Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabupaten Bombana

Bombana adalah salah satu kabupaten yang berlokasi di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kabupaten Bombana beribu kota di Kasipute. Kabupaten Bombana dibentuk berdasarkan Undang-Undang nomor 29 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 yang merupakan hasil pemekaran Kabupaten Buton. Jumlah penduduk pada tahun 2005 berjumlah 110.029 jiwa, tercatat laki-laki sebanyak 54.635 jiwa dan perempuan 55.394 jiwa, dan pada pertengahan 2025 berjumlah 169.072 jiwa.

kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara
Diperbarui 28 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Bombana
Kabupaten in Sulawesi TenggaraTemplat:SHORTDESC:Kabupaten in Sulawesi Tenggara
Kabupaten Bombana
Kabupaten
Gedung MTQ Kasipute
Gedung MTQ Kasipute
Bendera Kabupaten Bombana
Bendera
Lambang resmi Kabupaten Bombana
Lambang
Peta
Kabupaten Bombana di Sulawesi
Kabupaten Bombana
Kabupaten Bombana
Peta
Tampilkan peta Sulawesi
Kabupaten Bombana di Indonesia
Kabupaten Bombana
Kabupaten Bombana
Kabupaten Bombana (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 4°36′S 121°48′E / 4.6°S 121.8°E / -4.6; 121.8
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tenggara
Tanggal berdiri18 Desember 2003
Dasar hukumUU No. 29 Tahun 2003
Ibu kotaRumbia
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 22
  • Kelurahan: 22
  • Desa: 121
Pemerintahan
 • BupatiBurhanuddin Anwar
 • Wakil BupatiAhmad Yani
 • Sekretaris DaerahMan Arfa
Luas
[1]
 • Total3.316,16 km2 (1,280,38 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2025)[2]
 • Total169.072
 • Kepadatan51/km2 (130/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 97,96% Islam
  • 1,13% Hindu
    • 0,91% Kekristenan
      • 0,87% Protestan
      • 0,04% Katolik[2]
 • IPMKenaikan 68,85 (2024)
 sedang [3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode BPS
7406 Suntingan nilai di Wikidata
Pelat kendaraanDT xxxx K*
Kode Kemendagri74.06 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 1.217.610.000.000,- (2024)[4]
PADRp 78.550.000.000,- (2024)[4]
DAURp 499.621.709.000,- (2024)[5]
DAKRp 190.643.874.000,- (2024)[6]
Situs webbombanakab.go.id

Bombana adalah salah satu kabupaten yang berlokasi di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kabupaten Bombana beribu kota di Kasipute. Kabupaten Bombana dibentuk berdasarkan Undang-Undang nomor 29 tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003 yang merupakan hasil pemekaran Kabupaten Buton. Jumlah penduduk pada tahun 2005 berjumlah 110.029 jiwa, tercatat laki-laki sebanyak 54.635 jiwa dan perempuan 55.394 jiwa, dan pada pertengahan 2025 berjumlah 169.072 jiwa.[1][2][7]

Bombana memiliki suku asli yang dikenal sebagai suku moronene yang tersebar di berbagai kecamatan di kabupaten bombana. Secara umum tersebar di kecamatan rarowatu, rarowatu utara, rumbia, dan kecamatan sekitarnya.

Sejarah

Wilayah Kabupaten Bombana merupakan wilayah yang dihuni oleh Suku Moronene.[8] Di Sulawesi Tenggara, suku Moronene adalah salah satu kelompok etnis yang merupakan penduduk asli. Kabupaten Bombana oleh Suku Moronene dimitoskan sebagai Negeri Dewi Padi (Dewi Sri). Konon, sang dewi pernah turun di sebuah tempat yang belakangan disebut Tau Bonto (saat ini lebih dikenal dengan penulisan Taubonto, ibu kota Kecamatan Rarowatu). Dalam Bahasa Moronene, 'tau bonto' berarti tahun pembusukan, karena ketika Dewi Padi itu turun di tempat tersebut, produksi padi ladang melimpah ruah sehingga penduduk kewalahan memanennya. Akibatnya, banyak padi tertinggal dan membusuk di ladang. Padahal, luasan ladang yang dibuka tak seberapa, hanya beberapa hektare saja untuk setiap keluarga.

Taubonto menjadi pusat pemerintahan pada zaman kekuasaan mokole, gelar raja di wilayah Moronene pada masa lalu. Pada masa pemerintahan swapraja Buton pasca kemerdekaan, wilayah kekuasaan mokole berubah menjadi wilayah distrik dan selanjutnya sekarang menjadi kecamatan.

Secara sejarah, wilayah Moronene berada di daratan besar jazirah Sulawesi Tenggara mencakup sebagian Kecamatan Watubangga di Kabupaten Kolaka sekarang. Namun, yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Buton (waktu itu) hanya Kecamatan Poleang dan Kecamatan Rumbia. Saat itu telah berkembang menjadi empat kecamatan. Dua kecamatan tambahan sebagai hasil pemekaran adalah Poleang Timur dan Rarowatu. Kecamatan Rarowatu berpusat di Taubonto.

Pulau Kabaena juga termasuk wilayah Moronene, sebab penduduk asli pulau penghasil gula merah itu adalah suku Moronene. Meski demikian, pemerintahan Mokole di Kabaena bersifat otonom, tidak ada hubungan struktural maupun hubungan afiliatif dengan kekuasaan Mokole di daratan besar, akan tetapi hubungan kekerabatan di antara mokole dan rakyat sangat erat terutama bahasa dan budaya yang khas.

Kekuasaan mokole di Kabaena berada di bawah kontrol Kesultanan Buton, seperti halnya mokole lainnya di daratan besar jazirah Sulawesi Tenggara. Sultan Buton menempatkan petugas keraton di Kabaena yang bergelar Lakina Kobaena. Karena itu secara struktural Kabaena lebih dekat dengan Buton, walaupun begitu secara kultural lebih dekat dengan Bombana, terkait budaya dan bahasa serta ras.

Geografi

Luas Wilayah

Kabupaten Bombana mempunyai wilayah daratan seluas 2.845,36 km² atau 284.536 ha dan wilayah perairan laut diperkirakan seluas 11.837,31 km².

Letak Geografis

Kabupaten Bombana terletak di jazirah tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, memanjang dari utara ke selatan di antara antara 4°30' – 6°25' Lintang Selatan dan membentang dari barat ke timur antara 120°82' – 122°20' Bujur Timur.

Batas Wilayah

Wilayah Kabupaten Bombana berbatasan dengan:

UtaraKabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan
TimurKabupaten Muna dan Kabupaten Buton
SelatanLaut Flores
BaratTeluk Bone

Pemerintahan

Kepala daerah

Artikel utama: Daftar Bupati Bombana
Nomor urut Bupati Potret Partai Awal Akhir Masa jabatan Periode Wakil Ref.
3 Burhanuddin Anwar
Non Partai 20 Februari 2025 Petahana 1 tahun, 62 hari 4
(2024)
Ahmad Yani [9][10]

Dewan Perwakilan

Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bombana
Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[11] 2019–2024[12] 2024–2029
PKB Penurunan 0 Kenaikan 3 Kenaikan 4
Gerindra Kenaikan 2 Kenaikan 3 Kenaikan 4
PDI-P Steady 1 Kenaikan 2 Kenaikan 4
Golkar Penurunan 3 Penurunan 2 Steady 2
NasDem (baru) 2 Kenaikan 5 Penurunan 4
PKS Penurunan 1 Steady 1 Kenaikan 2
Hanura Kenaikan 1 Steady 1 Penurunan 0
PAN Kenaikan 9 Penurunan 5 Penurunan 3
PBB Penurunan 2 Penurunan 0 Kenaikan 2
Demokrat Kenaikan 1 Steady 1 Penurunan 0
PPP Kenaikan 3 Penurunan 2 Penurunan 0
Jumlah Anggota Steady 25 Steady 25 Steady 25
Jumlah Partai Steady 10 Steady 10 Penurunan 8
Nomor Ketua Wakil Ketua Periode Keterangan
1 Andi Firman, S.E., M.Si. Drs. Ahmad Mujahid
Amiadin, S.H.
2014 – 2019 [13][14]

Wilayah administratif

Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bombana

Kabupaten Bombana terdiri dari 22 kecamatan, 22 kelurahan dan 121 desa dengan luas wilayah 3.001,00 km² dan jumlah penduduk sebesar 136.582 jiwa (2017) dengan sebaran penduduk 45 jiwa/km².[15][16] Kabupaten Bombana sebelumnya menjadi bagian dari wilayah pemerintahan Kabupaten Buton, sebelum akhirnya pada 2003 wilayah ini resmi berdiri menjadi sebuah daerah otonom. Pusat pemerintahan Bombana di Rumbia sekitar 200 meter dari Selat Kabaena. Kabupaten Bombana pada 2010 terdiri dari 22 kecamatan.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bombana, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
74.06.05 Kabaena 22Desa
  • Rahadopi
  • Tirongkotua
Kelurahan
  • Rahampuu
  • Teomokole
74.06.14 Kabaena Barat 14Desa
  • Baliara
  • Baliara Kepulauan
  • Baliara Selatan
  • Rahantari
Kelurahan
  • Sikeli
74.06.13 Kabaena Selatan 4Desa
  • Batuawu
  • Langkema
  • Pongkalaero
  • Puu Nunu
74.06.16 Kabaena Tengah 7Desa
  • Enano
  • Lamonggi
  • Lengora
  • Lengora Pantai
  • Lengora Selatan
  • Tangkeno
  • Ulungkura
74.06.06 Kabaena Timur 25Desa
  • Balo
  • Bungi-Bungi
  • Tapuhaka
  • Toli-Toli
  • Wumbuburo
Kelurahan
  • Dongkala
  • Lambale
74.06.15 Kabaena Utara 6Desa
  • Eemokolo
  • Larolanu
  • Mapila
  • Sangia Makmur
  • Tedubara
  • Wumbulasa
74.06.17 Kepulauan Masaloka Raya 5Desa
  • Batu Lamburi
  • Masaloka
  • Masaloka Barat
  • Masaloka Selatan
  • Masaloka Timur
74.06.21 Lantari Jaya 9Desa
  • Anugerah
  • Kalaero
  • Lambikasi
  • Langkowala
  • Lantari
  • Pasare Apua
  • Rarongkeu
  • Tinabite
  • Watu-watu
74.06.08 Mata Oleo 11Desa
  • Batusampe Indah
  • Hambawa
  • Laloa
  • Liano
  • Lora
  • Pomontoro
  • Mawar
  • Pulau Tambako
  • Pu'u Waeya
  • Tajuncu
  • Toli-Toli
74.06.22 Mata Usu 5Desa
  • Kolombi Matausu
  • Lamuru
  • Morengke
  • Totole
  • Wia-wia
74.06.01 Poleang 64Desa
  • Mattiro Walie
  • Pallimae
  • Pokorumba
  • Salosa
Kelurahan
  • Barangga
  • Boeara
  • Boepinang
  • Boepinang Barat
  • Kasabolo
  • Kastarib
74.06.07 Poleang Barat 11Desa
  • Analere
  • Babamolingku
  • Balasari
  • Bulumanai
  • Lameong-Meong
  • Matabundu
  • Pabiring
  • Rakadua
  • Ranokomea
  • Timbala
  • Toari Bombana
74.06.11 Poleang Selatan 5Desa
  • Akacipong
  • Batu Putih
  • Kali Baru
  • La Ea
  • Waemputang
74.06.19 Poleang Tengah 4Desa
  • Lebo Ea
  • Mulaeno
  • Paria
  • Poleondro
74.06.12 Poleang Tenggara 5Desa
  • Lamoare
  • Larete
  • Lemo
  • Rambaha
  • Terapung
74.06.02 Poleang Timur 23Desa
  • Biru
  • Mambo
  • Teppoe
Kelurahan
  • Bambaea
  • Puu Lemo
74.06.10 Poleang Utara 8Desa
  • Karya Baru
  • Lawatu Ea
  • Pusu Ea
  • Rompu Rompu
  • Tanah Poleang
  • Tanpabulu
  • Toburi
  • Wambarema
74.06.03 Rarowatu 18Desa
  • Ladumpi
  • Lakomea
  • Lampeantani
  • Pangkuri
  • Rau Rau
  • Rarowatu
  • Tahi ite
  • Watu Kalangkari
Kelurahan
  • Taubonto
74.06.09 Rarowatu Utara 17Desa
  • Hukaea
  • Lantowua
  • Marga Jaya
  • Tembe
  • Tunas Baru
  • Watu Mende
  • Wumbubangka
Kelurahan
  • Aneka Marga
74.06.04 Rumbia 41Desa
  • Lantawonua
Kelurahan
  • Doule
  • Kasipute
  • Lameroro
  • Lampopala
74.06.18 Rumbia Tengah 32Desa
  • Lampata
  • Tapuhahi
Kelurahan
  • Kampung Baru
  • Lauru
  • Poea
74.06.20 Tontonunu 5Desa
  • Puuwonua
  • Tete Haka
  • Tongkoseng
  • Tontonunu
  • Watu Melomba
TOTAL22121

Pemerintahan Desa

Pada 2005, di Kabupaten Bombana terdapat 67 Desa dan 12 Kelurahan, dengan klasifikasi sebanyak 28 Desa/Kelurahan atau 35,44 % merupakan desa swadaya, 25 Desa/Kelurahan atau 31,65 % merupakan desa swakarya serta 26 Desa/Kelurahan termasuk kriteria desa swasembada.

Kependudukan

Rumah warga desa Morengke

Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk

Menurut hasil Sensus Penduduk 2000, jumlah penduduk sebahyak 98.568 jiwa yang terdiri dari 48.896 jiwa laki-laki dan 49.672 jiwa perempuan. Tiga tahun kemudian, di 2003 tercatat jumlah penduduk sebanyak 105.498 jiwa, sehingga laju pertumbuhan penduduk per tahun selama 3 tahun sebesar 2,34% per tahun. Sedangkan penduduk pada 2005 sebanyak 110.029 jiwa, tercatat jumlah penduduk laki-laki sebanyak 54.638 jiwa (49,66%) dan perempuan 55.394 jiwa (50,34%).

Persebaran Penduduk

Pada 2005 terlihat bahwa 22,59% jumlah penduduk berada di Kecamatan Poleang Timur, 17,94% berada di Kecamatan Poleang, 16,75% berada di Kecamatan Kabaena, 12,40% penduduk berada di Kecamatan Rarowatu dan 7,84% berada di Kecamatan Kabaena Timur. Kecamatan yang paling padat penduduknya di 2005 adalah Kecamatan Poleang sebesar 55 jiwa/km2 sedangkan kecamatan yang paling jarang penduduknya adalah Kecamatan Rarowatu dan Kecamatan Kabaena Timur dengan masing-masing sebanyak 23 jiwa/km2.

Tenaga Kerja

Penduduk usia 10 tahun keatas bila ditinjau dari segi ketenagakerjaan merupakan penduduk usia kerja, yakni sebanyak 82.154 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 40.714 jiwa atau 57,46% dan perempuan sebanyak 41.440 jiwa atau sebesar 23,28% dari jumlah penduduk. Dari usia kerja tersebut terdapat angkatan kerja sebanyak 44.289 jiwa dan bukan angkatan kerja sebanyak 37.865 jiwa. Dari angkatan kerja sebanyak 44,289 jiwa terdiri dari yang bekerja sebanyak 38.677 jiwa atau 87,33% atau 53,91% terhadap penduduk usia kerja dan penggangguran terbuka sebanyak 5.612 atau sebesar 12,67%. Dari 37.865 jiwa yang bukan merupakan angkatan kerja terdiri dari sekolah 15.128 jiwa atau 39,95%, mengurus rumah tangga dan lainnya sebesar 22.737 jiwa atau 60,05%.

Sosial

Pendidikan

Jumlah Sekolah Taman Kanak-Kanak di 2003 sebanyak 26 buah, di 2004 naik menjadi 40 buah dan di 2005 turun menjadi 37 buah. Sementara itu jumlah guru di 2003 sebanyak 63 orang, 2004 menjadi 101 orang dan pada 2005 menjadi 51 orang. Begitu pula dengan jumlah murid di 2003 sebanyak 995 orang, naik menjadi 1061 orang pada 2004 dan meningkat menjadi 1.174 orang pada 2005. Di 2005 rasio antara guru terhadap sekolah rata-rata 1 orang murid terhadap sekolah rata-rata 32 orang dan murid terhadap guru rata-rata 23 orang.

Untuk jenjang Pendidikan Sekolah Dasar jumlah sekolah pada 2003 sebanyak 131 buah, 2004 juga 131 buah dan pada 2005 menjadi sebanyak 123 buah. Sementara itu jumlah guru di 2003 sebanyak 908 orang, 2004 menjadi 838 orang dan di 2005 menurun menjadi 810 orang. Begitu pula jumlah murid di 2003 sebanyak 18.249 orang, 2004 sebanyak 17.389 orang dan 2005 sebanyak 13.949 orang. Pada 2005 rasio antara guru terhadap sekolah rata-rata 7 orang, murid terhadap sekolah rata-rata 113 orang dan rasio murid terhadap guru rata-rata 17 orang.

Pada jenjang pendidikan SLTP jumlah sekolah pada 2003 sebanyak 25 buah pada 2004 menjadi 29 buah dan pada 2005 menjadi 17 buah. Akan halnya jumlah guru pada 2003 sebanyak 381 orang, 2004 sebanyak 172 orang dan 2005 menjadi hanya 158 orang. Sedangkan jumlah murid di 2003 sebanyak 1. 746 orang, 2004 naik menjadi 4.835 orang dan pada 2005 menjadi 3.376 orang. Pada 2005 rasio antara guru terhadap sekolah rata-rata 9 orang, murid terhadap sekolah rata-rata 199 orang dan rasio antara murid terhadap guru rata-rata 21 orang.

Untuk jenjang pendidikan SLTA, jumlah sekolah di 2003 sebanyak 5 buah, 2004 sebanyak 11 buah dan pada 2005 menjadi 8 buah. Sementara itu jumlah guru pada 2003 sebanyak 82 orang, 2004 menjadi 105 orang dan pada 2005 menjadi hanya 68 orang. Begitu pula dengan jumlah murid di 2003 sebanyak 1.516 orang, 2004 sebanyak 2.606 orang dan di2005 menjadi 1.878 orang. Sementara itu pada 2005 rasio antara guru terhadap sekolah rata-rata 9 orang, murid terhadap sekolah rata-rata 235 orang dan rasio murid terhadap guru rata-rata 28 orang.

Kesehatan

Di Kabupaten Bombana pada 2005 ini terdapat 1 rumah sakit umum, kemudian Puskesmas perawatan sebanyak 5 unit yang tersebar pada 5 kecamatan dari 7 kecamatan yang ada, Puskesmas Pembantu sebanyak 34 unit, Puskesmas Keliling Roda 4 sebanyak 7 unit, Puskesmas Keliling Boat 1 buah dan Posyandu sebanyak 180 unit. Tenaga kesehatan terdapat Dokter Umum sebanyak 4 orang, dokter gigi 1 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat sebanyak 2 orang dan paramedis sebanyak 115 orang.

Agama

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Bombana 2020, persentasi penduduk menurut agama yang dianut ialah Islam sebanyak 97,15%, kemudian Hindu 1,92%. Selebihnya adalah beragama Kristen 0,93% di mana Protestan 0,85% dan Katolik 0,08%. Sementara tempat ibadah menurut agama pada 2020 yakni Masjid sebanyak 270 bangunan, Musala 51 bangunan, gereja Protestan 10 bangunan dan gereja Katolik 1 bangunan, serta Pura sebanyak 6 buah.[1]

Bencana Alam

Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bombana dari 2000 hingga 2005 berupa bencana banjir sebanyak 3 kasus dan kebakaran sebanyak 4 kasus.

Iklim

Banyak hari hujan rata-rata tahunan yang tercatat adalah 178 hari, dengan rata-rata curah hujan pada tahun 2020 sebesar 1.607,6 mm. Intensitas hujan paling sering adalah Maret dengan 25 hari hujan dari pencatatan BPP Kecamatan Rarowatu.

Ekonomi

Pertanian dan Perkebunan

Pada 2005 produksi padi sawah mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan 2004, yaitu dari 44.334 ton di 2004 meningkat menjadi 61.132 ton di 2005. Naiknya produksi ini diikuti pula dengan meningkatnya luas panen dari 9.852 Ha pada 2004 menjadi 13.585 di 2005.

Produksi buah-buahan yang terbanyak adalah pisang, yaitu 1.011 Kw diikuti oleh jeruk sebanyak 284 Kw, mangga sebanyak 122 Kw, sedangkan buah-buahan yang paling sedikit produksinya adalah sukun yang hanya sebanyak 6 Kw.

Produksi tanaman sayur-sayuran pada 2005 tanaman yang berproduksi adalah kacang panjang, cabe/lombok, tomat, terong, bayam dan semangka. Produksi sayur-sayuran yang terbanyak adalah semangka sebanyak 48 Kw, menyusul terung 24 Kw dan kacang panjang sebanyak 8 Kw.

Pada 2005 produksi perkebunan rakyat yang tertinggi adalah kelapa dalam yaitu sebanyak 14.641,98 ton, menyusul kakao 10.201,54 ton, jambu mete 5.569,35 ton, kelapa hibrida 2.136,63 ton, aren/enau 1.214 ton, kopi 549,7 ton sedangkan yang terendah produksinya adalah tanaman pala yang hanya mencapai satu ton.

Kehutanan

Produksi rotan pada 2005 sebesar 409.400 ton, dengan produksi terbanyak dihasilkan oleh Kecamatan Rarowatu sebesar 249.400 ton, sedangkan produksi kayu jati logs sebesar 3.250 ton, kayu jati gergajian sebesar 2.719 ton, kayu rimba logs sebanyak 590,4 ton dan kayu rimba gergajian sebesar 926 ton.

Hutan lindung di Kabupaten Bombana pada 2005 seluas 68.971 ha atau 28,61% dari jumlah hutan secara keseluruhan, menyusul hutan produksi seluas 66.200 ha (28,41%) hutan wisata/PPA seluas 44.900 ha (19,27%), hutan produksi yang dapat dikonversi seluas 31.000 ha (13.30%), dan hutan produksi terbatas seluas 21.279 ha (9,13%).

Peternakan dan Perikanan

Populasi ternak besar yang terdiri dari sapi, kerbau, kuda pada 2005 secara berturut-turut adalah 21.287 ekor, 1.078 ekor dan 1.545 ekor. Bila dibandingkan dengan 2004 sapi mengalami peningkatan, di mana 2004 mencapai 21.555 ekor dan 2005 meningkat menjadi 21.827 ekor. Ternak kerbau mengalami kenaikan dari 1.075 pada 2004 menjadi 1.078 ekor pada 2005. Namun tidak dengan ternak kuda, mengalami penurunan populasi, di mana pada 2004 mencapai 1.568 ekor dan di 2005 hanya mencapai 1.545 ekor.

Produksi perikanan di 2005 sebanyak 20.667,68 ton yang terdiri dari perikanan laut sebanyak 18.662,5 ton perikanan darat (tambak) sebanyak 1.845,9 ton secara budidaya laut sebanyak 159 ton. Wilayah yang menghasilkan produksi perikanan terbanyak adalah Kecamatan Rumbia sebesar 16.215,9 ton dan yang terendah Kecamatan Rarowatu hanya mencapai 39,64 ton.

Pada umumnya alat penangkap ikan masih tradisional terdiri dari pukat kantong sebanyak 59 unit, pukat cincin 5 unit jaring insang 553 unit jaring angkat 76 unit pancing 28.130 unit, perangkap 1.742 unit dan lainnya sebanyak 1.498 unit. Jumlah KK nelayan pada 2005 sebanyak 2.501 KK.

Industri

Pada 2005 perusahaan industri yang berbadan hukum terdapat 27 unit industri kecil dengan 106 tenaga kerja yang tersebar di 7 kecamatan.

Penggalian golongan C ada beberapa komoditas yang cukup berpotensi dan telah dieksplorasi, yaitu batu koral, pasir, kapur, pasir kuarsa dan tanah liat.

Pada 2008 telah ditemukan komoditas emas yang tersebar di sepanjang sungai di wilayah Kecamatan Rarowatu dan Rarowatu Utara.[17]

Perdagangan

Komoditas potensial yang diperdagangkan antar pulau antara lain adalah hasil pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Total volume komoditi yang diperdagangkan untuk 2005 sebesar 276.413,6 ton dengan nilainya sebesar Rp. 190.844.564.000,- Komoditas kehutanan merupakan komoditas yang tertinggi di perdagangkan yaitu sebesar 259.867,751 ton dengan nilai sebesar Rp. 51.880.182.000,- menyusul komoditas perkebunan sebesar 14.071.200 ton dengan nilai sebesar Rp. 123.831.900.000,- Sedangkan yang terendah adalah komoditas pertanian tanaman pangan yang hanya mencapai 7,30 ton dengan nilai sebesar Rp. 24.700.000,- menyusul peternakan sebesar 14,248 ton dengan nilai sebesar Rp. 60.200.000,-

Komunikasi dan Transportasi

Komunikasi di Bombana mengalami sedikit hambatan, telepon kabel belum tersambung dan baru 2 operator telepon seluler yang beroperasi dengan jumlah BTS yang terbatas.

Di Rumbia terdapat pelabuhan kapal cepat dan kapal biasa yang melayani rute ke Kota Bau-Bau, beroperasi hanya bila tanggal genap. Penyeberangan dari Rumbia ke Bau-Bau dapat ditempuh dalam waktu tiga jam, sementara dengan kapal biasa memakan waktu sembilan jam.

Angkutan umum yang melayani rute dari pusat pemerintahan kabupaten ke Ibu Kota Provinsi, yakni Kendari berakhir pukul 13:00 WITA . Angkutan lalu lintas dari atau menuju Kota Kendari melalui jalan di tengah Taman Nasional Rawa Aopa yang merupakan penangkaran Rusa yang sudah langka.

Kesehatan

Rumah sakit

Artikel utama: Daftar rumah sakit di Kabupaten Bombana
№ Kode Nama Rumah Sakit Jenis Tipe Alamat
1 7406036 RS Umum Daerah Kabupaten Bombana RSU C Jl. Poros Poea, Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara 93711

Referensi

  1. 1 2 3 "Kabupaten Bombana Dalam Angka 2021". www.bombanakab.bps.go.id. hlm. 9, 87, 170. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-06-24. Diakses tanggal 19 Juni 2021.
  2. 1 2 3 "Data Kependudukan Sulawesi Tenggara Semester 1 2025" (PDF). ppid.sultraprov.go.id. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sulawesi Tenggara. hlm. 1–2. Diakses tanggal 24 September 2025.
  3. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia (Umur Harapan Hidup Hasil Long Form SP2020), 2023-2024". www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 23 November 2024.
  4. 1 2 "Postur APBD Kabupaten Bombana Tahun 2024". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  5. ↑ "Rincian Dana Transfer Umum T.A 2024 Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2024). Diakses tanggal 23 November 2024.
  6. ↑ "Buku Alokasi dan Rangkuman Kebijakan Transfer Ke Daerah T.A 2024 Provinsi Sulawesi Tenggara". djpk.kemenkeu.go.id. (2024). hlm. XXI-29. Diakses tanggal 23 November 2024.
  7. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 November 2024.
  8. ↑ Asri (2008). Haruddin, Uniawati, dan Husba, Z. M. (ed.). Ungkapan dalam Perkawinan Adat Suku Moronene (PDF). Kendari: Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara. hlm. 1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ SN01, Idris Hayang (2025-02-20). "Resmi Dilantik, Burhanuddin-Ahmad Yani Siap Wujudkan Harapan Masyarakat". Portal Berita SultraNET.com. Diakses tanggal 2025-08-06. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  10. ↑ Israwati (2025-02-20). "Burhanuddin dan Ahmad Yani Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Bombana Periode 2025-2030". Keraton News. Diakses tanggal 2025-08-06.
  11. ↑ Perolehan Kursi DPRD Bombana 2014-2019
  12. ↑ "Perolehan Kursi DPRD Bombana 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-06. Diakses tanggal 2020-06-06.
  13. ↑ Suara Kendari, 17 Desember 2014, Satu Wakil Ketua DPRD Bombana Batal Dilantik[pranala nonaktif permanen], dikunjungi pada 6 Juni 2020.
  14. ↑ Zona Sultra, 24 Februari 2015, Amiadin Wakili PPP Jadi Wakil Ketua DPRD Bombana, dikunjungi pada 6 Juni 2020.
  15. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  16. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  17. ↑ "Kementrian ESDM:Prospeksi Endapan Emas di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-09-03. Diakses tanggal 2010-09-29.

Sumber

  • Kabupaten Bombana dalam Angka 2005, Katalog BPS: 1403.7406

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Diarsipkan 2006-02-03 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Artikel KOMPAS mengenai Bombana
  • (Indonesia) Bappeda Kabupaten Bombana Diarsipkan 2007-09-14 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara
  • Bupati: Burhanuddin Anwar
  • Wakil Bupati: Ahmad Yani
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Kabaena
  • Kabaena Barat
  • Kabaena Selatan
  • Kabaena Tengah
  • Kabaena Timur
  • Kabaena Utara
  • Kepulauan Masaloka Raya
  • Lantari Jaya
  • Mata Oleo
  • Mata Usu
  • Poleang
  • Poleang Barat
  • Poleang Selatan
  • Poleang Tengah
  • Poleang Tenggara
  • Poleang Timur
  • Poleang Utara
  • Rarowatu
  • Rarowatu Utara
  • Rumbia
  • Rumbia Tengah
  • Tontonunu
Lambang Kabupaten Bombana
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bombana
  • l
  • b
  • s
Sulawesi Tenggara, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Kendari
  • Gubernur: Andi Sumangerukka
  • Wakil Gubernur: Hugua
Kabupaten
  • Bombana
  • Buton
  • Buton Selatan
  • Buton Tengah
  • Buton Utara
  • Kolaka
  • Kolaka Timur
  • Kolaka Utara
  • Konawe
  • Konawe Kepulauan
  • Konawe Selatan
  • Konawe Utara
  • Muna
  • Muna Barat
  • Wakatobi
Lambang Sulawesi Tenggara
Kota
  • Baubau
  • Kendari
Topik
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala dan wakil kepala daerah
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Geografi
  3. Luas Wilayah
  4. Letak Geografis
  5. Batas Wilayah
  6. Pemerintahan
  7. Kepala daerah
  8. Dewan Perwakilan
  9. Wilayah administratif
  10. Pemerintahan Desa
  11. Kependudukan
  12. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
  13. Persebaran Penduduk
  14. Tenaga Kerja
  15. Sosial
  16. Pendidikan

Artikel Terkait

Sulawesi Tenggara

provinsi di Pulau Sulawesi, Indonesia

Daftar kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara

artikel daftar Wikimedia

Daftar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026