Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ranitidin

Ranitidin adalah golongan obat antagonis H2 yang bekerja dengan cara menghambat reseptor H2. Obat ini umumnya digunakan dalam pengobatan penyakit ulkus peptikum, penyakit refluks gastroesofagus, dan sindrom Zollinger-Ellison. Terdapat juga bukti tentatif manfaat untuk mengobati urtikaria. Obat dapat diambil melalui mulut, dengan suntikan ke dalam otot, atau ke pembuluh darah.

Obat yang menurunkan produksi asam lambung
Diperbarui 15 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ranitidin
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Ranitidin
Data klinis
Pengucapan/rəˈnɪtɪdiːn/
Nama dagangAcran, Gasela, Hufadine, Ranivel, Rantin, Zantac, lainnya
Nama lainDimetil [(5-{[(2-{[1-(metilamino)-
2-nitroetenil]amino}etil)sulfanil]
metil}furan-2-il)metil]amina
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa601106
License data
  • US FDA: Ranitidine
Kategori
kehamilan
  • AU: B1
    Rute
    pemberian
    Diminum, IV
    Kode ATC
    • A02BA02 (WHO)
      A02BA07 (ranitidin bismut sitrat)
    Status hukum
    Status hukum
    • AU: S2 (Pharmacy only)
    • UK: General sales list (GSL, OTC)
    • US: OTC / Rx-only
    Data farmakokinetika
    Bioavailabilitas50% (Diminum)[1]
    Pengikatan protein15%
    MetabolismeHati: FMO, termasuk FMO3; enzim lainnya
    Onset aksi55–65 menit (dosis 150 mg)[2]
    55–115 menit (dosis 75 mg)[2]
    Waktu paruh eliminasi2–3 jam
    Ekskresi30–70% ginjal
    Pengenal
    Nama IUPAC
    • N-(2-[(5-[(dimetilamino)metil]furan-2-il)metiltio]etil)-N'-metil-2-nitroetena-1,1-diamina
    Nomor CAS
    • 66357-35-5 checkY
    PubChem CID
    • 3001055
    IUPHAR/BPS
    • 1234
    DrugBank
    • DB00863 checkY
    ChemSpider
    • 4863 N
    UNII
    • 884KT10YB7
    KEGG
    • D00422 checkY
    ChEBI
    • CHEBI:8776 N
    ChEMBL
    • ChEMBL1790041 N
    CompTox Dashboard (EPA)
    • DTXSID8045191 Sunting di Wikidata
    ECHA InfoCard100.060.283 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC13H22N4O3S
    Massa molar314.4 g/mol
    Model 3D (JSmol)
    • Gambar interaktif
    SMILES
    • [O-][N+](=O)C=C(NC)NCCSCc1ccc(o1)CN(C)C
    InChI
    • InChI=1S/C13H22N4O3S/c1-14-13(9-17(18)19)15-6-7-21-10-12-5-4-11(20-12)8-16(2)3/h4-5,9,14-15H,6-8,10H2,1-3H3 N
    • Key:VMXUWOKSQNHOCA-UHFFFAOYSA-N N
     ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

    Ranitidin adalah golongan obat antagonis H2 yang bekerja dengan cara menghambat reseptor H2.[1] Obat ini umumnya digunakan dalam pengobatan penyakit ulkus peptikum, penyakit refluks gastroesofagus, dan sindrom Zollinger-Ellison.[1] Terdapat juga bukti tentatif manfaat untuk mengobati urtikaria.[3] Obat dapat diambil melalui mulut, dengan suntikan ke dalam otot, atau ke pembuluh darah.[1]

    Referensi

    1. 1 2 3 4 "Omeprazole". The American Society of Health-System Pharmacists. Diakses tanggal Nov 20, 2016.
    2. 1 2 Gardner JD, Ciociola AA, Robinson M, McIsaac RL (July 2002). "Determination of the time of onset of action of ranitidine and famotidine on intra-gastric acidity". Aliment. Pharmacol. Ther. 16 (7): 1317–1326. doi:10.1046/j.1365-2036.2002.01291.x. PMID 12144582.
    3. ↑ Fedorowicz, Z; van Zuuren, EJ; Hu, N (14 March 2012). "Histamine H2-receptor antagonists for urticaria". The Cochrane database of systematic reviews. 3: CD008596. doi:10.1002/14651858.CD008596.pub2. PMID 22419335.

    Pranala luar

    • U.S. National Library of Medicine: Drug Information Portal – Ranitidine


    Ikon rintisan

    Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

    • l
    • b
    • s

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Referensi
    2. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Asam lambung

    cairan dalam lambung

    Asam klorida

    asam mineral kuat

    Rosela

    Bunga rosela, hibiscus sabdariffa

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026