर -- 07:19, 30 April 2010 (UTC)
Berarti seperti dugaan saya, aksara itu mengacu pada sistem penulisannya, sedangkan huruf mengacu pada bentuk. Kalau begitu, kesimpulannya begini:
Pendapat saya, script diterjemahkan menjadi "aksara" saja. Selain itu, dipakai kata abjad dan alfabet. -- Adiputra बिचर -- 11:00, 30 April 2010 (UTC)
Wah, apa ya maksud Bennylin? Kesimpulannya, aksara jangkauannya lebih luas, sedangkan huruf mengacu pada bentuk. Sudah saya cek di Kateglo. Makanya istilah "huruf A" atau "huruf vokal" terdengar lebih lazim daripada penyebutan "aksara A" atau "aksara vokal". Tapi anehnya, orang-orang terbiasa menyebut huruf Latin daripada aksara latin. Untuk Ezagren, jika Anda ingin mengikuti Wikipedia bahasa Inggris, pakai istilah alfabet (alphabet) untuk sistem alfabet. Yang lainnya, memakai istilah aksara atau script. -- Adiputra बिचर -- 04:43, 1 Mei 2010 (UTC)
Benar apa kata Saudara Meursault. Tergantung kebiasaan. Tapi, tetap saja kita harus konsisten, namanya juga Ensiklopedia. Sesuai apa yang dikatakan Saudara Meursault, kalau dalam bahasa Indonesia, saya cenderung menyebut huruf, tapi bila menggunakan bahsa Bali, saya cenderung menyebut aksara. -- Adiputra बिचर -- 07:00, 1 Mei 2010 (UTC)
Sesuaikan saja dengan jenisnya. Baca lagi diskusi di atas. Menurut saya, biasanya ada 3 pilihan: alfabet, aksara, huruf. Untuk Arab, menurut saya Aksara Arab atau Abjad Arab. -- Adiputra बिचर -- 07:00, 3 Mei 2010 (UTC)
Pada bahasa Inggris terdapat padanan kata:
Pada id:wk terdapat Sistem kekebalan, Sistem imun turunan, Imunitas dan Kekebalan.
Pada konteks ini, lebih patut "Kekebalan", "imun" atau "imunitas"? Tengkiu. ESCa :-)/✍ 10:20, 7 Maret 2010 (UTC)
Dari tanggapan anda, keimunan = kekebalan. Apakah dapat dikatakan, imun = kekebalan? ESCa :-)/✍ 22:58, 7 Maret 2010 (UTC)
Artikel Kekebalan (medis) dan imunitas digabungkan saja. Dalam bhs inggris, kebal senjata atau guna-guna juga disebut immune. Atau proof? CMIIW. Kembangraps (bicara) 10:36, 8 Maret 2010 (UTC)
Melanjutkan pembahasan terdahulu, apakah sudah ada kesepakatan bahwa artikel dari en dengan judul "xxx languages" dipadankan dengan "rumpun bahasa xxx"? IMO, padanan ini cukup tepat jika melihat definisi rumpun bahasa di KBBI: kelompok bahasa yang tumbuhnya bersama-sama dan bermula dari bahasa yang sama. Kamus Linguistik Harimurti Kridalaksana pun memberikan padanan rumpun bahasa = language group. Mohon pendapatnya. •• ivanlanin ♫ 05:17, 22 Maret 2010 (UTC)
Sebaiknya diterjemahkan jadi apa ? Di Google Translate, hasilnya :
·· Kenrick xoquı 10:46, 2 Februari 2010 (UTC)
Ada yg tau bahasa Inggris "waktu paruh" ? ESCa :-)/✍ 03:46, 11 Februari 2010 (UTC)
Saya kira sama saja, karena fungsi logaritma itu invers fungsi eksponensial (yang dibahas dalam waktu paruh). Mungkin bisa diberi tahu lebih lanjut konteksnya seperti apa? Gombang (bicara) 11:09, 11 Februari 2010 (UTC)
Istilah waktu paruh hanya cocok ketika membahas perubahan suatu besaran terhadap waktu, misalnya muatan kapasitor terhadap waktu, atau jumlah bahan radioaktif terhadap waktu. Di sini yang berdimensi waktu apa? Pajanan atau stop? Maaf saya tidak paham fotografi. Kalau tidak berubah terhadap waktu parameter waktu paruh tidak ada artinya. Gombang (bicara) 22:09, 11 Februari 2010 (UTC)
Tambahan: Kita kembali saja ke definisi waktu paruh (half-life) itu: waktu yang diperlukan untuk suatu besaran/kuantitas untuk berkurang sehingga jadi setengahnya. Kalau memenuhi definisi ini, berarti half-life, kalau bukan cari istilah Inggris lain yang ekivalen. Gombang (bicara) 22:21, 11 Februari 2010 (UTC)
| Av | -2 | -1 | 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bukaan | 0.5 | 0.7 | 1.0 | 1.4 | 2 | 2.8 | 4 | 5.6 | 8 | 11 | 16 | 22 | 32 | 45 | 64 | 90 | 128 |
Seperti kata anda, Istilah waktu paruh hanya cocok ketika membahas perubahan suatu besaran terhadap waktu, pada bidang fotografi tidak dikatakan half-exposure stop atau half-illumination stop atau half-stop, tapi exposure value. Lebih lanjut, dari definisi anda dapat dikatakan bahwa waktu paruh adalah fungsi dari besaran terhadap waktu (dB/dW). Tidak demikian dengan fotografi, exposure stop bukan fungsi iluminasi terhadap stop, melainkan fungsi dari parameter yang menyebabkan perubahan nilai iluminasi tersebut. Uniknya, parameter itu hanya ada 2 hingga memperkuat dugaan bahwa waktu adalah bilangan kompleks. Jika logika ini juga berlaku pada bidang2 yang lain (pendekatan induksi), maka dapat dilakukan pendekatan deduksi, dan disunting artikelnya.
PR buat yg suka etimologi. wuikikikik. ESCa :-)/✍ 00:41, 12 Februari 2010 (UTC)
--- http://beritaiptek.istecs.org/mencari-jejak-menggunakan-radioisotop/ Kamus BATAN --- http://www.batan.go.id/Kamus/h.php
bahasa Inggris: metabolic pathwaycode: en is deprecated - Jalur metabolik atau jalur metabolisme?
bahasa Inggris: classical pathwaycode: en is deprecated - Jalur klasik? ESCa :-)/✍ 12:53, 21 Februari 2010 (UTC)
Sejak tanggal 19 Februari 2010, IUPAC telah secara resmi mengumumkan penamaan unsur 112 (dahulu ununbium) sebagai Copernicium (dari Nicolaus Copernicus). 112 Press Release.pdf Kira-kira bahasa Indonesianya bagaimana diserap? Apakah Kopernisium?
Padanan Kopernisium saya ajukan berdasarkan perbandingan dengan padanan-padanan yang telah ada:
Hand15 (bicara) 08:25, 25 Februari 2010 (UTC)
Saya lebih setuju "Copernicum" , dari google search , tidak ada situs dari Indonesia yang halamannya memiliki kata "Kopernisium"; Bahkan situs kimia Indonesia () pun menyatakan "Copernicium" bukan "Kopernisium".... ·· Kenrick — 恭喜发财 11:38, 26 Februari 2010 (UTC)
Mas Han, jgn tunggu Pusat Bahasa untuk istilah teknis, yg harus cepat tanggap ya kalangan profesi terkait. Kembangraps (bicara) 13:52, 26 Februari 2010 (UTC)
Menarik mengamati bot yang sibuk bekerja di halaman ini mengganti interwiki.
✒ bennylin 11:40, 28 Februari 2010 (UTC)
Mengingat banyaknya kata/frasa bahasa asing (baca: Inggris) yang kita temukan di surat kabar, internet, televisi Indonesia, mungkin sudah saatnya id.wiki membuat suatu daftar kata-kata bahasa Inggris yang digunakan oleh penutur bahasa Indonesia - terinspirasi dari en:Lists of English words of international origin, en:List of English words of Indonesian origin, dll., dll.)
✒ bennylin 10:44, 25 Februari 2010 (UTC)
Daftar ini bakal dinamis sekali lho ben. Ngurusnya itu yg merepotkan (tapi kalau ada yg punya waktu luang banyak silakan saja). Kembangraps (bicara) 13:51, 26 Februari 2010 (UTC)
Terkait dengan perang pengalihan antara Hewan timangan dan Binatang peliharaan (silakan lihat riwayat revisinya), saya usul supaya diambil suara untuk menentukan judulnya, daripada berlarut-larut.
✒ Bennylin 15:30, 25 Desember 2009 (UTC)
Di KBBI yang ada adalah lema binatang piaraan yang maknanya binatang yang biasa dipiara untuk kesenangan (seperti anjing, kucing, dan burung). Kita mau buat definisi sendiri? •• ivanlanin ♫ 04:08, 6 Januari 2010 (UTC)
Saya buat dua artikel: Binatang peliharaan dan Hewan timangan untuk memperjelas perbedaannya. Mohon disempurnakan. (untuk yg sempat coba2 mengganti komentar Wie146 di halaman pembicaraan saya, silakan ke laut saja). Kembangraps (bicara) 14:24, 14 Januari 2010 (UTC)
Pertanyaan = judul... (lihat: Pembicaraan:Detektif Conan: Full Score of Fear) Kenrick xoquı 03:52, 31 Desember 2009 (UTC)
Kenrick xoquı 13:03, 31 Desember 2009 (UTC)
Bila film itu ada versi Indonesianya, maka yg dipakai adalah judul film versi Indonesianya. Bila tidak ada versi Indonesia, maka yg dipakai adalah versi bahasa asli, dalam hal ini adalah bahasa jepang.Wikipedia:Pedoman_penamaan/Karya --BlackKnight(kirim pesan) 17:01, 4 Januari 2010 (UTC)
Terjemahan yang tepat untuk treaty sebenarnya apa sih? Traktat atau perjanjian? Thx • Mimihitam • 17:28, 2 Januari 2010 (UTC)
Thanks • Mimihitam • 17:42, 2 Januari 2010 (UTC)
Maksud saya bukan menyarankan, tapi agar kita selalu melihat konteksnya. Bentuk lain untuk piagam (charter/charta) pun ada, misalnya bulla (di kalangan katolik agak umum dipakai, saya masih bingung menerjemahkan Goldene Bulle, jadi Piagam Emas atau Bulla Emas soalnya). Kembangraps (bicara) 19:13, 5 Januari 2010 (UTC)
Apakah karena nama negara Jerman diambil dari Germany, lalu semua yang memakai bentuk mirip harus mengikuti pola ini? Setahu saya Germanic languages dterjemahkan menjadi bahasa-bahasa Germanik, lalu Germanic tribes menjadi puak-puak (atau suku-suku) Germanik. Ada pendapat (mentok nih mau nerjemahkan sejarah jerman)? Kembangraps (bicara) 19:29, 5 Januari 2010 (UTC)
Di bukunya Pak Keraf (? lupa), Linguistik Bandingan Historis, dipakai secara konsisten G, alih-alih J. Saya buat versi dengan G dulu dalam penerjemahan, pengalihan (jika disepakati dg G) dilakukan belakangan, ya. Kembangraps (bicara) 09:44, 6 Januari 2010 (UTC)
Polwan akronim dari polisi wanita, wanpol akronim dari wanita polisi. Pengertian polisi wanita berarti polisi yang menangani kasus-kasus wanita, jadi boleh polisi wanita atau polisi pria yang menanganinya. Sedangkan wanpol adalah wanita yang sebagai polisi. Hal tersebut daat kita analogikan dengan dokter wanita, yaitu seorang dokter (bisa pria atau wanita) yang mengobati seorang pasien. Kalau wanita dokter adalah wanita yang menjadi dokter Bagaimana pendapat Anda ? – komentar tanpa tanda tangan oleh 202.70.58.192 (b • k).