PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk atau biasa disingkat menjadi PIK2, adalah sebuah perusahaan properti yang berkantor pusat di Jakarta. Properti utama dari perusahaan ini terletak di Kecamatan Kosambi dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten dengan luas mencapai 1.064,82 hektar untuk tahap pertama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nama sebelumnya | PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (2000–2023) |
|---|---|
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas terbuka |
| Kode emiten | BEI: PANI |
| Industri | Properti |
| Didirikan | 8 September 2000 (2000-09-08) |
| Kantor pusat | Jakarta Utara |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Sugianto Kusuma[1] (Direktur Utama) Susanto Kusumo[2] (Komisaris Utama) |
| Produk | |
| Jasa | Manajemen kawasan |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
Karyawan | |
| Induk | PT Multi Artha Pratama (88,07%) (konsorsium Agung Sedayu Group dan Salim Group) |
| Anak usaha | PT Bangun Kosambi Sukses |
| Situs web | www www |
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk atau biasa disingkat menjadi PIK2, adalah sebuah perusahaan properti yang berkantor pusat di Jakarta. Properti utama dari perusahaan ini terletak di Kecamatan Kosambi dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten dengan luas mencapai 1.064,82 hektar untuk tahap pertama.
Perusahaan ini memulai sejarahnya di Tangerang pada bulan September 2000 dengan nama PT Pratama Abadi Nusa Industri. Pada bulan Maret 2001, perusahaan ini mulai memproduksi kaleng. Pada bulan Desember 2017, perusahaan mengakuisisi PT Windublambangan Sejati yang bergerak di bidang pengolahan udang dan gurita, serta pengoperasian cold storage di Banyuwangi. Pada bulan September 2018, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.
Pada bulan Oktober 2021, melalui PT Multi Artha Pratama, PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya (Salim Group) resmi mengakuisisi 80% saham perusahaan ini. PANI kemudian diubah bisnisnya oleh kedua grup tersebut dari usaha pengalengan menjadi bisnis properti melalui skema backdoor listing. Pada bulan Agustus 2022, perusahaan ini mengakuisisi 51% saham PT Bangun Kosambi Sukses yang mengembangkan kawasan PIK2. PT Bangun Kosambi Sukses kemudian mengakuisisi 51% saham PT Mega Andalan Sukses dan PT Cahaya Gemilang Indah Cemerlang yang akan mengembangkan sejumlah properti di kawasan PIK2.[4] Perusahaan ini lalu berhenti memproduksi kaleng, agar dapat fokus mengelola bisnis dari anak-anak usahanya. Perusahaan ini juga menjalin kerja sama dengan Matrix Concept Holdings asal Malaysia untuk membangun Islamic Financial Center seluas 23,5 hektar di CBD PIK2.[3][5]
Pada tahun 2023, perusahaan ini mendivestasi PT Windublambangan Sejati.[6] Pada tahun 2023 juga, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang dan memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta Utara.[7]
Struktur kepemilikan saham per 27 Februari 2026 menunjukkan konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi pada satu pemegang saham pengendali, dengan beberapa pemegang saham lain melalui entitas luar negeri.[8]
| No | Pemegang Saham | Domisili | Jumlah Saham | Persentase |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PT Multi Artha Pratama | Indonesia | 15.234.037.094 | 84,09% |
| 2 | RCEP Growth Investment SPC | Cayman Islands | 507.585.400 | 2,80% |
| 3 | Treasure Venture Investment | Cayman Islands | 458.330.600 | 2,53% |
| 4 | Lat Ya Road Limited | British Virgin Islands | 379.353.104 | 2,09% |
| 5 | Alpha Investment SPC | Cayman Islands | 259.447.054 | 1,43% |
Selain itu, terdapat empat pemegang saham berbentuk perusahaan yang terdaftar di yurisdiksi offshore, yaitu di Cayman Islands dan British Virgin Islands. Entitas-entitas ini secara kolektif menguasai sekitar 8,85% saham PANI. Apabila kepemilikan dari entitas-entitas offshore tersebut tidak dianggap sebagai bagian dari free float yang benar-benar independen, maka free float efektif PANI diperkirakan hanya sekitar 7,06%, yiatu jauh di bawah ambang batas free float 15% yang sedang disiapkan oleh Indonesia Stock Exchange (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari reformasi pasar modal di Indonesia.[9]
Selain itu, porsi kepemilikan asing dalam saham PANI juga meningkat, dari sekitar 6,39% pada Februari 2025 menjadi 11,42% pada Februari 2026, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi investor luar negeri selama periode tersebut.[8]
Berdasarkan data kepemilikan manfaat atau beneficial ownership, pemilik manfaat utama PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) tercatat antara lain Susanto Kusumo, Alexander Halim Kusuma, Richard Halim Kusuma, dan Hindarto Budiono.[8]


Transportasi umum di PIK 2 didominasi oleh bus bus yang digunakan sebagai rute shuttle bus dan rute bus keluar PIK 2.
Mulai 1 Oktober 2025, pihak Pantai Indah Kapuk 2 mulai bekerja sama Transjakarta melalui penyewaan bus Royaltrans sebagai bus penyambung Pantai Indah Kapuk 2 dan Pantai Indah Kapuk. Hal ini menjadi peralihan kerjasama untuk pengadaan akses transportasi yang awalnya dilakukan dengan kerjasama antara pihak Pantai Indah Kapuk dan PT DAMRI. Selain bus shuttle dengan menggunakan bus Royaltrans Transjakarta, adapula rute dengan menggunakan bus dari pihak TREX (Transit Express) ditambah dengan rute menggunakan bus wisata double decker dari Transjakarta.[11]
Rute shuttle bus yang dilayani oleh Royatrans Transjakarta antara lain:
Untuk rute dengan menggunakan bus TREX (Transit Express):
Berikut adalah shuttle bus wisata:
Selain itu ada rute bus dari luar PIK 2 yang menghubungkan ke PIK 2, seperti: