Mata Usu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kecamatan ini terletak antara 5 ̊07’10” - 5 ̊16’ 47” Lintang Selatan dan antara 121 ̊45’– 121 ̊53’ Bujur Timur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mata Usu | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Tenggara | ||||
| Kabupaten | Bombana | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Aswan Tebair Jaya, S.os.,M.Si | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 1,637 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 3,58/km2 (9,3/sq mi) | ||||
| Kode pos | 93775 | ||||
| Kode Kemendagri | 74.06.22 | ||||
| Kode BPS | 7406042 | ||||
| Luas | 456,17 km^2 | ||||
| Kepadatan | 3,58 | ||||
| |||||
Mata Usu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Indonesia.[1] Kecamatan ini terletak antara 5 ̊07’10” - 5 ̊16’ 47” Lintang Selatan dan antara 121 ̊45’– 121 ̊53’ Bujur Timur.
Kecamatan Mata Usu merupakan pemekaran dari Kecamatan Kabaena yang pecah menjadi beberapa kecamatan lain seperti kecamatan Kabaena Tengah, Kabaena Timur, Kabaena Selatan, dan Kecamatan Kabaena utara.
Secara administratif, Ibukota Kecamatan Matausu adalah Desa Wia-Wia.
Batas-batas wilayah kecamatan Mata Usu adalah sebagai berikut:
| Utara | Kecamatan Kabaena Utara |
| Timur | Teluk Bone |
| Selatan | Kecamatan Kabaena |
| Barat | Kecamatan Kabaena |
Kecamatan Mata Usu terdiri dari 5 desa antara lain:
| Desa | Luas (km²) | Penduduk | Jumlah
Dusun |
Jumlah
RT |
|---|---|---|---|---|
| Totole | 185,29 | 299 | 3 | 70 |
| Kolombi Mata Usu | 30,93 | 289 | 3 | 70 |
| Morengke | 69,03 | 335 | 3 | 94 |
| Wia-wia | 49,91 | 325 | 2 | 97 |
| Lamuru | 121,01 | 389 | 3 | 95 |
| Total | 456,17 | 1.637 | 14 | 426 |
Dapat dilihat bahwa, Desa Totole memiliki wilayah terluas yakni 185,29 km², sedangkan Desa Kolombi Mata Usu memiliki wilayah terkecil yang hanya seluas 30,93 km². Desa Totole merupakan desa yang paling jauh dari ibukota kecamatan yaitu mencapai 18 kilometer.

Pada tahun 2019, Mata Usu memiliki jumlah penduduk sebesar 1.637 jiwa yang terdiri dari 909 laki-laki dan 723 perempuan.
Sebanyak 75 rumah tangga di kecamatan Mata Usu adalah pengguna pembangkit listrik tenaga surya, 34 pengguna minyak tanah dan 317 masih menggunakan mesin usaha perseorangan.
Sebanyak 44 rumah tangga di kecamatan Mata Usu mengandalkan air ulang galon, 192 mengandalkan sumur, 163 mengandalkan sumber mata air dan 27 masih mengandalkan air sungai untuk memasak.
Jumlah curah hujan tahunan (2019) di Kecamatan Mata Usu adalah 1.325 mm dengan 151 hari hujan. Bulan paling basah adalah bulan Februari dengan curah hujan mencapai 301 mm.
Mata Usu memiliki 4 TK, 4 SD/Sederajat dan 1 SMP/Sederajat. Berikut adalah statistik kependidikan di Mata Usu:
| Jenjang Pendidikan | Jumlah
Institusi |
Jumlah
Guru |
Jumlah
Murid/Siswa | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Negeri | Swasta | Negeri | Swasta | Negeri | Swasta | |
| TK | 4 | - | 14 | - | 105 | - |
| SD | 4 | - | 42 | - | 257 | - |
| SMP | 1 | - | 5 | - | 45 | - |
Mata Usu memiliki 1 puskesmas yang terletak di desa Wia-wia, 5 posyandu, dan 1 polindes. Jumlah tenaga medis yang ada adalah 13 bidan, 8 perawat, 1 tenaga farmasi, 1 ahli gizi, 1 ahli kesehatan masyarakat dan 10 dukun kampung.
Seluruh penduduk Mata Usu beragama Islam dan terdapat 7 masjid.
Di Mata Usu terdapat 1 pasar umum permanen yang terletak di desa Wia-Wia dan 25 kios/warung non permanen. Sebanyak 28 penduduk berprofesi sebagai pedagang di mana 3 orang merupakan pedagang grosir besar dan 25 orang pedagang eceran.
Terdapat akses jalan kabupaten sepanjang 126 km di kecamatan Mata Usu dengan kondisi belum beraspal. Angkutan umum yang tersedia adalah 5 unit truk, 34 mobil pick up dan 1 mobil penumpang.
Pada tahun 2019, terdapat 10 unit industri rumah tangga di mana 2 buah bergerak dibidang pembuatan makanan dan 8 dibidang minuman dan juga 51 unit bergerak dibidang penyulingan minyak atsiri.
Pada tahun 2019, tercatat lahan pertanian digunakan untuk komoditas pohon buah dan sayur-mayur, dan berikut adalah statistik pertanian di Kecamatan Mata Usu:
| Nama Komoditas | Banyak pohon | Produksi
(kw) |
|---|---|---|
| Komoditas Pohon berbuah | ||
| Durian | 700 | 300 |
| Jambu air | 15 | 4 |
| Jeruk Besar | 50 | 22 |
| Mangga | 75 | 50 |
| Nangka | 25 | 13 |
| Nenas | 150 | 18 |
| Pepaya | 100 | 40 |
| Pisang | 450 | 65 |
| Rambutan | 200 | 43 |
| Salak | 100 | 9 |
| Sirsak | 20 | 7 |
| Sukun | 30 | 5 |
| Nama Komoditas | Luas panen
(Ha) |
Produksi
(kw) |
|---|---|---|
| Bawang merah | 6 | 13 |
| Bawang daun | 12 | 39 |
| Kacang panjang | 13 | 26 |
| Cabe rawit | 21 | 49 |
| Tomat | 11 | 22 |
| Terung | 9 | 20 |
| Kangkung | 4 | 8 |
| Bayam | 9 | 18 |
Populasi sapi pada tahun 2019 sebanyak 3.175 ekor, sedangkan kerbau 45 ekor, kambing 264 ekor, ayam kampung 13.355 ekor, dan itik 61 ekor. Produksi peternakan Bunguran Batubi terdiri dari 1.026 kg daging sapi, 15 kg daging kambing, dan 57 kg telur.