Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gunung Manglayang

Gunung Manglayang adalah sebuah gunung berapi kerucut non-aktif yang terletak di antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia dan memiliki ketinggian sekitar 1818 mdpl. Pemandangannya cukup indah, tetapi gunung ini relatif tidak terlalu tinggi, sehingga kurang dikenal oleh pendaki-pendaki gunung pada umumnya.

gunung di Indonesia
Diperbarui 24 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gunung Manglayang
Gunung Manglayang
Puncak Gunung Manglayang dari kejauhan
Titik tertinggi
Ketinggian1.818 m (5.965 kaki)
Koordinat6°52′32″S 107°44′37″E / 6.87556°S 107.74361°E / -6.87556; 107.74361
Geografi
Gunung Manglayang di Jawa
Gunung Manglayang
Gunung Manglayang
Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Geologi
Jenis gunungStratovolcano non-aktif
Letusan terakhirtidak diketahui

Gunung Manglayang (Aksara Sunda Baku: ᮌᮥᮔᮥᮀ ᮙᮍᮣᮚᮀ) adalah sebuah gunung berapi kerucut non-aktif yang terletak di antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia dan memiliki ketinggian sekitar 1818 mdpl. Pemandangannya cukup indah, tetapi gunung ini relatif tidak terlalu tinggi, sehingga kurang dikenal oleh pendaki-pendaki gunung pada umumnya.[1]

Dalam rangkaian Zona Bandung yang beranggotakan gunung-gunung peninggalan Gunung Sunda Purba yaitu Burangrang – Tangkuban Perahu – Palasari – Bukit Tunggul – Manglayang, gunung ini merupakan gunung yang terletak paling timur. Dikarenakan hal itu mungkin di kalangan para penggiat alam bebas, gunung ini tidak terlalu menjadi perhatian, kecuali untuk para penggiat alam bebas dari Bandung dan sekitarnya. Walaupun begitu, Gunung Manglayang tetap menawarkan pesona alamnya tersendiri. Di sebelah barat laut Gunung Manglayang terdapat Gunung Pacet yang juga merupakan gunung berapi non-aktif.

Etimologi & Legenda

Dalam Bahasa Sunda, nama Manglayang diambil dari kata Layang yang berarti terbang. Nama ini berasal dari cerita rakyat setempat yaitu cerita tentang perjalanan seekor kuda terbang yang bernama Semprani. Menurut cerita tersebut, kuda yang bernama Semprani ini mencoba terbang dari wilayah Cirebon ke wilayah Banten. Ketika terbang, kuda terbang ini kelelahan dan tersungkur jatuh di permukaan dasar lereng gunung ini.

Terdapat suatu batu besar yang dinamakan Batu Kuda di gunung ini, yang terkait dengan kisah kuda terbang Semprani yang tersungkur hingga terlilit dengan semak belukar yang tumbuh di gunung ini. Kuda tersebut tidak bisa membebaskan diri selama-lamanya hingga akhirnya mati dan jasadnya menjadi batu. Letak dari batu ini berada di jalur pendakian yang sekarang diberi nama Jalur Batu Kuda.

Pendakian

Gunung ini memiliki cukup banyak jalur pendakian, antara lain; melalui Bumi Perkemahan atau Wanawisata Situs Batu Kuda (Kabupaten Bandung), Palintang (Ujungberung, Kabupaten Bandung), dan Barubereum.

Jalur Barubereum

Jalur Barubereum dapat dicapai melalui daerah Jatinangor. Di sana pendaki dapat menuju ke arah Universitas Padjadjaran lalu mengambil arah ke Bumi Perkemahan Kiara Payung, tetapi terus lagi hingga sampai di desa Barubereum. Saat tiba di Kawasan Barubereum terdapat deretan warung makan dan untuk jalur pendakian sendiri mengikuti jalur berbatu ke arah kiri, sedangkan ke arah kanan yang melewati barisan warung adalah jalur menuju tempat perkemahan. Jalur ini diawali dengan melewati aliran sungai kecil, kemudian dilanjutkan dengan kebun jeruk nipis penduduk. Dari awal pendakian sampai puncak, jalur ini terbilang terjal dan jarang menemui jalan datar. Kondisi fisik jalur pendakian dimulai dengan tanjakan tanah liat diselingi tanjakan berbatu, keseluruhannya sangat licin dan merupakan jalur air, sehingga sangat tidak direkomendasikan melakukan pendakian pada musim hujan.

Jalur pendakian gunung ini tidak dilengkapi dengan pos/shelter karena jarak dan waktu tempuh yang cukup singkat, 2 jam jalan normal. Untuk lokasi membangun tenda hanya bisa dilakukan di Puncak Bayangan dan Puncak Manglayang. Jalur yang jelas ini akan berpisah di persimpangan, trek vertikal ke kiri adalah arah menuju Puncak Bayangan dan trek landai ke kanan adalah menuju Puncak Manglayang. Untuk membangun tenda sangat direkomendasikan di Puncak Bayangan, meskipun tempatnya tidak luas hanya berkapasitas 4-5 tenda, tetapi pemandangannya sangat terbuka, serupa seperti berada di Puncak Gunung Cikuray.[2]

Titik air gunung ini hanya ada di sungai kecil saat awal pendakian, selebihnya tidak ditemukan sumber air. Sepanjang jalur hutan tropis tidak begitu lebat menjadi santapan yang cukup melindungi pendaki dari panas matahari. Secara personal saya merekomendasikan pendakian pada malam hari, selain tidak panas kita juga dimudahkan dengan tidak melihat langsung terjalnya jalur pendakian.

Turun dari gunung ini juga tidak bisa dibilang mudah, jalur yang kecil dan licin sangat memperlambat mobilitas. Satu hal yang penting dari gunung ini adalah ketika malam hari yang cerah, karena tidak begitu tinggi lampu-lampu kota Bandung terlihat begitu jelas dari Puncak Bayangan. Sedangkan di Puncak Manglayang tidak dapat melihat apapun selain rimbunnya hutan dan 1 kuburan.

Jalur Batu Kuda

Pendakian Gunung Manglayang melalui jalur Batu Kuda diawali dari Wisata Batu Kuda, dengan tiket seharga 10k/orang. Terdapat 3 pos pendakian yang akan dilalui, diantaranya:

  1. Pos 1 (Batu Lawang)
  2. Pos 2 (Batu Tumpeng)
  3. Pos 3 (Batu Keraton).

Trek jalur Batu Kuda memiliki kontur tanah yang lumayan terjal dan berakar. Estimasi waktu menuju puncak Gunung Manglayang berkisar 1,5-2 jam (dapat berbeda-beda sesuai kondisi kebugaran).

Jalur Batu Kuda tidak memiliki sumber mata air selama perjalanan, sehingga diharapkan pendaki membawa perbekalan air yang cukup. Titik pemandangan kota ada di Dermaga Batu Kuda (sebelum pos 1) dan Puncak Bayangan Gunung Manglayang. Jika pendaki ingin menuju Puncak Bayangan dari Jalur Batu Kuda, pendaki harus menuju Puncak Gunung Manglayang terlebih dahulu, lalu ke Puncak Bayangan, begitupun pulangnya.

Tempat wisata di daerah Gunung Manglayang

  1. Curug Cilengkrang

Curug Cilengkrang adalah salah satu destinasi wisata alam yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Air terjun ini memiliki daya tarik unik berupa suasana alami yang masih asri, udara sejuk pegunungan, dan pemandangan yang memanjakan mata. Curug ini menjadi tempat favorit bagi para pencinta alam dan wisatawan yang mencari kedamaian di tengah hiruk-pikuk perkotaan.

Rujukan

  1. ↑ cahyanto, tri, dkk (2014). "analisis vegetasi pohon hutan alam gunung manglayang kabupaten bandung". Jurnal ISTEK. VIII (2): 145. doi:ISSN 1979-8911. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-01. Diakses tanggal 2021-05-18. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-06. Diakses tanggal 2016-10-20.

Pranala luar

1. 7 Potret Wisata Gunung Manglayang: Rute Menuju Lokasi & Tiket Masuk | Celotehanpedia.com Diarsipkan 2019-06-20 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi & Legenda
  2. Pendakian
  3. Jalur Barubereum
  4. Jalur Batu Kuda
  5. Tempat wisata di daerah Gunung Manglayang
  6. Rujukan
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar-daftar gunung di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar gunung di Indonesia menurut lokasi

artikel daftar Wikimedia

Daftar gunung di Indonesia menurut ketinggian

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026