Komando Operasi Angkatan Udara adalah salah satu Komando Pelaksana Operasi dibawah Jajaran Komando Operasi Udara Nasional.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
| Komando Operasi Angkatan Udara | |
|---|---|
Lambang Koopsau | |
| Aktif | Juni 15, 1951 (1951-06-15) |
| Negara | |
| Cabang | TNI Angkatan Udara |
| Tipe unit | Operasi |
| Bagian dari | |
| Markas | Jakarta, Indonesia |
| Moto | Abhibhuti Antarikshe |
| Baret | BIRU |
| Tokoh | |
| Panglima | Marsekal Muda TNI Djoko Hadipurwanto |
| Kepala Staf | Marsekal Pertama TNI Destianto Nugroho Utomo |
| Inspektur | Marsekal Pertama TNI Dedy Ilham Suryanto Salam, S.Sos., M.M., CHRMP. |
| Kepala Kelompok Staf Ahli | Marsekal Pertama TNI Ridha Hermawan, S.H., M. Han. |
Komando Operasi Angkatan Udara (disingkat Koopsau) adalah salah satu Komando Pelaksana Operasi dibawah Jajaran Komando Operasi Udara Nasional.
Komando ini mempunyai tugas yaitu pembinaan kemampuan dan kesiapsiagaan operasional satuan-satuan TNI AU dalam jajarannya, dan melaksanakan operasi-operasi udara dalam rangka penegakan kedaulatan negara di udara, mendukung penegakan kedaulatan negara di darat dan di laut.
Sebelum tahun 1999, Komando Sektor berada di bawah Komando Pertahanan Udara Nasional dan pada tanggal 12 September 2025, Komando Sektor berada dibawah Komando Operasi Angkatan Udara.[1] Tugas dan fungsi Komando Sektor adalah adalah mengendalikan dan menyelenggarakan operasi pertahanan udara di wilayah geografisnya, yang merupakan bagian dari Komando Operasi Udara Nasional TNI Angkatan Udara (Koopsudnas) dan berada di bawah Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau). Fungsinya mencakup pembinaan kemampuan, kesiapan operasional, serta pelaksanaan operasi pengamatan dan pertahanan udara di wilayah tanggung jawabnya.
Satuan Radar dimasukkan masing-masing dalam 4 Komando Sektor, yaitu:
Dibentuk pada tanggal 15 Juni 1951 berdasarkan surat keputusan KSAU.[2] Dibentuk melalui penggabungan lima skuadron operasional yang membentuk suatu grup operasional.
Pada tanggal 27 Juli 1954 namanya diubah menjadi Komando Grup Komposisi (KGK) hingga pada tanggal 5 Oktober 1959. Kemudian diubah menjadi Komando Operasi Angkatan Udara hingga tanggal 21 Juni 1976. Setelah itu namanya diubah kembali menjadi Komando Paduan Tempur Udara (Kopatdara) hingga tanggal 10 Mei 1985.[3]
Baru pada 10 Mei 1985, sesuai dengan reorganisasi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), Kopatdara berubah nama kembali menjadi Komando Operasi TNI Angkatan Udara disingkat Koopsau yang dikenal sekarang ini.[4]
Pada tanggal 10 Agustus 2025, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pembentukan sejumlah satuan baru, diantaranya Kohanudnas, tiga Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau), satu Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau), satu Resimen Kopasgat, dan lima Batalyon Kopasgat serta sejumlah satuan baru di lingkungan TNI AD dan TNI AL.[5][6]
Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/603/IX/2025 tentang Penataan Organisasi Komando Sektor dan Satuan Jajarannya, ditetapkan bahwa:[7]
Saat ini, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara di pimpin oleh seorang Panglima Koopsau yang berpangkat Marsekal Muda. Saat ini jabatan Pangkoopsau diduduki oleh Marsda TNI Djoko Hadipurwanto.