Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Provinsi (Romawi)

Provinsi adalah jajahan, yakni daerah beserta penduduknya yang berada di luar perbatasan negeri Italia, tanah air bangsa Romawi, tetapi dikuasai oleh negara Republik Romawi, dan kemudian hari dikuasai negara Kekaisaran Romawi. Tiap-tiap provinsi diperintah oleh seorang wali negeri berkebangsaan Romawi, yang disebut Rector Provinciae. Kendati tidak persis sama, provinsi sesungguhnya mirip dengan negara bagian di Australia dan Amerika Serikat, region di Inggris Raya dan Selandia Baru, serta prefektur di Jepang. Sejumlah daerah di Kanada juga disebut provinsi.

wilayah pendudukan Romawi Kuno
Diperbarui 18 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Provinsi (Romawi)
Kekaisaran Romawi di bawah Kaisar Augustus (hanya periode 31-6 SM). Kuning: 31 SM. Hijau tua: 31-19 SM, Hijau muda: 19-9 SM, Hijau pucat: 9-6 SM. Mauve: Negara-negara Klien
Kekaisaran Romawi di bawah Kaisar Hadrian (125 M) menunjukkan pengaturan semua provinsi.

Provinsi (bahasa Latin: provinciacode: la is deprecated , jamak: provinciae) adalah jajahan, yakni daerah beserta penduduknya yang berada di luar perbatasan negeri Italia, tanah air bangsa Romawi, tetapi dikuasai oleh negara Republik Romawi, dan kemudian hari dikuasai negara Kekaisaran Romawi. Tiap-tiap provinsi diperintah oleh seorang wali negeri berkebangsaan Romawi, yang disebut Rector Provinciae (Pamong Jajahan). Kendati tidak persis sama, provinsi sesungguhnya mirip dengan negara bagian di Australia dan Amerika Serikat, region di Inggris Raya dan Selandia Baru, serta prefektur di Jepang. Sejumlah daerah di Kanada juga disebut provinsi.

Selayang pandang

Provinsi adalah satuan dasar kewilayahan dan ketatausahaan Romawi di luar negeri Italia. Provinsi juga merupakan satuan kewilayahan dan ketatausahaan Romawi yang terbesar sampai pada zaman tetrarki (mulai tahun 293 M). Kata provinsi dalam bahasa Indonesia berasal dari istilah provincia yang digunakan bangsa Romawi.

Pada umumnya kepala pemerintahan provinsi adalah politikus dari kalangan senatus, biasanya seorang mantan konsul atau purnawirawan praetor. Salah satu pengecualian adalah Provinsi Mesir (Provincia Aegypti). Mesir dijadikan provincia oleh Kaisar Agustus sepeninggal Ratu Kleopatra. Kepala pemerintahan Provinsi Mesir hanya dipilih dari kalangan Eques, mungkin demi meredam ambisi para senator. Pengecualian ini bersifat unik, tetapi tidak bertentangan dengan hukum Romawi, karena Mesir dianggap sebagai milik pribadi Augustus, sejalan dengan adat raja-raja Mesir-Helenistis.

Istilah provincia juga memiliki makna umum, yakni "kewenangan hukum".

Provinsi-provinsi di negara Republik Romawi

Kata Latin provincia mula-mula berarti tugas atau seperangkat tanggung jawab yang dilimpahkan senatus kepada seseorang yang memegang imperium (hak memerintah), yang sering kali berupa perintah militer dengan wilayah operasi yang spesifik.[1] Di bawah Republik Romawi, "Executive Magistrates Republik Romawi" diangkat untuk menjabat selama periode satu tahun, dan mereka yang di luar kota Roma, misalnya konsul yang bertindak selaku jenderal dalam suatu serangan militer, ditugaskan pada satu provincia tertentu, dalam suatu batasan otoritas untuk memberikan perintah. Roma mulai berkembang ke luar Italia selama Perang Punik Pertama. Provinsi tetap yang direbut pertama kali adalah Sisilia (Sicilia) pada tahun 241 SM dan Sardinia (Corsica et Sardinia) pada tahun 237 SM. Ekspansi militer terus meningkatkan jumlah provinsi administratif ini, sampai jumlah personil yang berkualitas tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kekosongan jabatan.[2] Masa jabatan wali negeri sering harus diperpanjang beberapa tahun (prorogatio), dan kadang kala Senat menganugerahkan imperium juga kepad warga privat (privati), yang terkenal adalah Pompey Agung.[3] "Prorogatio" mengabaikan Konstitusi Republik Romawi yang prinsipnya memilih magistrat setiap tahun, dan jumlah kekayaan maupun kekuasaan militer yang tidak seimbang oleh beberapa orang melalui jabatan di tingkat provinsi merupakan faktor utama adanya transisi dari republik menjadi otokrasi imperial.[4]

Daftar provinsi di Republik Romawi

Provinsi Republik
Tahun Provinsi Catatan
241 SM Sisilia Dikuasai dari Kartago dan dianeksasi setelah Perang Punik I
237 SM Sardinia dan Korsika Dikuasai dari Kartago setelah Perang Tentara Bayaran pada 238-237 SM
203 SM Galia Cisalpina Dikuasai oleh Roma pada 220an SM dan awalnya beroperasi sebagai provinsi sendiri secara de jure walaupun wilayah ini merupakan bagian dari Italia secara de facto.[5] Menjadi bagian dari Italia pada 42 SM oleh Augustus sebagai ratifikasi Acta Caesaris.[6][7][8][9][10]
197 SM Hispania Citerior Pantai timur semenanjung Iberia yang merupakan bagian wilayah kekuasaan Kartago. Diambil alih setelah Perang Punik II
197 SM Hispania Ulterior Pantai selatan semenanjung Iberia yang merupakan bagian wilayah kekuasaan Kartago. Diambil alih setelah Perang Punik II
147 SM Makedonia Dianeksasi setelah Perang Achaea
146 SM Afrika Wilayah Tunisia, Aljazair timur, dan Libya barat masa kini. Dibentuk setelah Perang Punik III
129 SM Asia Sebelumnya Pergamum di Anatolia barat (sekarang Turki), diwariskan ke Republik Roma oleh raja terakhirnya Attalos III pada 133 SM
120 SM Gallia Narbonensis Prancis selatan; sebelumnya bernama Gallia Transalpina untuk membedakan dengan Galia Cisalpina. Dianeksasi setelah perang melawan Massalia (Marseille)
67 SM Kreta dan Kirenaika Kirenaika diberikan kepada Roma pada 78 SM awalnya sebagai bagian dari Afrika. Kirenaika kemudian menjadi provinsi sendiri setelah Kreta dianeksasi pada 66 SM
63 SM Bitinia dan Pontus Kerajaan Bitinia diwariskan ke Roma oleh raja terakhir mereka, Nikomedes IV pada 74 SM. Diorganisasi menjadi provinsi Romawi setelah Perang Mithridates Ketiga (73–63 SM) oleh Pompeius dengan mengabungkan Bitinia dengan wilayah barat Kerajaan Pontos
63 SM Suriah Dibentuk oleh Pompeius setelah menjatuhkan Filipos II Filoromaios, raja Seleukid terakhir
63 SM Kilikia Awalnya dibentuk sebagai daerah operasi militer guna melawan pembajak laut. Dijadikan sebagai provinsi penuh pada akhir Perang Mithridates Ketiga dan direorganisir oleh Pompeius pada 63 SM. Bagian pegunungan barat Kilikia, yang terbagi menjadi tiga kerajaan bawahan yang didirikan oleh Augustus, digabungkan dengan provinsi kekaisaran Kilikia pada tahun 72 Masehi oleh Vespasianus.
58 SM Siprus Dianeksasi setelah kematian Ptolemaios dari Siprus dan ditambahkan ke provinsi Kilikia, membentuk provinsi Kilikia dan Siprus (Cilicia et Cyprus)
46 SM Africa Nova Numidia Timur dianeksasi oleh Julius Caesar setelah kematian Juba I dari Numidia dan dinamai Africa Nova (Afrika Baru) untuk membedakan dengan Provinsi Afrika (Africa Vetus). Numidia Barat kemudian ditambahkan ke provinsi ini pada 40 SM

Provinsi-provinsi di Kekaisaran Romawi pada zaman Principatus

Kekaisaran Romawi di bawah Kaisar Trajan pada tahun 117 M; Hijau: Provinsi Imperial; Merah muda: Provinsi Senatorial; Kelabu: negara-negara klien.

Pendirian Kekaisaran Romawi berdasarkan "Augustan Settlement" pada tahun 27 SM, menyebabkan regulasi pemerintahan provinsi. Octavian Caesar, setelah menjadi pemenang tanpa tandingan dari perang saudara Romawi dan menjadi penguasa negara Romawi, secara resmi meletakkan jabatan dan kekuasaanya, dan secara teori memulihkan otoritas Senat Romawi. Octavian sendiri mengambil gelar "Augustus" dan diberikan mandat untuk memerintah, di samping Mesir, juga provinsi-provinsi strategis penting yaitu Gaul, Hispania dan Suriah (termasuk Kilikia dan Siprus). Di bawah pemerintaha Augustus, provinsi Romawi diklasifikasikan sebagai "senatorial" atau "imperial", artinya wali negerinya ditunjuk oleh Senat atau oleh kaisar (emperor). Umumnya, provinsi-provinsi yang sudah ada pada zaman Republik merupakan "Provinsi Senatorial". Provinsi Senatorial, sebagaimana pada zaman Republik, diperintah oleh seorang prokonsul, yang dipilih dengan undian di antara para senator yang dulunya bekas konsul atau bekas praetor, tergantung provinsi yang ditugaskan. "Provinsi Imperial" utama berada di bawah suatu a legatus Augusti pro praetore, juga seorang senator dengan tingkat konsular atau praetorian. Mesir dan sejumlah provinsi kecil yang tidak memiliki markas legion dipimpin oleh seorang prokurator (praefectus atau prefek di Mesir), yang dipilih oleh kaisar dari kalangan bukan-senator, dari tingkatan equestrian. Status suatu provinsi dapat berubah sewaktu-waktu. Pada tahun 68 M, seluruhnya ada 36 provinsi, 11 di antaranya adalah senatorial dan 25 imperial. Di antara provinsi imperial, 15 dipimpin oleh legati dan 10 diperintah oleh procuratores (prokurator) atau praefecti (prefek).

Daftar provinsi yang terbentuk pada zaman Principatus

  • 27 SM–Achaea (Akhaya) dipisahkan dari Makedonia, provinsi senatorial propraetorial
  • 25 SM–Galatia, provinsi imperial propraetorial
  • 22 SM–reorganisasi provinsi Gaul setelah "Perang Galia" (direbut oleh Julius Caesar) menjadi Gallia Aquitania, Gallia Belgica, Gallia Lugdunensis, semua provinsi imperial propraetorial
  • 15 SM–Raetia, provinsi imperial procuratorial
  • ~13 SM–Hispania Ulterior dibagi menjadi Baetica dan Lusitania (masing-masing provinsi senatorial propraetorial dan imperial propraetorial)
  • 12 SM–Germania Magna, lenyap setelah tahun 9 M
  • 6 M–Iudaea, provinsi imperial procuratorial (diganti namanya menjadi "Syria Palaestina" oleh Hadrian, dan dinaikkan statusnya menjadi provinsi proconsular).
  • 14 SM <http://en.wikipedia.org/wiki/Alpes_Maritimae>–Alpes Maritimae, provinsi imperial procuratorial
  • 18 M–Cappadocia Kapadokia, provinsi imperial propraetorial (kemudian proconsular)
  • ~20–50–Illyricum dibagi menjadi Illyricum Superior (Dalmatia) dan Illyricum Inferior (Pannonia), provinsi imperial proconsular
  • 40–Mauretania Tingitana dan Mauretania Caesariensis, provinsi imperial procuratorial
  • c. 40–Noricum, provinsi imperial procuratorial
  • 43–Britannia, provinsi imperial proconsular
  • 43–Lycia et Pamphylia, provinsi imperial propraetorial
  • 46–Thracia, provinsi imperial procuratorial
  • c. 47–Alpes Poeninae, provinsi imperial procuratorial
  • 63–Alpes Cottiae, provinsi imperial procuratorial
  • 67–Epirus, provinsi imperial procuratorial
  • 72–Commagene digabungkan ke Syria
  • c. 84–Germania Superior dan Germania Inferior, provinsi imperial proconsular
  • 85–Moesia dibagi menjadi Moesia Superior dan Moesia Inferior, provinsi imperial proconsular
  • 105–Arabia, provinsi imperial propraetorial
  • 107–Dacia, provinsi imperial proconsular (dipisahkan menjadi Dacia Superior dan Dacia Inferior antara tahun 118 dan 158)
  • 107–Pannonia dibagi menjadi Pannonia Superior dan Pannonia Inferior, provinsi imperial (masing-masing proconsular dan propraetorial)
  • ~ 115–Armenia, Assyria dan Mesopotamia, dibentuk oleh Trajan, ditinggalkan oleh Hadrian pada tahun 118
  • 166–Tres Daciae terbentuk dari: Porolissensis, Apulensis dan Malvensis, provinsi imperial procuratorial
  • 193–Syria dibagi menjadi Syria Coele dan Syria Phoenicia, provinsi imperial (masing-masing proconsular dan propraetorial)
  • 193–Numidia dipisahkan dari Africa proconsularis, provinsi imperial propraetorial
  • ~ 197–Mesopotamia, provinsi imperial praefectorial
  • 197 (diformalkan ~212)–Britannia dibagi atas Britannia Superior dan Britannia Inferior, provinsi imperial (masing-masing proconsular dan propraetorial)
  • 214 M–Osroene

Sumber utama daftar provinsi

Provinsi-provinsi pada permulaan zaman Kekaisaran Romawi

  • Germania (book) (ca. 100)
  • Geography (Ptolemy) (ca. 140)

Provinsi-provinsi pada penghujung zaman Kekaisaran Romawi

  • Laterculus Veronensis (ca. 310)
  • Notitia dignitatum (ca. 400-420)
  • Laterculus Polemii Silvii (ca. 430)
  • Synecdemus (ca. 520)

Referensi

  1. ↑ John Richardson, "Fines provinciae," in Frontiers in the Roman World. Proceedings of the Ninth Workshop of the International Network Impact of Empire (Durhan, 16–19 April 2009) (Brill, 2011), p. 2ff., and "The Administration of the Empire," in The Cambridge Ancient History (Cambridge University Press, 1994), vol. 9, pp. 564–565, 580.
  2. ↑ Andrew Lintott, The Constitution of the Roman Republic (Oxford University Press, 1999), p. 113ff.; T. Corey Brennan, The Praetorship in the Roman Republic (Oxford University Press, 2000), pp. 626–627.
  3. ↑ Lintott, Constitution, p. 114; Brennan, Praetorship, p. 636.
  4. ↑ Claude Nicolet, Space, Geography, and Politics in the Early Roman Empire (University of Michigan Press, 1991, originally published in French 1988), pp. 1, 15; Olivier Hekster and Ted Kaizer, preface to Frontiers in the Roman World, p. viii; Lintott, Constitution, p. 114; W. Eder, "The Augustan Principate as Binding Link," in Between Republic and Empire (University of California Press, 1993), p. 98.
  5. ↑ Carlà-Uhink, Filippo (2017). The 'Birth'of Italy: The Institutionalization of Italy as a Region, 3rd–1st Century BCE. Walter de Gruyter GmbH & Co KG. ISBN 978-3-11-054478-7.
  6. ↑ Williams, J. H. C. (2020). Beyond the Rubicon: Romans and Gauls in Republican Italy. Oxford University Press. ISBN 9780198153009. Diarsipkan dari asli tanggal 22 May 2020.
  7. ↑ Long, George (1866). Decline of the Roman republic: Volume 2. London. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  8. ↑ Cassius, Dio. Historia Romana. Vol. 41. 36.
  9. ↑ Laffi, Umberto (1992). "La provincia della Gallia Cisalpina". Athenaeum (dalam bahasa Italia) (80): 5–23.
  10. ↑ Aurigemma, Salvatore. "Gallia Cisalpina". www.treccani.it (dalam bahasa Italia). Enciclopedia Italiana. Diakses tanggal 14 October 2014.

Pustaka tambahan

  • Early Imperial Roman provinces, at livius.org Diarsipkan 2006-06-16 di Wayback Machine.
  • Pauly-Wissowa
  • Lintott, Andrew (1993). Imperium Romanum. London: Routledge.
  • Mommsen, Theodor (1909). The Provinces of the Roman Empire. 2 vols. London: Ares Publishers.
  • Scarre, Chris (1995). "The Eastern Provinces," The Penguin Historical Atlas of Ancient Rome. London: Penguin Books, 74–75.
  • Westermann, Großer Atlas zur Weltgeschichte (Jerman)
  • Loewenstein, Karl (1973). The Governance of Rome. Springer. ISBN 90-247-1458-3.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Roman provinces.
  • Map of the Roman Empire Diarsipkan 2006-11-28 di Wayback Machine.
  • Map of the Roman Empire in the year 300; link no longer works
  • l
  • b
  • s
Provinsi Kekaisaran Romawi pada tahun 117
Afrika
Akhea (Achaea) · Mesir (Aegyptus) · Afrika (Africa) · Mauretania Caesariensis · Mauretania Tingitana
Asia
Arabia Petraea · Armenia · Asia · Asiria (Assyria) · Cilicia · Yudea · Suriah (Syria) · Galatia · Cappadocia · Lycia et Pamphylia · Mesopotamia
Eropa
Alpes Cottiae · Alpes Maritimae · Alpes Poeninae · Britannia · Corsica et Sardinia · Creta et Cyrenaica · Siprus · Italia · Lusitania · Bithynia et Pontus · Dalmatia · Epirus · Dacia · Gallia Aquitania · Gallia Belgica · Gallia Lugdunensis · Gallia Narbonensis · Germania Inferior · Germania Superior · Hispania Baetica · Hispania Tarraconensis · Ilirikum  · Makedonia · Thracia  · Sisilia (Sicillia) · Raetia · Pannonia Inferior · Pannonia Superior · Moesia Inferior · Moesia Superior · Noricum

  • l
  • b
  • s
Daftar Provinsi Romawi Akhir (abad ke-4 sampai ke-7 M)
Sejarah
Diambil dari Notitia Dignitatum. Administrasi provinsi dibentuk ulang dan Diokese ditetapkan oleh Diocletian, ~ 293. Prefektur praetoria permanen ditetapkan setelah kematian Konstantinus I. Kekaisaran dipisahkan permanen setelah tahun 395. Eksarkat Ravenna dan Africa ditetapkan setelah tahun 584. Setelah kehilangan teritori besar-besaran pada abad ke-7, provinsi-provinsi yang tersisa digantikan dengan sistem tema (themata) pada tahun 640–660, meskipun di Asia Minor dan bagian-bagian Yunani masih ada dengan sistem ini sampai awal abad ke-9.
Kekaisaran Barat (395–476)
Prefektur praetoria
Galliarum
Diocese of Gaul
  • Alpes Poeninae et Graiae
  • Belgica I
  • Belgica II
  • Germania I
  • Germania II
  • Lugdunensis I
  • Lugdunensis II
  • Lugdunensis III
  • Lugdunensis IV
  • Maxima Sequanorum
Diocese of Vienne1
  • Alpes Maritimae
  • Aquitanica I
  • Aquitanica II
  • Narbonensis I
  • Narbonensis II
  • Novempopulania
  • Viennensis
Diocese of Spain
  • Baetica
  • Balearica
  • Carthaginensis
  • Gallaecia
  • Lusitania
  • Mauretania Tingitana
  • Tarraconensis
Diocese of Britain
  • Britannia I
  • Britannia II
  • Flavia Caesariensis
  • Maxima Caesariensis
  • Valentia (369)
Prefektur praetoria
Italia
Diocese of Suburbicarian Italy
  • Apulia et Calabria
  • Campania
  • Corsica
  • Lucania et Bruttii
  • Picenum Suburbicarium
  • Samnium
  • Sardinia
  • Sicilia
  • Tuscia et Umbria
  • Valeria
Diocese of Annonarian Italy
  • Alpes Cottiae
  • Flaminia et Picenum Annonarium
  • Liguria et Aemilia
  • Raetia I
  • Raetia II
  • Venetia et Istria
Diocese of Africa2
  • Africa proconsularis (Zeugitana)
  • Byzacena
  • Mauretania Caesariensis
  • Mauretania Sitifensis
  • Numidia Cirtensis
  • Numidia Militiana
  • Tripolitania
Diocese of Pannonia3
  • Dalmatia
  • Noricum mediterraneum
  • Noricum ripense
  • Pannonia I
  • Pannonia II
  • Savia
  • Valeria ripensis
Kekaisaran Timur (395–c.640)
Prefektur praetoria
Illirikum
Diocese of Dacia
  • Dacia Mediterranea
  • Dacia Ripensis
  • Dardania
  • Moesia I
  • Praevalitana
Diocese of Macedonia
  • Achaea
  • Creta
  • Epirus nova
  • Epirus vetus
  • Macedonia I
  • Macedonia II Salutaris
  • Thessalia
Prefektur praetoria
Orientis
Diocese of Thrace5
  • Europa
  • Haemimontus
  • Moesia II4
  • Rhodope
  • Scythia4
  • Thracia
Diocese of Asia5
  • Asia
  • Caria4
  • Hellespontus
  • Insulae4
  • Lycaonia (370)
  • Lycia
  • Lydia
  • Pamphylia
  • Pisidia
  • Phrygia Pacatiana
  • Phrygia Salutaria
Diocese of Pontus5
  • Armenia I5
  • Armenia II5
  • Armenia Maior5
  • Armenian Satrapies5
  • Armenia III (536)
  • Armenia IV (536)
  • Bithynia
  • Cappadocia I5
  • Cappadocia II5
  • Galatia I5
  • Galatia II Salutaris5
  • Helenopontus5
  • Honorias5
  • Paflagonia5
  • Pontus Polemoniacus5
Diocese of the East5
  • Arabia
  • Cilicia I
  • Cilicia II
  • Siprus4
  • Euphratensis
  • Isauria
  • Mesopotamia
  • Osroene
  • Palaestina I
  • Palaestina II
  • Palaestina III Salutaris
  • Phoenice
  • Phoenice Libanensis
  • Syria I
  • Syria II Salutaris
  • Theodorias (528)
Diocese of Egypt5
  • Aegyptus I
  • Aegyptus II
  • Arcadia
  • Augustamnica I
  • Augustamnica II
  • Libya Superior
  • Libya Inferior
  • Thebais Superior
  • Thebais Inferior
Teritori lain
  • Taurica
  • Quaestura exercitus (536)
  • Spania (552)
  • 1 Kemudian Septem Provinciae.
  • 2 Ditetapkan ulang setelah perebutan kembali Kekaisaran Timur pada tahun 534 sebagai Prefecture of Africa terpisah
  • 3 Kemudian Diocese of Illyricum.
  • 4 Bergabung dengan Quaestura exercitus pada tahun 536.
  • 5 Diubah (yaitu batas dimodifikasi, dihilangkan atau diganti namanya) saat reorganisasi administratif oleh Justinian I pada tahun 534–536.
  • l
  • b
  • s
Topik Romawi Kuno
  • Garis besar
  • Lini masa
Masa
  • Pendirian
  • Kerajaan (Penggulingan)
  • Republik
Kekaisaran
  • (Pax Romana
  • Principatus
  • Dominatus)
  • Kekaisaran Barat (kejatuhan)
  • Kekaisaran Timur (Bizantium) (kemunduran
  • kejatuhan)
Konstitusi
  • Sejarah
  • Kerajaan
  • Republik
  • Kekaisaran
  • Kekaisaran Akhir
  • Senat
  • Majelis legislatif (Curiate
  • Senturi
  • Tributa
  • Plebeia)
  • Magistratus eksekutif
  • SPQR
Pemerintahan
  • Curia
  • Forum
  • Cursus honorum
  • Kolegalitas
  • Kaisar
  • Legatus
  • Dux
  • Officium
  • Praefektus
  • Vicarius
  • Vigintisexviri
  • Liktor
  • Magister militum
  • Imperator
  • Princeps senatus
  • Pontifex Maximus
  • Augustus
  • Caesar
  • Tetrarki
  • Optimates
  • Populares
  • Provinsi
Magistratus
Biasa
  • Tribunus
  • Quaestor
  • Aedile
  • Pretor
  • Konsul
  • Sensor
  • Promagistratus
  • Gubernur
Luar biasa
  • Diktator
  • Magister Equitum
  • Desemviri
  • Tribun Konsuler
  • Triumvir
  • Rex
  • Interrex
Hukum
  • Dua Belas Papan
  • Mos maiorum
  • Kewarganegaraan
  • Auktoritas
  • Imperium
  • Status
  • Litigasi
Militer
  • Batas
  • Pendirian
  • Struktur
  • Kampanye
  • Kontrol politik
  • Strategi
  • Teknik
  • Kubu dan perbatasan (castra)
  • Teknologi
  • Angkatan darat (Legiun
  • Taktik infanteri
  • Peralatan pribadi
  • Teknik pengepungan)
  • Angkatan laut (Armada)
  • Auksiliari
  • Hukuman dan tanda jasa
  • Hippika gymnasia
Ekonomi
  • Pertanian
  • Deforestasi
  • Perdagangan
  • Keuangan
  • Mata uang
  • Mata uang Republik
  • Mata uang Kekaisaran
Teknologi
  • Sempoa
  • Angka
  • Teknik Sipil
  • Teknik militer
  • Teknologi militer
  • Akuaduk
  • Jembatan
  • Sirkus
  • Beton
  • Forum
  • Metalurgi
  • Jalan
  • Sanitasi
  • Thermae
Budaya
  • Arsitektur
  • Seni
  • Pemandian
  • Kalender
  • Pakaian
  • Kosmetik
  • Masakan
  • Gaya rambut
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Musik
  • Mitologi
  • Agama (dewa-dewi)
  • Romanisasi
  • Seksualitas
  • Teater
  • Anggur
Masyarakat
  • Patricius
  • Plebs
  • Konflik Tatanan
  • Secessio plebis
  • Ordo ekuestrian
  • Gens
  • Tributa
  • Konvensi penamaan
  • Wanita
  • Pernikahan
  • Adopsi
  • Perbudakan
  • Bagaudae
Bahasa (Latin)
  • Sejarah
  • Aksara
  • Versi (Kuno
  • Klasik
  • Vulgar
  • Akhir
  • Pertengahan
  • Renaisans
  • Baru
  • Kontemporer
  • Eklesiastikal)
  • Bahasa Roman
Penulis
  • Apuleius
  • Caesar
  • Catullus
  • Cicero
  • Ennius
  • Horace
  • Juvenal
  • Livy
  • Lucan
  • Lucretius
  • Martial
  • Ovid
  • Petronius
  • Plautus
  • Plinius yang Tua
  • Plinius yang Muda
  • Propertius
  • Quintilian
  • Quintus Curtius Rufus
  • Sallust
  • Seneca
  • Statius
  • Suetonius
  • Tacitus
  • Terence
  • Tibullus
  • Marcus Terentius Varro
  • Virgil
  • Vitruvius
Kota besar
  • Aleksandria
  • Antiokhia
  • Aquileia
  • Bononia
  • Carthage
  • Konstantinopel
  • Leptis Magna
  • Londinium
  • Mediolanum
  • Pompeii
  • Ravenna
  • Roma
  • Smirna
Daftar dan topik
lain
  • Perang
  • Pertempuran
  • Jenderal
  • Legiun
  • Kaisar
  • Lembaga
  • Hukum
  • Konsul
  • Tribun
  • Wanita terkenal
  • Nomina
  • Bangsawan
  • Iklim
  • Fiksi / Film / Permainan video berlatar Romawi kuno
  • Portal
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Kamus Sejarah Swiss
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Selayang pandang
  2. Provinsi-provinsi di negara Republik Romawi
  3. Daftar provinsi di Republik Romawi
  4. Provinsi-provinsi di Kekaisaran Romawi pada zaman Principatus
  5. Daftar provinsi yang terbentuk pada zaman Principatus
  6. Sumber utama daftar provinsi
  7. Provinsi-provinsi pada permulaan zaman Kekaisaran Romawi
  8. Provinsi-provinsi pada penghujung zaman Kekaisaran Romawi
  9. Referensi
  10. Pustaka tambahan
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Romawi Kuno

negara yang mulai berkembang di Semenanjung Italia dari abad ke-8 SM

Kekaisaran Romawi Timur

bagian timur Kekaisaran Romawi

Konstitusi zaman akhir Kekaisaran Romawi

Kekaisaran Romawi merujuk pada struktur pemerintahan, sistem hukum, dan kerangka politik yang berkembang selama periode Kekaisaran Romawi akhir, yang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026