Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Astemizol

Astemizol adalah obat antihistamin generasi kedua yang memiliki durasi kerja panjang. Astemizol ditemukan oleh Janssen Pharmaceuticals pada tahun 1977. Obat ini ditarik dari pasaran secara global pada tahun 1999 karena efek samping yang jarang terjadi tetapi berpotensi fatal.

senyawa kimia
Diperbarui 5 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Astemizol
Astemizol
Data klinis
AHFS/Drugs.comMultum Consumer Information
MedlinePlusa600034
Kategori
kehamilan
  • C
Rute
pemberian
Oral
Kode ATC
  • R06AX11 (WHO)
Status hukum
Status hukum
  • Ditarik dari perdaran
Data farmakokinetika
Pengikatan protein~96%
MetabolismeHati (CYP3A4)[1]
Waktu paruh eliminasi24 jam
EkskresiFeses
Pengenal
Nama IUPAC
  • 1-[(4-fluorofenil)metil]-N-[1-[2-(4-metoksifenil)etil]-4-piperidil]benzoimidazol-2-aminadi
Nomor CAS
  • 68844-77-9 checkY
PubChem CID
  • 2247
IUPHAR/BPS
  • 2603
DrugBank
  • DB00637 checkY
ChemSpider
  • 2160 checkY
UNII
  • 7HU6337315
KEGG
  • D00234 checkY
ChEBI
  • CHEBI:2896 checkY
ChEMBL
  • ChEMBL296419 checkY
CompTox Dashboard (EPA)
  • DTXSID9020110 Sunting di Wikidata
ECHA InfoCard100.065.837 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC28H31FN4O
Massa molar458,58 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • Gambar interaktif
SMILES
  • Fc1ccc(cc1)Cn2c5ccccc5nc2NC4CCN(CCc3ccc(OC)cc3)CC4
InChI
  • InChI=1S/C28H31FN4O/c1-34-25-12-8-21(9-13-25)14-17-32-18-15-24(16-19-32)30-28-31-26-4-2-3-5-27(26)33(28)20-22-6-10-23(29)11-7-22/h2-13,24H,14-20H2,1H3,(H,30,31) checkY
  • Key:GXDALQBWZGODGZ-UHFFFAOYSA-N checkY
  (verify)

Astemizol (kode pengembangan R43512) adalah obat antihistamin generasi kedua yang memiliki durasi kerja panjang. Astemizol ditemukan oleh Janssen Pharmaceuticals pada tahun 1977. Obat ini ditarik dari pasaran secara global pada tahun 1999 karena efek samping yang jarang terjadi tetapi berpotensi fatal (perpanjangan interval QTc dan aritmia terkait akibat blokade saluran hERG).[2][3]

Farmakologi

Astemizol adalah antagonis reseptor histamin H1. Obat ini memiliki efek antikolinergik dan antipruritik.

Astemizol cepat diserap dari saluran pencernaan dan secara kompetitif mengikat reseptor histamin H1 di saluran pencernaan, rahim, pembuluh darah, dan otot bronkial. Hal ini menekan pembentukan edema dan pruritus (yang disebabkan oleh histamin).

Meskipun beberapa laporan sebelumnya menyatakan bahwa astemizol tidak melewati sawar darah otak, beberapa penelitian[4][5] telah menunjukkan permeabilitas tinggi dan ikatan tinggi pada lipatan protein yang terkait dengan Penyakit Alzheimer.

Astemizol juga dapat bekerja pada reseptor histamin H3, sehingga menimbulkan efek samping.[butuh rujukan]

Astemizol juga bekerja sebagai FIASMA (penghambat fungsional sfingomielinase asam).[6]

Astemizol telah diteliti sebagai pengobatan untuk Penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD).[7]

Toksisitas

Astemizol memiliki LD50 oral sekitar 2052 mg/kg (pada tikus).

Referensi

  1. ↑ Matsumoto S, Yamazoe Y (February 2001). "Involvement of multiple human cytochromes P450 in the liver microsomal metabolism of astemizole and a comparison with terfenadine". British Journal of Clinical Pharmacology. 51 (2): 133–142. doi:10.1111/j.1365-2125.2001.01292.x. PMC 2014443. PMID 11259984.
  2. ↑ Zhou Z, Vorperian VR, Gong Q, Zhang S, January CT (June 1999). "Block of HERG potassium channels by the antihistamine astemizole and its metabolites desmethylastemizole and norastemizole". Journal of Cardiovascular Electrophysiology. 10 (6): 836–843. doi:10.1111/j.1540-8167.1999.tb00264.x. PMID 10376921. S2CID 25655101.
  3. ↑ Charles O, Onakpoya I, Benipal S, Woods H, Bali A, Aronson JK, et al. (2019). "Withdrawn medicines included in the essential medicines lists of 136 countries". PLOS ONE. 14 (12): e0225429. Bibcode:2019PLoSO..1425429C. doi:10.1371/journal.pone.0225429. PMC 6887519. PMID 31791048.
  4. ↑ Rojo LE, Alzate-Morales J, Saavedra IN, Davies P, Maccioni RB (2010). "Selective interaction of lansoprazole and astemizole with tau polymers: potential new clinical use in diagnosis of Alzheimer's disease". Journal of Alzheimer's Disease. 19 (2). IOS Press: 573–589. doi:10.3233/JAD-2010-1262. PMC 2951486. PMID 20110603.
  5. ↑ Di L, Kerns EH, Fan K, McConnell OJ, Carter GT (March 2003). "High throughput artificial membrane permeability assay for blood-brain barrier". European Journal of Medicinal Chemistry. 38 (3): 223–232. doi:10.1016/S0223-5234(03)00012-6. PMID 12667689.
  6. ↑ Kornhuber J, Muehlbacher M, Trapp S, Pechmann S, Friedl A, Reichel M, et al. (2011). "Identification of novel functional inhibitors of acid sphingomyelinase". PLOS ONE. 6 (8): e23852. Bibcode:2011PLoSO...623852K. doi:10.1371/journal.pone.0023852. PMC 3166082. PMID 21909365.
  7. ↑ Karapetyan YE, Sferrazza GF, Zhou M, Ottenberg G, Spicer T, Chase P, et al. (April 2013). "Unique drug screening approach for prion diseases identifies tacrolimus and astemizole as antiprion agents". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 110 (17): 7044–7049. Bibcode:2013PNAS..110.7044K. doi:10.1073/pnas.1303510110. PMC 3637718. PMID 23576755.

Pranala luar

  • Statement on Astemizole from Health Canada

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Farmakologi
  2. Toksisitas
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Senyawa kimia

sifat fisik

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Tata nama senyawa kimia

Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026