Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perubahan iklim di Filipina

Perubahan iklim memiliki dampak signifikan di Filipina, seperti meningkatnya frekuensi dan tingkat keparahan bencana alam, kenaikan permukaan air laut, curah hujan ekstrem, berkurangnya sumber daya, dan degradasi lingkungan. Semua dampak ini secara keseluruhan telah memengaruhi pertanian, pengairan, infrastruktur, kesehatan masyarakat, dan ekosistem pesisir Filipina secara signifikan, dan diperkirakan akan terus menimbulkan kerusakan yang dahsyat bagi perekonomian dan masyarakat Filipina.

Wikipedia article
Diperbarui 5 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perubahan iklim di Filipina
Diagram batang yang merepresentasikan perubahan suhu selama 100 tahun di Filipina. Terlihat bahwa terjadi peningkatan perubahan suhu sejak tahun 1970-an.

Perubahan iklim memiliki dampak signifikan di Filipina, seperti meningkatnya frekuensi dan tingkat keparahan bencana alam, kenaikan permukaan air laut, curah hujan ekstrem, berkurangnya sumber daya, dan degradasi lingkungan. Semua dampak ini secara keseluruhan telah memengaruhi pertanian, pengairan, infrastruktur, kesehatan masyarakat, dan ekosistem pesisir Filipina secara signifikan, dan diperkirakan akan terus menimbulkan kerusakan yang dahsyat bagi perekonomian dan masyarakat Filipina.[1]

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Filipina merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia.[2] Negara kepulauan ini terletak di sepanjang sabuk topan Samudra Pasifik, sehingga membuat negara ini rentan terhadap sekitar 20 topan setiap tahun, seperempatnya bersifat destruktif.[3] Topan yang terjadi pada bulan Desember 2021, yang dikenal sebagai Topan Odette, menyebabkan kerugian hampir satu miliar dolar AS (₱47,6 miliar) akibat kerusakan infrastruktur, perumahan, dan pertanian serta menyebabkan 114.943 orang mengungsi.[4] Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan pada tahun 2022 bahwa Topan Odette memengaruhi kehidupan 9,9 juta orang.[5] Lebih tragisnya lagi, dampak fisik dan ekonomi Topan Odette secara tidak langsung menyebabkan kematian 407 orang per bulan Desember 2022.[6] Selain letak Filipina yang dekat dengan sabuk topan Samudra Pasifik, Filipina juga terletak di dalam "Cincin Api Pasifik" yang membuat negara ini rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi yang berulang.[3] Selain itu, dampak perubahan iklim, seperti kenaikan muka air laut yang semakin cepat, memperburuk kerentanan negara ini terhadap bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.[7]

Selain faktor geografi, dampak perubahan iklim terhadap Filipina juga diakibatkan "karena ketergantungan tinggi negara tersebut terhadap sumber daya alam, kondisi geografis, dan iklim, serta keterbatasan kapasitas mereka untuk beradaptasi secara efektif terhadap perubahan iklim".[8] Sejak masa kolonialisme Spanyol, Filipina telah mengalami eksploitasi sumber daya alam, mengakibatkan keanekaragaman hayati di negara tersebut berkurang dan rentan terhadap bencana alam dan dampak perubahan iklim. Selain itu, kekurangan sumber daya alam Filipina membuat negara tersebut tidak memiliki kesiapan lingkungan maupun ekonomi yang memadai untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, atau memulihkan diri setelah ditimpa dampaknya, yang kemudian memperburuk masalah, dan menciptakan siklus kehancuran lingkungan dan ekonomi di negara tersebut..[9]

Lihat pula

  • Media terkait Climate change in the Philippines di Wikimedia Commons

Referensi

  1. ↑ "Climate Change Risk in the Philippines: Country Fact Sheet" (PDF). USAID. February 2017. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal May 13, 2017.
  2. ↑ UNOCHA (March 2019). "About OCHA in The Philippines". Diakses tanggal January 28, 2021.
  3. 1 2 Asian Disaster Reduction Center. "Information on Disaster Risk Reduction of the Member Countries". Diakses tanggal January 28, 2021.
  4. ↑ "Final Report for Tropical Cyclone Odette" (PDF). National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC). March 31, 2022. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal June 25, 2022.
  5. ↑ Hodder, Jonathan (May 12, 2022). "Rising From the Rubble". United Nations Development Programme. Diarsipkan dari asli tanggal May 13, 2022.
  6. ↑ "Super Typhoon Odette (Rai)". Center for Disaster Philanthropy (dalam bahasa American English). 2022-04-14. Diarsipkan dari asli tanggal February 1, 2025. Diakses tanggal 2025-08-29.
  7. ↑ Perez, Rosa T.; et al. (August 1999), "Climate Change Impacts and Responses in the Philippines Coastal Sector", Climate Research, 12 (2/3): 97–107, Bibcode:1999ClRes..12...97P, doi:10.3354/cr012097, JSTOR 24866004
  8. ↑ SMITH, PAUL J. (2007). "Climate Change, Weak States and the "War on Terrorism" in South and Southeast Asia". Contemporary Southeast Asia. 29 (2): 264–285. ISSN 0129-797X. JSTOR 25798831.
  9. ↑ Das Gupta, Monica (2014). "Population, Poverty, and Climate Change". The World Bank Research Observer. 29 (1): 83–108. doi:10.1093/wbro/lkt009. hdl:10986/22565. ISSN 0257-3032. JSTOR 24582389.

Bacaan lanjutan

  • David Suh; Robert Pomeroy (16 April 2020). "Projected Economic Impact of Climate Change on Marine Capture Fisheries in the Philippines". Frontiers in Marine Science. 7 232. Bibcode:2020FrMaS...7..232S. doi:10.3389/fmars.2020.00232.

Artikel bertopik Filipina ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
  • l
  • b
  • s
Perubahan iklim di Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
  • Brunei
  • Kamboja
  • Indonesia
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
  • Timor Leste2
  • Vietnam
Asia Timur
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Korea Utara
  • Mongolia
  • Tiongkok
  • Republik Tiongkok
Asia Selatan
  • Afganistan
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • India
  • Maladewa
  • Nepal
  • Pakistan
  • Sri Lanka
Asia Tengah
  • Kazakhstan3
  • Kirgizstan
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
  • Uzbekistan
Asia Barat
  • Armenia1
  • Azerbaijan1
  • Bahrain
  • Siprus1
  • Georgia1
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Yordania
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Palestina
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Suriah
  • Turki3
  • Uni Emirat Arab
  • Yaman
Lintas benua
  • Mesir3
  • Rusia3
Negara dengan
pengakuan terbatas
  • Abkhazia1
  • Republik Artsakh1
  • Ossetia Selatan1
  • Siprus Utara1
  • Republik Tiongkok
Dependensi dan
wilayah lain
  • Kepulauan Cocos (Keeling)
  • Hong Kong
  • Makau
  • Pulau Natal
  • Wilayah Samudra Hindia Britania
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi
  3. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Perubahan iklim dan gender

Perubahan iklim dan gender merupakan cara untuk menganalisis dampak perubahan iklim berdasarkan gender. Perubahan iklim beserta kebijakan dan strategi

Perubahan iklim dan perikanan

FAO menunjukkan bahwa perubaha iklim secara langsung maupun tidak akan membawa perubahan besar dalam ketersediaan ikan di alam. Hal ini akan membawa konsekuensi

Iklim Filipina

Filipina memiliki lima jenis iklim: iklim hutan hujan tropis, iklim muson tropis, iklim sabana tropis, iklim subtropis basah, dan iklim lautan. Dari kelima

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026