Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Jawa Surabaya

Bahasa Jawa Surabaya atau dialek Suroboyoan, pengucapan bahasa Jawa: [bɔsɔ jɔwɔ surɔˈbɔyɔ]) adalah sebuah dialek bahasa Jawa modern dalam rumpun dialek Arekan yang dituturkan di wilayah Gerbangkertosusila, terutama di Kota Surabaya.

dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya Raya, Jawa Timur
Diperbarui 7 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Jawa Surabaya
Bahasa Jawa Surabaya
Båså Jåwå Suråbåyåcode: jv is deprecated
ꦧꦱꦗꦮꦱꦸꦫꦧꦪcode: jv is deprecated
Dituturkan diIndonesia
WilayahGerbangkertosusila (Jawa Timur)
EtnisJawa Arekan (bahasa utama), Tionghoa (Jawa Timur), Pendalungan dan Madura (sebagai bahasa kedua/ketiga)
Penutur
± 3.5 juta (2019)[1]
Rumpun bahasa
Lihat sumber templat}}
Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman ini
Klasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
  • Austronesia Lihat butir Wikidata
    • Melayu-Polinesia Lihat butir Wikidata
      • Jawanik Lihat butir Wikidata
        Cari tahu mengapa.Halaman Jawanik masuk dalam cabang rumpun dari Sunda-Sulawesi yang oleh ahli linguistika dianggap usang dan telah digantikan oleh Melayu-Polinesia.
        • Jawa Lihat butir Wikidata
          • Dialek Timur
            • Arekan
              • Jawa Surabaya
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Sundik
      • Sunda–Sulawesi
        • Javanik
          • Jawa
            • Jawa Timur
              • Bahasa Jawa Arekan Suntingan nilai di Wikidata
                • Jawa Surabaya
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Posisi bahasa Jawa Surabaya dalam dialek-dialek bahasa Jawa Sunting klasifikasi ini

    Catatan:

    Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
    • Jawa Modern
      • Barat
        • Banten-Cirebon
          • Banten Utara
          • Indramayu
          • Cirebon
        • Pesisir Lor
          • Tegal-Brebes
          • Pemalang
        • Pekalongan
        • Banyumasan
      • Tengah
        • Bagelen-Kedu
          • Bagelen
          • Kedu
        • Mataram
          • Solo-Yogya
          • Semarang-Demak-Kudus-Jepara
            • Semarang
            • Kudus
        • Blora
        • Madiun-Kediri
      • Timur
        • Arekan
          • Jombang
          • Surabaya
          • Malang-Pasuruan
          • Lumajang
        • Gresik
          • Diponggo
        • Tengger
        • Using-Banyuwangi
      • Mancadwipa
        • Karibia
        • Kaledonia Baru
    Sistem penulisan
    Aksara Jawa
    Abjad Pegon
    Alfabet Latin
    Status resmi
    Diatur olehBalai Bahasa Provinsi Jawa Timur
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    LINGUIST List
    LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
    jav-sur
    Glottologsura1245[2]
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    Jawa Surabaya belum diklasifikasikan dalam tingkatan manapun pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
    Referensi: [3][4]
    Lokasi penuturan
    The Map of Surabaya Metropolitan
    • Warna Merah: Wilayah di mana dialek Surabaya dituturkan secara dominan, meliputi wilayah Surabaya dan Sidoarjo.
    • Warna Jingga: Wilayah di mana dialek Surabaya dituturkan secara pasif, meliputi sebagian wilayah Lamongan dan Mojokerto.
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
     
    Lihat dalam mode terbatas
    Tampilkan peta yang diperbesar
    Tampilkan peta yang diperkecil
    Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
    Peta bahasa lain
    Koordinat: 7°15′26.888″S 112°45′7.520″E / 7.25746889°S 112.75208889°E / -7.25746889; 112.75208889 Sunting di Wikidata
    Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Tentang artikel
    Proyek pemetaan bahasa
    ProyekWiki Bahasa

    Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 658 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Jawa Surabaya atau dialek Suroboyoan (bahasa Jawa: ꦧꦱꦗꦮꦱꦸꦫꦧꦪcode: jv is deprecated translit. Basa Jawa Surabaya), pengucapan bahasa Jawa: [bɔsɔ jɔwɔ surɔˈbɔyɔ]) adalah sebuah dialek bahasa Jawa modern dalam rumpun dialek Arekan yang dituturkan di wilayah Gerbangkertosusila, terutama di Kota Surabaya.

    Ciri khas

    Bahasa Jawa Surabaya menunjukkan ciri khas fonologi dan morfologi yang tidak terdapat dalam dialek-dialek bahasa Jawa lainnya.[5]

    • Akhiran -a

    Dalam bahasa Jawa Standar, akhiran '-a' dilafalkan sebagai [ɔ] seperti huruf 'o'. Akan tetapi, penulisan bahasa Jawa Surabaya biasanya tidak mengikuti kaidah penulisan baku bahasa Jawa yang tetap menggunakan huruf 'a', sehingga akhiran '-a' ditulis menggunakan huruf 'o' untuk merepresentasikan bunyinya.

    Kosakata

    Beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa Surabaya :

    Dialek Surabaya[a] Bahasa Jawa Standar Bahasa Indonesia[6]
    koen

    (contoh : koên kate nandi)

    kowe kamu
    riko, samean, mean, pean

    (contoh : bojo riko kok ayu men cak)

    sampean Anda
    ae wae, bae saja
    bêdhes kethek monyet
    bibik bulik bibi
    barek, ambek karo dengan
    bêrak-bêrok

    (contoh : ojok berak-berok ae dirungokno tanggane)

    bêngok-bêngok teriak-teriak
    cedhek, carek cedhak, cerak dekat
    cacak, nyacak

    (contoh : cacakên disik tala sedeng opo gak)

    njajal mencoba
    gocìk jirìh penakut
    ampèl pring buluh
    antep abot berat
    antem tinju
    beḍigasan - banyak tingkah
    begèjèḳan

    (contoh : arek kok begejekan ae se)

    guyonan bergurau
    begidakan - banyak tingkah
    beling, mbeling dableg nakal
    bekònyòk, bònyòk, bònyòr, nyònyòr benjut bonyok
    beṭhik, mbeṭhik dableg, mbeling nakal
    blakrak

    (contoh : arek iku blakrakan ae torot sawah)

    klayaban keluyuran
    blangkrak, blangkrah, mblangkrak, mangkrak - terbengkalai
    blanjur, keblanjur kebanjur terlewat
    bluron

    (contoh : kate bluron ndek kali aku)

    ciblon main air
    bòhai montok seksi (tubuh)
    cak, cacak mas, kangmas kakak laki-laki
    cekne ben agar / supaya
    cébók, cibuk gayung gayung
    cècèk krècèk kulit sapi
    céḍók, ciḍuk cidhuk, irus cedok, sauk, irus
    cegèk - salah sangka, tertipu, kehabisan kata-kata
    crongokan - berbicara asal-asalan
    mangan mangan/madhang makan
    ciamik[b] apik baik, bagus
    cipòk ambung cium
    clòmètan - bertutur kata sembarangan
    cómbé - pengadu, pelapor, membocorkan rahasia
    cuan[c] bathi untung, laba
    cukrik, cókrék ciyu minuman keras oplosan
    cwawak, cwawakan - bertutur secara berisik
    grapyak sumeh ramah
    demek kumel kumal
    ḍempis dhempil, mèpèd di pojok (posisi), mendesak
    dlèwèr dlèwèr terjuntai
    - ceroboh
    dòlòp goblog bodoh
    dugang dugang menendang
    - menahan (aniaya)
    èkèr

    (contoh : arek kok eker-ekeran ae se)

    gelut berkelahi
    embong dalan ratan
    entas, ngentas entas membawa masuk (melindungi dari hujan)
    mentas baru saja[d]
    - menuntaskan sesuatu
    èntos - kemampuan melakukan sesuatu (konotasi negatif)
    gacòr crèwèt, kluruk berkicau, cerewet
    gagèh kesusu terburu-buru
    gejròt menyet menekan, memipihkan, menjadikan penyek
    genengnå

    (contoh : genengno ae arek ngono ku)

    loske biarkan
    golek, dolek

    (contoh : aku kate dolek lowongan kerjo)

    golek cari
    gobìs gubìs kubis
    gibeng

    (contoh : kakean polah tak gibeng kon)

    antem pukul
    glènḍès, ngglènḍèsi - berantakan (rupa)
    gendakan

    (contoh : gendakanmu saiki wong endi ?)

    bojo kekasih
    ingis pringis menyeringai, bermuka masam, ringis
    ikå

    (contoh : iko wonge ndek kono)

    kae itu (jauh)
    jeglaḳ mangan makan
    jongor

    (contoh : ojok mrunu engko malah jongor)

    - jatuh mengenaskan
    jhêmbrêt becek berair
    kari

    (contoh : bukuku kari nang sekolah)

    keri tertinggal
    kate

    (contoh : aku kate turu dikek)

    arêp akan
    kenek kenå dapat
    kecelék

    (contoh : aku mau kadung mrono lakok kecelek ganok opo-opo)

    kapusan tertipu
    kepèḳ

    (contoh : arek iku kepek nyolong barang)

    konangan ketahuan, terpergok
    klèmprak gléthak geletak
    klimbruk

    (contoh : lek mari diumbah ku ojok diklimbrukno)

    klumbruk menumpuk dengan tidak teratur
    klumpuk[e] kumpul kumpul
    kòber péngin ingin
    lêbus

    (contoh : ambue cek lêbuse)

    apêk, bacin bau tidak enak
    cak mas, kakang kakak (lelaki)
    kóngkó,[f] kóngków, kóngkó-kóngkó mlangkring tongkrong, menongkrong
    kòrak[g] - sampah masyarakat, norak, kampungan
    kòrdès[h] - norak, kampungan
    lalar, lalar gawé - kurang kerjaan
    lapo

    (contoh : lapo koen moring-moring ?)

    ngåpå kenapa
    lamis[i] - penjilat, penggibah
    lèkòh[j] - nikmat
    lek yen kalau
    lèpò - semen (konstruksi)
    liwèk, kliwèk

    (contoh : ojok dikliwek'i borok'e)

    kopek kelupas
    longor, congok bodho, mendho bodoh
    mari

    (contoh : lek mangan wis mari ta?)

    bar, rampung selesai
    mari ngene

    (contoh : mari ngene kate turu aku)

    bar ngene, rampung iki habis ini
    mari ngono bar ngono, rampung kuwi habis itu
    mek

    (contoh : mek siji ae gaoleh)

    mung hanya
    mamulo

    (contoh : mamulo lek tak kandani iku sing manut)

    mulane makanya
    mêne

    (contoh : mene doleno mrene yo)

    sesùk besok
    magreng gedhé, magrong besar, megah
    masiyå

    (contoh : masiyo ngunu aku yo gelem rek)

    senajan walaupun
    meḍak - sudah tidak terpakai
    mentålå

    (contoh : ojok mentoloan ambek wong tuane)

    têgêl tega
    mêsakat - menentang/tidak bisa diatur
    adhek adhi adik (perempuan)
    mènthòl, menthòl

    (contoh : pupumu lapo kok menthol-menthol)

    - bentol
    mêngkorok

    (contoh : uluku mengkorok kabeh cak ono sing gak beres)

    - merinding
    metekek - membusungkan dada
    mòkòng - bebal
    mòncròt muncrat muncrat
    munjuk

    (contoh : klambie mlorot unjokno talah)

    munggah naik
    nesu nesu marah
    lesu lesu[k]
    mbidhêg

    (contoh : arek kok duwe cangkêm mbidheg ae)

    meneng terdiam tanpa kata
    nḍak, gak

    (contoh : gak usah koyok ngunu)

    ora tidak
    ndisor

    (contoh : klambie nang ndisor kabeh)

    ngisor ngisor
    ndramus - tidak ada hentinya
    ndìngkìk

    (contoh : arek ndhìngkìk wong adus)

    nginceng mengintip
    ngapló mlongo termenung
    ngòbus ngapusi menipu
    ngòwòs ngèwès bocor (gas)
    nyengkre ngalih pergi
    ngêncilik - cabut/kabur
    ngêndon, cangkruk nongkrong bersarang / nongkrong
    ngetek

    (contoh : lek ga gelem iku Yo wes talah ojok ngetek ae )

    ngubêr mengejar gebetan
    ning[l] mbak kakak (perempuan)
    òngkep, òngkeb

    (contoh : hawane ongkêb cak)

    sumuk, ungkêp gerah
    òngkrèh - membongkar, membuat berantakan
    pèk bèh (kata seruan)
    pisan

    (contoh : iki pisan ditakoni malah meneng ae)

    sisan sekalian
    pongor

    (contoh : tak pongor kapok koen)

    antêm tinju
    rijik

    (contoh : lek nyapu sing rijik cekne bojoe ga brewokên)

    rêsik bersih
    sak'akên, mêlas

    (contoh : sak'akên arek iku)

    mesakke, mêlas mendidih
    semòyò,[m] semayani nyemayani, njanjèni menjanjikan, berjanji
    seru[n]

    (contoh : ojok sêru-sêru rek lek omong ku)

    men, temen sangat
    têkå

    (contoh : aku mari teko' kunu )

    såkå dari
    thithik saithik sedikit

    (contoh : alah thithik ae jok medhit-medhit ta)

    jaka jaka, bujang bujang
    yakapa, ya'apa, yak òpò, ya'òpò

    (contoh : yok opo carae nùlise ?)

    kepriyé, piyé bagaimana
    warah-warah

    (contoh : ojok warah-warah Yo rek)

    omong-omong bilang-bilang

    Lihat pula

    • Subdialek Pecinan Surabaya

    Rujukan

    Catatan

    1. ↑ Penulisan huruf pada contoh kata di bawah merupakan penulisan yang umum ditemui. Pada penulisan dialek Arekan, umumnya diakritik tidak digunakan. Diakritik pada tabel ini hanya sebagai petunjuk untuk menghindari abiguasi pembacaan dan beberapa diakritik bukan merupakan diakritik yang digunakan dalam penulisan latin bahasa Jawa. Huruf dengan diakritik beserta bunyinya adalah sebagai berikut: <é> untuk [e], <è> untuk [e], <ó> untuk [o], <ò> untuk [o], <ḍ> untuk [ɖ], <ṭ> untuk [ʈ], dan <ḳ> untuk [k] sebagai koda (konsonan di akhir suku kata).
    2. ↑ Serapan dari bahasa Tionghoa 食飽未? terj. har. 'sudah kenyang belum?'.
    3. ↑ Serapan dari bahasa Min Selatan 賺 choán 'mendapat keuntungan'.
    4. ↑ Penggunaan di sebagian wilayah Lamongan.
    5. ↑ Dalam bahasa Jawa Standar, klumpuk memiliki arti 'mengelompokkan'.
    6. ↑ Serapan dari bahasa Min Selatan 講古 kóng-kó͘ 'bercerita'.
    7. ↑ Korak berasal dari gabungan kata "kotoran" dan "rakyat".
    8. ↑ Kordes berasal dari gabungan kata "kotoran" dan "desa" atau korak dan ndèsa.
    9. ↑ Lamis berasal dari gabungan kata lambe dan "manis" atau lambe dan "tipis".
    10. ↑ Dalam bahasa Jawa Standar, lékoh memiliki arti 'makanan yang bercampur'.
    11. ↑ Penggunaan di sebagian wilayah Sidoarjo.
    12. ↑ Ning berasal bahasa Jawa Kuno. Kata ini memiliki makna serupa seperti néng dalam bahasa Sunda. Pada penggunaan awalnya, kata sapaan ini hanya digunakan kepada anak perempuan dari keluarga terhormat.
    13. ↑ Dalam bahasa Jawa Standar, semaya memiliki arti 'menunda'.
    14. ↑ Kosakata khas Gresik.

    Referensi

    1. ↑ "Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya".
    2. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Dialek Surabaya". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    3. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    4. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    5. ↑ Krauße, Daniel (2017). "A Description of Surabayan Javanese with Special Reference to its Linguistic Etiquette". The University of New Castle (dalam bahasa Inggris). Australia. doi:10.13140/RG.2.2.27512.14086/1.
    6. ↑ "},"title":{"wt":"KBBI Daring"},"url":{"wt":"https://kbbi.kemdikbud.go.id/"},"website":{"wt":"kbbi.kemdikbud.go.id"},"publisher":{"wt":"Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan"}},"i":0}}]}' id="mwBPg"/>"KBBI Daring". kbbi.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Jawa
    Penulisan
    • Buda
    • Carakan
    • Cacarakan
    • Kawi
    • Latin
    • Pegon
    • Rikasara
    Aksara Jawa
    Tingkatan
    Bahasa
    • Ngoko
      • lugu
      • alus
    • Krama
      • lugu
      • alus
    Kosakata
    • Ngoko
    • Krama-ngoko
    • Krama
      • krama madya
    • Krama inggil
      • krama andhap
    Dialek
    Bagian Barat
    • Banten
    • Indramayu
    • Cirebon
    Bagian Tengah
    • Banyumas
    • Kedu
    • Mataram (standar)
    • Mataraman
    Pesisiran
    • Tegal
    • Pekalongan
    • Semarang
    • Muria
    Bagian Timur
    • Jombang
    Arekan
    • Surabaya
    • Malang
    Bahasa terkait
    • Bagongan
    • Jawa Kuno
      • Kawi (kesusastraan)
    • Osing
    • Suriname
    • Tengger
    Topik terkait
    • Angka
    • Jawanisme
    • Sastra Jawa
    • Kongres
      • bahasa
      • aksara
    • Wikipedia
    • Blok Unicode


    Ikon rintisan

    Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

    • l
    • b
    • s

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Ciri khas
    2. Kosakata
    3. Lihat pula
    4. Rujukan
    5. Catatan
    6. Referensi

    Artikel Terkait

    Jawa Timur

    provinsi di Pulau Jawa, Indonesia

    Bahasa Jawa

    bahasa Austronesia

    Bahasa Jawa Banyumasan

    salah satu dialek dari bahasa Jawa Ngapak yang dituturkan oleh etnis Jawa Ngapak asal Banyumas

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026