Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Spesiasi

Spesiasi atau penspesiesan merupakan sebuah proses evolusi munculnya spesies baru. Terdapat empat jenis spesiasi alami, tergantung pada sejauh mana populasi yang berspesiasi terisolasi secara geografis dari satu populasi ke yang lainnya. Empat jenis spesiasi alami tersebut adalah: spesiasi alopatrik, spesiasi peripatrik, spesiasi parapatrik, dan spesiasi simpatrik. Spesiasi juga dapat dilakukan secara buatan, melalui domestikasi ataupun eksperimen laboratorium.

Wikipedia article
Diperbarui 20 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Spesiasi atau penspesiesan merupakan sebuah proses evolusi munculnya spesies baru. Terdapat empat jenis spesiasi alami, tergantung pada sejauh mana populasi yang berspesiasi terisolasi secara geografis dari satu populasi ke yang lainnya. Empat jenis spesiasi alami tersebut adalah: spesiasi alopatrik, spesiasi peripatrik, spesiasi parapatrik, dan spesiasi simpatrik. Spesiasi juga dapat dilakukan secara buatan, melalui domestikasi ataupun eksperimen laboratorium.

Pengemuka teori

Alfred Russel Wallace pada tahun 1895

Alfred Russel Wallace

Alfred Russel Wallace mulai menyusun teori spesiasi ketika mengadakan penjelajahan di alam Indonesia. Ia merumuskan teorinya pada tahun 1858 berdasarkan teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Teori spesiasi yang dibuat oleh Alfred Russel Wallace dikirimkannya kepada Charles Darwin untuk dikomentari.[1]

Cakupan ilmu

Spesiasi merupakan bagian dari makroevolusi karena evolusi terjadi dalam skala yang lebih tinggi dibandingkan spesies. Dalam makroevolsui, kedudukan spesiasi sama dengan kepunahan.[2] Spesiasi menjadi bagian dari makroevolusi karena adanya kenyataan mengenai luasnya kisaran geografi. Kondisi demikian membuat spesies menjadi memiliki kemungkinan untuk terisolasi dalam suatu kawasan dan meningkatkan terjadinya spesiasi.[2] Seluruh spesies dalam makroevolusi memberikan pengaruh bagi laju spesiasi.[2]

Faktor pendukung

Iklim

Laju spesiasi yang tinggi kemungkinan terjadi pada wilayah beriklim tropis. Penyebabnya adalah kondisi temperatur yang tinggi mampu mempercepat laju mutasi dengan kecepatan yang tinggi. Kondisi terbentuknya banyak spesies endemik di iklim tropis misalnya di kawasan Wallacea.[3]

Batas-batas ekologi

Batas-batas ekologi memberikan peluang yang lebih tinggi untuk menyebabkan terjadinya spesiasi. Kemungkinan spesiasi akibat adanya batas-batas ekologis lebih tinggi dibandingkan dengan isolasi fisik. Pada ekosistem darat dan ekosistem laut terjadi proses spesiasi yang prosesnya mirip tetapi memiliki tingkat peluang yang berbeda. Peluang terjadinya spesiasi pada kondisi isolasi geografi lebih memungkinkan pada spesies di daratan dibandingkan dengan spesies di lautan.[4]

Imigrasi

Imigrasi menimbulkan spesiasi lokal yang lebih tinggi dibandingkan dengan proses evolusi. Jumlah spesies akan bertambah lebih cepat ketika mengadakan imigrasi ke pulau-pulau baru berukuran besar. Pulau-pulau ini biasanya terbentuk setelah terjadi aktivitas vulkanik. Garis pantai yang lebih panjang dan area yang lebih luas pada pulau besar membuat laju peningkatan jumlah spesies menjadi lebih tinggi. Populasi-populasi spesies yang lebih banya jumlahnya juga sesuai dengan pulau yang berukuran besar. Dukungan ini membuat tingkat kepunahan menjadi lebih rendah. Imigrasi ke pulau besar juga menghasilkan faktor lain seperti keanekaragaman habitat dan jarak pulau dari massa daratan yang berpengaruh terhadap jumlah spesies yang menghuninya.[5]

Dampak

Diversitas spesies

Spesiasi bersama dengan proses kepunahan telah menimbulkan diversitas spesies di Bumi. Prosesnya berlangsung sangat lama dan diperkirakan telah berlangsung selama 3,8 miliar tahun sejak dimulainya sejarah makhluk hidup. Proses kepunahan massal sendiri pernah terjadi sebanyak lima kali di Bumi melalui catatan sejarah.[6] Menurut teori biogeografi pulau, keseimbangan antara laju spesiasi dan laju pengelompokan spesies terhadap laju kepunahan telah membuat kekayaan spesies tetap terpelihara.[7]

Contoh nyata

Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea

Kawasan Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea ditandai dengan garis putus-putus.

Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea menjadi contoh dari berlangsungnya proses evolusioner dan biogeografis secara terus-menerus. Perbedaan dan keragaman jenis habitat maupun kumpulan spesies disebabkan oleh ukuran kepulauan, isolasi biogeografinya serta jarak antar pulau dan atol. Ekosistem di Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea membentuk spesiasi dari spesies leluhur tunggal. Endemisme laut dan terestrial yang sangat tinggi ditemukan pada sekumpulan spesies. Seperempat dari hampir 7.000 spesies laut di Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea telah ditetapkan sebagai spesies endemik. Seperlima spesies ikan di Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea juga merupakan endemik yang tidak ditemukan di kepulauan lainnya. Selain itu, tingkat endemisme spesies karang di Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea mencapai lebih dari 40%. Pencatatan spesies dalam suatu habitat masih bertambah untuk dipelajari lebih rinci. Kondisi terisolasi juga membuat Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea mengalami spesiasi di ekosistem terumbu karang. Pada puncak pemangsa terdapat hiu yang telah kehilangan fungsinya dari sebagian besar lingkungan pulau yang lain karena aktivitas manusia.[8]

Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan pulau-pulau yang jaraknya berjauhan.

Proses spesiasi cenderung terjadi di Indonesia karena keadaan geografi yang berbentuk kepulauan.[9] Faktor pendukung spesiasi di Indonesia ialah jarak pulau-pulaunya yang berjauhan.[10] Spesiasi umumnya terjadi pada biota laut di beberapa lokasi laut Indonesia. Ciri-cirinya ialah adanya spesies endemik pada biota laut di Indonesia.[11]

Lihat pula

  • Masalah spesies
  • Heteropatri
  • Kronospesies
  • Plastisitas beku

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Goss, Andrew (2014). The Floracrats: State-sponsored science and the failure of the enlightenment in Indonesia [Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan: Dari Hindia Belanda sampai Orde Baru]. Depok: Komunitas Bambu. hlm. 1. ISBN 978-602-940-232-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 Sumitro, S. B., Ambariyanto dan Toha, A. H. A. (2020). Epigenetika (PDF). Malang: UB Press. hlm. 74. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Sumarto, dkk. 2012, hlm. 94.
  4. ↑ Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (Agustus 2019). Sains untuk Biodiversitas Indonesia (PDF). Jakarta Pusat: Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. hlm. 48. ISBN 978-602-61626-5-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Sumarto, dkk. 2012, hlm. 31.
  6. ↑ Sumarto, dkk. 2012, hlm. 3.
  7. ↑ Radiansyah, A. D., dkk. (2015). Strategi Nasional dan Arahan Rencana Aksi Pengelolaan Jenis Asing Invasif di Indonesia (PDF). Jakarta: Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. hlm. 10. ISBN 978-602-72942-2-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Douvere, Fanny (2018). Perdanahardja, Glaudy (ed.). World Heritage Marine Sites, Managing effectively the world’s most iconic Marine Protected Areas, Best Practice Guide [Situs Perairan Warisan Dunia: Mengelola secara efektif Kawasan Konservasi Perairan yang paling ikonis di dunia, panduan praktik terbaik]. Diterjemahkan oleh Nugrahane, Ian. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. hlm. 34. ISBN 978-92-3-000065-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Atmoko, T., dkk. (Agustus 2021). Praktik Terbaik Pengelolaan Habitat Satwa Terancam Punah dalam Skala Bentang Alam: Sebuah Pembelajaran dari Kawasan Ekosistem Esensial Wehea-Kelay. Bogor: PT Penerbit IPB Press. hlm. 1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Sumarto, dkk. 2012, hlm. 70.
  11. ↑ Dermawan, A., dkk. (2015). Dermawan, A., Wiadnyana, N. N., dan Suharsono (ed.). Profil Keankaragaman Hayati Perairan Seri 1: Biota Perairan Dilindungi dan Terancam Punah (PDF). Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan. hlm. 16. ISBN 978-602-7913-45-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • Sumarto, S., dkk. (2012). Sumarto, Saroyo (ed.). Biologi Konservasi (PDF). Bandung: CV. Patra Media Grafindo. ISBN 978-602-17976-1-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lebih lanjut

  • Coyne, J. A. & Orr, H. A. (2004). Speciation. Sunderlands, Massachusetts: Sinauer Associates, Inc. ISBN 0-87893-089-2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Grant, V. (1981). Plant Speciation (Edisi 2nd Edit.). New York: Columbia University Press. ISBN 0-231-05113-1.
  • Mayr, E. (1963). Animal Species and Evolution. Harvard University Press. ISBN 0-674-03750-2
  • White, M. J. D. (1978). Modes of Speciation. San Francisco, California: W. H. Freeman and Company. ISBN 0-716-70284-3.
  • Dedicated issue of Philosophical Transactions B on Speciation in microorganisms is freely available.[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

  • Observed Instances of Speciation from the Talk.Origins Frequently Asked Questions
  • Speciation, and
  • Evidence for Speciation from Understanding Evolution Diarsipkan 2009-02-20 di Wayback Machine. by the University of California Museum of Paleontology
  • Speciation from John Hawks' Anthropology Weblog - paleoanthropology, genetics, and evolution
  • l
  • b
  • s
Biologi
  • Pengantar (Genetika, Evolusi)
  • Garis besar
  • Sejarah
  • Garis waktu
  • Indeks
Subdisiplin
  • Anatomi
  • Antropologi biologis
  • Astrobiologi
  • Biofisika
  • Biogeografi
  • Bioinformatika
  • Biokimia
  • Biologi evolusioner
  • Biologi kelautan
  • Biologi kimiawi
  • Biologi kognitif
  • Biologi komputasi
  • Biologi konservasi
  • Biologi kuantum
  • Biologi manusia
  • Biologi matematikal
  • Biologi molekuler
  • Biologi perkembangan
  • Biologi perkembangan evolusioner
  • Biologi sel
  • Biologi sintetis
  • Biologi sistem
  • Biologi struktur
  • Biomekanika
  • Biostatistika
  • Botani
  • Ekologi
  • Epidemiologi
  • Epigenetika
  • Farmakologi
  • Fisiologi
  • Genetika
  • Genomika
  • Histologi
  • Imunologi
  • Kimia organik
  • Kronobiologi
  • Lipidologi
  • Mikologi
  • Mikrobiologi
  • Mikrobiologi seluler
  • Nanobioteknologi
  • Neurosains
  • Nutrisi
  • Paleontologi
  • Parasitologi
  • Patologi
  • Psikologi
  • Sosiobiologi
  • Sistematika
  • Toksikologi
  • Virologi
  • Zoologi
Hierarki kehidupan
  • Biosfer >  Ekosistem > Komunitas > Populasi >  Organisme > Sistem organ > Organ > Jaringan > Sel > Organel > Molekul (Makromolekul, Biomolekul) > Atom
Fondasi
  • Ekologi
  • Evolusi
  • Genetika
  • Homeostasis
  • Taksonomi
  • Teori sel
  • Transformasi energi
Prinsip
Evolusi
  • Adaptasi
  • Aliran gen
  • Bentuk kehidupan paling awal yang diketahui
  • Fungsi
  • Hanyutan genetik
  • Makroevolusi
  • Mikroevolusi
  • Mutasi
  • Seleksi alam
  • Spesiasi
Ekologi
  • Dinamika populasi
  • Ekosistem
  • Habitat
  • Interaksi biologis
  • Keanekaragaman hayati
  • Komunitas
  • Relung
  • Sumber daya
Biologi
molekuler
  • Biologi perkembangan
  • Epigenetika
  • Meiosis
  • Mitosis
  • Modifikasi pascatranskripsi
  • Persinyalan sel
  • Regulasi gen
Biokimia
  • Asam nukleat
  • Enzim
  • Fotosintesis
  • Karbohidrat
  • Lipid
  • Metabolisme
  • Protein
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
  • WikiProject ProyekWiki
  • l
  • b
  • s
Topik dasar tentang biologi evolusioner
Bukti nenek moyang bersama
Proses-proses dari evolusi
  • Adaptasi
  • Makroevolusi
  • Mikroevolusi
  • Spesiasi
Mekanisme genetika populasi
  • Aliran gen
  • Hanyutan genetik
  • Mutasi
  • Seleksi alam
Konsep biologi perkembangan evolusioner (Evo-devo)
  • Kanalisasi
  • Inversi
  • Modularitas
  • Plastisitas fenotip
Evolusi struktur sosial
dan proses psikologis
  • Budaya
  • Emosi
  • Eusosialitas
  • Inteligensi manusia
    • Skizofrenia
  • Bahasa
  • Moralitas
  • Agama
Evolusi organ
dan proses biologis
  • Penuaan
  • Burung terbang
  • Kompleksitas biologis
  • Selular
  • Melihat warna
    • Penglihatan warna pada primata
  • DNA
  • Sel eukariota
    • Kromatin
  • Sistem endomembran
  • Mata
  • Flagela
  • Rambut
  • Mitokondria
  • Multiselular
  • Tulang lunak pendengaran mamalia
  • Evolusi mosaik
  • Sistem saraf
    • Otak
  • Nukleus
  • Plastid
  • Seks
Evolusi Taksa
  • Burung
  • Brakiopoda
  • Kucing
  • Cephalopoda
  • Dinosaurus
  • Anjing
  • Lumba-lumba dan paus
  • Ikan
  • Jamur
  • Kuda
  • Manusia
  • Influensa
  • Serangga
    • Kupu-kupu
  • Lemur
  • Kehidupan
  • Mamalia
  • Moluska
  • Tanaman
  • Reptil
  • Sapi laut
  • Laba-laba
  • Tetrapoda
  • Virus
    • Hepatitis C
Mode-mode spesiasi
  • Anagenesis
  • Catagenesis
  • Kladogenesis
  • Ecological
  • Hibrida
  • Parapatri
  • Peripatri
  • Simpatri
Sejarah pemikiran evolusioner
  • Charles Darwin
  • Teori gen egois
  • Kehidupan (Pohon klasifikasi)
  • Sintesis evolusioner modern
  • On the Origin of Species
Subbidang lain
  • Genetika ekologis
  • Evolusi molekuler
  • Filogenetik
  • Sistematika
  • Daftar topik biologi evolusioner
  • Rentang waktu evolusi
  • Sejarah evolusioner kehidupan
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Ensiklopedia Ukraina Modern
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengemuka teori
  2. Alfred Russel Wallace
  3. Cakupan ilmu
  4. Faktor pendukung
  5. Iklim
  6. Batas-batas ekologi
  7. Imigrasi
  8. Dampak
  9. Diversitas spesies
  10. Contoh nyata
  11. Monumen Nasional Kelautan Papahānaumokuākea
  12. Indonesia
  13. Lihat pula
  14. Referensi
  15. Catatan kaki
  16. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Sejarah spesiasi

Studi ilmiah mengenai spesiasi (proses evolusi munculnya spesies baru) bermula pada pertengahan abad ke-19. Banyak ahli lingkungan pada waktu itu yang

Evolusi

perubahan dalam karakter yang diwariskan dari populasi biologi dari generasi ke generasi

Spesiasi peripatrik

Spesiasi peripatrik adalah pembentukan spesies baru melalui isolasi populasi luar yang lebih kecil dari yang lainnya. Evolusi beruang kutub dari beruang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026