Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Prasejarah Filipina

Prasejarah Filipina dimulai sejak 709.000 tahun yang lalu, yaitu ketika nenek moyang manusia modern diketahui membunuh dan memotong seekor badak di utara Pulau Luzon, tepatnya di Kalinga. Sisa-sisa manusia awal, yang diketahui berasal dari spesies Homo luzonensis, setidaknya berumur 67.000 tahun. Analisis dari gigi Homo luzonensis tersebut menyimpulkan kemungkinan spesies tersebut memiliki badan yang kerdil dan rongga otak yang kecil.

Wikipedia article
Diperbarui 23 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Prasejarah Filipina
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (November 2025)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Prehistory of the Philippines}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
Prasejarah Filipina
Ukiran batu di Petroglif Angono.[1]
Jangkauan
geografis
Asia Tenggara
PeriodePaleolitikum Awal – Zaman Kontak[2]
Tanggalca Sebelum 900 M
Situs indukRizal, Kalinga; Arubo 1; Gua Callao; Gua Tabon; Petroglif Angono
Diikuti olehSejarah prakolonial

Prasejarah Filipina dimulai sejak 709.000 tahun yang lalu, yaitu ketika nenek moyang manusia modern diketahui membunuh dan memotong seekor badak di utara Pulau Luzon, tepatnya di Kalinga.[3][4] Sisa-sisa manusia awal, yang diketahui berasal dari spesies Homo luzonensis,[5] setidaknya berumur 67.000 tahun. Analisis dari gigi Homo luzonensis tersebut menyimpulkan kemungkinan spesies tersebut memiliki badan yang kerdil dan rongga otak yang kecil.[6]

Batasan antara periode prasejarah dengan sejarah awal Filipina adalah tanggal 21 April 900, yang merupakan tanggal yang tertera pada catatan tertulis tertua di Filipina, yakni Prasasti Keping Tembaga Laguna menurut kalender Gregorian Proleptik. Periode prasejarah di Filipina menyaksikan perubahan besar yang melanda kepulauan tersebut, dari budaya Zaman Batu pada tahun 50.000 SM hingga munculnya pusat-pusat perdagangan pesisir pada abad keempat, yang berlanjut pada ekspansi perdagangan secara bertahap hingga 900 M.

Latar belakang

Filipina merupakan kepulauan yang terletak di kawasan tropika, dengan iklim yang hangat dan sering mengalami hujan deras.[7] Hal ini menimbulkan proses fisika, kimia, dan biologi yang tidak mendukung preservasi catatan arkeologis di daerah tersebut, seperti dekomposisi termal, pelapukan, erosi, dan bioturbasi.[8][9]

Pleistosen

Kedatangan hominin pertama

Hominin pertama diperkirakan mencapai Filipina pada masa Pleistosen Tengah dengan mengarungi lautan di sekitarnya.[10] Mereka sendiri belum memiliki kemampuan untuk menciptakan alat transportasi air seperti sampan, tetapi diketahui mereka mencapai kepulauan karena terdampar setelah terbawa oleh benda-benda yang mengapung, seperti pohon mangrove yang tumbang.[11][a]

Terdapat empat rute hominin mencapai kepulauan tersebut yang dihipotesiskan oleh sejarawan. Homonin bisa saja melewati Indonesia melalui tiga rute dari dua titik awal, yakni dari Pulau Kalimantan, yang dapat mengarah ke Pulau Palawan atau Kepulauan Sulu, atau melalui Pulau Sulawesi, yang akan mengarah ke Pulau Mindanao.[14] Hominin juga bisa saja melalui rute utara melalui Taiwan ke Pulau Luzon melalui selatnya,[15] tetapi arus air laut di selat tersebut diketahui sangat kuat, sehingga rute dari Taiwan terasa kurang masuk akal.[16]

Aktivitas homonin pertama

Kerangka Nesorhinus yang berasal dari 709.000 tahun lalu, dipajang di Museum Nasional Filipina
Informasi lebih lanjut: Situs Arkeologi Rizal

Melalui penemuan situs arkeologi di Rizal, Provinsi Kalinga, dapat diketahui bahwa aktivitas homonin di Filipina telah terjadi setidaknya sekitar 709.000±68.000 tahun lalu pada periode Pleistosen Tengah.[17] Dalam situs tersebut, terdapat sekitar 57 perkakas dari batu bersama dengan sisa-sisa kerangka badak purba.[4] Tanda-tanda adanya potongan dalam 13 sisa kerangka tersebut menunjukkan bahwa daging badak purba tersebut dikeluarkan dari tulangnya, dan retakan pada tulang lengan atasnya diduga merupakan upaya homonin awal untuk membuka tulang tersebut untuk mengonsumsi sumsum tulangnya.[18] Penemuan kerangka tersebut memberi petunjuk mengenai kehadiran Homo erectus (atau setidaknya spesies yang berkerabat dengannya) di wilayah tersebut.[3]

Di General Tinio, provinsi Ecija Baru, terdapat 18 perkakas batu yang termodifikasi ditemukan di kaki bukit Sierra Madre.[19] Perkakas yang ditemukan di situs penggalian yang diberi nama Arubo 1 dan memiliki ukuran yang lebih besar dari pada yang ditemukan di Rizal. Diperkirakan perkakas tersebut berasal dari periode Pleistosen Tengah, tetapi penanggalan pastinya tidak dapat diketahui karena daerah tersebut telah lama mengalami gangguan sebelum digali.[20] Perkakas yang ditemukan di Arubo 1, seperti sebuah pisau daging dan sebuah kapak genggam, memiliki mata pisau yang termodifikasi.[21] Perkakas tersebut terlihat telah dibuat secara terencana, dengan menunjukkan bentuk-bentuk yang relatif teratur dan tidak lazim untuk artefak batu prasejarah lainnya di Filipina.[22] Perkakas dari Arubo 1 juga terlihat memiliki fungsi serbaguna dan dikurasi dengan cermat. Kemungkinan besar perkakas yang ditemukan tersebut digunakan untuk memotong material organik maupun anorganik.[23]

Homo luzonensis

Lima gigi dari spesies Homo luzonensis.
Artikel utama: Homo luzonensis

Fosil hominin tertua di Filipina diketahui berasal dari spesies Homo luzonensis.[24][25][26] Asal-muasal evolusi spesies ini masih belum jelas, tetapi diperkirakan spesies ini berasal dari turunan Homo erectus dari Indonesia yang telah tersebar ke seluruh kepulauan Asia Tenggara, yang kemudian mengalami spesiasi setelah mengalami isolasi geografis.[27] Kemungkinan besar H. luzonensis hidup bersama dengan berbagai spesies hominin lainnya, termasuk H. erectus yang juga menetap di Filipina.[28]

Homo luzonensis diperkirakan muncul sekitar 67.000 tahun lalu, meski beberapa kajian mengungkapkan spesies tersebut telah ada sejak 134.000±14.000 tahun lalu.[5] Fosil spesies itu sendiri ditemukan di Gua Callao, Peñablanca, Provinsi Cagayan.[29] Fosil yang ditemukan hanya berupa kumpulan gigi berukuran lebih kecil dari hominim lainnya, mengindikasikan bahwa spesies tersebut bertubuh kerdil dan memiliki ukuran otak yang kecil, meski estimasi ukuran sebenarnya masih tidak bisa ditentukan akibat kurangnya fosil.[6] Kerangka tersebut ditemukan beserta dengan kerangka hewan lain seperti rusa, babi, dan kerbau, mengindikasikan spesies tersebut memotong daging hewan tersebut.[29]

Kedatangan manusia modern anatomis

Artikel utama: Manusia Tabon

Manusia modern (Homo sapiens) awal diperkirakan telah ada di Filipina sejak sekitar 50.000–40.000 tahun lalu, pada masa Pleistosen Akhir.[30] Manusia modern awal pada masa itu dicirikan memiliki gaya hidup berburu dan meramu, sering berpindah-pindah, mampu membuat alat penangkapan ikan dan memahami sistem pelayaran, memiliki peralatan sederhana namun praktis, serta melakukan praktik ritual awal.[31] Manusia modern yang mencapai kepulauan tersebut dikenal sebagai Ayta atau Negrito, yang dideskripsikan memiliki kulit gelap, tubuh pendek, berambut keriting, dan memiliki garis keturunan yang tinggi dari Denisova, hominin purba yang telah kawin silang dengan Homo sapiens ketika spesies tersebut tiba di Asia Tenggara.[32]

Sekitar 35.000–33.000 tahun lalu, manusia modern telah mencapai Mindoro dari arah barat daya melewati Palawan. Penanggalan tersebut diberikan berdasarkan teknik penanggalan radiokarbon AMS yang dilakukan pada artefak di tiga situs di Mindoro Selatan. Homo sapiens yang menghuni kepulauan tersebut tidak meninggalkan perkakas dari batu, tetapi mungkin meninggalkan perkakas dari kerang dan kerikil pantai.[33] Kelompok manusia tersebut memiliki beragam pilihan makanan yang berasal dari perburuan hewan.[34] Gua Pilanduk di Palawan dan Gua Bilat di Mindoro saat ini merupakan satu-satunya situs yang berisi bukti aktivitas manusia modern selama Glasial Maksimum Terakhir (25.000–20.000 tahun lalu), ketika permukaan laut berada di titik terendahnya.[35]

Fosil potongan tengkorak dan tulang rahang dari tiga individu manusia modern ditemukan pada tanggal 28 Mei 1962 oleh antropologis Amerika, Robert B. Fox.[36] Potongan-potongan fosil ditemukan di Gua Tabon, di pesisir Palawan, sehingga dikenal sebagai Manusia Tabon. Gua Tabon sendiri terlihat sebagai pabrik Zaman Batu, yang berisi berbagai alat pahat batu dan sisa-sisa serpihan yang ditemukan di dalamnya. Arang yang tersisa dari tiga bekas perapian yang digunakan untuk memasak kemungkinan berasal dari tahun 7000, 20000, hingga 22000 SM, berdasarkan penanggalan Karbon-14.[37] Fosil yang ditemukan di gua tersebut diketahui sebagai sisa manusia modern tertua yang ditemukan di Kepulauan Filipina dan diperkirakan berusia 47.000 ± 11.000–10.000 tahun, berdasarkan penanggalan U/Th.[38]

Para antropolog fisik yang telah memeriksa tempurung fosil tengkorak di Gua Tabon sepakat bahwa Manusia Tabon tersebut adalah Homo sapiens. Hal ini menunjukkan bahwa Manusia Tabon merupakan manusia Pra-Mongoloid. Dua ahli berpendapat bahwa mandibula tersebut memiliki bentuk fisik mirip dengan manusia yang ditemukan di Australia, dan ukuran tempurungnya mirip dengan manusia Äynu atau Tasmania. Meski asal dari Manusia Tabon tidak dapat ditentukan secara pasti, yang jelas adalah bahwa manusia tersebut bukan seorang Negrito.[39]

Sisa-sisa manusia di dalam gua tersebut berasal dari individu besar dan kecil. Yang terakhir ini cocok dengan orang-orang negrito Filipina yang merupakan salah satu penghuni paling awal kepulauan tersebut,[40] keturunan migrasi manusia pertama dari Afrika melalui jalur pesisir di sepanjang Asia Selatan menuju daratan Kawasan Sunda dan Sahul yang kini telah tenggelam.[41]

Holosen

Bukti pertama penggunaan teknologi Zaman Batu secara sistematis di Filipina diperkirakan berasal dari 50.000 SM,[42] dan fase perkembangan masyarakat Filipina ini dianggap berakhir dengan munculnya perkakas logam sekitar 500 SM, meskipun ada bukti bahwa perkakas batu masih digunakan setelahnya.[43] Antropolog Filipina F. Landa Jocano menyebut tahap paling awal yang terlihat dalam perkembangan masyarakat Filipina sebagai Fase Formatif.[44] Ia juga mengidentifikasi pembuatan perkakas batu dan manufaktur keramik sebagai dua industri utama yang menentukan aktivitas perekonomian pada periode tersebut, dan yang membentuk cara orang Filipina awal beradaptasi dengan lingkungan mereka.[42]

Sekitar 30.000 SM, orang Negrito, yang menjadi nenek moyang penduduk asli Filipina saat ini (seperti suku Aeta), kemungkinan besar tinggal di kepulauan tersebut. Tidak ada bukti yang tersisa yang menunjukkan detail kehidupan orang Filipina kuno seperti tanaman, budaya, dan arsitektur mereka. Sejarawan William Henry Scott mencatat bahwa teori apapun yang menggambarkan rincian tersebut pada periode tersebut haruslah merupakan hipotesis murni, dan karenanya harus disajikan apa adanya.[45]

Situs Arkeologis Balobok

Artikel utama: Gua Balobok

Gua Balobok merupakan salah satu zona permukiman manusia paling awal di wilayah tersebut. Situs ini merupakan bagian dari sistem karst yang luas dengan lapisan-lapisan cangkang dan mineral lain yang terbentuk oleh manusia purba. Penggalian lebih lanjut menemukan artefak kuno seperti serpihan pembuatan perkakas, batu poles, pecahan gerabah, perkakas dari tulang, dan beberapa sisa hewan. Sisa-sisa dan artefak ini diperkirakan berasal dari sekitar 8.810 hingga 5.190 tahun yang lalu berdasarkan penanggalan C-14, menjadikan situs ini salah satu situs arkeologi terpenting di wilayah tersebut. Situs ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Penting pada tahun 2017 oleh Pemerintah Filipinal.[46][butuh sumber yang lebih baik]

Lihat pula

  • Stegodon
  • Barangay (prakolonial)
  • Aksara Filipina

Catatan kaki

Catatan

  1. ↑ Palawan was likely connected to mainland Asia during the glacial periods of the Pleistocene, which could have facilitated hominin migration by foot.[12] However, no land bridges connected Palawan to the rest of the Philippines. Sea crossings were the only way to reach them.[13]

Referensi

  1. ↑ "Angono Petroglyphs". UNESCO. Diakses tanggal May 2, 2014.
  2. ↑ Dizon 2022, hlm. 819.
  3. 1 2 Dizon 2022, hlm. 829; Zanolli et al. 2022, hlm. 2.
  4. 1 2 Ingicco et al. 2020, hlm. 1; Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 05; Lambard et al. 2024, hlm. 2.
  5. 1 2 Lambard et al. 2024, hlm. 9; Sawafuji et al. 2024, hlm. 3; Monson, Weitz & Brasil 2025, hlm. 1.
  6. 1 2 Monson, Weitz & Brasil 2025, hlm. 4, 6, & 7.
  7. ↑ Dizon 2022; Zhuang & Lane 2021, hlm. 564.
  8. ↑ Dizon 2022, hlm. 821.
  9. ↑ Morley & Goldberg 2017, hlm. 3 & 5.
  10. ↑ Gaffney 2021, hlm. 280–281; Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 02; Lambard et al. 2024, hlm. 2; Pawlik & Piper 2024, hlm. 202.
  11. ↑ Ellis-Petersen 2018; Ingicco et al. 2018, hlm. 236; Strickland 2018.
  12. ↑ Ochoa et al. 2022, hlm. 1074–1075; Zanolli et al. 2022, hlm. 2; Pawlik, Piper & 2024, hlm. 202.
  13. ↑ Zanolli et al. 2022, hlm. 2; Pawlik & Piper 2024, hlm. 202.
  14. ↑ Arenas et al. 2020, hlm. 4–6; Pawlik & Piper 2024, hlm. 202–203.
  15. ↑ Pawlik et al. 2014a, hlm. 231–232; Pawlik & Piper 2024, hlm. 202–203.
  16. ↑ Pawlik et al. 2014a, hlm. 231–232.
  17. ↑ Ingicco et al. 2020; Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 02; Lambard et al. 2024, hlm. 2.
  18. ↑ Ingicco et al. 2018, hlm. 234; Ingicco et al. 2020, hlm. 13.
  19. ↑ Patole-Edoumba, Pawlik & Mijares 2012, hlm. 217; Ingicco et al. 2022, hlm. 16–17; Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 05.
  20. ↑ Patole-Edoumba, Pawlik & Mijares 2012, hlm. 217; Pawlik & Piper 2024, hlm. 204–205.
  21. ↑ Patole-Edoumba, Pawlik & Mijares 2012, hlm. 217; Ingicco et al. 2022, hlm. 17.
  22. ↑ Patole-Edoumba, Pawlik & Mijares 2012, hlm. 217; Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 05.
  23. ↑ Patole-Edoumba, Pawlik & Mijares 2012, hlm. 217; Pawlik & Piper 2024, hlm. 204.
  24. ↑ Détroit, Florent; Mijares, Armand Salvador; Corny, Julien; Daver, Guillaume; Zanolli, Clément; Dizon, Eusebio; Robles, Emil; Grün, Rainer; Piper, Philip J. (2019). "A new species of Homo from the Late Pleistocene of the Philippines" (PDF). Nature. 568 (7751): 181–186. Bibcode:2019Natur.568..181D. doi:10.1038/s41586-019-1067-9. hdl:10072/386785. PMID 30971845. S2CID 106411053.
  25. ↑ Greshko, Michael; Wei-Haas, Maya (April 10, 2019). "New species of ancient human discovered in the Philippines". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal April 10, 2019. Diakses tanggal October 24, 2020.
  26. ↑ Rincon, Paul (April 10, 2019). "New human species found in Philippines". BBC News. Diakses tanggal October 24, 2020.
  27. ↑ Zanolli et al. 2022, hlm. 12; Roberts et al. 2023, hlm. 468; Pawlik & Piper 2024, hlm. 206.
  28. ↑ Roberts et al. 2023, hlm. 468; Pawlik & Piper 2024, hlm. 205–206.
  29. 1 2 Pawlik & Piper 2024, hlm. 206.
  30. ↑ Pawlik & Piper 2024, hlm. 207.
  31. ↑ Gaffney 2021, hlm. 284; Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 08.
  32. ↑ Hung et al. 2022, hlm. 207, 208, & 220; Hung, Matsumura & Carson 2024, hlm. 45, 49, & 50; Pawlik & Piper 2024, hlm. 206–207; Sawafuji et al. 2024, hlm. 4.
  33. ↑ Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 02; Pawlik et al. 2025, hlm. 1 & 3.
  34. ↑ Boulanger et al. 2023, hlm. 1–2; Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 02; Pawlik & Piper 2024, hlm. 208; Pawlik et al. 2025, hlm. 8–9.
  35. ↑ Boulanger et al. 2023, hlm. 8; Pawlik & Fuentes 2023, hlm. 02; Pawlik et al. 2025, hlm. 2.
  36. ↑ Scott 1984, hlm. 14; Zaide 1999, hlm. 35, citing Jocano 1975, hlm. 64.
  37. ↑ Scott 1984, hlm. 14–15.
  38. ↑ Détroit, Florent; Dizon, Eusebio; Falguères, Christophe; Hameau, Sébastien; Ronquillo, Wilfredo; Sémah, François (2004). "Upper Pleistocene Homo sapiens from the Tabon cave (Palawan, The Philippines): description and dating of new discoveries" (PDF). Human Palaeontology and Prehistory. 3 (2004): 705–712. Bibcode:2004CRPal...3..705D. doi:10.1016/j.crpv.2004.06.004. S2CID 140135409.
  39. ↑ Scott 1984, hlm. 15
  40. ↑ Florent Détroit; Julien Corny; Eusebio Dizon; Armand Mijares (1 June 2013). ""Small Size" in the Philippine Human Fossil Record: Is it Meaningful for a Better Understanding of the Evolutionary History of the Negritos?". Human Biology. 85 (1): 45–66. doi:10.3378/027.085.0303. PMID 24297220. S2CID 24057857.
  41. ↑ Jett, Stephen C. (2017). Ancient Ocean Crossings: Reconsidering the Case for Contacts with the Pre-Columbian Americas. University of Alabama Press. hlm. 168–171. ISBN 978-0-8173-1939-7.
  42. 1 2 Jocano 2001, hlm. 108
  43. ↑ Jocano 2001, hlm. 120
  44. ↑ Jocano 2001, hlm. 107
  45. ↑ Scott 1984, hlm. 138
  46. ↑ "Travel Guide: Tawi-Tawi". November 26, 2013.

Sumber

  • Arenas, Miguel; Gorostiza, Amaya; Baquero, Juan Miguel; Campoy, Elena; Branco, Catarina; Rangel-Villalobos, Héctor; González-Martín, Antonio (2020). "The Early Peopling of the Philippines based on mtDNA". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 10 (1): 4901. doi:10.1038/s41598-020-61793-7. ISSN 2045-2322.
  • Bellwood, Peter (1997), Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago (revised edition), Honolulu, Hawaii: University of Hawaiʻi Press.
  • Dizon, Eusebio (1983), The Metal Age in the Philippines: An Archeometallurgical Investigation, Manila: National Museum of the Filipino People.
  • Dizon, Eusebio (2022). "The Prehistory of the Philippines". Dalam Higham, Charles; Kim, Nam C. (ed.). The Oxford Handbook of Early Southeast Asia. Oxford University Press. hlm. 819–838. ISBN 978-019-935-5372.
  • Ellis-Petersen, Hannah (May 4, 2018). "Butchered rhino suggests humans were in the Philippines 700,000 years ago". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 13, 2018. Diakses tanggal October 29, 2025.
  • Fox, Robert Bradford (March 1968), "Archaeology and the Philippines", Esso Gilangan.
  • Gaffney, Dylan (2021). "Pleistocene Water Crossings and Adaptive Flexibility Within the Homo Genus". Journal of Archaeological Research (dalam bahasa Inggris). 29 (2): 255–326. doi:10.1007/s10814-020-09149-7. ISSN 1573-7756.
  • Ingicco, T.; van den Bergh, G. D.; Jago-on, C.; Bahain, J.-J.; Chacón, M. G.; Amano, N.; Forestier, H.; King, C.; Manalo, K.; Nomade, S.; Pereira, A.; Reyes, M. C.; Sémah, A.-M.; Shao, Q.; Voinchet, P. (2018). "Earliest known hominin activity in the Philippines by 709 thousand years ago". Nature (dalam bahasa Inggris). 557 (7704): 233–237. Bibcode:2018Natur.557..233I. doi:10.1038/s41586-018-0072-8. ISSN 1476-4687. PMID 29720661.
  • Ingicco, T.; Reyes, M. C.; de Vos, J.; Belarmino, M.; Albers, P. C. H.; Lipardo, I.; Gallet, X.; Amano, N.; van den Bergh, G. D.; Cosalan, A. D.; Bautista, A. (2020). "Taphonomy and chronosequence of the 709 ka Kalinga site formation (Luzon Island, Philippines)". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 10 (1): 11081. Bibcode:2020NatSR..1011081I. doi:10.1038/s41598-020-68066-3. ISSN 2045-2322. PMID 32632190.
  • Ingicco, Thomas; Sémah, François; Zhou, Yuduan; Sémah, Anne-Marie; Forestier, Hubert (2022). "The early lithic productions of Island Southeast Asia: Traditions or convergences?". L'Anthropologie [fr] (dalam bahasa Inggris). 126 (1) 102997. doi:10.1016/j.anthro.2022.102997.
  • Jocano, F. Landa (1975), Philippine Prehistory: An Anthropological Overview of the Beginnings of Filipino Society and Culture, Philippine Center for Advanced Studies, University of the Philippines System
  • Jocano, F. Landa (2001), Filipino Prehistory: Rediscovering Precolonial Heritage, Quezon City: Punlad Research House, Inc., ISBN 978-971-622-006-3.
  • Lambard, Jean-Baptiste; Pereira, Alison; Voinchet, Pierre; Guillou, Hervé; Reyes, Marian C.; Nomade, Sébastien; Gallet, Xavier; Belarmino, Maricar; Bahain, Jean-Jacques; De Vos, John; Falguères, Christophe; Cosalan, Andrea; Ingicco, Thomas (2024). "Geochronological advances in human and proboscideans first arrival date in the Philippines archipelago (Cagayan valley, Luzon Island)". Quaternary Geochronology. 84 101597. Bibcode:2024QuGeo..8401597L. doi:10.1016/j.quageo.2024.101597. ISSN 1871-1014.
  • Monson, Tesla A.; Weitz, Andrew P.; Brasil, Marianne F. (2025). "Molar proportions, endocranial volume, and insular nanism in fossil Homo". Annals of Human Biology (dalam bahasa Inggris). 52 (sup1) 2512027. doi:10.1080/03014460.2025.2512027. ISSN 0301-4460. PMID 40586223.
  • Morley, Mike W.; Goldberg, Paul (2017). "Geoarchaeological research in the humid tropics: A global perspective". Journal of Archaeological Science. Geoarchaeology in the Humid Tropics: Practice, Problems, Prospects. 77: 1–9. Bibcode:2017JArSc..77....1M. doi:10.1016/j.jas.2016.11.002.
  • Ochoa, Janine; Carlos, Jane; Lara, Myra; de Leon, Alexandra; Choa, Omar; Cabrera, Patricia; Ferreras, Maria Rebecca; Manipon, Dante Ricardo; Palconit, Trishia Gayle; Narte, Gaddy; Garong, Ame (2022). "Tropical island adaptations in Southeast Asia during the Last Glacial Maximum: evidence from Palawan". Antiquity (dalam bahasa Inggris). 96 (389): 1072–1086. doi:10.15184/aqy.2022.88. ISSN 0003-598X.
  • Patole-Edoumba, Elise; Pawlik, Alfred F.; Mijares, Armand S. (2012). "Evolution of prehistoric lithic industries of the Philippines during the Pleistocene". Comptes Rendus Palevol (dalam bahasa Inggris). 11 (2–3): 213–230. Bibcode:2012CRPal..11..213P. doi:10.1016/j.crpv.2011.07.005.
  • Pawlik, Alfred F.; Fuentes, Riczar B. (2023-05-09). "Prehistoric Hunter-Gatherers in the Philippines—Subsistence strategies, adaptation, and behaviour in maritime environments". Frontiers in Earth Science (dalam bahasa English). 11 1110147. Bibcode:2023FrEaS..1110147P. doi:10.3389/feart.2023.1110147. ISSN 2296-6463. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Pawlik, Alfred; Piper, Philip (2024). "The Philippines: Origins to the End of the Pleistocene". Dalam Ueki, Takeshi; Summerhayes, Glenn; Hiscock, Peter (ed.). In the Footsteps of Our Ancestors: Following Homo sapiens into Asia and Oceania. London: Routledge. doi:10.4324/9781003427483-11. ISBN 978-100-342-7483.
  • Roberts, David L.; Jarić, Ivan; Lycett, Stephen J.; Flicker, Dylan; Key, Alastair (2023). "Homo floresiensis and Homo luzonensis are not temporally exceptional relative to Homo erectus". Journal of Quaternary Science (dalam bahasa Inggris). 38 (4): 463–470. Bibcode:2023JQS....38..463R. doi:10.1002/jqs.3498. ISSN 0267-8179.
  • Sawafuji, Rikai; Tsutaya, Takumi; Takahata, Naoyuki; Pedersen, Mikkel Winther; Ishida, Hajime (2024). "East and Southeast Asian hominin dispersal and evolution: A review". Quaternary Science Reviews. 333 108669. Bibcode:2024QSRv..33308669S. doi:10.1016/j.quascirev.2024.108669. ISSN 0277-3791.
  • Scott, William Henry (1984), Prehispanic Source Materials for the study of Philippine History, New Day Publishers, ISBN 978-971-10-0226-8, diakses tanggal August 5, 2008.
  • Solheim, Wilhelm G. II (2006), Archaeology and Culture in Southeast Asia: Unraveling the Nusantao, Diliman, Quezon City: University of the Philippines Press, hlm. 316, ISBN 978-971-542-508-7.
  • Strickland, Ashley (May 4, 2018). "Humans were in Philippines 700,000 years ago". CNN (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 13, 2018. Diakses tanggal October 29, 2025.
  • Xhauflair, Hermine; Pawlik, Alfred; Gaillard, Claire; Forestier, Hubert; Vitales, Timothy James; Callado, John Rey; Tandang, Danilo; Amano, Noel; Manipon, Dante; Dizon, Eusebio (2016). "Characterisation of the use-wear resulting from bamboo working and its importance to address the hypothesis of the existence of a bamboo industry in prehistoric Southeast Asia". Quaternary International (dalam bahasa Inggris). 416: 95–125. Bibcode:2016QuInt.416...95X. doi:10.1016/j.quaint.2015.11.007.
  • Zaide, Sonia M. (1999), The Philippines: A Unique Nation (Edisi Second), All-Nations Publishing, ISBN 978-971-642-071-5
  • Zanolli, Clément; Kaifu, Yousuke; Pan, Lei; Xing, Song; Mijares, Armand S.; Kullmer, Ottmar; Schrenk, Friedemann; Corny, Julien; Dizon, Eusebio; Robles, Emil; Détroit, Florent (2022-02-01). "Further analyses of the structural organization of Homo luzonensis teeth: Evolutionary implications". Journal of Human Evolution. 163 103124. Bibcode:2022JHumE.16303124Z. doi:10.1016/j.jhevol.2021.103124. ISSN 0047-2484. PMID 34998272.
  • Zhuang, Yijie; Lane, Paul J. (2021). "Harvesting the winds, harvesting the rain: an introduction to the issue on Inhabiting tropical worlds". World Archaeology. 53 (4): 563–578. doi:10.1177/0959683620941152.

Bacaan lanjutan

  • Regalado, Felix B; Franco, Quintin B. (1973), Grimo, Eliza B. (ed.), History of Panay, Central Philippine University
  • Scott, William Henry (1994), Barangay: Sixteenth Century Philippine Culture and Society, Quezon City: Ateneo de Manila University Press, ISBN 978-971-550-135-4.
  • Scott, William Henry (1992), Looking for the Prehispanic Filipino, Quezon City: New Day Publishers, ISBN 978-971-10-0524-5.

Pranala luar

  • The Timeline of the History of the Philippines (archived from the original on 2005-10-30)
  • l
  • b
  • s
Topik Filipina 
Sejarah
Ikhtisar
  • Arkeologi
  • Ekonomi
  • Militer
  • Politik
Kronologi
  • Prasejarah
  • Masa pra-kolonial
  • Masa kolonial
    • Kolonialisme Spanyol
    • Kolonialisme Amerika
  • Pendudukan Jepang
  • Masa pasca-kolonial
    • Republik Ketiga
    • Kepresidenan Marcos
    • Republik Kelima
Geografi
  • Cagar biosfer
  • Danau
  • Ekoregion
  • Gempa bumi
  • Gunung berapi
  • Iklim
    • Perubahan iklim
    • Topan
  • Kawasan lindung
    • Taman nasional
  • Kehidupan liar
  • Kelompok pulau
    • pulau
  • Pegunungan
  • Perbatasan
  • Situs Ramsar
  • Situs Warisan Dunia
  • Sungai
  • Teluk
  • Titik ekstrem
Politik
  • Hak asasi manusia
    • LGBT
  • Hubungan luar negeri
  • Keluarga politik
  • Kodifikasi hukum
  • Konstitusi
  • Partai politik
  • Pembagian administratif
  • Pemilihan umum
Pemerintahan
  • Eksekutif
    • Departemen eksekutif
    • Kabinet
      • daftar
    • Penegak hukum
    • Presiden
    • Sekretariat
  • Legislatif
    • Senat
    • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Yudisial
    • Mahkamah Agung
    • Pengadilan Banding
    • Pengadilan Negeri
  • Angkatan Bersenjata
    • Angkatan Darat
    • Angkatan Laut
    • Angkatan Udara
    • Korps Marinir
  • Penjaga Pantai
Ekonomi
  • Air dan sanitasi
  • Bank pusat
  • Bursa saham
  • Energi
  • Kode pos
  • Komunikasi
    • Nomor telepon
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Perpajakan
  • Pertanian
  • Peso
  • Sains dan teknologi
  • Sensus
  • Tenaga kerja anak
  • Transportation
Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama
  • Bahasa
  • Demografi
  • Imigrasi
  • Kejahatan
  • Kekerabatan
  • Kelompok etnik
    • Penduduk asli
  • Kemiskinan
  • Kesehatan
  • Kesenjangan pendapatan
  • Korupsi
  • Masalah lingkungan
    • Perubahan iklim
    • Penebangan hutan
  • Pekerja migran
  • Pendidikan
    • Pendidikan tinggi
  • Pengungsi
  • Penumpangan rumah
  • Penyensoran
  • Perceraian
  • Perdagangan manusia
    • Perdagangan seks
  • Prostitusi
  • Seksualitas
  • Wanita
  • Pinoy
Budaya
  • Arsitektur
  • Fesyen dan pakaian
  • Hari libur
    • Festival
  • Hidangan
  • Media
  • Mitologi
  • Musik
  • Nama
  • Olahraga
  • Penemuan
  • Permainan tradisional
  • Sastra
  • Seni rupa
  • Sinema
  • Tarian
Simbol
  • Bahasa
  • Bahasa isyarat
  • Bendera
  • Bunga
  • Burung
  • Lagu kebangsaan
  • Lambang
  • Olahraga dan bela diri
  • Permata
  • Pohon
  • Segel agung
  • Semboyan
  • Portal Filipina
  • Category Kategori
  • l
  • b
  • s
Prasejarah Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
  • Brunei
  • Kamboja
  • Indonesia
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
  • Timor Leste2
  • Vietnam
Asia Timur
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Korea Utara
  • Mongolia
  • Tiongkok
  • Republik Tiongkok
Asia Selatan
  • Afganistan
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • India
  • Maladewa
  • Nepal
  • Pakistan
  • Sri Lanka
Asia Tengah
  • Kazakhstan3
  • Kirgizstan
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
  • Uzbekistan
Asia Barat
  • Armenia1
  • Azerbaijan1
  • Bahrain
  • Siprus1
  • Georgia1
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Yordania
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Palestina
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Suriah
  • Turki3
  • Uni Emirat Arab
  • Yaman
Lintas benua
  • Mesir3
  • Rusia3
Negara dengan
pengakuan terbatas
  • Abkhazia1
  • Republik Artsakh1
  • Ossetia Selatan1
  • Siprus Utara1
  • Republik Tiongkok
Dependensi dan
wilayah lain
  • Kepulauan Cocos (Keeling)
  • Hong Kong
  • Makau
  • Pulau Natal
  • Wilayah Samudra Hindia Britania
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Pleistosen
  3. Kedatangan hominin pertama
  4. Aktivitas homonin pertama
  5. Homo luzonensis
  6. Kedatangan manusia modern anatomis
  7. Holosen
  8. Situs Arkeologis Balobok
  9. Lihat pula
  10. Catatan kaki
  11. Catatan
  12. Referensi
  13. Sumber
  14. Bacaan lanjutan
  15. Pranala luar

Artikel Terkait

Filipina

negara di Asia Tenggara

Prasejarah Indonesia

Artikel bagian daripada "Sejarah Indonesia" dan "Sejarah Nusantara"

Sejarah Filipina (900–1565)

tersebut menandai akhir dari prasejarah Filipina dan dimulainya sejarah yang tercatat dalam tulisan. Dalam masa ini, Kepulauan Filipina menjadi tempat berdirinya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026