Sisaprida merupakan suatu obat gastroprokinetik, yaitu obat yang meningkatkan pergerakan atau kontraksi dari lambung dan usus. Obat ini digunakan untuk mengobati gejala seperti kembung yang disebabkan kembalinya asam lambung ke esofagus. Obat dijual di bawah nama dagang Prepulsid (Janssen-Ortho) dan Propulsid. Obat ini ditemukan oleh Janssen Pharmaceutica pada tahun 1980. Di banyak negara, telah ditarik dari pasar atau memiliki indikasi yang terbatas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Acpulsif, Guarposid, Prepulsid, Pridesia, Propulsid |
| AHFS/Drugs.com | FDA Professional Drug Information |
| MedlinePlus | a694006 |
| Kategori kehamilan |
|
| Rute pemberian | oral (tablet), suspensi |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | 30-40% |
| Pengikatan protein | 97,5% |
| Metabolisme | hati CYP3A4, usus |
| Waktu paruh eliminasi | 10 jam |
| Ekskresi | ginjal, empedu |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| IUPHAR/BPS | |
| DrugBank |
|
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| KEGG |
|
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.072.423 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C23H29ClFN3O4 |
| Massa molar | 465.945 g/mol |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| | |
Sisaprida merupakan suatu obat gastroprokinetik, yaitu obat yang meningkatkan pergerakan atau kontraksi dari lambung dan usus. Obat ini digunakan untuk mengobati gejala seperti kembung yang disebabkan kembalinya asam lambung ke esofagus. Obat dijual di bawah nama dagang Prepulsid (Janssen-Ortho) dan Propulsid (di Amerika Serikat). Obat ini ditemukan oleh Janssen Pharmaceutica pada tahun 1980. Di banyak negara, telah ditarik dari pasar atau memiliki indikasi yang terbatas.
Pada pasien dewasa, sisaprida digunakan untuk mengatasi gangguan motilitas saluran cerna, khususnya gastroparesis dan refluks esofagitis. Pada pasien anak-anak, digunakan untuk gastroesophageal reflux yang berat, apabila terapi lain tidak berhasil.
Di banyak negara, obat telah ditarik atau memiliki indikasi yang terbatas karena laporan dari efek samping sindrom perpanjangan interval QT, yang dapat menyebabkan aritmia. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengeluarkan surat peringatan kepada dokter,[1] dan sisaprida telah sukarela dihapus dari pasar AS pada 14 Juli 2000. Penggunaannya di Eropa juga terbatas. Obat dilarang di India dan di Filipina pada tahun 2011.[2] Obat ini dilarang di India dan Filipina pada tahun 2011.[3]
Sisaprida merupakan antagonis reseptor serotonin yang menstimulasi motilitas saluran cerna dengan cara meningkatkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah dan meningkatkan bersihan asam esofagus.
Telah dilaporkan terjadi aritmia jantung yang serius pada pasien yang diobati dengan sisaprida, meliputi takikardia ventrikular, fibrilasi ventrikular, torsade de pointes dan perpanjangan interval QT. Beberapa kasus yang terjadi adalah fatal.
Kasus-kasus tersebut terjadi pada:
Setiap 2 minggu pemakaian harus dilakukan evaluasi oleh dokter.
Pasien dengan atau yang diduga mempunyai faktor risiko aritmia jantung berikut ini, sebaiknya dievaluasi secara hati-hati sebelum menggunakan sisaprida:
Pada pasien seperti di atas harus dilakukan EKG, pemeriksaan elektrolit serum (kalium dan magnesium) dan fungsi ginjal, sebagai bagian dari evaluasinya. Sisaprida sebaiknya hanya digunakan dibawah pengawasan dokter, di mana harus dipertimbangkan risiko terhadap manfaat yang diperoleh. Hati-hati pada pasien di mana peningkatan motilitas gastrointestinal dapat membahayakan. Obat sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan, pertimbangkan manfaat dibandingkan risiko terhadap janin. Walaupun sisaprida diekskresikan didalam ASI dengan jumlah kecil, sebaiknya ibu tidak menyusui bayi ketika menggunakan obat ini.
Gejala overdosis seperti tremor, kejang, sesak napas, kehilangan gerakan ke kanan, katalepsi, katatonia dan diare dapat dilakukan pengobatan dengan cara pengosongan lambung atau arang aktif.