Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jembatan Beatrix

Jembatan Beatrix adalah jembatan di Provinsi Jambi yang menjadi sejarah masuknya penjajahan Belanda ke Kabupaten Sarolangun. Jembatan Beatrix dibangun pada tahun 1937 dan diresmikan pada tahun 1939. Pembangunan jembatan ini menjadi salah sejarah penjajahan Belanda di Indonesia.

Jembatan peninggalan kolonial Belanda di Sarolangun, Jambi, Indonesia
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jembatan Beatrix
Jembatan Beatrix
Jembatan Beatrix tahun 2024
Koordinat2°18′20″S 102°43′24″E / 2.305623°S 102.723219°E / -2.305623; 102.723219
MelintasiSungai Batang Asai
LokalKabupaten Sarolangun, Jambi
Nama resmiBeatrix Brug
Karakteristik
Panjang total1.974 meter (6.476 ft)
Lebar4 meter (13 ft)
Sejarah
Mulai dibangun1937
Selesai dibangun1939
Biaya konstruksi150 gulden
Dibuka1939
Lokasi
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 2°18′20.2428″S 102°43′23.5884″E / 2.305623000°S 102.723219000°E / -2.305623000; 102.723219000

Jembatan Beatrix adalah jembatan di Provinsi Jambi yang menjadi sejarah masuknya penjajahan Belanda ke Kabupaten Sarolangun.[1] Jembatan Beatrix dibangun pada tahun 1937 dan diresmikan pada tahun 1939.[2] Pembangunan jembatan ini menjadi salah sejarah penjajahan Belanda di Indonesia.[3]

Sejarah

Pada masa sebelum dibangunnya Jembatan Beatrix, masyarakat Sarolangun masih menggunakan sarana transportasi berupa ponton untuk mengangkut mobil menyebrangi sungai Batang Tembesi. Pada masa penjajahan Belanda jalur air merupakan salah satu jalur transportasi yang sering digunakan, bisa dikatakan pada masa itu sungai Batang Hari merupakan jalan raya pada masa itu, banyak kapal-kapal yang melintas di atas sungai Batang Tembesi.[4]: 5–6  Sampai akhirnya terjadi peristiwa tenggelamnya kapal Hekwieler Ophelia.[2]

Jembatan Beatrix sekitar tahun 1938
Jembatan Beatrix sekitar tahun 1938

Ophelia adalah kapal roda lambung yang didesain khusus untuk transportasi perairan dangkal.[2][5] Di mana tujuan kapal tersebut adalah untuk menagih pajak dan hasil bumi masyarakat Sarolangun. Pada saat Belanda menjajah dibawah kekuasaan Ratu Wilhelmina Helena Pauline, markas mereka berlokasikan di dekat sungai batang tembesi yang kini telah menjadi rumah dinas bupati Sarolangun.[2] Oleh karena kapal Ophelia tersebut karam serta memakan korban yaitu petinggi-petinggi Belanda,[2][5] maka pada tahun 1937, pemerintah Belanda membangun Jembatan sebagai sarana transportasi perdagangan.[2] Pekerja di datangkan dari Pulau Jawa. Maka terjadilah kerja paksa. Sehingga banyak orang yang mati, karena kelelahan atau terjadi penganiayaan oleh tentara Belanda.[6]

Kapal Ophelia
Kapal Ophelia

Pada 1938, jembatan ini resmi diberi nama Beatrix karena pada tahun 1938, Putri Beatrix Wilhelmina Armgard lahir. Nama Beatrix diberikan oleh pihak kolonial Belanda sebagai hadiah kelahiran cucu Ratu Wilhelmina yang sedang memerintah di Belanda pada waktu itu.[2]

Pada 1939, jembatan ini diresmikan, dan terdapat prasasti batu granit yang bertuliskan nama jembatan "Beatrix Brug," sementara di sebelah kanan terdapat tulisan "Bt Tembesi." Jembatan ini berdiri kokoh di atas aliran Sungai Batang Tembesi,[2] memiliki panjang 197,4 meter dan lebar empat meter, dengan empat lengkungan.[7] Jembatan Beatrix menjadi alternatif penghubung antara Kampung Sri Pelayang dan Pasar Bawah Sarolangun. Di sisi utara, jembatan ini menghubungkan ke Bangko dan Sumatera Barat, sementara di sisi selatan mengarah ke Lubuk Linggau dan Sumatera Selatan.[2] uang pembangunan Betrix pada masa pemerintahan belanda di perkirakan 150 gulden.[1]

Pada tahun 1973, jembatan Beatrix mengalami kerusakan di bagian ujung jembatan dan tidak bisa digunakan lagi. Sebagai gantinya, pemerintah Indonesia membangun jembatan baru yang terletak di sebelah kanan Jembatan Beatrix. Jembatan baru ini menghubungkan jalan lintas Sumatra yang melewati Provinsi Jambi.[7]

Pada tahun 2000, setelah 27 tahun tak berfungsi, lantaran punya nilai sejarah dan berpotensi menjadi objek wisata, maka Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperbaiki bagian jembatan yang rusak.[7][8]

Pada 13 Januari 2024, menyusul debit air di Sungai Tembesi yang kian meningkat, Pemerintah Kabupaten Sarolangun pernah menutup sementara Jembatan Beatrix. Dari pantauan ditutupnya sementara Jembatan Beatrix tersebut dengan pertimbangan di mana permukaan air sungai Tembesi kian meningkat, dan besi segitiga penyanggah di tiang tengah patah, bahkan ketinggian air tinggal kurang lebih 2 meter lagi akan menyentuh lantai jembatan. Faktor lain yang membuat besi penyanggah bergeser adalah sampah-sampah dan balok kayu yang terbawa banjir dan menyangkut ditiang besi penyanggah jembatan.[9][10]

Referensi

  1. 1 2 "Sejarah Jembatan Beatrix, Berawal Dari Tenggelamnya Kapal Konselor Belanda di Sungai Batang Tembesi". TribunJambi Wiki. Diakses tanggal 2024-12-29.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Widya Wahyu Ningsih; Meslita, Rima; Ali Murtadlo (2024-11-30). "EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA JEMBATAN BEATRIX DI KABUPATEN SAROLANGUN". Jurnal Math-UMB.EDU. 12 (1): 77–87. doi:10.36085/mathumbedu.v12i1.6714. ISSN 2715-4912.
  3. ↑ Mahasiswa, Pers (2024-06-20). "Jembatan Beatrix Sarolangun: Warisan Sejarah dan Pesona Wisata Kabupaten Sarolangun, Jambi". LPM PATRIOTIK. Diakses tanggal 2024-12-29.
  4. ↑ Saputra, Denny Yulius Lung (2022-08-05). "SEJARAH JEMBATAN BEATRIX DI SAROLANGUN 1937-1978". UNIVERSITAS JAMBI.
  5. 1 2 buitenzorg (2016-09-06). "De ramp met de Ophelia". Java Post (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2024-12-29.
  6. ↑ Wendy, Suwandi. "Sejarah Kelam Jembatan Beatrix Sarolangun Tempat Pembantaian, Berasal dari Nama Cucu Ratu Belanda". Jambian. Diakses tanggal 2024-12-29.
  7. 1 2 3 Okezone (2020-11-23). "Jembatan Beatrix, Aset Sejarah Peninggalan Belanda di Sarolangun". Diakses tanggal 2024-12-29.
  8. ↑ "Ikon Kabupaten Sarolangun, Jembatan Beatrix Ternyata Pernah Runtuh". TribunJambi Travel. Diakses tanggal 2024-12-29.
  9. ↑ admin (2024-01-12). "Demi Keselamatan, Jembatan Beatrix Sarolangun Ditutup Sementara » Berita Media Online". Berita Media Online. Diakses tanggal 2024-12-29.
  10. ↑ jambiekspres.co.id. "Polisi Resmi Tutup Jembatan Beatrix Sarolangun untuk Hindari Korban Jiwa". jambiekspres.co.id. Diakses tanggal 2024-12-29.
  • l
  • b
  • s
Jembatan di Indonesia
Jembatan pejalan kaki
  • Akar
  • Duwet
  • Cinta
  • Danawarih
  • Gentala Arasy
  • JPO Pinisi Karet Sudirman
  • Limpapeh
  • Repo-Repo
Jembatan jalan raya
  • Achmad Amins
  • Aek Tano Ponggol
  • Aji Tulur Jejangkat
  • Ampera
  • Bantar
  • Barito
  • Batanghari
  • Batanghari II
  • Berbak
  • Beatrix
  • Brantas
  • Brawijaya
  • Dewi
  • Dondang
  • Gerendong
  • Gladak Perak
  • Gohong
  • Hasan Basri
  • Ir. Soekarno (Seruyan)
  • Jalan Layang Non-Tol Antasari
  • Jalan Layang Nontol Tanah Abang–Kampung Melayu
  • Jumrah
  • Jurug
  • Kahayan
  • Kalahien
  • Kapuas
  • Katingan
  • Kelok 9
  • Kembar Lunang
  • Kota Intan
  • Kretek 2
  • Kuning (Kamojang)
  • Kutai Kartanegara
  • Kutai Lama
  • Kyai Mangku Negeri
  • Lengkong
  • Linggamas
  • Mahakam
  • Mahakam Ulu
  • Mahkota IV
  • Martadipura
  • Merdeka
  • Muara Sabak
  • Musi II
  • Musi IV
  • Musi VI
  • Pandansimo
  • Pasir Ringgit
  • Pasupati
  • Pawan
  • Pawan II
  • Pawan III
  • Pedamaran
  • Pulai
  • Pulau Petak
  • Pulau Telo
  • Rajamandala
  • Rantau Berangin
  • Ratapan Ibu
  • Rumbai Jaya
  • Rumpiang
  • Sei Alalak
  • Sei Kayan
  • Sei Nibung
  • Sei Segah
  • Sei Wampu (Stabat)
  • Sembayat
  • Siak I
  • Siak II
  • Siak III
  • Siak IV
  • Siak V
  • Sitti Nurbaya
  • Sosrodilogo
  • Sungai Dareh
  • Sungai Wain
  • Tayan
  • Teluk Jambe
  • Tengku Agung Sultanah Latifah
  • Timpah
  • Tukad Bangkung
  • Tumbang Nusa
  • Tumbang Samba
Jembatan jalan tol
  • Batanghari III
  • Cipada
  • Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed
  • Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono
  • Kali Kuto
  • Musi V
  • Ogan
  • Sei Wampu (Tol Binjai-Langsa)
  • Siak VI
Jembatan laut
  • Barelang
  • Baruyungan
  • Dirgahayu IKN
  • EMAS
  • Ir. Soekarno (Manado)
  • Kuning (Bali)
  • Linggi
  • Palu IV
  • Pulau Balang
  • Merah Putih
  • Sangkulirang
  • Suramadu
  • Suroboyo
  • Tataban
  • Teluk Kendari
  • Tol Bali Mandara
  • Tol Semarang-Demak (Seksi I)
  • Youtefa
Jembatan kereta api
  • Cibisoro
  • Cikacepit
  • Cikubang
  • Cikabuyutan
  • Cimeta
  • Cirahong
  • Cirengge
  • Cisomang
  • Citiis
  • KCJB Padalarang
  • Kewek
  • Layang Jakarta Kota-Manggarai
  • Layang Medan
  • Layang Simpang Joglo
  • Mbeling
  • Padang Panjang
  • Irene-Brug
  • Leuwi Jurig
  • Rancagoong
  • Renville
  • Sadu
  • Sakalibel
  • Sasaksaat
  • Sei Wampu (Kereta)
  • Serayu (Maos)
  • Serayu (Rawalo)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Referensi

Artikel Terkait

Jambi

provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia

Kabupaten Merangin

kabupaten di Provinsi Jambi

Daftar cagar budaya di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026