Griseofulvin adalah obat antijamur yang digunakan untuk mengobati dermatofitosis pada bagian kulit, kulit kepala, dan kuku. Beberapa di antaranya seperti tinea barbae, tinea capitis, tinea korporis, tinea cruris, tinea pedis, dan tinea unguium yang disebabkan oleh Trichophyton, Microsporum, atau Epidermophyton floccosum. Griseofulvin merupakan antibiotik fungistatik yang berasal dari Penicillium griseofulvum, yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, kulit kepala, rambut, dan kuku ketika pengobatan topikal telah gagal atau tidak cocok.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Fungistop, Gricin, Grivin Forte, Gris-peg, Grifulvin V, Omefulvin, lainnya |
| AHFS/Drugs.com | monograph |
| MedlinePlus | a682295 |
| Kategori kehamilan |
|
| Rute pemberian | Melalui mulut |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum | |
| Data farmakokinetika | |
| Bioavailabilitas | Sangat bervariasi (25 hingga 70%) |
| Metabolisme | Hati (demetilasi dan glukuronidasi) |
| Waktu paruh eliminasi | 9–21 jam |
| Pengenal | |
| |
| Nomor CAS |
|
| PubChem CID | |
| DrugBank |
|
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| KEGG |
|
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| ECHA InfoCard | 100.004.335 |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | C17H17ClO6 |
| Massa molar | 352.766 |
| Model 3D (JSmol) | |
| |
| |
| (verify) | |
Griseofulvin adalah obat antijamur yang digunakan untuk mengobati dermatofitosis pada bagian kulit, kulit kepala, dan kuku. Beberapa di antaranya seperti tinea barbae (kurap pada bagian wajah dan leher yang berjanggut), tinea capitis (kurap kulit kepala), tinea korporis (kurap pada bagian tubuh), tinea cruris (kurap di selangkangan; kurap pangkal paha), tinea pedis (kutu air, kurap kaki), dan tinea unguium (onikomikosis; kurap kuku) yang disebabkan oleh Trichophyton, Microsporum, atau Epidermophyton floccosum.[1] Griseofulvin merupakan antibiotik fungistatik yang berasal dari Penicillium griseofulvum, yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, kulit kepala, rambut, dan kuku ketika pengobatan topikal telah gagal atau tidak cocok.[2]
Griseofulvin pertama kali diisolasi dari Penicillium griseofulvum oleh Oxford AE, Raistrick H., dan Simonart P. pada tahun 1939.[3] Griseofulvin termasuk dalam salah satu Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat-obatan teraman dan paling efektif yang diperlukan dalam sistem kesehatan.[4]
Griseofulvin hanya digunakan secara ora untuk pengobatan dermatofitosis, dan tidak efektif untuk pemberian secara topikal.[5]
Tablet Griseofulvin 250 mg yang dikonsumsi secara oral digunakan untuk mengatasi infeksi jamur di bagian kulit, rambut, dan kuku yang tidak merespons pengobatan melalui sediaan obat antijamur berbentuk krim atau salep. Untuk penyerapan terbaik, tablet obat bisa dikonsumsi bersama makanan atau setelah makan makanan yang mengandung lemak dalam jumlah sedang.[6]