Pinoy adalah istilah informal yang digunakan oleh orang FIlipina untuk menyebut diri mereka sendiri sebagai warga negara Filipina, budaya mereka, serta orang Filipina di luar negeri. Orang Filipina umum menyebut diri mereka sebagai Pinoy dalam bahasa Inggris, alih-alih menggunakan istilah demonimnya, yaitu Filipino. Pinoy sendiri berasal dari pemenggalan suku kata terakhir dari Filipino dan menambah akhiran -y dalam bahasa Tagalog, di mana akhiran tersebut umumnya digunakan untuk menandakan nama julukan. Pinoy pertama kali digunakan sebagai endonim oleh diaspora Filipina yang tinggal di Amerika Serikat sebelum Perang Dunia II dan telah digunakan baik dalam arti yang merendahkan atau sebagai istilah kasih sayang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Pinoy (/pɪˈnɔɪ/ atau /piːˈnɔɪ/[1] Tagalog: [pɪˈnɔi]; kadang disebut Pinay (/pɪˈnaɪ/ Tagalog: [pɪ'nai]) untuk bentuk feminim) adalah istilah informal yang digunakan oleh orang FIlipina untuk menyebut diri mereka sendiri sebagai warga negara Filipina, budaya mereka, serta orang Filipina di luar negeri.[2][halaman dibutuhkan][3] Orang Filipina umum menyebut diri mereka sebagai Pinoy dalam bahasa Inggris, alih-alih menggunakan istilah demonimnya, yaitu Filipino.[2][halaman dibutuhkan] Pinoy sendiri berasal dari pemenggalan suku kata terakhir dari Filipino dan menambah akhiran -y dalam bahasa Tagalog, di mana akhiran tersebut umumnya digunakan untuk menandakan nama julukan (seperti "Noynoy", "Kokoy", atau "Toytoy"). Pinoy pertama kali digunakan sebagai endonim oleh diaspora Filipina yang tinggal di Amerika Serikat sebelum Perang Dunia II dan telah digunakan baik dalam arti yang merendahkan atau sebagai istilah kasih sayang.[4][5][6]
Istilah Pinoy pada awalnya digunakan untuk membedakan antara orang Filipina yang bermigrasi ke Amerika Serikat dengan orang Filipina yang memilih menetap di tempat asalnya.[2][halaman dibutuhkan] Namun, istilah tersebut menjadi istilah slang yang merujuk pada semua orang keturunan Filipina. Istilah ini umum digunakan dalam berbagai aspek budaya Filipina, seperti musik (terutama Pinoy pop dan Pinoy rock) pada tahun 1970 dan 1980-an. Selain itu, penggunaannya saat ini juga mencakup dunia hiburan seperti acara realitas Pinoy Big Brother dan acara kompetisi Pinoy Idol.
Istilah Pinoy pertama kali dicetuskan oleh diaspora Filipina Amerika pada tahun 1920-an dan kemudian diterapkan oleh orang Filipina yang ada di Filipina. Menurut sejarawan Filipina-Amerika Serikat Dawn Mabalon, pengunaan kata tersebut awalnya merujuk pada orang Filipina yang lahir dan tinggal di Amerika Serikat sejak tahun 1920-an. Istilah tersebut kemudian dipolitisasi dan diklaim oleh "para aktivis dan seniman Filipina-Amerika dalam gerakan Filipina-Amerika di tahun 1960 hingga 1970-an" untuk mempromosikan budaya mereka.[2][3]
Penggunaan awal istilah Pinoy atau Pinay di majalah atau surat kabar tercata pada tahun 1920-an. Istilah tersebut umum digunakan untuk mengangkat isu sosial yang dihadapi orang Filipina di perantauan, penyebutan santai tentang orang Filipina dalam berbagai kegiatan, atau iklan yang disampaikan orang Filipina, khususnya di Hawaii.[7][8][9].
Publikasi awal yang menggunakan istilah Pinoy tercatat pada artikel yang ditulis pada bulan Januari 1924 di majalah Republic. Artikel tersebut ditulis oleh Dr. J. Juliano, seorang anggota fakultas Sekolah Schurz di Chicago. Di dalamnya ia menulis "Mengapa seorang Pinoy menganggap penganut agama Shinto dan Konghucu sebagai suatu penghinaan?" dan "Apa yang harus dilakukan Pinoy jika ia disapa sebagai orang Tionghoa atau Jap?"[7][10] Sementara itu, menurut Mabalon, publikasi awal penggunaan istilah itu tercatat pada tahun 1926 di artikel Filipino Student Bulletin berjudul "Filipino Women in U.S. Excel in Their Courses: Invade Business, Politicscode: en is deprecated "[11]
Publikasi dengan menggunakan istilah Pinoy tercatat di Filipina pada bulan Desember 1926 melalui publikasi History of the Philippine Press, yang menyatakan keberadaan publikasi berbahasa Spanyol, Inggris, dan Bisaya bernama Pinoy yang berlokasi di Capiz dan dipublikasikan melalui perusahaan Pinoy Publishing Company.[7][12] Penyebutan yang lebih jelas ditemukan pada artikel majalah Khaki and Red: The Official Organ of the Constabulary and Police yang dirilis pada tahun 1930. Artikel tersebut sempat membahas mengenai sebuah geng jalanan bernama "Kapatiran" yang memiliki tujuan untuk "melindungi pinoy" dari tentara Amerika.[7][13]
Istilah Pinoy mulai digunakan dalam sastra melalui buku semi-otobiografi, America Is in the Heart, karya penyair Carlos Bulosan pada tahun 1946. Dalam buku tersebut, ia menulis "Orang Pinoy bekerja setiap hari di ladang, tetapi ketika musim berakhir, uang mereka berada di brankas orang Tionghoa".[7][14] Buku tersebut menceritakan masa kecilnya di Filipina, perjalanannya ke Amerika Serikat, dan hidupnya sebagai buruh keliling di pedesaan Amerika,[14]. Buku tersebut umum digunakan sebagai bahan studi etnis untuk menggambarkan rasisme yang dialami oleh ratusan buruh Filipina di Amerika Serikat pada tahun 1930-an hingga 1940-an.
Pada awal tahun 1970-an, genre musik yang dikenal sebagai "Pinoy pop" mulai muncul di Filipina. Genre tersebut umumnya dinyanyikan dengan bahasa Tagalog dengan campuran genre rok, lagu rakyat, dan ballad. Musik tersebut dibuat sebagai bentuk "upaya sadar untuk menciptakan budaya nasional dan populer Filipina" dan umumnya membawakan tema sosial dan politik.[15] Pada tahun 1973, grup musik Juan de la Cruz Band merilis lagu "Ang Himig Natin" ("Musik Kita"), yang dianggap sebagai contoh pertama dari genre yang berkembang saat itu, yang dikenal sebagai "Pinoy rock".[16] Istilah Pinoy menjadi populer pada akhir 1970-an ketika lagu "Tayo'y mga Pinoy" ("Kami Pinoy") karya Heber Bartolome membangkitkan semangat patriotisme orang Filipina. Tren ini kemudian diikuti oleh lagu hip-hop 1990-an, "Mga Kababayan Ko"("Orang Sebangsaku"), karya rapper Francis Magalona dan lagu "Noypi" ("Pinoy" yang ditulis dalam suku kata terbalik) karya grup rok Bamboo di tahun 2000-an. Saat ini, Pinoy umum digunakan sebagai kata sifat untuk menyebut istilah yang berhubungan dengan orang Filipina dan budayanya. Hal ini tercermin dari penamaan genre musik yang berkembang di Filipina, seperti Pinoy rock yang kemudian diikut oleh Pinoy folk dan Pinoy jazz.[15]
Meski kebanyakan musik yang diciptakan pada era tersebut digunakan untuk mengekspresikan penentangan terhadap presiden Filipina saat itu, Ferdinand Marcos, tetapi banyak lagu yang diciptakan bersifat patriotik dan menanamkan kebanggaan nasional. Pemerintah Marcos sendiri secara pribadi memerintahkan stasiun radio untuk memutar setidaknya satu – dan kemudian, tiga – lagu Pinoy setiap jamnya.[15]