Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi merupakan sebuah bandar udara yang terletak di Sulawesi Utara, 13 kilometer timur laut dari kota Manado. Bandar udara ini diberi nama sesuai dengan nama tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, Sam Ratulangi, yang sekaligus merupakan gubernur Sulawesi yang pertama. Bandara ini berada dibawah kewenangan dari DJPU Kementerian Perhubungan RI untuk Penerbangan publik dan TNI AU untuk kepentingan Militer, serta merupakan Airport Hub bagi Lion Air dan Wings Air untuk bagian timur laut Indonesia serta merupakan salah satu Kota fokus bagi Garuda Indonesia dan Citilink.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Sam Ratulangi International Airportcode: en is deprecated | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Informasi | |||||||||||
| Jenis | Publik / Militer | ||||||||||
| Pemilik/Pengelola | InJourney | ||||||||||
| Melayani | Sulawesi Utara | ||||||||||
| Lokasi | Mapanget, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia | ||||||||||
| Dibuka | 1942 | ||||||||||
| Zona waktu | WITA (UTC+08:00) | ||||||||||
| Ketinggian dpl | 81 mdpl | ||||||||||
| Koordinat | 01°32′57″N 124°55′35″E / 1.54917°N 124.92639°E / 1.54917; 124.92639[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Bandar_Udara_Internasional_Sam_Ratulangi¶ms=01_32_57_N_124_55_35_E_region:ID-SA_type:airport <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">01°32′57″N</span> <span class=\"longitude\">124°55′35″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">1.54917°N 124.92639°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">1.54917; 124.92639</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt5\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Bandar_Udara_Internasional_Sam_Ratulangi&params=01_32_57_N_124_55_35_E_region:ID-SA_type:airport\" class=\"external text\" id=\"mwBw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCg\">01°32′57″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwCw\">124°55′35″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEA\">1.54917°N 124.92639°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwEw\">1.54917; 124.92639</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFA\"/></span>"}' id="mwFQ"/> | ||||||||||
| Situs web | www | ||||||||||
| Peta | |||||||||||
Sulawesi daerah di Indonesia | |||||||||||
| Landasan pacu | |||||||||||
| |||||||||||
| Statistik (2018) | |||||||||||
| |||||||||||
| Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi | |
|---|---|
Lambang Lanud | |
| Negara | |
| Cabang | |
| Tipe unit | Lanud Tipe A |
| Peran | Pangkalan Angkatan Udara |
| Bagian dari | Komando Operasi Angkatan Udara II |
| Lanud | Manado |
| Pelindung | Tentara Nasional Indonesia |
| Moto | Prayatna Kerta Gegana |
| Situs web | www.tni-au.mil.id |
Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi (IATA: MDC, ICAO: WAMM) merupakan sebuah bandar udara yang terletak di Sulawesi Utara, 13 kilometer (8.1 mil) timur laut dari kota Manado. Bandar udara ini diberi nama sesuai dengan nama tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, Sam Ratulangi, yang sekaligus merupakan gubernur Sulawesi yang pertama. Bandara ini berada dibawah kewenangan dari DJPU Kementerian Perhubungan RI untuk Penerbangan publik[1] dan TNI AU untuk kepentingan Militer,[2] serta merupakan Airport Hub bagi Lion Air dan Wings Air untuk bagian timur laut Indonesia serta merupakan salah satu Kota fokus bagi Garuda Indonesia dan Citilink.

Bandara Sam Ratulangi pada awalnya dibangun oleh tentara Jepang pada tahun 1942 dengan panjang landasan 700 meter dan lebar 23 meter. Bandara ini awalnya dinamai sebagai Lapangan Udara Mapanget karena keberadaannya kala itu di Mapanget. Kemudian ketika terjadi pergolakan Permesta, pasukan Tentara Pusat menamakan bandara ini sebagai Lapangan Udara Tugiman untuk mengenang seorang tentara Sersan Mayor Tugiman yang wafat ketika pertempuran terjadi di Mapanget.
Bandara ini kemudian kembali dinamakan Lapangan Udara Mapanget. Seiring perjalanan waktu, terjadi lagi perubahan penyebutan bandara ini menjadi Lapangan Udara A. A. Maramis, yang sekaligus digunakan sebagai nama jalan raya dari arah Manado ke bandara. Akhirnya, untuk mengenang Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara yaitu Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, bandara ini oleh pemerintah dinamakan Lapangan Udara Sam Ratulangi yang kemudian dikenal hingga sekarang sebagai Bandar Udara Sam Ratulangi.
Pada tahun 1994, Bandar Udara Sam Ratulangi menjadi Bandar udara internasional dengan kelas 1B. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin meningkat dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa penerbangan, sehingga landasan diperluas dengan panjang 2.650 meter dan lebar 45 meter. Dengan perluasan landasan ini, maka Bandar Udara Sam Ratulangi mampu menampung jenis pesawat Airbus A300, A320 dan McDonnell Douglas DC-10.
Sebagai upaya pemerintah untuk mengembangkan Bandar Udara, maka pada tahun 1990 Bandar Udara Sam Ratulangi dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan tujuan untuk membangun perekonomian, menyediakan fasilitas penerbangan dalam memperlancar transportasi udara. Dalam usaha mengantisipasi kebutuhan masnyarakat akan transportasi udara, sehingga dilakukan pengembangan Bandar Udara Sam Ratulangi dengan membangun fasilitas Bandar Udara yang dilaksanakan oleh proyek pembangunan Fasilitas Bandar Udara dan Keselamatan Penerbangan (FBUKP) dan dioperasikan sejak akhir tahun 2000. Kemudian dilaksanakan serah-terima secara operasional dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara kepada PT Angkasa Pura I (Persero) pada tanggal 18 Desember 2003.

| Tahun | Domestik | Internasional | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Pergerakan Penumpang | Kargo Per Ton | Pergerakan Pesawat | Pergerakan Penumpang | Kargo Per Ton | Pergerakan Pesawat | |
| 2005 | 1,037,961 | 7,923,948 | 15,288 | 39,678 | 331,394 | 545 |
| 2006 | 1,065,691 | 9,150,055 | 14,112 | 44,043 | 403,650 | 599 |
| 2007 | 1,070,471 | 9,529,574 | 13,126 | 46,833 | 326,921 | 652 |
| 2008 | 1,110,634 | 9,776,389 | 13,393 | 52,483 | 245,688 | 678 |
| 2009 | 1,233,513 | 9,905,420 | 14,002 | 75,985 | 459,530 | 841 |
Sumber: Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi Sulawesi Utara Diarsipkan 2011-05-15 di Wayback Machine. (Indonesia)
Layanan taksi tersedia di bandara. Salah satunya Blue Bird. Selain taksi, pengguna jasa transportasi udara juga bisa menggunakan angkutan umum (mikro) dengan trayek "Lapangan."
Danlanud Tipe A