Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pelabuhan Tanjung Emas

Pelabuhan Tanjung Emas adalah sebuah pelabuhan di Tanjung Emas, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan laut di Semarang yang terletak sekitar 5 km dari Tugu Muda di pusat kota. Pelabuhan ini dibangun pada abad ke-19 oleh pemerintah kolonial Belanda, untuk mengekspor gula dan berbagai produk pertanian yang berasal dari daerah pedalaman di Jawa Tengah, menggantikan pelabuhan pra-kolonial yang mengalami pendangkalan. Pelabuhan ini telah dioperasikan oleh Pelindo sejak 23 Nopember 1985.

pelabuhan di Semarang, Indonesia
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pelabuhan Tanjung Emas
Nama tempat ini juga dieja "Tanjung Mas" sebagai ganti "Tanjung Emas".
Pelabuhan Tanjung Emas
Pemandangan dari udara
Lokasi di Semarang
Lokasi
NegaraIndonesia
LokasiSemarang, Jawa Tengah
Koordinat6°56′57″S 110°25′30″E / 6.949287°S 110.424993°E / -6.949287; 110.424993
Detail
Mulai beroperasi23 November 1985[1]
Dimiliki olehPT Pelabuhan Indonesia (Persero)
Jumlah Punggahan7
Statistik
Situs web
tgemas.co.id

Pelabuhan Tanjung Emas (bahasa Jawa: ꦥꦼꦭꦧꦸꦲꦤ꧀ꦠꦚ꧀ꦗꦸꦁꦌꦩꦱ꧀code: jv is deprecated ) adalah sebuah pelabuhan di Tanjung Emas, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah . Pelabuhan ini merupakan pelabuhan laut di Semarang yang terletak sekitar 5 km dari Tugu Muda di pusat kota. Pelabuhan ini dibangun pada abad ke-19 oleh pemerintah kolonial Belanda, untuk mengekspor gula dan berbagai produk pertanian yang berasal dari daerah pedalaman di Jawa Tengah, menggantikan pelabuhan pra-kolonial yang mengalami pendangkalan. Pelabuhan ini telah dioperasikan oleh Pelindo sejak 23 Nopember 1985.

Sejarah

Menurut catatan sejarah, pelabuhan ini telah berkembang sejak abad ke-16. Dahulu Pelabuhan Semarang berada di bukit Simongan, daerah tersebut sekarang dikenal dengan nama Gedong Batu (tempat berdirinya Kelenteng Sam Poo Kong).

Secara geologis, lokasi pelabuhan kuno Semarang kurang menguntungkan. Banyaknya pasir dan endapan lumpur yang terus menerus, menyebabkan sungai yang menghubungkan kota dengan pelabuhan tidak dapat dilayari. Bahkan di muara sungai terbentuk dataran pasir yang sangat menghambat pelayaran dari dan ke kota. Untuk mengatasi kondisi geologis yang tidak menguntungkan bagi kapal-kapal besar pada tahun 1868, beberapa perusahaan dagang melakukan pengerukan lumpur pertama. Selanjutnya, sebuah kanal pelabuhan baru dibuat, bernama Nieuwe Havenkanaal, atau Kali Baroe, pada tahun 1872. Melalui kanal ini, kapal-kapal dapat berlayar ke pusat kota untuk menurunkan dan menaikkan barang.[2]

Setelah pembangunan terusan baru, banyak kapal dari luar negeri, baik kapal uap maupun kapal layar, tiba di pelabuhan Semarang. Selama tahun 1910, tercatat 985 kapal uap dan 38 kapal layar berlabuh di Semarang. Kapal-kapal tersebut berasal dari berbagai negara: Inggris, Belanda, Hindia Belanda, Jerman, Denmark, Jepang, Austria, Swedia, Norwegia, dan Perancis. Sebuah mercusuar di pelabuhan ini, yang dikenal dengan nama Willem 3, telah aktif sejak tahun 1884, sebagai satu-satunya mercusuar di Jawa Tengah.

Pelabuhan Semarang dikembangkan untuk menjadikan kota ini sebagai kota pelabuhan dan mengekspor komoditas dari Jawa. Meskipun ada penambahan fasilitas pelabuhan, Pelabuhan Semarang masih sempit. Pada saat itu, kapal yang dapat berlabuh di Dermaga Nusantara maksimal adalah kapal dengan draft 5 meter atau berbobot ± 3.500 Ton. Kapal dengan draft lebih besar dari 5 meter masih harus berlabuh di luar pelabuhan, atau di lepas pantai yang berjarak ± 3 mil dari dermaga. Oleh karena itu, pelabuhan ini dikenal dengan nama Pelabuhan REDE. Sejak tahun 1970, arus kapal dan barang yang melalui pelabuhan ini cenderung meningkat setiap tahunnya. Menurut data dari tahun 1970 hingga 1983 arus barang rata-rata setiap tahun meningkat 10%. Mengingat fasilitas pelabuhan yang terbatas - kedalaman dan lebar petak/kolam yang kurang memadai untuk keluar masuknya kapal laut - maka Pemerintah memutuskan untuk mengembangkan Pelabuhan tersebut.[3]

Pengembangan

Pada tahun 2017, Pelindo III mengumumkan rencana reklamasi lahan seluas 22 hektar yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2018 sebagai tahap pertama pengembangan pelabuhan. Fasilitas pendukung pelabuhan, seperti tangki timbun, dermaga, gudang, dan lapangan penumpukan, akan dibangun sebagai bagian dari pengembangan tersebut. Tahap kedua reklamasi akan mencakup 82 hektar.[4]

Fasilitas

Pelabuhan ini memiliki fasilitas antara lain:

  1. Pemecah gelombang
  2. Alur pelayaran
  3. Kolam pelabuhan
  4. Dermaga
  5. Fender
  6. Gudang
  7. Terminal seluas 3000 m²

Fasilitas dermaga pada pelabuhan ini:

  1. Dermaga Nusantara
  2. Pelabuhan Dalam II
  3. Dermaga Gd. VII
  4. DUKS PLTU
  5. DUKS Pertamina
  6. DUKS BEST
  7. DUKS Sriboga

Pelabuhan Tanjung Emas juga didukung dengan peralatan:

  1. Kapal Tunda
  2. Kapal Pandu
  3. Kapal Kepil
  4. Gudang
  5. Lapangan Penumpukan dan alat bongkar muat
  6. Pelayanan kapal, barang, terminal, tanah, bangunan, air dan listrik

Kecelakaan

Pada bulan Juli 2019, sebuah kapal kargo besar menabrak beberapa crane dan crane tersebut menimpa peralatan lainnya, tetapi tidak ada korban jiwa.[5]

Galeri

  • Mercusuar Pelabuhan Semarang
    Mercusuar Pelabuhan Semarang
  • Prangko Mercusuar Semarang
    Prangko Mercusuar Semarang

Catatan kaki

  1. ↑ Santoso, Agus (2015). Naskah Sumber Arsip Presiden RI  : Soeharto. Arsip Nasional Republik Indonesia. hlm. 50.[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ "Ensiklopedia Semarang Tempo Dulu". 24 July 2017.
  3. ↑ "Pelabuhan Tanjung Emas". 24 July 2017.
  4. ↑ "Port operator to implement reclamation at Tanjung Emas Port". The Jakarta Post. Diakses tanggal 15 July 2019.
  5. ↑ "Watch: Container Ship Crashes into Gantry Cranes at Semarang Port, Indonesia". 15 July 2019.
  • l
  • b
  • s
Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo
Regional I
  • Pelabuhan Krueng Geukueh
  • Pelabuhan Malahayati
  • Pelabuhan Belawan
  • Pelabuhan Dumai
  • Pelabuhan Sri Bayintan
  • Pelabuhan Sri Bintan Pura
  • Pelabuhan Pekanbaru
  • Pelabuhan Tanjung Balai Karimun
  • Pelabuhan Kuala Tanjung
  • Pelabuhan Sibolga
  • Pelabuhan Tanjung Balai Asahan
  • Pelabuhan Tembilahan
  • Pelabuhan Angin
Regional II
  • Pelabuhan Tanjung Priok
  • Pelabuhan Boom Baru
  • Pelabuhan Panjang
  • Pelabuhan Dwikora
  • Pelabuhan Tanjungpura
  • Pelabuhan Teluk Bayur
  • Pelabuhan Ciwandan
  • Pelabuhan Pulau Baai
  • Pelabuhan Cirebon
  • Pelabuhan Talang Duku
  • Pelabuhan Pangkal Balam
  • Pelabuhan Sunda Kelapa
  • Pelabuhan Tanjung Pandan
Regional III
  • Pelabuhan Tenau
  • Pelabuhan Kotabaru
  • Pelabuhan Tanjung Perak
  • Pelabuhan Labuan Bajo
  • Pelabuhan Tanjung Intan
  • Pelabuhan Tegal
  • Pelabuhan Tanjung Emas
  • Pelabuhan Gresik
  • Pelabuhan Tanjung Tembaga
  • Pelabuhan Kalianget
  • Pelabuhan Tanjung Wangi
  • Pelabuhan Celukan Bawang
  • Pelabuhan Benoa
  • Pelabuhan Lembar
  • Pelabuhan Badas
  • Pelabuhan Bima
  • Pelabuhan Waingapu
  • Pelabuhan Bung Karno
  • Pelabuhan Laurentius Say
  • Pelabuhan Kalabahi
  • Pelabuhan Batulicin
  • Pelabuhan Trisakti
  • Pelabuhan Pulang Pisau
  • Pelabuhan Sampit
  • Pelabuhan Panglima Utar
Regional IV
  • Pelabuhan Kendari
  • Pelabuhan Soekarno–Hatta
  • Pelabuhan Bitung
  • Pelabuhan Semayang
  • Pelabuhan Samarinda
  • Pelabuhan Lok Tuan
  • Pelabuhan Tanjung Redeb
  • Pelabuhan Tarakan
  • Pelabuhan Tunon Taka
  • Pelabuhan Parepare
  • Pelabuhan Pantoloan
  • Pelabuhan Tolitoli
  • Pelabuhan Gorontalo
  • Pelabuhan Manado
  • Pelabuhan Ahmad Yani
  • Pelabuhan Yos Soedarso
  • Pelabuhan Sorong
  • Pelabuhan Fakfak
  • Pelabuhan Manokwari
  • Pelabuhan Biak
  • Pelabuhan Jayapura
  • Pelabuhan Merauke
  • l
  • b
  • s
Kota Semarang, Jawa Tengah
  • Wali Kota: Agustina Wilujeng Pramestuti
  • Wakil Wali Kota: Iswar Aminuddin
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah: Kadarlusman
Kecamatan
  • Banyumanik
  • Candisari
  • Gajahmungkur
  • Gayamsari
  • Genuk
  • Gunungpati
  • Mijen
  • Ngaliyan
  • Pedurungan
  • Semarang Barat
  • Semarang Selatan
  • Semarang Tengah
  • Semarang Timur
  • Semarang Utara
  • Tembalang
  • Tugu
Lambang Kota Semarang
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Semarang
  • l
  • b
  • s
Kedungsepur
  • Demak
  • Grobogan
  • Kendal
  • Semarang
    • Kabupaten
    • Kota
  • Salatiga
  • l
  • b
  • s
Jawa Tengah, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Semarang
  • Gubernur: Ahmad Luthfi
  • Wakil Gubernur: Taj Yasin Maimoen
Kabupaten
  • Banjarnegara
  • Banyumas
  • Batang
  • Blora
  • Boyolali
  • Brebes
  • Cilacap
  • Demak
  • Grobogan
  • Jepara
  • Karanganyar
  • Kebumen
  • Kendal
  • Klaten
  • Kudus
  • Magelang
  • Pati
  • Pekalongan
  • Pemalang
  • Purbalingga
  • Purworejo
  • Rembang
  • Semarang
  • Sragen
  • Sukoharjo
  • Tegal
  • Temanggung
  • Wonogiri
  • Wonosobo
Lambang Jawa Tengah
Kota
  • Magelang
  • Pekalongan
  • Salatiga
  • Semarang
  • Surakarta
  • Tegal
Topik
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala daerah
  • Indeks pembangunan manusia
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tanjung Mas Harbour.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Kota Semarang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pengembangan
  3. Fasilitas
  4. Kecelakaan
  5. Galeri
  6. Catatan kaki
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026