Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung yang terletak di antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.086 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovolcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Parahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 °C pada malam hari.

gunung api aktif di Jawa Barat, Indonesia
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gunung Tangkuban Parahu
Untuk tempat lain yang bernama sama, lihat Cagar Alam Tangkuban Perahu.
Artikel ini bukan mengenai Gunung Parahu.
Tangkuban Parahu
Kawah Ratu, Tangkuban Perahu
Titik tertinggi
Ketinggian2.086 m (6.844 ft)[1]
Koordinat6°46′S 107°36′E / 6.77°S 107.60°E / -6.77; 107.60[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Gunung_Tangkuban_Parahu&params=6.77_S_107.60_E_type:mountain_scale:100000 <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">6°46′S</span> <span class=\"longitude\">107°36′E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">6.77°S 107.60°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-6.77; 107.60</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwCw\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt9\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwDA\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwDQ\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Gunung_Tangkuban_Parahu&amp;params=6.77_S_107.60_E_type:mountain_scale:100000\" class=\"external text\" id=\"mwDg\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDw\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEA\"><span class=\"latitude\" id=\"mwEQ\">6°46′S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwEg\">107°36′E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwEw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFQ\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwFg\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwFw\">6.77°S 107.60°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwGA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwGQ\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwGg\">-6.77; 107.60</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwGw\"/></span>"}' id="mwHA"/>[1]
Penamaan
Nama lokalᮌᮥᮔᮥᮀ ᮒᮀᮊᮥᮘᮔ᮪ ᮕᮛᮠᮥ
Geografi
Lokasi Gunung Tangkuban Parahu
Hidrologi DASDAS Cipunagara
Geologi
Usia batuan90.000 tahun (tertua)
Jenis gunungStratovolcano
Letusan terakhir26 Juli 2019[1]
Pendakian
Pendakian pertama1713 oleh van Riebeeck
Rute termudahJalan Tangkuban Parahu

Gunung Tangkuban Parahu (Aksara Sunda Baku: ᮌᮥᮔᮥᮀ ᮒᮀᮊᮥᮘᮔ᮪ ᮕᮛᮠᮥ, Latin: Gunung Tangkuban Parahu) adalah salah satu gunung yang terletak di antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.086 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovolcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Parahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 °C pada malam hari.

Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Sejarah Pembentukan dan Letusan

Tangkuban Perahu dilihat dari Pelantungan (litografi berdasarkan lukisan J. S. G. Gramberg pada tahun 1865–1872).
Tangkuban Perahu dilihat dari Pelantungan (litografi berdasarkan lukisan J. S. G. Gramberg pada tahun 1865–1872).

Gunung Tangkuban Parahu terbentuk sekitar 125.000 tahun lalu di Kaldera Sunda. Gunung ini, menurut T. Bachtiar dan Dewi Syafriani dalam buku Bandung Purba, lebih muda dari Gunung Burangrang. Gunung Burangrang yang terletak di sisi barat Gunung Tangkuban Parahu terbentuk sekitar 210.000 hingga 105.000 tahun lalu. Menurut T. Bachtiar, Gunung Tangkuban Parahu lahirnya setelah terbentuknya Sesar Lembang. Ketika Gunung Tangkuban Parahu meletus, sebagian material alirannya yang mengalir ke selatan tertahan di kaki patahan.

Sepanjang sejarahnya, aktivitas yang terjadi di gunung Tangkuban Parahu telah membentuk 13 kawah. Tiga kawah diantaranya populer dijadikan destinasi wisata, yakni Kawah Ratu, Kawah Upas, dan Kawah Domas. Sementara perincian 13 kawah lengkapnya sebagai berikut: Kawah Upas terdiri dari Kawah Upas (termuda), Kawah Upas (muda), dan Kawah Upas (tua). Kawah Ratu juga terdiri dari Kawah Ratu (1920), Kawah Ratu (muda), dan Kawah Ratu (tua). Kemudian ada kawah baru, Kawah Pangguyanganbadak, Kawah Badak, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, dan Kawah Domas.

Gunung Tangkuban Parahu sempat meletus beberapa kali. Orang yang sempat mencatat letusan pertamanya adalah botanis sekaligus geologis bernama Franz Wilhelm Junghuhn. Berdasarkan catatan yang dibuat Junghuhn tahun 1853, catatan pertama tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu adalah tahun 1829. Tak ada data tentang letusan sebelumnya. Setelah itu letusan beristirahat selama 17 tahun, letusan berikutnya terjadi pada tahun 1846. Setelah itu gunung tercatat aktif berturut-turut tahun 1867 dan 1887. Letusan besar berikutnya terjadi tahun 1896 setelah gunung mengalami masa istirahat 50 tahun. Aktivitas atau letusan kemudian terjadi tahun 1910, 1929, 1935, 1946, 1947, 1950, 1952, 1957, 1961, 1965, 1967, 1969, 1971, 1983, 1992, 1994, 2004, 2013, dan 2019. Menurut T. Bachtiar, masa istirahat antar letusan Gunung Tangkuban Parahu berlangsung antara 30 - 70 tahun.

Pada tahun 2005, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Daerah sudah membuat peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Tangkuban Parahu. Daerah-daerah yang rawan bencana dibagi dalam tiga kategori. Masing-masing Kawasan Rawan Bencana I, II, dan III. Ada yang berada dalam radius 1 km, 5 km dari letusan, dan yang berpotensi terkena terjangan lahar dan hujan abu atau lontaran batu pijar. Dalam buku Bandung Purba disebutkan, lembah yang berpotensi dilanda lahar meliputi Ciasem, Cimuji, Cikole, Cibogo, Cikapundung, Cihideung, Cibeureum dan Cimahi.[2]

Erupsi Tangkuban Perahu sekitar 1920an
Erupsi Tangkuban Perahu sekitar 1920an

Daftar Letusan dan Erupsi sejak 1829

  • 1829: Erupsi abu dan batu dari Kawah Ratu dan Domas.
  • 1846: Terjadi erupsi dan peningkatan kegiatan.
  • 1896: Terbentuk fumarol baru di sebelah utara Kawah Badak.
  • 1900: Erupsi uap dari Kawah Ratu.
  • 1910: Meletus cukup dahsyat dengan Kolom asap membubung setinggi 2 km di atas dinding kawah, erupsi berasal dari Kawah Ratu.
  • 1926: Erupsi freatik di Kawah Ratu membentuk lubang ecoma.
  • 1935: Lapangan fumarol baru disebut Badak terjadi, 150 m ke arah selatan barat daya dari Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu.
  • 1952: erupsi abu didahului oleh erupsi hidrothermal (freatik).
  • 1957: erupsi freatik di Kawah Ratu, terbentuk lubang kawah baru.
  • 1961, 1965, 1967: erupsi freatik.
  • 1969, 1971: erupsi freatik didahului oleh erupsi lemah menghasilkan abu.
  • 1983: erupsi freatik.
  • 1992: awan abu membubung setinggi 159 m di atas Kawah Ratu.
  • 1994: peningkatan kegiatan kuat dengan gempa seismik dangkal dengan erupsi freatik kecil.
  • 2004: peningkatan kegempaan.[3]
  • 2013: erupsi freatik di bulan Februari, Maret, dan Oktober.[4]
  • 2019: erupsi freatik di bulan Juli.

Hidrologi DAS

Kawasan gunung Tangkuban Perahu beserta Cagar Alam Gunung Burangrang merupakan bagian dari daerah aliran sungai atau DAS Citarum, kecuali sisi Utara dan Timur kawasan tersebut yang merupakan kawasan hulu bagi DAS Cilamaya, DAS Ciasem (mayoritas kawasan Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu) serta DAS Cipunagara.[5]

Legenda rakyat

Artikel utama: Legenda Sangkuriang

Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda aktivitas gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya, di antaranya adalah di kawasan Ciater, Subang. Gunung Tangkuban Parahu pernah mengalami letusan kecil pada tahun 2006, yang menyebabkan 3 orang luka ringan.

Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m di atas permukaan laut merupakan sisa dari danau besar yang terbentuk dari pembendungan Ci Tarum oleh letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung Sunda Purba terhadap peristiwa pada saat itu.

Galeri

  • Keindahan di wisata Gunung Tangkuban Perahu
    Keindahan di wisata Gunung Tangkuban Perahu
  • Kawah Gunung Tangkuban perahu
    Kawah Gunung Tangkuban perahu
  • Kawah Tangkuban Perahu
    Kawah Tangkuban Perahu

Referensi

  1. 1 2 3 "Tangkubanparahu". Global Volcanism Program. Institusi Smithsonian.
  2. ↑ Network, Ayo Media (2019-07-26). "Gunung Tangkuban Parahu: Sejarah Terbentuk dan Letusannya". AyoBandung.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-25. Diakses tanggal 2019-10-18.
  3. ↑ Liputan6.com. "Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Ini Sejarah Letusannya". LINE TODAY. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-01. Diakses tanggal 2019-10-18. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  4. ↑ cnnindonesia.co. "Riwayat Erupsi Gunung Tangkuban Parahu". CNN Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-20. Diakses tanggal 2023-04-16. ;
  5. ↑ "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal.MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-11.

[1]

Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
Geografis
  • Global Volcanism Program
  1. ↑ "Gunung Tangkuban Parahu: Harga Tiket, Jam Buka, dan Aktivitas".

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs Resmi Kementrian Pariwisata Diarsipkan 2015-06-07 di Wayback Machine.
  • Tangkuban Perahu (4K) Diarsipkan 2022-03-06 di Wayback Machine.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tangkuban Perahu.
  • l
  • b
  • s
Gunung di Indonesia
Gunung-gunung di Sumatra
Aceh
  • Abongabong
  • Bandahara
  • Bateekeubeu
  • Geureudong
  • Kembar
  • Leuser
  • Perkison
  • Peuet Sagoe
  • Seulawah Agam
  • Ulumasen
Sumatera Utara
  • Barus
  • Hutapanjang
  • Lubukraya
  • Pangulubao
  • Pusuk Buhit
  • Sibayak
  • Sibualbuali
  • Sibuaten
  • Sihapuabu
  • Sinabung
  • Sorik Marapi
  • Toba (di Danau Toba)
Sumatera Barat
  • Kerinci (perbatasan dengan Jambi)
  • Marapi
  • Pasaman
  • Sago
  • Singgalang
  • Talamau
  • Talang
  • Tandikat
Bengkulu
  • Bungkuk
  • Dingin (perbatasan dengan Sumsel)
  • Gedang Seblat (perbatasan dengan Jambi)
  • Hitam (perbatasan dengan Sumsel)
  • Kaba
  • Pandan Bungsu
Riau
  • Jadi
Kepulauan Riau
  • Bedung
  • Bintan
  • Daik
  • Demit
  • Karimun
  • Kijang
  • Lengkuas
  • Ranai
Jambi
  • Gedang Seblat (perbatasan dengan Bengkulu)
  • Kerinci (perbatasan dengan Sumbar)
  • Kunyit
  • Tujuh
  • Masurai
  • Sumbing
Sumatera Selatan
  • Belirang-Beriti
  • Dempo
  • Dingin (perbatasan dengan Bengkulu)
  • Hitam (perbatasan dengan Bengkulu)
  • Patah
Lampung
  • Betung
  • Buleud
  • Krakatau (di Selat Sunda)
  • Pesagi
  • Pesawaran
  • Pugung
  • Punggur
  • Rajabasa
  • Ratai
  • Ridingan
  • Sekincau
  • Seminung
  • Suoh
  • Tanggamus
  • Tanggang
  • Tangkit Cumbi
  • Tangkit Tebak
Kepulauan
Bangka Belitung
  • Maras
Gunung-gunung di Jawa
Jakarta
tidak ada
Jawa Barat
  • Batu Jonggol
  • Baud Jonggol
  • Bongkok
  • Bedil
  • Bohong
  • Buleud
  • Bukit Tunggul
  • Burangrang
  • Cakrabuana
  • Calancang
  • Cangah
  • Ceremai
  • Cikuray
  • Cupu
  • Galunggung
  • Gede
  • Geulis
  • Guntur
  • Halimun (perbatasan dengan Banten)
  • Hanjawong
  • Kamojang
  • Kancana
  • Karacak
  • Kencana
  • Kendang
  • Kiaraberes-Gagak
  • Kuta Jonggol
  • Lalakon
  • Lamajang
  • Limbung
  • Malabar
  • Manglayang
  • Masigit
  • Munara
  • Nyungcung
  • Padakasih
  • Pancar
  • Pangrango
  • Papandayan
  • Patuha
  • Perbakti
  • Pojoktiga (perbatasan dengan Jateng)
  • Puncak Besar
  • Riung
  • Salak
  • Sanggabuana
  • Sawal
  • Sadakeling
  • Sunda
  • Tampomas
  • Tangkuban Parahu
  • Telaga Bodas
  • Tilu
  • Waringin
  • Wayang
  • Windu
Banten
  • Aseupan
  • Endut
  • Halimun (perbatasan dengan Jabar)
  • Karang
  • Kendeng
  • Krakatau (di Selat Sunda)
  • Pulosari
Jawa Tengah
  • Andong
  • Gajah
  • Genuk
  • Lasem
  • Lawu (perbatasan dengan Jatim)
  • Merapi (perbatasan dengan Yogya)
  • Merbabu
  • Muria
  • Pojoktiga (perbatasan dengan Jabar)
  • Parahu
  • Rogojembangan
  • Sindara
  • Sipandu
  • Slamet
  • Srandil
  • Sumbing
  • Telomoyo
  • Tidar
  • Ungaran
  • Pegunungan Kapur Utara (perbatasan dengan Jatim)
  • Pegunungan Kendeng (perbatasan dengan Jatim)
  • Pegunungan Menoreh (perbatasan dengan Yogya)
  • Pegunungan Sewu (perbatasan dengan Yogya dan Jatim)
Yogyakarta
  • Kucir
  • Merapi (perbatasan dengan Jateng)
  • Nglanggeran
  • Pegunungan Baturagung
  • Pegunungan Menoreh (perbatasan dengan Jateng)
  • Pegunungan Sewu (perbatasan dengan Jateng dan Jatim)
Jawa Timur
  • Anjasmoro
  • Argapura
  • Argowayang
  • Arjuno
  • Baluran
  • Banyak
  • Batok
  • Biru
  • Bromo
  • Buring
  • Butak
  • Geger
  • Gumitir
  • Ijen
  • Kawi
  • Kelud
  • Kembar I
  • Kembar II
  • Klotok
  • Kursi
  • Lawu (perbatasan dengan Jateng)
  • Lemongan
  • Liman
  • Limo
  • Lurus
  • Merapi
  • Pandan
  • Panderman
  • Penanggungan
  • Penanjakan
  • Pendil
  • Rante
  • Raung
  • Ringgit
  • Semeru
  • Suket
  • Welirang
  • Widodaren
  • Wilis
  • Pegunungan Kapur Utara (perbatasan dengan Jateng)
  • Pegunungan Kendeng (perbatasan dengan Jateng)
  • Pegunungan Sewu (perbatasan dengan Jateng dan Yogya)
Gunung-gunung di Kalimantan
Kalimantan Barat
  • Kelam
  • Palung
  • Rumput
Kalimantan Tengah
  • Bondang
  • Kanamu
  • Liyang
  • Bukit Raya
  • Sapathawung
Kalimantan Selatan
  • Halau-halau
  • Pamaton
  • Pegunungan Meratus
Kalimantan Timur
  • Batubrok
  • Ilas Mapulu
  • Kemul
  • Liangpran
  • Lumut
  • Mesangat
  • Pegunungan Muller (perbatasan dengan Kalbar)
Kalimantan Utara
  • Bekayan
  • Harun
  • Makita
Gunung-gunung di Kepulauan Nusa Tenggara
Bali
  • Abang
  • Agung
  • Batur
  • Batukaru
  • Merbuk
NTB
  • Rinjani
  • Sangeang Api
  • Tambora
NTT
  • Batutara
  • Ebulobo
  • Egon
  • Fatuleu
  • Fatu Timao
  • Iliboleng
  • Ililabalekan
  • Ilimuda
  • Iliwerung
  • Ine Lika
  • Inierie
  • Iya
  • Kelimutu
  • Kelinabe
  • Lakaan
  • Leroboleng
  • Lewotobi
  • Lewotolo
  • Mutis
  • Poco Leok
  • Poco Mandasawu
  • Rokatenda
  • Sirung
  • Sukaria
  • Wanggameti
Gunung-gunung di Sulawesi
Sulawesi Barat
  • Gandang Dewata
Sulawesi Utara
  • Awu
  • Empung
  • Karangetang
  • Kaweng
  • Klabat
  • Kombi
  • Lokon
  • Mahawu
  • Masarang
  • Ruang
  • Sahendaruman
  • Soputan
  • Tangkoko
  • Tondano
Sulawesi Tengah
  • Bulutumpu
  • Colo
  • Dako
  • Gawalise
  • Kajoga
  • Kalangkangan
  • Katopasa
  • Mao
  • Nokilalaki
  • Ogoamas
  • Sojol
  • Timbulon
  • Tinombala
  • Tokala
Sulawesi Selatan
  • Balease
  • Bawakaraeng
  • Buntu Kabobong
  • Latimojong
  • Lompobattang
  • Nepo
Sulawesi Tenggara
  • Kabaena
  • Mekongga
  • Pagogul
Gorontalo
  • Gunung Yile-Yile
  • Gunung Pontolo
  • Gunung Biawu
  • Gunung Tolinggula
  • Gunung Paku
  • Gunung Dulukapa
  • Gunung Boliyohuto
  • Gunung Timbulon
  • Gunung Bilontalo
  • Gunung Pombatoa
  • Gunung Gambuta
  • Gunung Dapi
  • Gunung Padasepayo
  • Gunung Bonggolo Sapi
  • Gunung Buwano Olowala
  • Gunung Mohenti
  • Gunung Polalo Dupoto
  • Gunung Lamu
  • Huidu Malango
  • Gunung Tilongkabila
Gunung-gunung di Kepulauan Maluku dan Papua
Maluku
  • Binaia
  • Gamsunoro
  • Kapalamadan
  • Sahuwai
  • Waloolon
Maluku Utara
  • Api
  • Batusibela
  • Dukono
  • Gamalama
  • Gamkonora
  • Hiri
  • Ibu
  • Kie Besi
  • Tigalalu
  • Todoko-Ranu
Papua Barat
  • Arfak
  • Irau
  • Mebo
  • Umsini
  • Wats
Papua
  • Bijih
  • Dafonsoro
  • Gunung Menuk
  • Pegunungan Foja
  • Pegunungan Jayawijaya
Daftar pegunungan di Indonesia · Daftar gunung di Indonesia menurut lokasi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah Pembentukan dan Letusan
  2. Daftar Letusan dan Erupsi sejak 1829
  3. Hidrologi DAS
  4. Legenda rakyat
  5. Galeri
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar gunung berapi di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar jalur kereta api aktif di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar gunung di Jawa Tengah

Status &#039;Aktif&#039; mengacu pada gunung berapi. Daftar gunung di Indonesia Daftar gunung di Jawa Daftar gunung di Jawa Barat Daftar gunung di Jawa Timur Daftar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026