Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Hulu Sungai Utara merupakan sebuah wilayah kabupaten yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kota Hulu Sungai Utara berada di Amuntai. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 915,05 km² atau 2,38% dari luas provinsi Kalimantan Selatan dan berpenduduk sebanyak 232.226 jiwa (2025). Secara umum, kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat 2' sampai 3' Lintang Selatan dan 115' sampai 116' Bujur Timur.

kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan
Diperbarui 5 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kabupaten in Kalimantan SelatanTemplat:SHORTDESC:Kabupaten in Kalimantan Selatan
Hulu Sungai Utara
Kabupaten
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawi Banjarكابوڤاتين هولو سوڠاي اوتارا
Tugu Itik Alabio
Tugu ShalawatPenggembala dan kerbau rawa
Jembatan PaliwaraCandi Agung
Dari atas searah jarum jam: Tugu itik, penggembala & kerbau rawa, Candi Agung, Jembatan Paliwara, dan Tugu Shalawat
Lambang resmi Hulu Sungai Utara
Lambang
Julukan: 
Kota Bertakwa
Motto: 
Agung
Peta
Hulu Sungai Utara di Kalimantan Selatan
Hulu Sungai Utara
Hulu Sungai Utara
Peta
Tampilkan peta Kalimantan Selatan
Hulu Sungai Utara di Kalimantan
Hulu Sungai Utara
Hulu Sungai Utara
Hulu Sungai Utara (Kalimantan)
Tampilkan peta Kalimantan
Hulu Sungai Utara di Indonesia
Hulu Sungai Utara
Hulu Sungai Utara
Hulu Sungai Utara (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 2°25′09″S 115°15′15″E / 2.41928439°S 115.25427967°E / -2.41928439; 115.25427967
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
Tanggal berdiri1 Mei 1952
Dasar hukumUU No. 27 Tahun 1959
Ibu kotaAmuntai
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 10 kecamatan
  • Kelurahan: 5 kelurahan
  • Desa: 214 desa
Pemerintahan
 • BupatiSahrujani[1]
 • Wakil BupatiHero Setiawan[1]
 • Sekretaris DaerahAdi Lesmana[2]
 • Ketua DPRDFadillah[3]
Luas
[4]
 • Total915,05 km2 (353,30 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2025)[5]
 • Total238.435
 • Kepadatan260/km2 (670/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 99,95% Islam
    • 0,04% Kekristenan
      • 0,03% Protestan
      • 0,01% Katolik
  • 0,01% Hindu[5]
 • IPMKenaikan 66,12 (2021)
Sedang[6]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode BPS
6308 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 527
Pelat kendaraanDA xxxx F**
Kode Kemendagri63.08 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 512.732.649.000,- (2020)
Situs webweb.hsu.go.id

Hulu Sungai Utara merupakan sebuah wilayah kabupaten yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibu kota Hulu Sungai Utara berada di Amuntai. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 915,05 km² atau 2,38% dari luas provinsi Kalimantan Selatan dan berpenduduk sebanyak 232.226 jiwa (2025).[5] Secara umum, kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat 2' sampai 3' Lintang Selatan dan 115' sampai 116' Bujur Timur.[4]

Sejarah

Masa Kerajaan Hindu

Menurut sejarah lokal, daerah ini dikenal sebagai pusat kerajaan Negara Dipa yang terletak di Candi Agung yang merupakan perpindahan dari ibu kota kerajaan sebelumnya yang terletak di hilir, yaitu di Candi Laras, (kabupaten Tapin).

Semula kabupaten ini bernama Kabupaten Amuntai sejak pertama kali terbentuk pada tanggal 1 Mei 1952. Sejalan dengan perkembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berawal dari Undang-undang No. 22 Tahun 1948, maka pada tanggal 14 Januari 1953, nama Kabupaten Amuntai diubah menjadi “Kabupaten Hulu Sungai Utara” hingga sekarang.

Pembentukan Kabupaten

Status Kesultanan Banjar setelah dihapuskan masuk ke dalam Karesidenan Afdeeling Selatan dan Timur Borneo. Wilayah dibagi dalam 4 afdeeling, salah satunya adalah afdeeling Amoentai yang terbagi dalam beberapa Distrik, yaitu Distrik Amoentai, Batang Allai, Laboean-Amas, Balangan, Amandit, Negara dan Kloewa. Dalam perkembangannya Afdeeling Amoentai kemudian dimekarkan menjadi Afdeeling Amuntai dan Afdeeling Kandangan. Afdeeling Amoentai dengan ibu kota Amoentai, terdiri atas:

  1. Onderafdeeling Amoentai, terdiri atas:
    1. Distrik Amuntai
    2. Distrik Tabalong
    3. Distrik Kelua
  2. Onderafdeeling Alabioe en Balangan, terdiri atas:
    1. Distrik Alabio
    2. Distrik Balangan

Proses pengembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berorientasi kepada peraturan perundang- undangan, tidak berhenti sampai para tokoh masyarakat baik yang sudah duduk dalam DPRD Kabupaten Hulu Sungai (sebelum pengembangannya menjadi 2 kabupaten), maupun yang berada di luarnya, telah menyadari bahwa dalam keadaan demikian, sangat penting memiliki otonomi daerah sendiri.

Inilah awal pemikiran yang mengilhami para tokoh Hulu Sungai Utara untuk melangkah kepada tuntutan berdirinya otonomi daerah, lepas dari Kabupaten Hulu Sungai yang beribu kota di Kandangan. Maka lahirlah di Amuntai PETIR (Penyatuan Tindakan Rakyat), yaitu suatu wadah perjuangan untuk mewujudkan cita- cita dan aspirasi masyarakat tersebut.

Presidium "PETIR" terbentuk dengan pimpinan yang terdiri dari Haji Morhan, Abdulhamidhan, H. Saberan Effendi, H. Abdul Muthalib M. dan Gusti Anwar (semuanya kini telah almarhum). Sedang pimpinan hariannya, selain H. Morhan, adalah Tarzan Noor dan M. Juhrani Sidik. "PETIR" menganggap bahwa daerah ini mempunyai potensi politik, sosial ekonomi, budaya, territorial/pertahanan, baik dari segi letak geografi / geologisnya, maupun keluasan wilayah dan pertumbuhan penduduknya, benar- benar potensial dan wajar untuk melangkah kakinya kedepan.

Tak heran, seluruh lapisan masyarakat Hulu Sungai Utara, baik Ulama, Pemuda, partai politik, maupun organisasi kemasyarakatan lainnya, di dalam dan di luar daerah menyatakan dukungan yang hangat sekali. Tak terkecuali pula media cettak harian “Kalimantan Berjuang” Banjarmasin senantiasa memberikan opini yang sensitif terhadap aspirasi tersebut. Karenanya, tercatat bahwa Hulu Sungai Utara yang lebih awal memperjuangkan status kabupaten yang memiliki otonomi sendiri, dibanding dengan daerah-daerah setingkat lainnya se-Banua Lima.

Puncak kegiatan "PETIR" saat itu adalah diselenggarakannya rapat umum terbuka dihalaman pasar Amuntai yang dipadati oleh ribuan orang. Rapat Akbar tersebut melahirkan sebuah Mosi atau tuntutan rakyat yang menghendaki agar belahan utara dari wilayah Hulu Sungai ini menjadi kabupaten daerah otonom yang berdiri sendiri.

Beberapa hari kemudian "PETIR" mengadakan rapat plenonya di ruangan Sekolah Rakyat IV Amuntai (sekarang berdirinya Kantor Bupati Hulu Sungai Utara) untuk membahas mosi tersebut dan langkah- langkah selanjutnya.

Sidang DPRDS Kabupaten Hulu Sungai di Kandangan yang membahas mosi/tuntutan "PETIR" tersebut, cukup berjalan mulus, karena 16 anggotanya (dari 20 anggota) berasal dari Hulu Sungai Utara yang mendukung dan menyetujui tuntutan tersebut.

Dengan persetujuan DPRDS di atas, makin meluangkan jalan bagi "PETIR", tak saja ke Pemerintahan Daerah Tingkat I Kalimantan tetapi juga ke Pemerintah Pusat di Jakarta. Sementara itu, untuk menghadap Gubernur Kalimantan (Dr. Murjani) dipercayakan kepada deputasi Gusti Anwar dan Ahmad Syahman.

Perutusan "PETIR" yang berangkat ke Jakarta adalah Haji Morhan dan H. Saberan Effendi. Di ibu kota dia- dia ini bergabung dengan Idham Khalid (tokoh Kalimantan Selatan) yang berdomisili disana dan mereka bersama-sama menghadap Menteri Dalam Negeri, Mr. Iskak Cokrohadisuryo.

Sambutan dari para pejabat tersebut, baik yang di Banjarmasin maupun yang di Jakarta cukup baik dan memberikan angin segar bagi deputasi "PETIR". Dan kesegaran tersebut semakin terasa ketika beberapa waktu kemudian, tibanya surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor Pem. 20-7-47 tertanggal 16 November 1951 yang isinya menetapkan:

  • Daerah Kabupaten Amuntai dengan ibu kota Amuntai sebagai Bupati Kepala Daerahnya, bapak H. Muhammad Said.
  • Daerah Kabupaten Kandangan dengan ibu kotanya Kandangan sebagai Bupati Kepala Daerahnya, bapak Syarkawi.

Tindak lanjut keputusan tersebut oleh Gubernur Kepala Daerah Kalimantan yang mengeluarkan surat keputusannya Nomor Des. 310-2-3 tanggal 9 April 1952, atas dasar Surat Keputusan Mendagri No. Des. 1/1/14 Rahasia yang sementara waktu menetapkan jumlah:

  • Anggota DPRDS untuk Kabupaten Kandangan 20 orang dan DPDS 5 orang
  • Anggota DPRDS untuk Kabupaten Amuntai 16 orang dan DPDS 4 orang

Atas hasil pemilihan, maka pimpinan DPRDS Kabupaten Amuntai pada awal berdirinya, adalah Haji Anang Busyra sebagai Ketua dan Ahmad Samidie sebagai wakil ketua. Dari sinilah sekaligus diadakan persiapan perletakan karangka pembenahan pengaturan personal aparat, fisik, material kewilayahan dan lain- lainnya, sebagai upaya untuk menata rumah tangga pemerintah daerah Kabupaten ini yang telah diberi hak otonominya.

Hari yang dinanti-nantikan itu akhirnya tibalah ketika pada hari Kamis, pukul 10.00, tanggal 1 Mei 1952, ketika Residen Koordinator Kalimantan Selatan, Zainal Abidin gelar Sutan Komala Pontas yang mewakili Gubernur Kepala Daerah Kalimantan, mengucapkan kata pelantikan terhadap para anggota DPRDS Kabupaten Amuntai yang berjumlah 16 orang. Hal ini menandai berdirinya kabupaten Amuntai secara resmi, pada tanggal 1 Mei 1952.

Sejalan dengan perkembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berawal dari Undang-undang No. 22 Tahun 1948,[butuh rujukan]maka pada tanggal 14 Januari 1953, nama Kabupaten Amuntai diubah menjadi Kabupaten Hulu Sungai Utara.[7] Meskipun pada kurun waktu 12 tahun kemudian, wilayah kewedanaan Tabalong memisahkan diri menjadi Kabupaten Tabalong pada 1 Desember 1965, nama Kabupaten Hulu Sungai Utara tetap berlaku hingga sekarang.[8]

Geografi

Iklim dan Curah Hujan

Ditinjau secara geografis, Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen.

Curah hujan di suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan terbanyak pada tahun 2005 terjadi pada bulan Februari yang mencapai 359 mm dan pada bulan April yang mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan masing-masing 14 dan 19.

Data penggunaan tanah pada tahun 2005 di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, yaitu:

  • Kampung seluas 4.283 ha
  • Sawah seluas 23.853 ha
  • Kebun campuran 1.859 ha
  • Hutan rawa 29.711 ha
  • Rumput rawa 22.768 ha
  • Danau seluas 1.800 ha
  • Penggunaan lainnya seluas 1.224 ha
Data iklim Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.7
(89.1)
31.8
(89.2)
31.9
(89.4)
31.9
(89.4)
32.2
(90)
31.9
(89.4)
32.1
(89.8)
33.4
(92.1)
34.1
(93.4)
33.9
(93)
32.4
(90.3)
31.6
(88.9)
32.41
(90.33)
Rata-rata terendah °C (°F) 24.1
(75.4)
24.2
(75.6)
24.2
(75.6)
24.4
(75.9)
24.5
(76.1)
24.1
(75.4)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24.1
(75.4)
24.5
(76.1)
24.4
(75.9)
24.2
(75.6)
24.18
(75.54)
Curah hujan mm (inci) 295
(11.61)
250
(9.84)
285
(11.22)
227
(8.94)
156
(6.14)
129
(5.08)
82
(3.23)
61
(2.4)
76
(2.99)
150
(5.91)
263
(10.35)
325
(12.8)
2.299
(90,51)
Rata-rata hari hujan 15 12 13 11 8 7 5 4 5 8 13 17 118
% kelembapan 89 87 88 85 81 79 78 74 72 77 83 89 81.8
Rata-rata sinar matahari harian 6.1 6.4 6.7 7.2 7.6 7.9 8.8 9.1 8.9 8.0 7.7 6.8 7.6
Sumber #1: Climate-Data.org [9]
Sumber #2: BMKG[10]

Luas Wilayah

Luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan luas wilayah sebesar 892,7 km² ini, sebagian besar terdiri atas dataran rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km² adalah merupakan lahan rawa dan sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.

Batas Wilayah

Batas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah sebagai berikut:

UtaraKalimantan Tengah dan Kabupaten Tabalong
TimurKabupaten Balangan
SelatanKabupaten Hulu Sungai Tengah
BaratProvinsi Kalimantan Tengah

Potensi Daerah

Pertanian

Luas lahan sawah di Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2017 sebesar 36.051 hektar, di mana 30.001 hektar merupakan luas lahan sawah nonirigasi dan sisanya 6.050 hektar merupakan luas lahan sawah irigasi.  Dari 30.001 hektar luas lahan sawah nonirigasi, 29.520 hektar merupakan luas lahan sawah lebak dan sisanya merupakan tadah hujan. Luas tanam padi sawah sebesar 25.343 hektar dengan luas panen sebesar 23.293 hektar. Produksi padi sawah sebesar 131.787 ton. Varietas padi dengan luas tanam terbesar adalah mekongga sebesar 10.249 hektar.[8]

Perkebunan

Luas tanam sayur-sayuran sebesar 119,00 hektar dengan luas panen sebesar 129,00 hektar. Produksi sayursayuran sebesar 882,36 ton. Produksi sayuran terbanyak adalah cabai besar sebesar 2.178,00 ton.  Luas tanam buah-buahan tahun 2017 sebesar 0,33 hektar dengan luas panen sebesar 172,23 hektar. Produksi buah-buahan sebesar 1.572,30 ton. Produksi buah terbanyak adalah pisang sebesar 570,10 ton. Produksi tanaman perkebunan paling banyak adalah kelapa sawit rakyat sebesar 1.741,12 ton, disusulkelapa sebesar 610,00 ton.[8]

Pemerintahan

Kepala daerah

Artikel utama: Daftar Bupati Hulu Sungai Utara
Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Wakil Bupati
Sahrujani 20 Februari 2025 Petahana 2025-2030 Hero Setiawan

Dewan Perwakilan

Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[11] 2019–2024[12] 2024–2029
PKB 4 Kenaikan 5 Kenaikan 6
Gerindra 0 Kenaikan 2 Kenaikan 3
PDI-P 1 Steady 1 Steady 1
Golkar 13 Penurunan 12 Penurunan 10
NasDem 1 Kenaikan 2 Steady 2
PKS 2 Kenaikan 3 Steady 3
Hanura 2 Penurunan 0 Steady 0
PAN 1 Penurunan 0 Kenaikan 1
PBB 1 Penurunan 1 Penurunan 0
Demokrat 1 Penurunan 0 Kenaikan 1
PPP 4 Steady 4 Penurunan 3
Jumlah Anggota 30 Steady 30 Steady 30
Jumlah Partai 10 Penurunan 8 Kenaikan 9

Kecamatan

Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Kabupaten Hulu Sungai Utara terdiri dari 10 kecamatan, 5 kelurahan, dan 214 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 221.557 jiwa dengan luas wilayah 892,70 km² dan sebaran penduduk 248 jiwa/km².[13][14]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
63.08.04 Amuntai Selatan 30Desa
  • Bajawit
  • Banyu Hirang
  • Cangkering
  • Cempaka
  • Harusan Telaga
  • Ilir Mesjid
  • Jarang Kuantan
  • Jumba
  • Kayakah
  • Keramat
  • Kota Raja
  • Kutai Kecil
  • Mamar
  • Murung Panggang
  • Murung Sari
  • Padang Darat
  • Padang Tanggul
  • Panyiuran
  • Pulau Tambak
  • Rukam Hilir
  • Rukam Hulu
  • Simpang Empat
  • Simpang Tiga
  • Telaga Hanyar
  • Telaga Sari
  • Telaga Silaba
  • Teluk Baru
  • Teluk Paring
  • Teluk Sari
  • Ujung Murung
63.08.05 Amuntai Tengah 524Desa
  • Danau Ceramin
  • Datu Kuning
  • Harus
  • Harusan
  • Hulu Pasar
  • Kandang Halang
  • Kembang Kuning
  • Kota Raden Hilir
  • Kota Raden Hulu
  • Mawar Sari
  • Muara Tapus
  • Palampitan Hilir
  • Palampitan Hulu
  • Pasar Senin
  • Pinang Habang
  • Pinang Kara
  • Rantawan
  • Sungai Baring
  • Sungai Karias
  • Tambalangan
  • Tangga Ulin Hilir
  • Tangga Ulin Hulu
  • Tapus
  • Tigarun
Kelurahan
  • Antasari
  • Kebun Sari
  • Murung Sari
  • Paliwara
  • Sungai Malang
63.08.06 Amuntai Utara 26Desa
  • Air Tawar
  • Cakru
  • Guntung
  • Kamayahan
  • Kuangan
  • Muara Baruh
  • Murung Karangan
  • Padang Basar
  • Padang Basar Hilir
  • Padang Luar
  • Pakacangan
  • Pakapuran
  • Pamintangan
  • Panangian
  • Panangkalaan
  • Panangkalaan Hulu
  • Pandawanan
  • Panyaungan
  • Pimping
  • Sungai Turak
  • Sungai Turak Dalam
  • Tabalong Mati
  • Tabing Liring
  • Tayur
  • Telaga Bamban
  • Teluk Daun
63.08.02 Babirik 23Desa
  • Babirik Hilir
  • Babirik Hulu
  • Hambuku Baru
  • Hambuku Hilir
  • Hambuku Lima
  • Kalumpang Dalam
  • Kalumpang Luar
  • Murung Kupang
  • Murung Panti Hilir
  • Murung Panti Hulu
  • Pajukungan Hilir
  • Pajukungan Hulu
  • Parupukan
  • Sungai Dalam
  • Sungai Durait Hilir
  • Sungai Durait Hulu
  • Sungai Durait Tengah
  • Sungai Luang Hilir
  • Sungai Luang Hulu
  • Sungai Janjam
  • Sungai Nyiur
  • Sungai Papuyu
  • Teluk Limbung
63.08.07 Banjang 20Desa
  • Banjang
  • Baruh Tabing
  • Beringin
  • Danau Terate
  • Garunggang
  • Kalintamui
  • Kaludan Besar
  • Kaludan Kecil
  • Karias Dalam
  • Lok Bangkai
  • Murung Padang
  • Palanjungan Sari
  • Pandulangan
  • Patarikan
  • Pawalutan
  • Pulau Damar
  • Rantau Bujur
  • Sungai Bahadangan
  • Teluk Buluh
  • Teluk Sarikat
63.08.01 Danau Panggang 16Desa
  • Baru
  • Bitin
  • Danau Panggang
  • Darussalam
  • Longkong
  • Manarap
  • Manarap Hulu
  • Palukahan
  • Pandamaan
  • Pararain
  • Rintisan
  • Sungai Namang
  • Sungai Panangah
  • Sarang Burung
  • Telaga Mas
  • Teluk Mesjid
63.08.08 Haur Gading 18Desa
  • Bayur
  • Haur Gading
  • Jingah Bujur
  • Keramat
  • Lok Soga
  • Palimbangan
  • Palimbang Gusti
  • Palimbang Sari
  • Panawakan
  • Pihaung
  • Polantani
  • Sungai Binuang
  • Sungai Limas
  • Tambak Sari Panji
  • Tangkawang
  • Teluk Haur
  • Tuhuran
  • Waringin
63.08.09 Paminggir 7Desa
  • Ambahai
  • Bararawa
  • Pal Batu
  • Paminggir
  • Paminggir Seberang
  • Sapala
  • Tampakang
63.08.03 Sungai Pandan 33Desa
  • Banyu Tajun Dalam
  • Banyu Tajun Hilir
  • Banyu Tajun Hulu
  • Banyu Tajun Pangkalan
  • Hambuku Hulu
  • Hambuku Pasar
  • Hambuku Raya
  • Hambuku Tengah
  • Jalan Lurus
  • Murung Asam
  • Padang Bangkal
  • Pandulangan
  • Pangkalan Sari
  • Pondok Babaris
  • Putat Atas
  • Rantau Karau Hilir
  • Rantau Karau Hulu
  • Rantau Karau Raya
  • Rantau Karau Tengah
  • Sungai Kuini
  • Sungai Pandan Hilir
  • Sungai Pandan Hulu
  • Sungai Pandan Tengah
  • Sungai Pinang
  • Sungai Sandung
  • Tambalangan
  • Tambalangan Kecil
  • Tambalangan Tengah
  • Tapus Dalam
  • Tatah Laban
  • Teluk Betung
  • Teluk Mesjid
  • Teluk Sinar
63.08.10 Sungai Tabukan 17Desa
  • Banua Hanyar
  • Galagah
  • Galagah Hulu
  • Gampa Raya
  • Hilir Mesjid
  • Nelayan
  • Pasar Sabtu
  • Pematang Benteng
  • Pematang Benteng Hilir
  • Rantau Bujur Darat
  • Rantau Bujur Hilir
  • Rantau Bujur Hulu
  • Rantau Bujur Tengah
  • Sungai Haji
  • Sungai Tabukan
  • Tambalang Raya
  • Teluk Cati
TOTAL5214

Kabupaten Hulu Sungai Utara terdiri dari 10 (sepuluh) kecamatan setelah terbentuknya Kabupaten Balangan dengan jumlah desa/kelurahan yang tersebar sebanyak 219 desa/kelurahan. Selain itu, desa/kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori, antara lain Desa Swadaya sebanyak 3 (di Kecamatan Banjang), Desa Swakarya ada 1 (di Kecamatan Banjang) dan Desa Swasembada sebanyak 215 desa.

Demografi

Jumlah penduduk Kabupaten Hulu Sungai Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010 adalah 209.037 jiwa tersebar di 219 kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah 892,7 km² ini memiliki kepadatan penduduk (population density) 220 jiwa per km² dan rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 orang. Laju pertumbuhan penduduk Hulu Sungai Utara antara tahun 2000–2010 sebesar 0,61% dan merupakan urutan terendah untuk kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Flora dan Fauna

Di kabupaten ini terkenal dengan fauna khasnya, yaitu Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin: Bubalus bubalis) di kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.

Referensi

  1. 1 2 Banjarmasin, M. Akbar Radar. "Momen Bersejarah, Bupati-Wabup HSU Sahrujani-Hero Dilantik Serentak di Istana Negara - Radar Banjarmasin". Momen Bersejarah, Bupati-Wabup HSU Sahrujani-Hero Dilantik Serentak di Istana Negara - Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 2025-02-20.
  2. ↑ "Adi Lesmana Jabat Sekda Kabupaten HSU, Lima Pejabat Tinggi Pratama Ikut Dilantik". Radar Banjarmasin. JawaPos. 4 April 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-17. Diakses tanggal 17 Juni 2023. ;
  3. ↑ "FADILLAH RESMI DILANTIK SEBAGAI KETUA DPRD HSU 2024-2029". Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara. 2024-09-28. Diakses tanggal 2025-02-20.
  4. 1 2 ""Kabupaten Hulu Sungai Utara Dalam Angka 2020"". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-23. Diakses tanggal 2020-09-18.
  5. 1 2 3 "Data Agregrat Kependudukan Provinsi Kalimantan Selatan Semester 1 Tahun 2025" (pdf). www.disdukcapil.kalselprov.go.id. hlm. 1–4. Diakses tanggal 8 Januari 2026.
  6. ↑ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 8 Maret 2022.
  7. ↑ BPK Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan. "Profil Kabupaten Hulu Sungai Utara". kalsel.bpk.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-18. Diakses tanggal 16 Januari 2022.
  8. 1 2 3 kalselpos (2021-08-07). "Profil Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan". kalselpos. Diakses tanggal 2025-01-15.
  9. ↑ "Amuntai, Kalimantan Selatan, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 28 April 2025.
  10. ↑ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 82 & 146. Diakses tanggal 28 April 2025.
  11. ↑ Perolehan Kursi DPRD Hulu Sungai Utara 2014-2019
  12. ↑ Perolehan Kursi DPRD Hulu Sungai Utara 2019-2024
  13. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  14. ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai North Hulu Sungai Regency.
  • Situs web resmi Diarsipkan 2013-03-18 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
  • Pusat pemerintahan: Amuntai
  • Bupati: Sahrujani
  • Wakil Bupati: Hero Setiawan
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Amuntai Selatan
  • Amuntai Tengah
  • Amuntai Utara
  • Babirik
  • Banjang
  • Danau Panggang
  • Haur Gading
  • Paminggir
  • Sungai Pandan
  • Sungai Tabukan
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Utara
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara
  • l
  • b
  • s
Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Banjarbaru
  • Gubernur: Muhidin
  • Wakil Gubernur: Hasnuryadi Sulaiman
Kabupaten
  • Balangan
  • Banjar
  • Barito Kuala
  • Hulu Sungai Selatan
  • Hulu Sungai Tengah
  • Hulu Sungai Utara
  • Kotabaru
  • Tabalong
  • Tanah Bumbu
  • Tanah Laut
  • Tapin
Lambang Kalimantan Selatan
Kota
  • Banjarbaru
  • Banjarmasin
Topik
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala dan wakil kepala daerah
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Masa Kerajaan Hindu
  3. Pembentukan Kabupaten
  4. Geografi
  5. Iklim dan Curah Hujan
  6. Luas Wilayah
  7. Batas Wilayah
  8. Potensi Daerah
  9. Pertanian
  10. Perkebunan
  11. Pemerintahan
  12. Kepala daerah
  13. Dewan Perwakilan
  14. Kecamatan
  15. Demografi
  16. Flora dan Fauna

Artikel Terkait

Daftar kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan

artikel daftar Wikimedia

Kalimantan Selatan

provinsi di Pulau Kalimantan, Indonesia

Daftar kabupaten dan kota di Kalimantan Barat

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026