Rumpun bahasa Italik merupakan sub-rumpun cabang Kentum dan Satem dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Sub-rumpun ini mencakup bahasa Roman, dan beberapa bahasa yang telah punah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Italik | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Wilayah | Semula Semenanjung Italia, bagian dari Austria dan Swiss hari ini, Eropa Selatan hari ini, Amerika Latin, Kanada, dan bahasa resmi sebagian negara Afrika. | ||||||||
| Etnis | Suku-suku Italik Kuno | ||||||||
Penutur | |||||||||
| |||||||||
| Kode bahasa | |||||||||
| ISO 639-3 | – | ||||||||
| ISO 639-5 | itc | ||||||||
LINGUIST List | ital | ||||||||
| Glottolog | ital1284[3] | ||||||||
| IETF | itc | ||||||||
| Lokasi penuturan | |||||||||
Persebaran bahasa di Semenanjung Italia pada abad ke-5 SM. (Pikenum Utara ialah bahasa yang tidak terklasifikasi, dan Etruria dan Raetia diklasifikasikan sebagai Tirenia, bukan Indo-Eropa seperti bahasa-bahasa lainnya pada peta). | |||||||||
| Artikel ini adalah bagian dari seri: |
| Topik Indo-Eropa |
|---|
Rumpun bahasa Italik merupakan sub-rumpun cabang Kentum dan Satem dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Sub-rumpun ini mencakup bahasa Roman (termasuk bahasa Italia, bahasa Katalan, bahasa Prancis, bahasa Portugis, bahasa Romania, dan bahasa Spanyol), dan beberapa bahasa yang telah punah.
Di bawah ini disajikan perubahan fonetis dari bahasa proto-Indo-Eropa ke bahasa proto-Italik:
Rumpun bahasa Italik memiliki beberapa cabang:
Bahasa Venetia, yang dibuktikan dalam beberapa prasasti (termasuk kalimat-kalimat lengkap) juga berkerabat dengan bahasa Italik dan kadang kala digolongkan sebagai anggotanya. Namun karena bahasa ini juga memiliki kemiripan dengan cabang-cabang barat bahasa Indo-Eropa lainnya (terutama bahasa Jermanik), banyak pakar yang menggolongkannya sebagai cabang tersendiri pada silsilah bahasa Indo-Eropa.
Penutur bahasa Italik tidaklah penduduk pribumi Italia, tetapi berhijrah ke sana pada milenium ke-2 SM, dan kelihatannya masih berkerabat dengan suku-suku Keltik yang mengembara di Eropa saat itu. Secara arkeologis, budaya Apennina (budaya pengkuburan) masuk ke Semenanjung Italia pada kurang lebih tahun 1350 SM dari timur ke barat. Zaman Besi masuk ke Italia pada kurang lebih tahun Abad ke-11 SM dengan budaya Villanova (budaya kremasi) dari utara ke selatan. Sebelum penutur bahasa Italik masuk, Italia terutama dihuni oleh penduduk non-Indo-Eropa (mungkin termasuk bangsa Etruska yang menuturkan bahasa Etruska). Perkampungan pertama di bukit Palatina ditarikhkan pada sekitar tahun Abad ke-8 SM dan perkampungan di Quirinal pada tahun Abad ke-8 SM (lihat Pendirian Roma).
Bahasa-bahasa Italik pertama-tama ditemukan pada tulisan-tulisan prasasti Umbria dan Falisca yang ditarikh berasal dari abad ke-7 SM. Abjad yang dipergunakan ialah abjad Italik Kuno yang berdasarkan abjad Yunani. Bahasa-bahasa Italik sendiri menunjukkan pengaruh sedikit dari bahasa Etruska dan pengaruh besar dari bahasa Yunani Kuno.
Maka dengan melebarnya dominasi politik Roma ke seluruh Semenanjung Italia, bahasa Latin juga menjadi dominan dia atas bahasa Italik lainnya yang tidak dipertuturkan lagi pada sekitar abad ke-1 Masehi. Dari bahasa Latin Rakyat muncul bahasa Roman.

Di antara bahasa-bahasa Indo-Eropa, bahasa-bahasa Italik berbagi persentase leksikon yang lebih tinggi dengan Kelt dan Jermanik, tiga dari empat cabang "kentum" Indo-Eropa (bersama dengan Helenik).
Tabel berikut menunjukkan perbandingan penamaan angka dalam bahasa Italik dan serumpunnya:
| Angka | Latin-Faliski | Oska-Umbria | Proto- Italik |
Proto- Kelt |
Proto- Jermanik | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Faliski | Latin Kuno | Latin Klasik |
Proto- Roman |
Oska | Umbria | ||||
| '1' | *ounos | ūnus | *unʊs, acc. *unu | *𐌖𐌉𐌍𐌖𐌔 *uinus | 𐌖𐌍𐌔 uns | *oinos | *oinos | *ainaz | |
| '2' | du | *duō | duō | *dos, f. *duas | 𐌃𐌖𐌔 dus | -𐌃𐌖𐌚 -duf | *duō | *dwāu | *twai |
| '3' | tris | trēs (m.f.) tria (n.) | *tres | 𐌕𐌓𐌝𐌔 trís | 𐌕𐌓𐌉𐌚 (m.f.) 𐌕𐌓𐌉𐌉𐌀 (n.) trif (m.f.) triia (n.) | *trēs (m.f.) *triā (n.) | *trīs | *þrīz | |
| '4' | quattuor | *kʷattɔr | 𐌐𐌄𐌕𐌖𐌓𐌀 𐌐𐌄𐌕𐌕𐌉𐌖𐌓 petora pettiur | 𐌐𐌄𐌕𐌖𐌓 petur | *kʷettwōr | *kʷetwares | *fedwōr | ||
| '5' | *quique | quinque | *kinkʷɛ | 𐌐𐌏𐌌𐌐𐌄- pompe- | *𐌐𐌖𐌌𐌐𐌄 *pumpe | *kʷenkʷe | *kʷenkʷe | *fimf | |
| '6' | śex | *sex | sex | *sɛks | *𐌔𐌄𐌇𐌔 *sehs | 𐌔𐌄𐌇𐌔 sehs | *seks | *swexs | *sehs |
| '7' | *śepten | septem | *sɛpte | 𐌔𐌄𐌚𐌕𐌄𐌍 seften | *septem | *sextam | *sebun | ||
Tanda bintang menunjukkan bentuk yang direkonstruksi berdasarkan bukti linguistik tidak langsung dan bukan bentuk yang dibuktikan secara langsung yang ditulis dalam prasasti apapun.
Dari sudut pandang Proto-Indo-Eropa, bahasa Italik cukup konservatif. Dalam fonologi, bahasa Italik dikategorikan sebagai bahasa kentum dengan menggabungkan konsonan palatal dengan velar ("c" pada centum dilafalkan sebagai /k/) tetapi mempertahankan gabungan konsonan labial-velar secara terpisah. Dalam morfologi, bahasa Italik mempertahankan enam kasus dalam kata benda dan kata sifat (nominativus, akusativus, genitivus, dativus, ablativus, vokativus) dengan jejak ketujuh (lokativus), tetapi bentuk jamak dari kata benda dan kata kerja telah sepenuhnya menghilang. Dari posisi inovasi morfologis dan leksikon bersama yang unik, Italik menunjukkan kesamaan terbesar dengan Kelt dan Jermanik, dengan beberapa gugusan leksikon bersama juga ditemukan dalam Baltik dan Slavia.[4]
de Vaan, Michiel (2008). Etymological Dictionary of Latin and the other Italic Languages. Brill. ISBN 978-90-04-16797-1.
| Sumber pustaka mengenai Italic languages |