Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Idulfitri

Idulfitri dikenal sebagai Hari Raya Puasa atau Lebaran Mudik adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan kalender Hijriah. Karena penentuan 1 Syawal didasarkan pada fase bulan, maka Idulfitri jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Selain itu, cara menentukan permulaan bulan Hijriah juga bervariasi sehingga boleh jadi ada sebagian Muslim yang merayakan Idulfitri pada tanggal Masehi yang berbeda. Hari raya Idulfitri sering kali disebut sebagai hari kemenangan bagi umat muslim karena telah menjalankan puasa selama 29—30 hari.

hari raya keagamaan Islam
Diperbarui 26 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Idulfitri
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Idulfitri" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Mei 2015)
Idulfitri
Searah jarum jam dari atas: Bayram Namazı di Istanbul; Anak-anak Muslim menerima Eidi; Perayaan Idulfitri di Afganistan; Dekorasi di Maladewa; Parade di Indonesia pada malam hari; Hidangan Idulfitri Aljazair
Dirayakan olehMuslim
JenisHari raya Muslim
MaknaUntuk menandai berakhirnya puasa di bulan Ramadan
PerayaanZakat fitrah, Salat Id, pemberian hadiah (Eidi), pertemuan keluarga dan sosial, makanan meriah, dekorasi simbolis, amal
Tanggal1–3 Syawal
Tahun 202620 Maret – 22 Maret
Tahun 20279 Maret – 11 Maret
Terkait denganRamadan, Iduladha
Bagian dari seri
Islam
Rukun Iman
  • Keesaan Allah
  • Malaikat
  • Kitab-kitab Allah
  • Nabi dan Rasul Allah
  • Hari Kiamat
  • Qada dan Qadar
Rukun Islam
  • Syahadat
  • Salat
  • Zakat
  • Puasa
  • Haji
  • Sumber hukum Islam
  • al-Qur'an
  • Sunnah (Hadis, Sirah)
  • Tafsir
  • Akidah
  • Fikih
  • Syariat
Sejarah
  • Garis waktu
  • Muhammad
  • Ahlulbait
  • Sahabat Nabi
  • Khulafaur Rasyidin
  • Khalifah
  • Imamah
  • Ilmu pengetahuan Islam abad pertengahan
  • Penyebaran Islam
  • Penerus Muhammad
Budaya dan masyarakat
  • Akademik
  • Akhlak
  • Anak-anak
  • Dakwah
  • Demografi
  • Ekonomi
  • Feminisme
  • Filsafat
  • Hari raya
  • Hewan
  • Kalender
  • Khitan
  • LGBT
  • Madrasah
  • Masjid
  • Musik
  • Pendidikan
  • Perbankan syariah
  • Rukiah
  • Firkah, manhaj, dan mazhab
  • Seni
  • Politik
  • Puisi/syair
  • Perbudakan
  • Sains
  • Tasawuf
  • Wanita
Topik lainnya
  • Murtad
  • Kritik
    • Muhammad
    • al-Qur'an
    • Hadis
  • Agama lain
  • Islamisme
  • Kekerasan
    • Terorisme
    • Perang
  • Islamofobia
  • Jihad
    • Jihadisme
    • Peraturan perang
  • Daftar istilah
  •  Portal Islam
  • l
  • b
  • s
Lapangan Naqsh-e Jehaan
Bagian dari seri pada
Budaya Islam
Arsitektur
  • Azerbaijan
  • Indo-Islam
  • Moor
  • Maroko
  • Mughal
  • Utsmaniyah
  • Pakistan
  • Tatar
  • Iran
  • Somalia
  • Sudano-Sahel
Seni
  • Kaligrafi
  • Miniatur
  • Permadani oriental
  • Karpet Persia
  • Karpet Turki
Gaun
  • Abaya
  • Agal
  • Boubou
  • Burqa
  • Chador
  • Jellabiya
  • Niqab
  • Salwar kameez
  • Songkok (Peci)
  • Taqiya
  • Kuffiyah
  • Gamis
  • Jilbab
  • Hijab
Hari raya
  • Asyura
  • Arba'in
  • al-Ghadeer
  • Chand Raat
  • al-Fitri
  • al-Adha
  • Hari Imamat
  • Tahun Baru
  • Isra dan Mikraj
  • al-Qadr
  • Maulid
  • Ramadan
  • Nisfu Sya'ban
Sastra
  • Arab
  • Azerbaijan
  • Benggala
  • Indonesia
  • Jawa
  • Kashmir
  • Kurdi
  • Melayu
  • Pashto
  • Persia
  • Punjabi
  • Sindhi
  • Somalia
  • Asia Selatan
  • Turki
  • Urdu
Musik
  • Dastgah
  • Ghazal
  • Madih nabawi
  • Maqam
  • Mugam
  • Nasyid
  • Qawwali
Teater
  • Bangsawan
  • Jem
  • Karagöz dan Hacivat
  • Sama
  • Ta'ziyah
  •  Portal Islam
  • l
  • b
  • s

Idulfitri (bahasa Arab: عيد الفطرcode: ar is deprecated , translit. ‘Īd al-fiṭr, har. 'Hari Raya Berbuka [Puasa]') dikenal sebagai Hari Raya Puasa atau Lebaran Mudik (istilah di Indonesia) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan kalender Hijriah. Karena penentuan 1 Syawal didasarkan pada fase bulan, maka Idulfitri jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Selain itu, cara menentukan permulaan bulan Hijriah juga bervariasi sehingga boleh jadi ada sebagian Muslim yang merayakan Idulfitri pada tanggal Masehi yang berbeda. Hari raya Idulfitri sering kali disebut sebagai hari kemenangan bagi umat muslim karena telah menjalankan puasa selama 29—30 hari.

Sejarah

Idulfitri dicetuskan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut tradisi tertentu, festival atau acara besar ini dimulai di Madinah setelah migrasi Nabi Muhammad SAW dari Makkah. Anas, seorang sahabat nabi Islam yang terkenal, meriwayatkan bahwa, ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, ia menemukan orang-orang merayakan dua hari tertentu dengan rekreasi dan kegembiraan untuk menghibur diri. Mendengar ini, Nabi Muhammad SAW berkata bahwa Allah telah menggantinya dengan dua hari yang lebih baik: Idulfitri dan Iduladha. [1]

Sejarah mencatat bahwa dalam zaman jahiliyah, masyarakat Arab memiliki sedikit pemahaman tentang pentingnya kebaikan dan kemaslahatan, tetapi dengan kedatangan Islam, tradisi perayaan tersebut menjadi lebih terarah pada nilai-nilai kebajikan dan ketakwaan.[2]

Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 M atau tahun ke-2 Hijriyah, bertepatan dengan kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar yang terjadi di bulan Ramadhan. Meskipun jumlah pasukan Muslim lebih sedikit, mereka meraih kemenangan berkat pertolongan Allah, dan sebagai bentuk rahmat-Nya, diberikanlah perayaan Idulfitri.[2]

Ibadah dan tradisi pada Idulfitri

Lapangan Naqsh-e Jehaan
Bagian dari seri pada
Budaya Islam
Arsitektur
  • Azerbaijan
  • Indo-Islam
  • Moor
  • Maroko
  • Mughal
  • Utsmaniyah
  • Pakistan
  • Tatar
  • Iran
  • Somalia
  • Sudano-Sahel
Seni
  • Kaligrafi
  • Miniatur
  • Permadani oriental
  • Karpet Persia
  • Karpet Turki
Gaun
  • Abaya
  • Agal
  • Boubou
  • Burqa
  • Chador
  • Jellabiya
  • Niqab
  • Salwar kameez
  • Songkok (Peci)
  • Taqiya
  • Kuffiyah
  • Gamis
  • Jilbab
  • Hijab
Hari raya
  • Asyura
  • Arba'in
  • al-Ghadeer
  • Chand Raat
  • al-Fitri
  • al-Adha
  • Hari Imamat
  • Tahun Baru
  • Isra dan Mikraj
  • al-Qadr
  • Maulid
  • Ramadan
  • Nisfu Sya'ban
Sastra
  • Arab
  • Azerbaijan
  • Benggala
  • Indonesia
  • Jawa
  • Kashmir
  • Kurdi
  • Melayu
  • Pashto
  • Persia
  • Punjabi
  • Sindhi
  • Somalia
  • Asia Selatan
  • Turki
  • Urdu
Musik
  • Dastgah
  • Ghazal
  • Madih nabawi
  • Maqam
  • Mugam
  • Nasyid
  • Qawwali
Teater
  • Bangsawan
  • Jem
  • Karagöz dan Hacivat
  • Sama
  • Ta'ziyah
  •  Portal Islam
  • l
  • b
  • s

Pada tanggal 1 Syawal, mulai berakhirnya puasa pada bulan Ramadan, kemudian merayakan Hari Raya Idulfitri. Awal pagi hari selalu dilaksanakan salat Idulfitri (salat Id), disunnahkan melaksanakan salat Id di tanah lapang atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar). Sebelum salat Id dilakukan, imam mengingatkan siapa yang belum membayar zakat fitrah, sebab kalau selesai salat Idulfitri, baru membayar zakatnya hukumnya sedekah biasa bukan zakat. Adapun hukum dari salat Idulfitri ini adalah sunah muakad. Pada malam sebelum dan sesudah hari raya, umat muslim disunahkan mengumandangkan takbir. Adapun kalimat takbir adalah sebagai berikut:

Arab Latin Terjemahan
الله أكبر الله أكبر الله أكبرcode: ar is deprecated Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar
لا إله إلا اللهcode: ar is deprecated la ilaha illa Allah Tidak ada Tuhan selain Allah
الله أكبر الله أكبرcode: ar is deprecated Allahu akbar, Allahu akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
ولله الحمدcode: ar is deprecated wa li-illahi al-ḥamd Segala puji hanya bagi Allah

Takbir mulai dikumandangkan setelah bulan Syawal dimulai. Selain menunaikan salat sunah Idulfitri, kaum muslimin juga harus membayar zakat fitrah[3][4] sebanyak 2,5 kilogram bahan pangan pokok. Tujuan dari zakat fitrah sendiri adalah untuk memberi kebahagiaan pada kaum fakir miskin. Kemudian, khotbah diberikan setelah salat Idulfitri berlangsung, dan dilanjutkan dengan doa. Setelah itu, kaum muslimin di Indonesia memiliki tradisi saling bermaaf-maafan, terkadang beberapa orang akan berziarah mengunjungi kuburan.[5]

Doa atau ucapan pada Idulfitri

Di Indonesia sering mengucapkan doa Minal 'Aidin wal-Faizin, sebenarnya itu adalah tradisi masyarakat Asia Tenggara. Menurut sebagian besar ulama ucapan tersebut tidaklah berdasar dari ucapan dari Nabi Muhammad saw. Perkataan ini mulanya berasal dari seorang pensyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita pada hari raya.[6]

Adapun ucapan yang disunahkan olehnya adalah Taqabbalallahu minna wa minkum ("Semoga Allah menerima amal kami dan kalian") atau Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik ("Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu" dan semisalnya.”) dan semisalnya.[7][8][9][10]

Sunnah sebelum dan sesudah Salat Idulfitri

Makan sebelum Salat Idulfitri

Sebelum berangkat untuk menunaikan ibadah salat Idulfitri, umat Islam disunnahkan untuk makan sekadarnya terlebih dahulu. Menurut buku Abu Maryam yang berjudul 'Menuntaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan', diutamakan untuk memakan kurma dengan jumlah ganjil. Anas bin Malik dalam sebuah hadis berkata bahwa Rasulullah tidak berangkat Idulfitri hingga dia memakan beberapa kurma.[11]

Sunnah ini dilakukan untuk memberikan sebuah pemberitahuan kepada umat Islam bahwa puasa sudah tidak diwajibkan lagi. Menurut Faidhul Qadir, hal ini dilakukan untuk memaklumkan keharaman berbuka sebelum salat Idulfitri karena pada masa-masa awal Islam, diharamkan makan sebelum salat Idulfitri.[11]

Mandi sebelum Salat Idulfitri

Mandi wajib sebelum salat Idulfitri merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan melakukan mandi ini, seorang muslim dapat menyambut hari raya dengan tubuh yang bersih dan segar. Mandi wajib ini juga dianggap sebagai cara seorang muslim untuk menyempurnakan ibadah serta menambah kesucian.[12]

Waktu anjuran melakukan mandi wajib untuk salat Idulfitri adalah setelah terbit fajar, tetapi sebelum melaksanakan ibadah salat Idulfitri.[12]

Mengambil jalan yang berbeda saat Berangkat dan Pulang dari Salat Idulfitri

Umat Islam dianjurkan untuk melalui jalur yang berbeda untuk pergi dan pulang dari salat Idulfitri. Anjuran ini merupakan hasil dari pemahaman tindakan Rasulullah yang melakukan hal tersebut setiap Idulfitri. Menurut Syekh Abdul Qadir, terdapat peredaan pendapat diantar para ulama terkait alasan dilakukannya hal tersebut oleh Rasulullah. Ada yang berpendapat untuk mempercepat perjalanan pulang. Ada yang mengatakan untuk memperluas silahturahim. Ada juga yang berpendapat agar bisa bersedekah kepada masyarakat secara luas. Namun, terdapat juga yang berpendapat anjuran ini tidak bisa dinyatakan kebenarannya karena Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah menjelaskan alasan mengapa dia pergi dan pulang dengan jalur yang berbeda. Meski demikian, para ulama tetap menganjurkan untuk melakukan apa yang dilakukan Rasulullah karena tidak semua perbuatan Nabi Muhammad SAW dapat dirasionalkan.[13]

Idulfitri di berbagai wilayah

Asia

Asia Tenggara

Hidangan ketupat yang biasa disajikan dalam Hari Raya Idulfitri.

Umat Islam di Indonesia menjadikan Idulfitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Sejak dua pekan sebelum Idulfitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah mudik atau pulang kampung sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Idulfitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas muslim. Biasanya, penetapan Idulfitri ditentukan oleh pemerintah. Namun, beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda. Idulfitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, di mana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idulfitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat akrab di Indonesia dan Malaysia. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan THR kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan "halalbihalal",[14] memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan gelar griya bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.

Sholat Ied di Lereng Sumbing, Indonesia

Di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, Idulfitri dikenal juga dengan sebutan Hari Raya Puasa, Hari Raya Aidilfitri atau Hari Raya Fitrah. Masyarakat di Malaysia dan Singapura turut merayakannya bersama masyarakat Muslim diseluruh dunia. Seperti di Indonesia, malam sebelum perayaan selalu mengumandangkan takbir di masjid ataupun musala, yang mengungkapkan kemenangan dan kebesaran Allah, tuhan umat Islam. Di perkampungan, biasanya banyak masyarakat yang menghidupkan pelita atau panjut, atau obor di Indonesia. Banyak bank, perkantoran swasta ataupun pemerintahan yang tutup selama perayaan Idulfitri hingga akhir minggu perayaan. Masyarakat di sini biasanya saling mengucapkan "Selamat Hari Raya" atau "Salam Aidilfitri" dan "Maaf zahir dan batin" sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sesama. Di Malaysia juga ada tradisi balik kampung, atau mudik di Indonesia. Di sini juga ada tradisi pemberian uang oleh para orang tua kepada anak-anak, yang dikenal dengan sebutan duit raya atau pesangon.[15][16]

Umat muslim adalah minoritas di Filipina sehingga sebagian besar masyarakat tidak begitu akrab dengan perayaan ini. Namun, perayaan Idulfitri sudah diatur sebagai hari libur nasional oleh pemerintah dalam Republic Act No. 9177 dan berlaku sejak 13 November 2002.[17]

Asia Selatan

Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.

Di Bangladesh, India, dan Pakistan, malam sebelum Idulfitri disebut Chand Raat, atau malam bulan. Orang-orang mengunjungi berbagai bazar dan mal untuk berbelanja, dengan keluarga dan anak-anak mereka. Para perempuan, terutama yang muda, sering kali satu sama lain mengecat tangan mereka dengan bahan tradisional henna dan serta memakai rantai yang warna-warni.

Cara yang paling populer di Asia Selatan selama perayaan Idulfitri adalah dengan mengucapkan Eid Mubarak kepada yang lain. Anak-anak didorong untuk menyambut para orang tua. di dalam penyambutan ini, mereka juga berharap untuk memperoleh uang, yang disebut Eidi, dari para orang tua.

Di pagi Idulfitri, setelah mandi dan bersih, setiap Muslim didorong untuk menggunakan pakaian baru, apabila mereka bisa mengusahakannya. Sebagai alternatif, mereka boleh menggunakan pakaian yang bersih, yang telah dicuci. Orang tua dan anak laki-laki pergi ke masjid atau lapangan terbuka, tradisi ini disebut Eidgah, salat Id, berterimakasih kepada Allah karena diberi kesempatan beribadah pada bulan Ramadan dengan penuh arti. Setiap muslim diwajibkan untuk membayar zakat fitri atau zakat fitrah kepada fakir miskin, sehingga mereka dapat juga turut merayakan hari kemenangan ini.

Setelah salat, perkumpulan itu dibubarkan dan setiap Muslim saling bertamu dan menyambut satu sama lain termasuk anggota keluarga, anak-anak, orang tua, teman dan tetangga mereka.

Sebagian muslim juga berziarah ke makam anggota keluarga mereka untuk berdoa bagi keselamatan almarhum. Biasanya, anak-anak mengunjungi sanak keluarga dan tetangga yang lebih tua untuk meminta maaf dan mengucapkan salam.

Setelah bertemu dengan teman dan sanak keluarganya, banyak orang yang pergi ke pesta-pesta, karnaval, dan perayaan khusus di taman-taman (dengan bertamasya, kembang api, mercon, dan lain-lain). Di Bangladesh, India, dan Pakistan, banyak dilakukan bazar, sebagai puncak Idulfitri. Sebagian muslim juga memanfaatkan perayaan ini untuk mendistribusikan zakat mal, zakat atas kekayaannya, kepada orang-orang miskin.

Dengan cara ini, umat Muslim di Asia Selatan merayakan Idulfitri dalam suasana yang meriah, sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah, dan mengajak keluarga mereka, teman, dan para fakir miskin, sebagai rasa kebersamaan.

Arab Saudi

Di Arab Saudi, tepatnya di Riyadh, umat Islam mendekorasi rumah saat Idulfitri tiba. Sejumlah perayaan digelar seperti pergelaran teater, pembacaan puisi, parade, dan sebagainya. Soal menu lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.[18]

Tiongkok

Di Tiongkok, tepatnya di Xinjiang, perayaan lebaran justru tampak meriah. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Id, pesta makan dan bersilaturahmi pun dilakukan.[18]

Iran

Lebaran di Iran justru kurang semarak. Hal ini karena mayoritas umat Islam di sana adalah pengikut ajaran Syiah. Setelah salat Idulfitri di masjid atau lapangan, mereka cukup melanjutkannya dengan acara silaturahmi bersama keluarga dan ditutup dengan acara pemberian makanan dari keluarga kaya kepada yang kurang mampu.[18]

Eropa

Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.

Di Eropa, perayaan Idulfitri tidak dilakukan dengan begitu semarak. Di Inggris misalnya, Idulfitri tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Kaum muslimin di Inggris harus mencari informasi tentang hari Idulfitri. Biasanya, informasi ini didapat dari Islamic Centre terdekat atau dari milis Islam. Idulfitri dirayakan secara sederhana di Inggris. Khotbah disampaikan oleh imam masjid setempat, dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Biasanya di satu kawasan di mana terdapat banyak kaum muslimin di sana, kantor-kantor dan beberapa sekolah di kawasan tersebut akan memberikan satu hari libur untuk kaum muslimin. Untuk menentukan hari Idulfitri sendiri, para ulama dan para ahli agama Islam sering mengadakan hisab dan rukyat untuk menentukan hari raya Idulfitri.

Turki

Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.
Ucapan selamat Bayram tradisional, menyatakan "Mencintai dan Dicintai", dalam bentuk lampu mahya di sepanjang minaret Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki.

Di Turki, Idulfitri dikenal dengan sebutan Bayram (dari bahasa Turki). Biasanya setiap orang akan saling mengucapkan "Bayramınız Kutlu Olsun", "Mutlu Bayramlar", atau "Bayramınız Mübarek Olsun". Pada saat Idulfitri, masyarakat biasanya menggunakan pakaian terbaik mereka (dikenal sebagai Bayramlik) dan saling kunjung mengunjungi ketempat orang-orang yang mereka kasihi seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka serta menziarahi kuburan keluarganya yang telah tiada.

Pada masa itu, orang yang lebih muda akan mencium tangan kanan mereka yang lebih tua dan menempatkannya di dahi mereka selagi mengucapkan salam Bayram. Para anak-anak kecil juga biasa mendatangi rumah-rumah disekitar lingkungannya untuk mengucapkan salam, di mana mereka biasanya diberikan permen, cokelat, permen tradisional seperti Baklava dan Lokum, atau sejumlah kecil uang.

Amerika

Amerika Utara

Umat Muslim di Amerika Utara pada umumnya merayakan Idulfitri dengan cara yang tenang dan khidmat. Karena penetapan hari raya bergantung pada peninjauan bulan, sering kali banyak masyarakat tidak sadar bahwa hari berikutnya sudah Idulfitri. Masyarakat menggunakan metode yang berbeda untuk menentukan penghujung Ramadan dan permulaan Syawal. Orang Amerika Utara yang berada di wilayah timur bisa jadi merayakan Idulfitri pada hari yang berbeda dibanding mereka yang di wilayah barat. Pada umumnya, penghujung Ramadan diumumkan melalui surel, situs web, atau melalui sambungan telepon.

Umumnya, keluarga muslim di Barat akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim di sana ialah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majelis yang paling dekat untuk salat. Salat itu bisa diadakan di masjid setempat, ruang pertemuan hotel, gelanggang, ataupun stadion lokal. Salat Idulfitri sangat penting, dan umat Muslim didorong untuk salat Id memohon ampunan dan pahala. Setelah salat, ada kutbah di mana imam memberikan nasihat bagi jemaahnya dan biasanya didorong untuk mengakhiri setiap kebencian ataupun kesalahan lampau yang mungkin mereka punya. Setelah salat dan khotbah, para jemaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idulfitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idulfitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.

Empire State Building di New York City, Amerika Serikat, memancarkan lampu-lampu berwarna hijau sebagai penghormatan terhadap hari raya Idulfitri pada tanggal 12-14 Oktober 2007.[19]

Idulfitri dalam kalender Masehi

Lihat pula: Kalender Hijriah

Dalam kalender Hijriah, penetapan hari Idulfitri selalu sama setiap tahunnya, hal ini berbeda dalam kalender Masehi yang selalu berubah dari tahun ke tahun. Dalam kalender Hijriah penetapan hari ialah berdasarkan fase bulan (kalender candra), sedangkan kalender Masehi berdasar fase bumi mengelilingi matahari (kalender surya). Perbedaan inilah yang menyebabkan penetapan Idulfitri selalu berubah di dalam kalender Masehi, yakni terjadi perubahan 11 hari lebih awal setiap tahunnya.

Berikut ini adalah hari Idulfitri dalam kalender Masehi sepanjang tahun 1928 hingga 2034:

Tahun HijriahHari Idulfitri dalam Tahun MasehiTahun HijriahHari Idulfitri dalam Tahun Masehi
134624 Maret 1928134710 Maret 1929
13482 Maret 1930134919 Februari 1931
13509 Februari 1932135128 Januari 1933
135217 Januari 193413537 Januari 1935
135427 Desember 1935135516 Desember 1936
13565 Desember 1937135724 November 1938
135814 November 193913591 November 1940
136021 Oktober 1941136111 Oktober 1942
13621 Oktober 1943136319 September 1944
13649 September 1945136528 Agustus 1946
136618 Agustus 194713677 Agustus 1948
136827 Juli 1949136917 Juli 1950
13706 Juli 1951137124 Juni 1952
137213 Juni 195313732 Juni 1954
137424 Mei 1955137512 Mei 1956
13761 Mei 1957137721 April 1958
137810 April 1959137929 Maret 1960
138018 Maret 196113818 Maret 1962
138226 Februari 1963138315 Februari 1964
13843 Februari 1965138523 Januari 1966
138613 Januari 196713871 Januari 1968
138821 Desember 1968138911 Desember 1969
139030 November 1970139119 November 1971
13927 November 1972139327 Oktober 1973
139417 Oktober 197413956 Oktober 1975
139625 September 1976139715 September 1977
13984 September 1978139924 Agustus 1979
140012 Agustus 198014011 Agustus 1981
140222 Juli 1982140312 Juli 1983
140430 Juni 1984140520 Juni 1985
14069 Juni 1986140729 Mei 1987
140817 Mei 198814096 Mei 1989
141026 April 1990141116 April 1991
14124 April 1992141325 Maret 1993
141414 Maret 199414153 Maret 1995
141621 Februari 199614179 Februari 1997
141830 Januari 1998141919 Januari 1999
14208 Januari 2000142127 Desember 2000
142216 Desember 200114236 Desember 2002
142425 November 2003142514 November 2004
14263 November 2005142724 Oktober 2006
142813 Oktober 200714291 Oktober 2008
143020 September 2009143110 September 2010
143231 Agustus 2011143319 Agustus 2012
14348 Agustus 2013143528 Juli 2014
143617 Juli 201514376 Juli 2016
143825 Juni 2017143915 Juni 2018
14405 Juni 2019144124 Mei 2020
144213 Mei 202114432 Mei 2022
144422 April 2023144510 April 2024
144631 Maret 2025144720 Maret 2026
144810 Maret 2027144927 Februari 2028
145015 Februari 202914514 Februari 2030
145224 Januari 2031145314 Januari 2032
14543 Januari 2033145523 Desember 2033
145612 Desember 2034

Karena tahun Hijriah berbeda sekitar 11 hari dari tahun Masehi, Idulfitri dapat terjadi dua kali dalam setahun, seperti pada tahun 1609, 1642, 1674, 1707, 1740, 1772, 1805, 1837, 1870, 1903, 1935, 1968 dan 2000, dan akan terjadi lagi pada tahun 2033, 2065, 2098, 2131, 2163, 2196, 2228, 2261, 2293, dan 2326 (akan terus terjadi setiap 32 atau 33 tahun).

Ekonomi

Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.

Idulfitri biasanya merupakan stimulus ekonomi tahunan terbesar di berbagai negara Islam di dunia. Penjualan barang-barang meningkat tajam di berbagai kawasan retail, dan pada musim Idulfitri orang-orang membeli berbagai hadiah, dekorasi, dan persediaan Idulfitri. Industri yang bergantung pada penjualan di musim Idulfitri antara lain ketupat, kartu Idulfitri, dan lain-lain.

Selain kegiatan ekonomi terbesar, Idulfitri di berbagai negara Islam merupakan hari paling sepi bagi dunia bisnis: hampir semua toko retail, institusi bisnis, dan komersial tutup, serta hampir seluruh industri berhenti beroperasi.

Lihat pula

  • Portal Islam
  • Taqabbalallahu minna wa minkum
  • Minal 'Aidin wal-Faizin
  • Ramadan
  • Syawal
  • Zakat fitrah

Catatan kaki

  1. ↑ Ahmad ibn Hanbal, Musnad, vol. 4, 141–142, (no. 13210).
  2. 1 2 "Kapan Idul Fitri Pertama Kali Dirayakan? Ketahui Sejarahnya". Liputan6. 10 April 2024. Diakses tanggal 27 Maret 2025.
  3. ↑ Weigers, Gerard."Ibadat". Encyclopedia of Islam and the Muslim world, hal. 327
  4. ↑ Gaffney, Patrick D. "Khutba." Encyclopedia of Islam and the Muslim World. hal. 394.
  5. ↑ Wiegers, Gerard. "Ritual". Encyclopedia of Islam and the Muslim world, hal. 600
  6. ↑ Dawawin Asy-Syi’ri Al-’Arabi ‘ala Marri Al-Ushur, 19:182.
  7. ↑ Muhammad bin Ziyad, berkata: "Ketika itu aku bersama Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu anhu dan sebagian sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang lain, lalu apabila mereka pulang sebagian mengucapkan kepada sebagian lainnya: (Taqabbalallahu minna waminkum) (Semoga Allah menerima amal kami dan kalian), Imam Ahmad bin Hanbal berkata: "Sanadnya baik." Dari Ibnu At-Turkimani dalam kitabnya Al-Jauhar An-Naqiy Hasyiah Al-Baihaqi (3/320-321).
  8. ↑ Syeikh Al-Albani rahimahullah dalam kitab Tamamul Minnah (356).
  9. ↑ Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni (2/259).
  10. ↑ Al-Ashbahani dalam kitabnya At-Targhib Wa At-Tarhib (1/251).
  11. 1 2 Khairally, Elmy Tasya. "Sunnah Makan Sebelum Sholat Idul Fitri, Bagaimana Penjelasannya?". detikhikmah. Diakses tanggal 2025-04-30.
  12. 1 2 "Kapan Mandi Wajib untuk Salat Idulfitri? Ini Anjurannya". gaya hidup. Diakses tanggal 2025-04-30.
  13. ↑ "Alasan Rasulullah SAW Berangkat dan Pulang Shalat Id dengan Jalan Berbeda". NU Online. Diakses tanggal 2025-04-30.
  14. ↑ van Doorn-Harder, Nelly. "Southeast Asian culture and Islam". Encyclopedia of Islam and the Muslim world. hal. 649
  15. ↑ "Hari Raya Puasa" Diarsipkan 2008-02-03 di Wayback Machine.. Diakses pada 2 November 2005.
  16. ↑ Yusof, Mimi Syed & Hafeez, Shahrul (Oct. 30, 2005). "When Raya was a bewildering experience". New Straits Times, p. 8.
  17. ↑ Republic Act No. 9177. Diakses pada 31 Juli 2008
  18. 1 2 3 Majalah Hidayah - Tradisi Lebaran di Sejumlah Negara. Edisi 109, September 2010
  19. ↑ "Salat Idul Fitri di AS Tiga Versi". Diakses tanggal 30 September. ; ;

Pranala luar

  • (Indonesia) Memahami ungkapan sekitar Idul Fitri[pranala nonaktif permanen]
  • (Indonesia) Makna idul fitri bagi orang yang puasa Diarsipkan 2011-10-24 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Lebaran di Australia Tak Seragam
  • (Indonesia) PBNU: Hilal Susah Dilihat, 1 Syawal Jatuh Hari Rabu
  • (Indonesia) Astronom: Lebaran Jatuh pada 31 Agustus Diarsipkan 2014-04-07 di Wayback Machine.
  • (Indonesia) Bosscha: Lebaran Jatuh pada 31 Agustus
  • (Indonesia) Arab Saudi Juga Rayakan Idul Fitri Selasa 30 Agustus
  • (Indonesia) Ucapan Selamat Idul Fitri
  • (Indonesia) Ucapan Idul Fitri Diarsipkan 2020-08-29 di Wayback Machine.
  • (Melayu) Hari Raya Puasa Aidil Fitri Diarsipkan 2007-10-12 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Hari raya di Indonesia
Nasional
  • Kelahiran Pancasila
  • Kemerdekaan Indonesia
  • Sumpah Pemuda
Tahun baru
  • Masehi (1 Januari)
  • Imlek
  • Saka (Nyepi)
  • Waisak
  • Hijriyah (1 Muharram)
  • Jawa (1 Sura)
Keagamaan
  • Galungan
  • Iduladha
  • Idulfitri
  • Isra Mikraj
  • Jumat Agung
  • Kenaikan Yesus
  • Kuningan
  • Maulid Nabi Muhammad
  • Natal
  • Paskah
  • Saraswati
  • l
  • b
  • s
Hari raya dan peringatan umat Muslim
Dua Id
  • Idulfitri
  • Iduladha
Hari raya dan
peringatan lainnya
  • Hari Arafah
  • Hari Asyura
  • Tahun Baru Hijriyah
  • Arbain1
  • Maulid Nabi Muhammad
  • Lailatul Raghaib
  • Isra Mikraj
  • Nisfu Sya'ban
  • Ramadan
  • Lailatulqadar
  • Idulghadir1
  • Mubāhalah
  • Hari imam Mahdi yang Dijanjikan2
  • Hari Reformis yang Dijanjikan2
  • Hari Khilafah2
  • 1 Hanya Muslim Syiah
  • 2 Hanya Ahmadi Muslim
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Latvia
  • Swedia
  • Polandia
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Ibadah dan tradisi pada Idulfitri
  3. Doa atau ucapan pada Idulfitri
  4. Sunnah sebelum dan sesudah Salat Idulfitri
  5. Idulfitri di berbagai wilayah
  6. Asia
  7. Eropa
  8. Amerika
  9. Idulfitri dalam kalender Masehi
  10. Ekonomi
  11. Lihat pula
  12. Catatan kaki
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Hari raya keagamaan

hari raya-hari raya keagamaan yang diperingati oleh agama-agama besar di Indonesia dan dunia. Hari raya dalam agama Hindu Hari raya dalam agama Islam

Iduladha

hari raya keagamaan Islam

Hari libur di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026