Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Silewe Nazarata

Silewe Nazarata adalah dewi dalam mitologi dan agama tradisional masyarakat Nias,Pulau Nias, Sumatra Utara, Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh utama dalam kosmologi Nias dan memiliki kedudukan penting sebagai penguasa dunia tengah serta perantara antara dunia para dewa dan manusia. Dalam berbagai tradisi lisan, Silewe Nazarata dikenal sebagai sosok yang memiliki kekuasaan besar atas kehidupan, kematian, dan kekuatan alam.

Wikipedia article
Diperbarui 27 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Silewe Nazarata adalah dewi dalam mitologi dan agama tradisional masyarakat Nias,Pulau Nias, Sumatra Utara, Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh utama dalam kosmologi Nias dan memiliki kedudukan penting sebagai penguasa dunia tengah serta perantara antara dunia para dewa dan manusia. Dalam berbagai tradisi lisan, Silewe Nazarata dikenal sebagai sosok yang memiliki kekuasaan besar atas kehidupan, kematian, dan kekuatan alam.[1]

Silewe Nazarata adalah seorang dewi yang sering dikaitkan dengan kedudukan imam tertinggi dalam struktur keagamaan tradisional Nias, karena dianggap sebagai sumber otoritas spiritual dan pengetahuan sakral. Dalam beberapa tradisi, Silewe Nazarata dipandang sebagai pencipta dunia atau memiliki peran utama dalam proses penciptaan alam semesta.[2]

Kepercayaan tradisional

Kepercayaan masyarakat Nias tradisional bersifat animisme, yaitu meyakini adanya roh atau jiwa yang menghuni seluruh alam. Roh-roh leluhur dipuja karena dipercaya memiliki pengaruh atas berbagai unsur kehidupan, seperti laut, angin, pohon besar, batu besar, dan muara sungai. Dalam sistem kepercayaan ini, roh-roh tersebut berada di bawah kekuasaan tiga penguasa utama, yaitu Lowalangi sebagai penguasa dunia atas, Lature Danö sebagai penguasa dunia bawah, dan Silewe Nazarata sebagai penguasa dunia tengah.[3]

Dalam mitologi Nias, pada awalnya alam berada dalam keadaan kabut dan kekacauan. Keadaan ini kemudian digantikan oleh Pohon Kehidupan, yang darinya tumbuh para dewa pencipta dunia dan manusia. Pohon tersebut melambangkan keseluruhan alam semesta, mencakup wilayah langit dan dunia bawah. Dunia atas menjadi wilayah dewa laki-laki Lowalangi, sedangkan dunia bawah berada di bawah kekuasaan saudaranya, Lature Dano. Silewe Nazarata, yang dipandang sebagai saudari sekaligus istri Lowalangi, merupakan dewi yang bersifat ambivalen dan dalam beberapa tradisi digambarkan memiliki sifat androgini.[4]

Peran

Silewe Nazarata berperan sebagai perantara antara kedua saudaranya dan umat manusia. Dalam salah satu kisah penciptaan, Silewe Nazarata mengubah cincin di jarinya menjadi seekor ular raksasa yang melingkari bumi dan menyebabkan gempa bumi serta badai. Ular ini dikaitkan dengan Galaksi Bima Sakti, pelangi, dan sungai purba yang mengalir di antara dunia bawah dan dunia atas. Sungai tersebut dipercaya sebagai jalur perjalanan arwah menuju alam setelah kematian. Secara historis, para pengikut Silewe Nazarata terdiri atas tabib, imam, dan imam perempuan dalam agama tradisional Nias.[5] Dalam beberapa tradisi, Silewe Nazarata dipercaya tinggal di bulan, sementara dalam tradisi lainnya ia digambarkan duduk bersama suaminya, Lowalangi, di lapisan tertinggi langit.[6]

Sifat

Silewe Nazarata dikenal sebagai dewi dengan sifat ambivalen,[4] yang menunjukkan keseimbangan antara kekuatan yang memberi kehidupan dan kekuatan yang dapat menimbulkan bahaya. Silewe Nazarata dihormati karena peranannya dalam melindungi manusia dan menjaga keseimbangan alam, sekaligus dipandang sebagai sosok yang berpotensi menimbulkan bencana.[6] Dalam beberapa patung tradisional Nias (adu horö), ia digambarkan memiliki ciri-ciri laki-laki dan perempuan sekaligus. Patung tersebut menunjukkan adanya payudara dan alat kelamin laki-laki, serta janggut dan kumis. Penggambaran ini menunjukkan sifat androgini atau dwijenis kelamin yang melambangkan kesatuan unsur maskulin dan feminin.[7]

Referensi

  1. ↑ Hadiwijono, Harun (2000). Religi suku Murba di Indonesia. BPK Gunung Mulia. ISBN 978-979-687-002-8.
  2. ↑ Hummel, Uwe; Telaumbanua, Tuhoni (2007). Cross and Adu: A Socio-historical Study on the Encounter Between Christianity and the Indigenous Culture on Nias and the Batu Islands, Indonesia (1865-1965) (dalam bahasa Inggris). Boekencentrum. hlm. 21. ISBN 978-90-239-2216-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Sumanto Al Qurtuby dkk. (2019). Sumanto Al Qurtuby & Izak Y. M. Lattu dkk. - Tradisi & Kebudayaan Nusantara 2019.
  4. 1 2 Suzuki, Peter (1959). The Religious System and Culture of Nias, Indonesia (dalam bahasa Inggris). Excelsior. hlm. 11. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Richter, Anne; Carpenter, Bruce W. (2012). Gold Jewellery of the Indonesian Archipelago (dalam bahasa Inggris). Editions Didier Millet. hlm. 388. ISBN 978-981-4260-38-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Lurker, Manfred (1987). Dictionary of gods and goddesses, devils and demons. Internet Archive. London ; New York : Routledge and K. Paul. hlm. 172. ISBN 978-0-7102-0877-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Zebua, Victor (2006). Ho: jendela Nias kuno : sebuah kajian kritis mitologis. Pustaka Pelajar. hlm. 126. ISBN 978-979-24-5847-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • l
  • b
  • s
Mitologi di Indonesia
Aceh
  • Balum Beude
  • Beuno
  • Burong Tujoh
  • Geunteut
  • Sane
Sumatera
  • Mak Lampir
  • Orang bunian
  • Orang pendek
  • Pelesit
  • Silewe Nazarata
  • Putri Tangguk
  • Siluman harimau
  • Kuntilanak
Kepulauan Riau
  • Buaya Pulau Bayan
  • Buaya putih Sungai Pulai
  • Gajah Mina
  • Hantu laut
  • Hantu wanita Potong Lembu
  • Orang bedung
  • Ruh Datuk Kemuning
Jawa
  • Aji Saka
  • Babi ngepet
  • Ahool
  • Aul
  • Banaspati
  • Danyang
  • Dewata Cengkar
  • Dewi Sri
  • Genderuwo
  • Gundul pringis
  • Kuda Sembrani
  • Jailangkung
  • Jenglot
  • Lampor
  • Naga Jawa
  • Nyi Blorong
  • Onggo-inggi
  • Pocong
  • Ratu Laut Selatan
  • Ratu Laut Utara
  • Sundel bolong
  • Tuyul
  • Urangayu
  • Warak ngendok
  • Wewe Gombel
  • Kolor ijo
Bali
  • Barong
  • Batara Kala
  • Bulan Pejeng
  • Hyang
  • Kala Rau
  • Leak
  • Rangda
  • Setesuyara
  • Twalen
Kalimantan
  • Amot
  • Kuyang
  • Lembuswana
  • Hudoq
Sulawesi
  • Asu panting
  • Bungung Barania
  • Batitong
  • Bombo
  • Cambeu'
  • Dompe
  • Kalimpau'
  • Kembar buaya
  • Kongkong pancing
  • Longga
  • I Laurang Manusia Udang
  • Meong Palo Karellae
  • Nene' Pakande
  • Pogo
  • Nenek Toeng Royong
  • Noni
  • Parakang
  • Pok-pok
  • Sangiang Serri
  • Sumiati
  • Sureq Galigo
  • Tallu Ana
  • Toakala
  • Tomanurung
  • Wa Ndiu-Ndiu
Nusa Tenggara
  • Ebu gogo
  • Suanggi
  • Veo
Maluku
  • Hainuwele
  • Buaya Putih
Papua
  • Imunu


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kepercayaan tradisional
  2. Peran
  3. Sifat
  4. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026