Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jembatan Sei Alalak

Jembatan Sei Alalak adalah sebuah jembatan yang melintang di atas Sungai Alalak dan berlokasi di Berangas Timur, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Jembatan ini diresmikan pada 21 Oktober 2021 oleh Presiden RI, Joko Widodo dan berisi 4 lajur dua arah, panjang sekitar 850 meter dan lebar 20 meter.

jembatan di Indonesia
Diperbarui 24 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jembatan Sei Alalak
Infotaula de geografia políticaJembatan Sei Alalak
jembatan Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 3°16′37.9″S 114°35′22.9″E / 3.277194°S 114.589694°E / -3.277194; 114.589694 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaKalimantan Selatan
KabupatenBarito Kuala
KecamatanAlalak Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Jembatan Sei Alalak adalah sebuah jembatan yang melintang di atas Sungai Alalak dan berlokasi di Berangas Timur, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Jembatan ini diresmikan pada 21 Oktober 2021 oleh Presiden RI, Joko Widodo dan berisi 4 lajur dua arah, panjang sekitar 850 meter dan lebar 20 meter.[1]

Jembatan Sei Alalak, Banjarmasin

Jembatan Sei Alalak adalah jembatan lengkung yang pertama di Indonesia dan dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia 30 tahun dan berfungsi sebagai sebagai jalur utama akses Kota Banjarmasin dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan di Kalimantan Tengah dan mengatasi kemacetan jalan lingkar utara.[2]

Sebelumnya, jembatan ini memiliki usulan nama yang disematkan oleh DPRD Kalimantan Selatan. Salah satu nama yang diusulkan menjadi nama jembatan adalah Aberani Sulaiman,[3] Letjen TNI (Purn) Zaini Azhar Maulani, Abdussamad Sulaiman HB, Brigjen H Hasan Basry dan Muhammad Said.[4] bahkan akibat meme yang populer di media sosial, jembatan ini ditandai oleh warga dengan nama Jembatan Basit.[5] Namun saat peresmian, nama jembatan tetap menggunakan nama Sei Alalak sebagai nama resmi.[6]

Struktur jembatan

Pondasi jembatan Sei Alalak didirikan di atas lahan rawa dan memiliki kedalaman pondasi sekitar 75 m dengan diameter pancangnya sebesar 1,8 meter. Jembatan ini memiliki tiga bagian, yaitu jembatan utama dengan struktur cable stayed sepanjang 130 meter, jembatan pendekat dengan struktur pileslab sepanjang 295 meter dan oprit jembatan sepanjang 425 meter. Desain jembatan diperuntukkan dilintasi oleh kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton.[7]

Metode konstruksi yang digunakan pada Jembatan Sei Alalak adalah longline matchcast system. Kemudian, geometri tiang pylon asimetris bertujuan untuk mengatur cable stayed agar tidak bersinggungan dan tetap berada di luar deck jembatan dan menambah keindahan jembatan. Sedangkan beton yang digunakan adalah beton kualitas tinggi fc’45 Mpa (K-500 ) dan menggunakan material lokal.[8]

Pembangunan

Pembangunan Jembatan Sei Alalak menghabiskan biaya sebesar Rp 278,4 miliar dan bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).[9] Namun hal ini segera dikoreksi oleh wali kota Banjarmasin, Ibnu Sina yang mengatakan bahwa biaya tersebut belum termasuk ke dalam biaya pembebasan lahan yang mencapai Rp 40 miliar sehingga total biaya pembangunan Jembatan Sei Alalak adalah Rp 318 miliar.[10]

Jembatan tersebut merupakan jembatan cable stayed pylon asimetrik dengan struktur melengkung pertama di Indonesia, tahan gempa dan diperkirakan mampu bertahan sampai 100 tahun. Jembatan ini dibangun oleh kontraktor PT Wijaya Karya-Pandji dan didesain oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.[2]

Selama pembangunan jembatan dalam waktu tiga tahun, akses warga dialihkan ke jalur alternatif yang melintasi Jembatan Sei Alalak 2. Jembatan ini mulai dibangun di tahun 2018[11] dan selesai pada 4 September 2021.[12] Proses uji beban pada Jembatan tersebut dilakukan pada 30-31 Agustus 2021, dengan melibatkan sebanyak 32 truk dengan masing-masing beban seberat 24 ton.[7]

Populeritas

Sebelum diresmikan dan dibuka untuk umum, jembatan ini sempat menjadi meme populer si media sosial karena sebuah peristiwa berupa pengendara motor yang berhasil dibukakan portal melewati jembatan hanya dengan mengatakan kata kunci “Aku ading Basit”.[13]

Insiden

Pada Februari 2022, kabel penerangan di Jembatan Sei Alalak hilang dan diduga dicuri yang membuat jembatan gelap selama satu minggu. Selanjutnya pihak BPJN memasang CCTV di sekitar jembatan dengan tujuan mengawasi agar tidak terjadi lagi tindakan pencurian.[14]

Referensi

  1. ↑ Al-Farraby, Raden Muhammad Ikhsan (2021-10-21). "Resmikan Jembatan Sei Alalak, Presiden: Manfaatkan dengan Baik". Presiden RI. Diakses tanggal 2023-06-10.
  2. 1 2 "Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Sei Alalak, Struktur Unik Cable Stayed Melengkung Asimetrik". Kementerian PUPR. Diakses tanggal 2023-06-10.
  3. ↑ Amin, Muhammad (2021-09-29). "Jembatan Sei Alalak, Diusulkan Diberi Nama Jembatan Gubernur Aberani Sulaiman". Teras 7. Diakses tanggal 2023-06-10.
  4. ↑ Asyikin (2021-10-21). "Tetap Jembatan Sei Alalak, Usulan Nama Lima Tokoh Banua Bertepuk Sebelah Tangan". jejakrekam.com. Diakses tanggal 2023-06-10.
  5. ↑ Mordiadi (2021-09-23). "Jembatan Basit Alalak, 'Nama Baru' Pengganti Jembatan Kayu Tangi 1 Kalsel". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2023-06-10.
  6. ↑ Redaksi. "Jembatan Basit Batal Diberi Nama Tokoh Kalsel | Radar Banjarmasin". kalsel.prokal.co (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 2023-06-10. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. 1 2 Silaban, Martha (2021-09-04). "Profil Sei Alalak, Jembatan Lengkung Pertama RI yang Akan Diresmikan Jokowi". Tempo. Diakses tanggal 2023-06-10.
  8. ↑ Agustinus, Michael (2021-09-27). "Melihat Kemegahan Sei Alalak, Jembatan Lengkung Pertama RI yang Mulai Dibuka". Kumparan. Diakses tanggal 2023-06-10.
  9. ↑ Pratiwi, Yenni (2021-10-22). "Perkuat Konektivitas Antar Wilayah, Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Sei Alalak". Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementrian Keuangan RI. Diakses tanggal 2023-06-10.
  10. ↑ Riyadi, Ahmad (2021-10-21). "Koreksi Biaya Jembatan Sei Alalak, Wali kota Ibnu Sina : Yang Benar Rp 318 Miliar". jejakrekam. Diakses tanggal 2023-06-10.
  11. ↑ Suherni, Nani (2021-09-27). "Fakta-Fakta Jembatan Sei Alalak Kalsel, Nomor 3 Tahan Gempa hingga Awet 100 Tahun". iNews. Diakses tanggal 2023-06-10.
  12. ↑ Firman (2021-09-28). "Jembatan Sei Alalak jadi kebanggaan baru bagi warga Kalsel". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2023-06-10.
  13. ↑ Firman (2021-09-24). "Jembatan Basit, aspek viral yang bisa dijadikan nama jembatan Sei Alalak di Kalsel". ANTARA News Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2023-06-10.
  14. ↑ "Jembatan Basit Gelap Gegara Pencurian KabelBPJN Akan Laporkan ke Polisi". Kalimantan Post. 2022-02-05. Diakses tanggal 2023-06-10.
  • l
  • b
  • s
Jembatan di Indonesia
Jembatan pejalan kaki
  • Akar
  • Duwet
  • Cinta
  • Danawarih
  • Gentala Arasy
  • JPO Pinisi Karet Sudirman
  • Limpapeh
  • Repo-Repo
Jembatan jalan raya
  • Achmad Amins
  • Aek Tano Ponggol
  • Aji Tulur Jejangkat
  • Ampera
  • Bantar
  • Barito
  • Batanghari
  • Batanghari II
  • Berbak
  • Beatrix
  • Brantas
  • Brawijaya
  • Dewi
  • Dondang
  • Gerendong
  • Gladak Perak
  • Gohong
  • Hasan Basri
  • Ir. Soekarno (Seruyan)
  • Jalan Layang Non-Tol Antasari
  • Jalan Layang Nontol Tanah Abang–Kampung Melayu
  • Jumrah
  • Jurug
  • Kahayan
  • Kalahien
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kelok 9
  • Kembar Lunang
  • Kota Intan
  • Kretek 2
  • Kuning (Kamojang)
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Lama
  • Kyai Mangku Negeri
  • Lengkong
  • Linggamas
  • Mahakam
  • Mahakam Ulu
  • Mahkota IV
  • Martadipura
  • Merdeka
  • Muara Sabak
  • Musi II
  • Musi IV
  • Musi VI
  • Pandansimo
  • Pasir Ringgit
  • Pasupati
  • Pawan
  • Pawan II
  • Pawan III
  • Pedamaran
  • Pulai
  • Pulau Petak
  • Pulau Telo
  • Rajamandala
  • Rantau Berangin
  • Ratapan Ibu
  • Rumbai Jaya
  • Rumpiang
  • Sei Alalak
  • Sei Kayan
  • Sei Nibung
  • Sei Segah
  • Sei Wampu (Stabat)
  • Sembayat
  • Siak I
  • Siak II
  • Siak III
  • Siak IV
  • Siak V
  • Sitti Nurbaya
  • Sosrodilogo
  • Sungai Dareh
  • Sungai Wain
  • Tayan
  • Teluk Jambe
  • Tengku Agung Sultanah Latifah
  • Timpah
  • Tukad Bangkung
  • Tumbang Nusa
  • Tumbang Samba
Jembatan jalan tol
  • Batanghari III
  • Cipada
  • Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed
  • Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono
  • Kali Kuto
  • Musi V
  • Ogan
  • Sei Wampu (Tol Binjai-Langsa)
  • Siak VI
Jembatan laut
  • Barelang
  • Baruyungan
  • Dirgahayu IKN
  • EMAS
  • Ir. Soekarno (Manado)
  • Kuning (Bali)
  • Linggi
  • Palu IV
  • Pulau Balang
  • Merah Putih
  • Sangkulirang
  • Suramadu
  • Suroboyo
  • Tataban
  • Teluk Kendari
  • Tol Bali Mandara
  • Tol Semarang-Demak (Seksi I)
  • Youtefa
Jembatan kereta api
  • Cibisoro
  • Cikacepit
  • Cikubang
  • Cikabuyutan
  • Cimeta
  • Cirahong
  • Cirengge
  • Cisomang
  • Citiis
  • KCJB Padalarang
  • Kewek
  • Layang Jakarta Kota-Manggarai
  • Layang Medan
  • Layang Simpang Joglo
  • Mbeling
  • Padang Panjang
  • Irene-Brug
  • Leuwi Jurig
  • Rancagoong
  • Renville
  • Sadu
  • Sakalibel
  • Sasaksaat
  • Sei Wampu (Kereta)
  • Serayu (Maos)
  • Serayu (Rawalo)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Struktur jembatan
  2. Pembangunan
  3. Populeritas
  4. Insiden
  5. Referensi

Artikel Terkait

Daftar jembatan di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jembatan Nasional Suramadu

jembatan di Provinsi Jawa Timur, Indonesia

Jembatan Barelang

jembatan di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026