Jembatan Baruyungan adalah sebuah jembatan yang melintas diatas perairan Teluk Jakarta dan Muara Sungai Dadap yang menghubungkan antara Pulau Kita PIK 1 di Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta dengan kawasan PIK 2 di Kabupaten Tangerang, Banten. Jembatan ini dibangun pada tahun 2018 dan dibuka pada tahun 2020.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Jembatan Baruyungan | |
|---|---|
| Koordinat | -6.085428, 106.726439 |
| Moda transportasi | Kendaraan bermotor, sepeda, pejalan kaki |
| Melintasi | Teluk Jakarta dan Muara Sungai Dadap |
| Lokal | Kabupaten Tangerang, Banten dan Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta |
| Pengelola | Pantai Indah Kapuk |
| Karakteristik | |
| Panjang total | 1.400 meter (4.593 ft) |
| Lebar | 25 meter (82 ft) |
| Jumlah rancangan | 6 lajur |
| Sejarah | |
| Dibangun oleh | Waskita Karya[1] |
| Mulai dibangun | 2018 |
| Selesai dibangun | 2020 |
| Biaya konstruksi | Rp487 miliar[2] |
| Diresmikan | 2020 |
Jembatan Baruyungan adalah sebuah jembatan yang melintas diatas perairan Teluk Jakarta dan Muara Sungai Dadap yang menghubungkan antara Pulau Kita PIK 1 di Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta dengan kawasan PIK 2 di Kabupaten Tangerang, Banten. Jembatan ini dibangun pada tahun 2018 dan dibuka pada tahun 2020.
Pembangunan pulau reklamasi di utara Jakarta yaitu Pulau Maju dan Pulau Kita dan megaproyek Pantai Indah Kapuk 2 di utara pesisir Tangerang memerlukan akses penghubung untuk memperlancar lalu lintas di antara keduanya.
Sebelum adanya jembatan ini, dari kawasan PIK 1 menuju ke lokasi proyek PIK 2 harus memutar ke kawasan Kamal, Dadap hingga Kosambi dan Teluk Naga melalui ruas jalan kolektor yang sempit.
Pembangunan jembatan Baruyungan yang awalnya disebut Jembatan Pulau C[3] ini dimulai pada 2018 dan diselesaikan pada tahun 2020. Pada tahun 2020 akses jembatan ini dibuka untuk umum yang hendak melintas menuju kawasan PIK 2.
Pada 21 Februari 2022, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi nama Jembatan penghubung antara Pulau Kita dengan Kawasan Pantai Indah Kapuk 2 ini dengan nama Jembatan Baruyungan ditandai dengan peresmian pemberian nama oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.[4]
Jembatan Baruyungan dibangun dengan anggaran 700 miliar rupiah yang berasal dari PT Kukuh Mandiri Lestari, anak perusahaan Agung Sedayu Group. Jembatan ini memiliki panjang 1,4 Km dengan pondasi tiang pancang.[5]