Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ketokonazol

Ketokonazol adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi jamur di kulit, seperti panau, kurap, kutu air, dan infeksi jamur di bagian tubuh lain, seperti kandidiasis pada vagina. Ketokonazola adalah imidazola spektrum luas pertama yang cocok untuk pengobatan mikosis sistemik secara oral. Ketokonazola bekerja dengan mencegah sintesis ergosterol, serupa dengan kolesterol pada jamur, sehingga meningkatkan fluiditas membran dan mencegah pertumbuhan jamur.

senyawa kimia
Diperbarui 5 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ketokonazol
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Ketokonazol
(2R,4S)-(+)-ketokonazola (atas)
(2S,4R)-(−)-ketokonazola (bawah)
Data klinis
Pengucapan/ˌkiːtoʊˈkoʊnəˌzoʊl, -zɒl/[1][2]
Nama dagangAnfuhex, Fungasol, Mycoral, Zoralin, Ketomed, Nizoral, lainnya
Nama lainR-41400; KW-1414
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682816
License data
  • EU EMA: yes
  • US DailyMed: Ketoconazole
Kategori
kehamilan
  • AU: B3
    Rute
    pemberian
    Oral (tablet), topikal (krim, sampo, larutan)
    Kode ATC
    • J02AB02 (WHO) D01AC08 G01AF11
    Status hukum
    Status hukum
    • UK: POM (Hanya resep) [3][4]
    • US: Rx-saja
    • Rx-saja
    Data farmakokinetika
    BioavailabilitasOral: 37–97%[5]
    Pengikatan protein84 hingga 99%
    MetabolismeLiver ekstensif (terutama oksidasi, O-dealkilasi)
    MetabolitN-deasetil ketokonazola
    Waktu paruh eliminasiBifasik
    EkskresiEmpedu (utama) dan ginjal[6]
    Pengenal
    Nama IUPAC
    • 1-[4-[4-[[2-(2,4-diklorofenil)-2-(imidazol-1-ilmetil)-1,3-dioksolan-4-il]metoksi]fenil]piperazin-1-il]etanon
    Nomor CAS
    • 65277-42-1 checkY
    PubChem CID
    • 3823
    • 47576
    IUPHAR/BPS
    • 2568
    DrugBank
    • DB01026 checkY
    ChemSpider
    • 401695 checkY
    • 3691
    UNII
    • R9400W927I
    KEGG
    • D00351 checkY
    ChEBI
    • CHEBI:48336 checkY
    ChEMBL
    • ChEMBL75 checkY
    • ChEMBL157101
    Ligan PDB
    • KTN (PDBe, RCSB PDB)
    CompTox Dashboard (EPA)
    • DTXSID20273956 Sunting di Wikidata
    ECHA InfoCard100.059.680 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC26H28Cl2N4O4
    Massa molar531,431 g/mol
    Model 3D (JSmol)
    • Gambar interaktif
    KiralitasRacemic mixture[6][7]
    SMILES
    • O=C(N5CCN(c4ccc(OC[C@@H]1O[C@](OC1)(c2ccc(Cl)cc2Cl)Cn3ccnc3)cc4)CC5)C
    InChI
    • InChI=1S/C26H28Cl2N4O4/c1-19(33)31-10-12-32(13-11-31)21-3-5-22(6-4-21)34-15-23-16-35-26(36-23,17-30-9-8-29-18-30)24-7-2-20(27)14-25(24)28/h2-9,14,18,23H,10-13,15-17H2,1H3/t23-,26-/m0/s1 checkY
    • Key:XMAYWYJOQHXEEK-OZXSUGGESA-N checkY
     ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

    Ketokonazol adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi jamur di kulit, seperti panau, kurap, kutu air, dan infeksi jamur di bagian tubuh lain, seperti kandidiasis pada vagina.[8] Ketokonazola adalah imidazola spektrum luas pertama yang cocok untuk pengobatan mikosis sistemik secara oral.[9] Ketokonazola bekerja dengan mencegah sintesis ergosterol, serupa dengan kolesterol pada jamur, sehingga meningkatkan fluiditas membran dan mencegah pertumbuhan jamur.[10]

    Formulasi ketokonazola tersedia dalam bentuk oral dan topikal. Ketokonazola oral tersedia dalam bentuk tablet 200 mg sementara untuk ketokonazola topikal tersedia dalam bentuk krim, sampo, gel, dan losion dengan konsentrasi 1-2%,[11] serta larutan 2%.[12]

    Sejarah

    Sintesis dan sifat antijamur dari ketokonazola pertama kali dideskripsikan oleh Janssen Pharmaceutica dan dilaporkan dalam Journal of Medicinal Chemistry yang diterbitkan oleh American Chemical Society pada tahun 1979.[13]

    Pada tahun 1981, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui penggunaan ketokonazola secara sistemik yang telah disintesis dan dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutica tersebut.[14]

    Pada Juli 2013, FDA mengeluarkan peringatan bahwa ketokonazola tablet dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius dan masalah kelenjar adrenal, sehingga obat ini sebaiknya tidak digunakan sebagai pengobatan lini pertama untuk infeksi jamur apa pun. Obat ini sebaiknya hanya digunakan jika obat antijamur alternatif tidak tersedia atau tidak memberikan hasil yang baik.[15]

    Sinonim dan nama dagang

    Ketokonazol bisa ditemukan dalam beberapa sinonim seperti ketokonazola, ketoconazol, ketoconazole, ketoconazolum, dan ketozole.[10]

    Beberapa merek dagang ketokonazol di antaranya adalah Formyco, Ketomed, Mycoral, Nizoral, Solinfec, Zoralin, A-Be, Anfuhex, Lamycos, Cidaral, Lusanoc, Dandrufin, Dericazole, Murazid, Dexazol, Muzoral, Mycoderm, Dysfungal, Erazol, Nizol, Etafungal, Nofung, Picamic, Wizol.[8][16]

    Sementara merek dagang ketokonazol yang beredar di Indonesia antara lain Anfuhex, Dermaral, Erazol, Funet, Fungoral, Fungasol, Formyco, Formyco Cream, Grazol, Interzol, Mycoral, Nizol, Nizoral Cream, Nizoral-SS, Solinfec, Solinfec Cream, Tokasid, Tokasid Cream, Zoralin, Zoloral Cream, Zoloral-SS,[17] dan Ketomed.[18]

    Mekanisme kerja

    Mekanisme kerja ketokonazola sebagai antijamur adalah dengan melemahkan struktur dan fungsi membran sel fungi melalui mekanisme blokade sintesis ergosterol, salah satu komponen dari membran sel fungi, melalui penghambatan sitokrom P-450.[19]

    Ketokonazola bekerja dengan memblok sintesis dari ergosterol melalaui penghambatan pada lanosterol 14 alfa-demetilase, suatu enzim sitokrom P-450 yang diperlukan untuk konversi lanosterol menjadi ergosterol, sehingga lanosterol tidak dapat melakukan konversi menjadi ergosterol pada membran sel fungi. Hal ini mengakibatkan penghambatan sintesis ergosterol dan peningkatan permeabilitas sel fungi karena berkurangnya jumlah ergosterol yang terdapat dalam membran sel fungi. Penghambatan metabolisme ini juga menghasilkan akumulasi 14α-metil-3,6-diol, suatu metabolit toksik. Ergosterol yang tidak dapat terbentuk dan semakin tipis pada dinding membran sel akan melemahkan struktur dan fungsi pada membran sel.[10][19]

    Penggunaan medis

    Rute pemberian obat oral

    Ketokonazola dalam bentuk tablet digunakan untuk mengobati infeksi jamur yang memengaruhi beberapa organ (sistemik).[8] Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, digunakan untuk mengobati infeksi jamur dan khamir yang serius, seperti kandidiasis, blastomikosis (penyakit Gilchrist), koksidioidomikosis, histoplasmosis (penyakit Darling), kromoblastomikosis (kromomikosis) parakoksidioidomikosis (blastomikosis Amerika Selatan, penyakit Lutz-Splendore-Almeida).[20]

    Obat ini bekerja dengan cara membunuh jamur atau ragi, atau mencegah pertumbuhannya. Ketokonazola juga digunakan untuk mengobati infeksi jamur parasit pada kulit (seperti tinea pedis (kutu air) atau kurap) yang tidak dapat diobati dengan obat topikal atau griseofulvin, atau untuk pasien yang tidak dapat menggunakan griseofulvin.[20]

    Rute pemberian obat topikal

    Krim

    Ketokonazola krim 2% digunakan untuk mengatasi infeksi jamur kulit seperti infeksi jamur Candida di kulit (cutaneous candidiasis), tinea korporis, tinea kruris (infeksi jamur di selangkangan), tinea manum (infeksi jamur tangan), dan tinea pedis (kutu air). Selain itu juga dapat digunakan untuk mengobati panau dan dermatitis seboroik.[8]

    Sampo

    Sampo Ketokonazol 2%

    Ketokonazola sampo 2% bisa digunakan untuk mengobati panau dan dermatitis seboroik, selain juga bisa digunakan untuk pencegahan panau.[8]

    Larutan kulit kepala

    Ketokonazola larutan kulit kepala 2% digunakan untuk pengobatan infeksi kulit kepala yang disebabkan oleh jamur Pityrosporum ovale seperti gangguan kulit yang menyebabkan kulit bersisik, berketombe, dan dermatitis seboroik ringan.[18]

    Efek samping

    Efek samping penggunaan ketokonazola tablet yang umum terjadi adalah mual ringan, muntah, atau nyeri perut, gatal atau ruam ringan, sakit kepala, pusing, pembengkakan atau pembesaran payudara pada pria,[8] impotensi atau kehilangan gairah seks, diare, urtikaria, pruritus, alopesia, dan kerusakan hati.[16][21] Efek samping ketokonazola tablet lainnya juga bisa berupa demam, reaksi alergi, gatal-gatal, sulit bernapas, nyeri dada, dan bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.[16]

    Efek samping penggunaan ketokonazola dalam bentuk sediaan krim di antaranya adalah sedikit rasa panas, eritema, gatal, iritasi lokal, dan reaksi hipersensitif.[16]

    Referensi

    1. ↑ "Ketoconazole". Merriam-Webster Dictionary.
    2. ↑ "Ketoconazole". Dictionary.com Unabridged. Random House.
    3. ↑ "Ketoconazole HRA 200mg Tablets - Summary of Product Characteristics (SmPC)". (emc). 18 September 2017. Diakses tanggal 1 April 2020.
    4. ↑ "Ketoconazole 2% w/w Shampoo - Summary of Product Characteristics (SmPC)". (emc). 5 October 2015. Diakses tanggal 1 April 2020.
    5. ↑ Larry E. Millikan, ed. (2000). Drug Therapy in Dermatology. Marcel Dekker, Inc. hlm. 82. ISBN 0-8247-0306-5. Diakses tanggal 6 Juni 2020.
    6. 1 2 "Assessment report: Ketoconazole HRA" (PDF). www.ema.europa.eu. European Medicines Agency. Committee for Medicinal Products for Human Use. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 27 Agustus 2016. Diakses tanggal 6 Juni 2020.
    7. ↑ Arakaki R, Welles B (Februari 2010). "Ketoconazole enantiomer for the treatment of diabetes mellitus". Expert Opinion on Investigational Drugs. 19 (2): 185–94. doi:10.1517/13543780903381411. PMID 20047506.
    8. 1 2 3 4 5 6 dr. Merry Dame Cristy Pane (28 Januari 2020). "Ketoconazole". Alodokter. Diakses tanggal 6 Juni 2020.
    9. ↑ Walter Sneader (2005). Drug Discovery: A History. John Wiley & Sons, Ltd. hlm. 335. ISBN 0-471-89979-8. Diakses tanggal 6 Juni 2020.
    10. 1 2 3 "Ketoconazole". DrugBank.ca. Diakses tanggal 6 Juni 2020.
    11. ↑ dr.Intan Ekarulita. "Formulasi Ketoconazole". Alomedika. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
    12. ↑ Muhsin A. Aldhalimi, Najah R. Hadi, dan Fadaa A. Ghafil (9 Maret 2014). "Promotive Effect of Topical Ketoconazole, Minoxidil, and Minoxidil with Tretinoin on Hair Growth in Male Mice". National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. doi:10.1155/2014/575423. Diakses tanggal 7 Juni 2020. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
    13. ↑ J. Heeres, L. J. J. Backx, J. H. Mostmans, dan J. Van Cutsem (1979). "Antimycotic Imidazoles. Part 4. Synthesis and Antifungal Activity of Ketoconazole, a New Potent Orally Active Broad-spectrum Antifungal Agent" (PDF). Journal of Medicinal Chemistry. 22, No.8. American Chemical Society: 1003. Diakses tanggal 6 Juni 2020. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
    14. ↑ J. A. Maertens (27 Februari 2004). "History of the development of azole derivatives". Wiley Online Library. Diakses tanggal 6 Juni 2020.
    15. ↑ "Ketomed: Manfaat, Dosis, & Efek Samping". HonestDocs. 2 April 2020. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
    16. 1 2 3 4 "Ketoconazole – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping". DokterSehat. 27 Agustus 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Juni 2020. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
    17. ↑ dr. Karlina Lestari (1 Februari 2019). "Ketoconazole". SehatQ. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
    18. 1 2 Lenny Tan (25 September 2019). "Ketomed 2 % larutan 60 ml". SehatQ. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
    19. 1 2 dr.Intan Ekarulita. "Farmakologi Ketoconazole". Alomedika. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
    20. 1 2 "Ketoconazole (Oral Route)". Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER). 1 Mei 2020. Diakses tanggal 7 Juni 2020.
    21. ↑ Lika Aprilia Samiadi (11 Mei 2020). "Ketoconazole". Hello Sehat. Diakses tanggal 7 Juni 2020.

    Pranala luar

    • "Ketoconazole". Drug Information Portal. U.S. National Library of Medicine.
    Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
    • Spanyol

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Sinonim dan nama dagang
    3. Mekanisme kerja
    4. Penggunaan medis
    5. Rute pemberian obat oral
    6. Rute pemberian obat topikal
    7. Efek samping
    8. Referensi
    9. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Senyawa kimia

    sifat fisik

    Kimia

    Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

    Tata nama senyawa kimia

    Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026