Phat kaphrao, juga dieja pad kaprow, pad kaprao, atau pad gaprao, adalah salah satu hidangan Thai yang populer.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Phat kaphrao | |
|---|---|
Sepiring phat kaphrao mu krop dengan nasi | |
| Jenis | Hidangan nasi |
| Sajian | hidangan pembuka atau utama |
| Tempat asal | Thailand |
| Daerah | Phak Klang |
| Hidangan nasional terkait | Thai |
| Suhu penyajian | hangat |
| Bahan utama | |
Phat kaphrao (bahasa Thai: ผัดกะเพราcode: th is deprecated , pʰàt kà.pʰrāw; terjemahan: tumis kemangi hutan), juga dieja pad kaprow, pad kaprao, atau pad gaprao, adalah salah satu hidangan Thai yang populer.[1]
Phat kaphrao berasal dari masa pemerintahan Raja Rama VII (memerintah 1925–1935 M), ketika imigran Tionghoa-Thailand mulai menjualnya di rumah-rumah makan. Sebelum phat kaphrao ditemukan, hidangan yang paling mirip adalah phat bai horapha (tumis daging sapi dan selasih).[2] Hidangan-hidangan ini kemungkinan merupakan adaptasi dari hidangan Tionghoa xiāngcài chǎo niúròu (Hanzi: 香菜炒牛肉; harfiah: 'daging sapi tumis dan ketumbar').[3]
Phat kaphrao dianggap sebagai hidangan nasional Thailand, tetapi baru populer di sana setelah tahun 1957.[3] Phat kaphrao dimasukkan ke dalam buku resep masakan pada akhir tahun 1970-an, dengan metode penyajian yang agak berbeda. Proses ini melibatkan marinasi daging cincang dengan minuman keras terlebih dahulu, kemudian membumbui hidangan dengan kecap ikan dan gula aren.[2]

Phat kaphrao terdiri dari daging seperti daging babi, ayam, sapi, atau makanan laut yang ditumis bersama daun kemangi hutan dan bawang putih. Makanan ini disajikan dengan nasi dan, jika diinginkan, ditambah telur goreng. Bumbu utamanya adalah kecap asin, kecap ikan, saus tiram (opsional), gula tebu, dan cabai rawit.
Seiring waktu, phat kaphrao telah berevolusi dengan penambahan bahan-bahan lain seperti telur bitan, dan aneka sayuran lokal Thailand seperti kacang panjang, putren, bawang bombai, wortel, cabai pisang, jamur, rebung, dan tunas kelapa. Namun, penambahan jenis sayuran ke dalam phat kaphrao dinilai sebagai upaya untuk mengurangi porsi daging sehingga meningkatkan keuntungan bagi penjaja makanan.[4][5]
Phat kaphrao murah, mudah dibuat, bergizi, dan cepat disantap bersama nasi.[6] Phed Mark adalah restoran terkenal di Bangkok yang dimiliki oleh naravlog kuliner Mark Wiens. Restoran ini berspesialisasi secara eksklusif dengan hanya menyajikan phat kaphrao.[7]
Phat kaphrao dan khao man kai (bahasa Thai: ข้าวมันไก่code: th is deprecated ) populer di Jepang sebagai masakan rumahan.[8]
Di Taiwan, hidangan ini biasanya dibuat dengan daging babi dan disebut 打拋豬 (Dǎ pāo zhū). Resep umumnya menggunakan tomat.[9]