Gunung Raung adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Puncaknya sekitar 3.344 MDPL
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Gunung Raung | |
|---|---|
Gunung Raung dilihat dari pesawat tahun 2013 | |
| Titik tertinggi | |
| Ketinggian | 3.344 m (10.971 ft)[1] |
| Koordinat | 8°07′30″S 114°02′30″E / 8.12500°S 114.04167°E / -8.12500; 114.04167[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Gunung_Raung¶ms=8_07_30_S_114_02_30_E_type:mountain_region:ID_scale:100000 <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">8°07′30″S</span> <span class=\"longitude\">114°02′30″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">8.12500°S 114.04167°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-8.12500; 114.04167</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwCg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt8\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwCw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwDA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Gunung_Raung&params=8_07_30_S_114_02_30_E_type:mountain_region:ID_scale:100000\" class=\"external text\" id=\"mwDQ\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwDg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwDw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwEA\">8°07′30″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwEQ\">114°02′30″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwEg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwFQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwFg\">8.12500°S 114.04167°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwGA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwGQ\">-8.12500; 114.04167</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwGg\"/></span>"}' id="mwGw"/>[1] |
| Penamaan | |
| Nama lokal | ꦒꦸꦤꦸꦁꦫꦲꦸꦁcode: jv is deprecated (Jawa) |
| Geografi | |
| Letak | Jawa Timur, Indonesia |
| Geologi | |
| Jenis gunung | Stratovolcano |
| Letusan terakhir | Juni 2025 (berlanjut) |
| Pendakian | |
| Rute termudah | Sumberwaringin |
| Rute normal | Kalibaru Glenmore |
Gunung Raung adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Indonesia. Secara administratif, kawasan gunung ini termasuk dalam wilayah tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Puncaknya sekitar 3.344 MDPL[2]
Secara geografis, lokasi gunung Ini berada di dalam kawasan kompleks Pegunungan Ijen dan menjadi puncak tertinggi dari gugusan pegunungan tersebut. Dihitung dari titik tertinggi, Gunung Raung merupakan gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Gunung Arjuno, serta menjadi yang tertinggi keempat di Pulau Jawa. Kaldera Gunung Raung juga merupakan kaldera kering yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat.[3] Terdapat empat titik puncak, yaitu Puncak Bendera, Puncak 17/Puncak Bendera (3159 mdpl), Puncak Tusuk Gigi,(3300 mdpl) dan, yang tertinggi, adalah Puncak Sejati (3.344 mdpl).[4]
Dilihat dari vegetasinya, Gunung Raung mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Gunung Raung dikenal sebagai salah satu gunung dengan jalur pendakian paling menantang di Jawa Timur karena medannya yang ekstrem dan berbahaya. Pendakian memerlukan peralatan khusus dan pengalaman yang memadai.
Terdapat beberapa jalur pendakian menuju Gunung Raung, dengan dua jalur utama yang paling populer:
Jalur via Kalibaru (Banyuwangi) merupakan jalur favorit meskipun cukup menantang. Basecamp berada di Dusun Wonorejo, Kalibaru, yang dikenal dengan nama Rumah Pak Suto. Pendakian melalui jalur ini melewati 9 pos dengan estimasi waktu 3-4 hari pulang-pergi:[5]
Dari Pos 9, pendaki melanjutkan ke Puncak Bendera (3.154 mdpl) dan akhirnya ke Puncak Sejati (3.344 mdpl) melalui jalur ekstrem yang dijuluki "Jembatan Sirotol Mustaqim" karena hanya berupa punggungan sempit dengan jurang di kedua sisinya.
Jalur via Sumberwringin (Bondowoso) dianggap lebih mudah dan aman dibandingkan jalur Kalibaru. Basecamp berada di Desa Sumberwringin dengan rute sebagai berikut:[6]
Pendakian Gunung Raung dikategorikan sebagai pendakian tingkat sulit (hard) dengan medan yang ekstrem. Trek pendakian sangat menanjak sejak awal, dengan medan berbatu, tanah licin saat hujan, dan tebing-tebing tinggi dengan kemiringan yang curam hingga tegak lurus. Bagian tersulit adalah menuju Puncak Sejati yang hanya berupa punggungan sempit dengan jurang dalam di kedua sisi.[7]
Karena medannya yang ekstrem, pendaki memerlukan peralatan khusus seperti:
Pendaki juga disarankan membawa air minum 5-6 liter karena sulit menemukan sumber air di sepanjang jalur pendakian.
Pendaki harus mengurus SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) di basecamp sebelum mendaki dan melaporkan diri kepada petugas.
Letusan Gunung Raung bertipe letusan stromboli, yaitu letusan kecil tetapi terus-menerus mengeluarkan pijar.[8] Gunung Raung juga memiliki sistem kawah yang terbuka, yang menyebabkan lava pijar yang dihasilkan akan kembali ke dalam kawah dan kecil kemungkinan meluber keluar kaldera.
| Tanggal | Keterangan | Tinggi Kolom Abu | Arah Sebaran | Foto |
|---|---|---|---|---|
| 1586 (?) | Catatan paling awal letusan Gunung Raung.[9] | - | - | - |
| 1593-1903 | Terdapat 20 catatan letusan Gunung Raung yang terjadi antara tahun 1593-1903, yaitu letusan pada tahun 1593, 1597, 1638, 1730, sekitar tahun 1804, 1812-1814, sekitar tahun 1815, 1817, 1838, 1849, 1859, 1860, 1864, 1881, 1885, 1890, 1896, 1897, 1902, dan 1903.[10] | - | - | - |
| 1913 | - | - | ||
| 1915-1924 | Terdapat 6 catatan letusan Gunung Raung yang terjadi antara tahun 1915-1924, yaitu letusan pada tahun 1915, 1916, 1917, 1921, 1924, dan 1924.[10] | - | - | - |
| 1927-1928 | Foto letusan Gunung Raung pada tahun 1927 diambil dari Kalibaru dan Glenmore | - | - | |
| 1928-1999 | Terdapat 31 catatan letusan Gunung Raung yang terjadi antara tahun 1928-1999, yaitu letusan pada tahun 1928, 1929, 1933, 1936, 1937, 1938-1939, 1940, 1941, 1943, 1944-1945, 1953, 1955, 1956, 1971, 1973, 1974, 1975, 1976, 1977, 1978, 1982, 1985, 1987-1989, 1990, 1991, 1993, 1994, 1995, 1995(?), 1997, dan 1999.[10] | - | - | - |
| Juli 2000 | - | - | - | |
| Juni-Agustus 2002 | - | - | - | |
| April-Oktober 2004 | - | - | - | |
| Juli-Agustus 2005 | - | - | - | |
| Agustus 2007 | - | - | - | |
| 19 Oktober 2012 | Satelit Landsat 8 NASA mendeteksi adanya satu lubang magma.[11] | - | - | - |
| Juli 2015 | Aktivitas vulkanis Gunung Raung meningkat sejak tanggal 21 Juni 2015. | - | - | |
| Juli-oktober 2020 | Aktivitas gunung raung mengalami peningkatan. Letusan dengan skala kecil terjadi di gunung raung. Bahkan letusan terjadi 100 kali dalam sehari setelah status dinaikkan dari normal ke level waspada. | - | - | - |
| Januari 2021 | Aktivitas vulkanis gunung raung kembali meningkat. Ditandai oleh keluarnya asap setinggi 200 meter dari puncak. Pada 21 januari 2021, status gunung raung kembali naik menjadi waspada. Pasca dinaikkan statusnya, gempa tremor dan hembusan naik signifikan, asap letusan membumbung setinggi 700 meter berwarna kelabu. | 700 m | - | - |
| 27 Juli 2022 | Terjadi erupsi G. Raung pada hari Rabu, 27 Juli 2022, pukul 17:19 WIB | 1500 m | Barat dan barat laut | - |
| 24 Desember 2024 | Erupsi terjadi pukul 09:30 WIB. Sebanyak 29 pendaki dievakuasi. Wilayah Sumber Wringin dan Tlogosari mengalami hujan abu vulkanik.[12][13] | 2000 m | Timur | - |
| 19 Juni 2025 | Erupsi terjadi pukul 00:44 WIB dan 04:43 WIB. Jalur pendakian ditutup sejak 14 Juni 2025.[14] | 1500 m (00:44) 2000 m (04:43) |
- | - |
| Juni-Juli 2025 | Periode aktivitas tinggi dengan erupsi hampir setiap hari. Tinggi kolom abu bervariasi 300-2000 meter. Status Level II (Waspada).[15][16][17] Beberapa erupsi signifikan:
|
300-2000 m | Beragam (dominan barat, barat daya, selatan) | - |
Komplek Gunung Raung menjadi batas alami hidrologi yang membagi tujuh daerah aliran sungai menjadi tiga arah aliran yang berbeda. Pertama adalah aliran yang mengarah ke pesisir utara dan bermuara di Laut Jawa (DAS Sampean). Kedua, aliran yang mengarah ke pesisir selatan dan bermuara di Samudera Hindia (DAS Kalibaru, DAS Mayang dan DAS Bedagung). Ketiga adalah aliran yang mengarah ke pesisir timur dan bermuara di Selat Bali (DAS Glondong, DAS Bomo dan DAS Setail). Titik pertemuan batas hidrologi tersebut berada pada puncak Gunung Raung (kecuali DAS Bedagung yang diapit oleh DAS Sampean dan DAS Mayang).[18]