Kejuaraan Dunia FIA Formula Satu musim 2025 adalah sebuah kejuaraan balapan mobil Formula Satu yang menjadi edisi ke-76 dari Kejuaraan Dunia Formula Satu. Kejuaraan ini diakui oleh Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), badan pengatur olahraga bermotor internasional, sebagai kelas tertinggi kompetisi untuk mobil balap roda terbuka. Kejuaraan ini terdiri dari dua puluh empat Grand Prix yang diselenggarakan di seluruh dunia dari bulan Maret hingga bulan Desember.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kejuaraan Dunia Formula Satu FIA 2025 |
|||
| Juara Dunia Pembalap: Lando Norris Juara Dunia Konstruktor: McLaren-Mercedes | |||
| Sebelum: | 2024 | Sesudah: | 2026 |
| Seri pendukung: Kejuaraan FIA Formula 2 Kejuaraan FIA Formula 3 F1 Academy Piala Super Porsche | |||

Kejuaraan Dunia FIA Formula Satu musim 2025 adalah sebuah kejuaraan balapan mobil Formula Satu yang menjadi edisi ke-76[a] dari Kejuaraan Dunia Formula Satu. Kejuaraan ini diakui oleh Fédération Internationale de l'Automobile (FIA), badan pengatur olahraga bermotor internasional, sebagai kelas tertinggi kompetisi untuk mobil balap roda terbuka. Kejuaraan ini terdiri dari dua puluh empat Grand Prix yang diselenggarakan di seluruh dunia dari bulan Maret hingga bulan Desember.
Para pembalap dan tim berkompetisi untuk memperebutkan gelar Juara Dunia Pembalap dan Juara Dunia Konstruktor. Max Verstappen, yang membalap untuk tim Red Bull Racing-Honda RBPT, adalah Juara Dunia Pembalap bertahan,[1] sementara tim McLaren-Mercedes, yang merupakan Juara Dunia Konstruktor bertahan,[2] berhasil mengamankan gelar Juara Dunia Konstruktor untuk yang kesepuluh kalinya bagi mereka, dan untuk yang kedua kalinya secara berturut-turut, di Grand Prix Singapura. Ini adalah kali pertama kali tim McLaren berhasil memenangkan gelar juara dunia konstruktor secara berturut-turut sejak musim 1991. Lando Norris dari tim McLaren berhasil memenangkan gelar Kejuaraan Dunia Pembalap untuk yang pertama kalinya di balapan terakhir di Grand Prix Abu Dhabi, memenangkan gelar kejuaraan dunia pembalap hanya dengan selisih dua poin saja dari juara dunia pembalap bertahan, yaitu Max Verstappen, setelah akhir musim yang kuat dari pembalap mobil profesional berkebangsaan Belanda tersebut. Norris menjadi pembalap mobil profesional asal Inggris kesebelas yang berhasil memenangkan gelar juara dunia pembalap Formula Satu dan pembalap ketiga puluh lima secara keseluruhan yang berhasil mengklaim gelar Kejuaraan Dunia Pembalap Formula Satu. Kemenangan gelar juara dunia pembalap Norris juga merupakan yang pertama bagi seorang pembalap McLaren sejak Lewis Hamilton pada musim 2008, dan merupakan gelar juara dunia pembalap yang pertama bagi seorang pembalap mobil profesional asal Inggris sejak Hamilton berhasil menang bersama dengan tim pabrikan Mercedes pada musim 2020. Rekan setim Norris di tim McLaren asal Australia, yaitu Oscar Piastri, finis di posisi ketiga di dalam klasemen akhir kejuaraan dunia pembalap setelah mengalami penurunan performa dan hasil akhir secara keseluruhan di paruh akhir musim setelah sebelumnya sempat memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap untuk sebagian besar jalannya musim ini.[3]
Musim 2025 menjadi musim terakhir bagi penggunaan konfigurasi unit daya yang diperkenalkan pada musim 2014. Konfigurasi yang telah diperbarui, tanpa MGU-H tetapi dengan keluaran daya dari MGU-K yang lebih tinggi, akan diperkenalkan untuk kejuaraan dunia musim 2026.[4] Musim ini menjadi musim terakhir bagi generasi mobil yang diperkenalkan pada musim 2022 dan musim terakhir bagi sistem pengurangan drag (DRS) yang diperkenalkan sebagai alat bantu untuk balapan sejak musim 2011. Sistem tersebut digantikan dengan aerodinamika aktif dan sayap yang dapat bergerak mulai dari musim 2026.[5]
Musim ini juga akan menjadi musim yang terakhir bagi Renault untuk berpartisipasi di dalam olahraga bermotor ini, karena mereka akan menghentikan produksi mesin mereka untuk tim Alpine setelah musim ini berakhir.[6] Setelah pindah dari tim pabrikan Mercedes, Juara Dunia Pembalap sebanyak tujuh kali, yaitu Lewis Hamilton, mengalami musim yang sulit bersama dengan tim pabrikan Ferrari, dengan hanya berhasil memenangkan satu lomba sprint saja di Shanghai, dan gagal mengamankan posisi terdepan, kemenangan Grand Prix, atau podium selama musim tersebut, di mana yang terakhir terjadi untuk yang pertama kalinya dalam karier Formula Satu-nya sejak dimulai pada musim 2007.[7]
Konstruktor dan pembalap berikut ini terikat kontrak untuk berkompetisi di Kejuaraan Dunia musim 2025. Semua tim akan berkompetisi dengan menggunakan ban yang dipasok oleh Pirelli.[8] Setiap tim diharuskan mengirimkan setidaknya dua pembalap, satu untuk setiap dua mobil wajib.[9]
Selama musim ini berlangsung, setiap tim wajib mengikutsertakan seorang pembalap, yang belum berkompetisi dalam lebih dari dua balapan, ke dalam salah satu dari dua sesi latihan bebas awal pada sebuah Grand Prix. Kewajiban ini harus dilakukan dua kali untuk setiap mobil.[9]
| Konstruktor | No. | Pembalap | Ronde |
|---|---|---|---|
| Alpine-Renault | 62 | 3 | |
| 61 | 16, 20 | ||
| Aston Martin Aramco-Mercedes | 34 | 4, 14 | |
| 35 | 20 | ||
| Scuderia Ferrari | 38 | 4, 11 | |
| 38 | 20 | ||
| Haas-Ferrari | 50 | 4, 9, 20 | |
| Kick Sauber-Ferrari | 97 | 12, 14 | |
| McLaren-Mercedes | 89 | 11, 16 | |
| 89 | 20 | ||
| Mercedes | 72 | 4, 20 | |
| Racing Bulls-Honda RBPT | 40 | 20 | |
| Red Bull Racing-Honda RBPT | 37 | 4 | |
| 36 | 12, 20 | ||
| Williams-Mercedes | 46 | 4, 20 | |
| 45 | 9 | ||
| Sumber: [24][41] | |||
Tim RB menghentikan penggunaan inisial tersebut dan sebagai gantinya masuk sebagai Racing Bulls, mengubah nama resmi tim dan konstruktor mereka.[32]
Lewis Hamilton meninggalkan tim pabrikan Mercedes setelah dua belas musim untuk bergabung bersama dengan tim pabrikan Ferrari, mengakhiri rekor musim berturut-turutnya membalap untuk satu konstruktor yang sama. Musim 2025 juga akan menjadi musim pertamanya berkompetisi tanpa menggunakan unit tenaga Mercedes.[42] Dia menggantikan posisi Carlos Sainz yang hengkang setelah empat musim untuk bergabung bersama dengan tim Williams dengan durasi kontrak selama beberapa tahun. Sainz pada awalnya ditetapkan untuk menggantikan posisi Logan Sargeant, tetapi posisi Sargeant telah digantikan oleh Franco Colapinto di pertengahan musim 2024.[43][44][45][46] Posisi Hamilton digantikan oleh pembalap junior Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, yang dipromosikan dari ajang Formula 2.[47][48]
Tim Haas menurunkan susunan pembalap yang baru pada tahun 2025; Nico Hülkenberg meninggalkan tim setelah dua musim untuk membalap untuk tim Sauber. Hulkenberg sendiri pernah berkompetisi bersama Sauber pada musim 2013.[49][50] Posisinya di Haas digantikan oleh pembalap cadangan mereka, yaitu Oliver Bearman, yang naik kelas dari ajang Formula 2, setelah sebelumnya membalap di Grand Prix Arab Saudi 2024 untuk tim pabrikan Ferrari serta di Grand Prix Azerbaijan dan São Paulo 2024 untuk tim Haas.[51] Kevin Magnussen juga meninggalkan tim setelah menjalani tujuh musim dalam dua periode yang berbeda.[52] Posisinya digantikan oleh Esteban Ocon yang keluar dari tim Alpine setelah menjalani lima musim bersama dengan Team Enstone setelah Grand Prix Qatar 2024.[53] Jack Doohan, yang menggantikan posisi Ocon untuk Grand Prix Abu Dhabi 2024, tetap mempertahankan kursinya di tim Alpine untuk musim 2025.[54][55]
Valtteri Bottas dan Zhou Guanyu sama-sama meninggalkan tim Sauber setelah tiga tahun.[56] Bottas kembali bergabung bersama dengan tim Mercedes sebagai pembalap cadangan setelah sebelumnya membalap untuk tim tersebut dari musim 2017 hingga 2021.[57] Kursi kosong di samping Hülkenberg diisi oleh juara pembalap bertahan Formula 2, yaitu Gabriel Bortoleto asal Brasil.[58]
Meskipun sebelumnya telah mengumumkan perpanjangan durasi kontrak hingga musim 2026, Sergio Perez pada akhirnya meninggalkan tim Red Bull Racing di akhir musim 2024 setelah menjalani empat musim bersama dengan tim tersebut.[59] Posisinya di tim Red Bull diisi oleh Liam Lawson, yang berkompetisi dalam lima balapan bersama dengan tim AlphaTauri pada musim 2023 dan enam balapan bersama dengan tim tim RB pada musim 2024.[60] Posisi Lawson di tim Racing Bulls akan ditempati oleh Isack Hadjar, pembalap junior Red Bull yang meraih juara kedua pada ajang Formula 2 musim 2024.[61]
Setelah pelaksanaan Grand Prix Tiongkok, Yuki Tsunoda diumumkan menjadi pembalap Red Bull Racing terhitung mulai dari Grand Prix Jepang, menggantikan posisi Liam Lawson yang kini menjadi pembalap untuk tim Racing Bulls.[62]
Tim Alpine mengumumkan pergantian Jack Doohan dengan Franco Colapinto setelah pelaksanaan Grand Prix Miami.[63] Doohan kembali menjadi pembalap cadangan bagi tim Alpine,[63] sementara Colapinto, yang pada musim 2024 berkompetisi bersama tim Williams,[64] diumumkan akan membalap pada lima Grand Prix mulai dari Grand Prix Emilia Romagna. Hasil yang diraih Colapinto pada lima Grand Prix tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi tim yang akan dilakukan setelah Grand Prix Austria.[65] Di kemudian hari, dikabarkan bahwa Colapinto akan tetap menjadi salah satu pembalap tim tersebut sampai akhir musim 2025.[66]

Kalender musim 2025 menampilkan dua puluh empat Grand Prix yang sama seperti musim sebelumnya.[67][68] Grand Prix Tiongkok, Miami, Belgia, Amerika Serikat, São Paulo, dan Qatar dijadwalkan untuk menggunakan format sprint.[69][70]
Grand Prix Australia direncanakan menjadi tuan rumah balapan pembuka musim 2025 untuk kali pertama sejak musim 2019.[71] Pada tiga musim terakhir, Grand Prix Australia diadakan sebagai ronde ketiga, setelah Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi. Khusus untuk musim ini, pelaksanaan kedua grand prix tersebut diundur ke bulan April 2025 untuk menghindari bentrok dengan bulan suci Ramadhan.[72] Grand Prix Rusia telah dikontrak untuk diadakan pada musim 2025.[73] Namun, kontrak tersebut diakhiri pada musim 2022 sebagai respons terhadap invasi Rusia ke Ukraina.[74]
Batas berat minimum pembalap telah ditingkatkan dari 80 kilogram (176,4 pon) menjadi 82 kilogram (180,8 pon). Sebagai konsekuensinya, batas berat minimum keseluruhan mobil tanpa bahan bakar juga meningkat dari 798 kilogram (1.759 pon) menjadi 800 kilogram (1.764 pon). Perubahan tersebut dilakukan demi kepentingan kesejahteraan pembalap, terutama bagi pembalap yang tinggi dan berat.[75][76][77]
Kit pendingin pembalap akan diperkenalkan pada tahun 2025. Sistem ini hanya akan diamanatkan oleh FIA dalam kondisi panas yang ekstrem, dengan bobot minimum mobil yang ditingkatkan sesuai dengan ketentuan jika berlaku. Hal ini dilakukan untuk menghindari terulangnya pernyataan kekhawatiran terhadap kesejahteraan pembalap setelah Grand Prix Qatar 2023.[78] Jika FIA memperkirakan suhu di atas 30,5 °C, maka "bahaya panas" akan dinyatakan. Ini akan mengharuskan setiap tim untuk melengkapi pembalap dengan sistem pendingin, dan berat minimum akan dinaikkan sebesar 5 kilogram (11 pon) untuk mengimbangi peralatan tersebut.[79]
Celah slot untuk sayap belakang antara dua mode DRS akan diubah, dengan celah minimum yang dikurangi. Celah ini akan diperkecil dari 10–15 milimeter (0,39–0,59 in) menjadi 9,4–13 milimeter (0,37–0,51 in); batas atas tetap pada 85 milimeter (3,3 in) dengan DRS terbuka. FIA juga akan memperketat aturan pada mode DRS, yang menyatakan bahwa hanya boleh ada dua posisi dan bahwa mengakhiri penerapan DRS harus mengembalikan sayap persis seperti yang ditetapkan pada mode awal.[79]
Tidak ada lagi pembatasan jumlah kotak roda gigi yang digunakan oleh tim, karena keandalan desain pada saat ini membuat batasan ini tidak berlaku lagi.[80]
FIA memperkenalkan uji defleksi sayap belakang yang lebih ketat yang mewajibkan celah slot—jarak antara bidang utama dan sayap belakang—dibatasi hingga 2 mm (0,079 in) di bawah beban 2 kN (450 lbf), yang kembali dikurangi hingga 0,5 mm (0,020 in) mulai dari Grand Prix Tiongkok dan seterusnya untuk mengatasi penggunaan "mini-DRS" oleh tim.[81] Uji coba sayap depan tambahan dilaksanakan di dalam arahan teknis yang berlangsung selama empat bulan yang telah diperingatkan sebelumnya untuk Grand Prix Spanyol, dengan mengurangi defleksi di bawah beban 1 kN (220 lbf) dari 10 mm (0,39 in) menjadi 5 mm (0,20 in).[82]
Poin yang diberikan kepada pembalap yang finis di posisi sepuluh teratas dan mencatatkan putaran tercepat di dalam balapan, yang diperkenalkan kembali pada musim 2019, akan dihapuskan.[9][83][84]
Menjelang Grand Prix Austria, FIA merilis versi terbaru pedoman standar membalapnya ke domain publik. Awalnya diperkenalkan pada musim 2024, pedoman tertulis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada para pembalap tentang etika balapan yang diharapkan selama pertarungan di lintasan. Ketersediaan pedoman ini untuk umum dimaksudkan untuk membantu para penggemar dan media untuk lebih memahami alasan di balik pengambilan keputusan FIA dan proses pengawasan balapan.[85]
Akan ada peningkatan persyaratan untuk menurunkan pembalap muda selama sesi latihan bebas dari sekali per musim per mobil menjadi dua kali per musim per mobil.[86]
Peraturan olahraga akan memperketat pembatasan pengujian mobil sebelumnya (TPC). Ini akan memberlakukan batas waktu dua puluh hari pada TPC dan pembalap yang berkompetisi di dalam kejuaraan dunia hanya akan diizinkan untuk menempuh jarak maksimum 1.000 kilometer (620 mi) selama empat hari pengujian. Pengujian hanya akan diizinkan di sirkuit yang telah ditampilkan pada kalender pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya. Namun, pengujian tidak diizinkan di lintasan yang akan menjadi tuan rumah balapan dalam waktu enam puluh hari dari pengujian, atau "jika sirkuit tersebut dianggap, atas kebijakan FIA, telah mengalami modifikasi signifikan" sejak balapan Formula Satu yang terakhir.[87]
Peraturan olahraga akan mencakup ketentuan yang ditentukan secara khusus tentang bagaimana grid start untuk balapan sprint dan Grand Prix harus ditetapkan jika sesi kualifikasi untuk sesi ini dibatalkan. Grid start akan ditetapkan sesuai dengan urutan di klasemen kejuaraan dunia pembalap. Sebelumnya, keputusan untuk menentukan urutan grid start sepenuhnya diserahkan kepada kebijaksanaan pengawas balapan jika sesi kualifikasi tidak dapat berlangsung. Jika urutan di klasemen Kejuaraan Dunia Pembalap tidak dapat diterapkan untuk menentukan urutan grid start, maka keputusan tersebut tetap berada pada kebijaksanaan pengawas balapan.[9][88]
Protokol penutupan grid pada saat beberapa mobil tidak berhasil mencapai garis start diubah menyusul formasi grid start untuk mobil yang ditarik sebelum dimulainya Grand Prix São Paulo 2024. Grid akhir sekarang akan ditentukan satu jam sebelum balapan dimulai. Mobil yang ditarik hingga 75 menit sebelum start tidak akan dimasukkan ke dalam grid akhir, dan mobil berikutnya akan naik ke posisi yang relevan.[78]
Komentar pembalap akan diatur lebih ketat dan diberikan hukuman yang lebih berat. Masalah ini pertama kali terungkap ketika presiden Fédération Internationale de l'Automobile, yaitu Mohammed Ben Sulayem, mengatakan dalam sebuah sesi wawancara bahwa dia ingin mengurangi penggunaan bahasa yang kasar di dalam ajang Formula Satu.[89] Hal ini diikuti dengan penyelidikan dan hukuman terhadap Max Verstappen dan Charles Leclerc atas ucapan mereka yang mengumpat di dalam sebuah sesi wawancara resmi Formula Satu.[90][91] Hukuman untuk "kelakuan buruk pembalap" mencakup "bahasa, [...], isyarat dan/atau tanda yang menyinggung, menghina, kasar, tidak sopan, atau mencaci maki dan dapat diharapkan atau dianggap kasar atau tidak sopan atau menyebabkan pelanggaran, penghinaan, atau tidak pantas", serta penyerangan dan "hasutan untuk melakukan hal-hal tersebut di atas".[89] Pelanggaran yang pertama akan dikenakan denda sebesar €40.000, pelanggaran yang kedua akan dikenakan denda sebesar €80.000 dan penangguhan sementara, sedangkan pelanggaran yang ketiga akan dikenakan denda sebesar €120.000, penangguhan selama satu bulan, dan pengurangan jumlah poin. Skala hukuman yang sama ditetapkan untuk diterapkan pada "cedera atau kerugian moral" apa pun terhadap "FIA, badan-badannya, anggotanya atau pejabat eksekutifnya" atau nilai-nilainya. Pembuatan "pernyataan atau komentar politik, agama, dan pribadi" yang melanggar kenetralan FIA juga akan dikenakan hukuman yang sama, dengan peringatan tambahan bahwa pembalap akan diminta untuk membuat permintaan maaf penuh dan menarik kembali pernyataan mereka.[89]
Dengan tujuan untuk mempromosikan balapan yang lebih baik, akan ada peningkatan jumlah pit stop wajib untuk Grand Prix Monako.[80] Grand Prix ini akan melihat penerapan strategi minimal dua kali pit stop, baik dalam kondisi basah maupun kering. Tim juga akan diamanatkan untuk menggunakan setidaknya tiga set ban dalam balapan, dengan minimal dua kompon ban yang berbeda jika balapan berlangsung dalam kondisi cuaca yang kering.[92]
Menyusul kekhawatiran yang muncul selama Grand Prix Kanada 2024, di mana Sergio Pérez secara kontroversial membawa mobilnya kembali lagi ke dalam jalur pit untuk menghindari penggunaan mobil keselamatan, dan membantu rekan setimnya, yaitu Max Verstappen, untuk berhasil memenangkan perlombaan tersebut, maka FIA kini telah memperkenalkan peraturan yang baru untuk mencegah mobil yang mengalami kerusakan yang parah mencoba untuk kembali lagi ke dalam jalur pit. Sebelumnya, pembalap dapat kembali lagi ke dalam garasi meskipun mobil mereka mengalami kerusakan, dan menimbulkan risiko keselamatan bagi yang lain di lintasan. Peraturan yang diperbarui kini memungkinkan direktur perlombaan untuk menginstruksikan tim untuk menghentikan mobil jika mengalami kerusakan struktural yang substansial, atau kegagalan kritis yang dapat membahayakan orang lain atau menghalangi kompetisi. Dalam kasus seperti itu, pembalap harus menepi di lokasi aman terdekat daripada terus menuju ke dalam jalur pit.[93]
Pembalap yang memulai dari dalam jalur pit kini diharuskan untuk berpartisipasi di dalam putaran formasi, yang merupakan sebuah perubahan dari musim sebelumnya di mana mereka dapat tetap berada di dalam garasi hingga balapan dimulai. Berdasarkan peraturan yang baru, setelah semua mobil di lintasan melewati jalur keluar pit, para pembalap yang memulai dari dalam jalur pit harus meninggalkan lintasan sesuai dengan urutan yang ditetapkan, kecuali jika terjadi penundaan. Mereka kemudian harus kembali memasuki jalur pit di akhir putaran formasi sebelum balapan dimulai. Penyesuaian ini bertujuan untuk mengefisienkan start balapan dan memastikan prosedur pra-balapan yang lebih konsisten.[93]
Sebagai tanggapan atas kekhawatiran mengenai kerusakan ban selama Grand Prix Qatar, batasan 25 putaran diperkenalkan untuk setiap set ban yang dapat dibagi selama akhir pekan balapan, sebagai akibat dari energi, tekanan termal, dan keausan pada ban. Karena Grand Prix ini berlangsung selama 57 putaran, maka setiap pembalap yang menempuh jarak balapan penuh dipastikan harus mengganti ban setidaknya sebanyak dua kali.[94] Tidak seperti balapan edisi musim 2023, putaran yang dijalankan di bawah mobil keselamatan atau mobil keselamatan virtual dihitung terhadap pembatasan tersebut.[95]
Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun olahraga bermotor ini yang ke-75, kesepuluh tim ikut serta di dalam sebuah acara peluncuran musim kolektif yang disebut sebagai F1 75 Live di The O2 Arena di kota London pada tanggal 18 Februari 2025. Setiap tim memperkenalkan corak mobil mereka untuk musim ini, sementara pembalap dan kepala tim mereka diwawancarai di depan penonton langsung. Diselingi dengan hiburan langsung yang lainnya dan pratinjau film Formula Satu, acara ini juga disiarkan langsung di Sky Sports di negara Britania Raya dan ESPN di negara Amerika Serikat, serta akun media sosial resmi Formula Satu.[96][97] Di YouTube, acara tersebut melampaui rekor jumlah penonton acara langsung Formula Satu sebelumnya, dengan 1,1 juta penonton bersamaan.[98][99]
Satu sesi tes pra-musim diadakan di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir, Bahrain, pada tanggal 26–28 Februari.[100] Carlos Sainz Jr., yang membalap untuk tim Williams, mencatatkan waktu tercepat di dalam tes yang berlangsung selama tiga hari tersebut.[101]
Lando Norris dari tim McLaren berhasil meraih posisi teratas untuk Grand Prix Australia, yang diadakan dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah dan tidak menentu. Norris memimpin sebagian besar jalannya balapan. Dia sempat kehilangan posisi terdepan ketika dia dan rekan setimnya, yaitu Oscar Piastri, kehilangan kendali atas mobil mereka berdua di dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Karena hal ini, Piastri sempat terdampar sebentar sebelum dia berhasil membebaskan diri, di mana dia turun ke posisi ketiga belas dan kemudian naik ke posisi kesembilan. Max Verstappen, dari tim Red Bull, membuntuti Norris pada saat balapan ini mencapai tahap akhir. Norris berhasil menahan laju Verstappen di belakang mobilnya untuk memenangkan Grand Prix ini, sehingga membawa tim McLaren meraih kemenangan pertamanya di negara Australia sejak musim 2012. Dengan melakukan hal itu, maka Norris juga mematahkan dominasi Verstappen selama beberapa hari berturut-turut sebagai pemimpin klasemen Kejuaraan Dunia Pembalap, yang dipegang oleh pembalap Red Bull tersebut sejak Grand Prix Spanyol 2022. Andrea Kimi Antonelli naik dua belas peringkat dari posisi startnya di urutan keenam belas untuk finis di peringkat keempat. Sebanyak enam pembalap terpaksa harus rela tersingkir dari balapan kali ini: Isack Hadjar dari tim Racing Bulls, Jack Doohan dari tim Alpine, rekan setim Albon, yaitu Carlos Sainz Jr., Fernando Alonso dari tim Aston Martin, Gabriel Bortoleto dari tim Sauber, dan rekan setim Verstappen, yaitu Liam Lawson.[102]
Lewis Hamilton berhasil meraih posisi terdepan balapan sprint pada Grand Prix Tiongkok, yang kemudian berhasil dia ubah menjadi kemenangan di depan Piastri dan Verstappen. Norris lolos babak kualifikasi di urutan keenam untuk balapan sprint, dan finis di urutan kedelapan.[103] Oscar Piastri meraih posisi terdepan pada balapan utama, dan meraih posisi terdepan yang perdana di dalam kariernya.[104] Piastri kemudian mengendalikan jalannya balapan ini dari awal hingga akhir, di mana memimpin dengan finis di posisi 1–2 bersama dengan rekan setimnya, yaitu Lando Norris – yang sedang berjuang melawan kegagalan rem pada mobilnya – di belakang, diikuti oleh George Russell yang berhasil finis di posisi ketiga untuk tim Mercedes. Balapan ini menandai finis 1–2 untuk yang ke-50 kalinya bagi tim McLaren sejak bergabung bersama dengan olahraga bermotor ini.[105] Setelah balapan ini berakhir, Charles Leclerc dan Pierre Gasly didiskualifikasi karena mobil mereka kekurangan berat,[106] sementara Lewis Hamilton didiskualifikasi karena mobilnya mengalami keausan selip (plank) yang berlebihan.[107]

Max Verstappen berhasil meraih posisi terdepan untuk yang pertama kalinya pada musim ini di Grand Prix Jepang, dan menandai untuk yang pertama kalinya dia memulai dari posisi terdepan sejak Grand Prix Austria 2024. Dia kemudian terus menyelesaikan balapan dengan kemenangan meyakinkan, di depan dua pembalap McLaren, yaitu Lando Norris dan Oscar Piastri. Andrea Kimi Antonelli dari tim Mercedes menjadi pembalap yang termuda yang memimpin jalannya sebuah balapan dan yang mencetak putaran tercepat di dalam sejarah ajang Formula Satu. Balapan tersebut sama sekali tidak menampilkan pengunduran diri dari satu pembalap pun.[108]
Oscar Piastri berhasil meraih posisi terdepan untuk yang kedua kalinya pada musim ini di Grand Prix Bahrain, dan mengendalikan balapan itu sendiri untuk menang di depan George Russell, yang mana mobilnya mengalami banyak masalah kelistrikan, dan rekan setim Piastri, yaitu Lando Norris. Carlos Sainz Jr. dari tim Williams adalah satu-satunya pembalap yang terpaksa harus rela tersingkir selama balapan ini berlangsung, setelah mengalami tabrakan dengan Yuki Tsunoda dari tim Red Bull Racing,[109] sementara Nico Hülkenberg didiskualifikasi setelah balapan ini berakhir karena mobilnya mengalami keausan selip (plank) yang berlebihan.[110]
Max Verstappen berhasil meraih posisi terdepan untuk yang kedua kalinya pada musim ini di Grand Prix Arab Saudi, sementara Lando Norris mengalami kecelakaan di sesi Q3, dan membuatnya berada di posisi kesepuluh; dia bangkit ke posisi keempat selama balapan ini berlangsung. Rekan setimnya - Oscar Piastri, yang memulai balapan di posisi kedua - berhasil memenangkan balapan ini di depan Verstappen dan Charles Leclerc, yang berhasil meraih podium Grand Prix yang pertama bagi tim Ferrari di musim ini. Hasil akhir balapan ini membuat Piastri memimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap untuk yang pertama kalinya di dalam kariernya, yang juga menjadikannya sebagai pembalap mobil profesional asal Australia yang pertama yang memimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap sejak manajernya, yaitu Mark Webber, di Grand Prix Jepang 2010. Sementara itu, balapan tersebut menampilkan tersingkirnya Yuki Tsunoda dan Pierre Gasly.[111]
Andrea Kimi Antonelli berhasil meraih posisi terdepan pada balapan sprint di Grand Prix Miami, tetapi turun ke posisi ketujuh setelah pelepasan di dalam jalur pit yang tidak aman dengan Max Verstappen, yang turun ke posisi terakhir – finis tanpa poin untuk yang pertama kalinya baginya dalam format balapan apa pun sejak Grand Prix Belgia 2016 – setelah penalti diterapkan. Setelah periode mobil keselamatan dipanggil pada saat-saat terakhir karena kecelakaan berat yang melibatkan Fernando Alonso, Lando Norris digeser, dan berhasil memenangkan balapan ini, di depan Oscar Piastri. Lewis Hamilton berada di posisi ketiga setelah menjalani strategi yang tepat pada waktunya,[112] sementara Charles Leclerc mengalami kecelakaan pada saat putaran pengintaian dan tidak ikut serta di dalam balapan sprint.[113] Untuk balapan utama, Verstappen berhasil meraih posisi terdepan di depan Norris dan Antonelli, tetapi Piastri berhasil menang di depan Norris dan George Russell. Empat pembalap yang terpaksa harus rela mengundurkan diri pada balapan kali ini adalah Jack Doohan, Oliver Bearman, Gabriel Bortoleto, dan Liam Lawson.[114]
Oscar Piastri berhasil meraih posisi terdepan untuk tim McLaren di dalam balapan yang diperkirakan akan menjadi balapan terakhir Grand Prix Emilia Romagna, namun kemudian kehilangan posisi terdepan dari Max Verstappen di dalam balapan yang ke-400 bagi tim Red Bull Racing di Grand Prix ini,[115] dengan melakukan gerakan di tikungan Tamburello. Dia berhasil tetap mempertahankan keunggulannya hingga menyentuh garis finis di depan Piastri dan Lando Norris. Setelah tampil mengecewakan di babak kualifikasi, Yuki Tsunoda naik ke posisi kesepuluh, sementara dua pembalap Ferrari melaju ke posisi keempat untuk Lewis Hamilton dan keenam untuk Charles Leclerc, dan Andrea Kimi Antonelli mencatatkan tersingkir yang pertama bagi tim Mercedes di musim ini karena mobilnya mengalami kegagalan mekanis.[116] Selain itu, posisi Jack Doohan digantikan oleh Franco Colapinto di tim Alpine, dengan pembalap yang terakhir disebutkan yang menempati kursi tersebut setidaknya hingga Grand Prix Austria.
Grand Prix Monako memperkenalkan strategi wajib dua kali pit stop, dalam upaya untuk mempromosikan balapan yang lebih ketat. Lando Norris dari tim McLaren berhasil meraih posisi terdepan dan mengubahnya menjadi kemenangan di depan Charles Leclerc dari tim Ferrari dan rekan setimnya, yaitu Oscar Piastri. Balapan tersebut menyaksikan dua kali pengunduran diri dari Pierre Gasly dari tim Alpine dan Fernando Alonso dari tim Aston Martin.[117]
Oscar Piastri berhasil kembali lagi ke posisi terdepan di Grand Prix Spanyol, yang dikonversinya menjadi kemenangan di depan rekan setimnya yaitu Lando Norris, dan Charles Leclerc dari tim Ferrari. Setelah tersingkirnya Andrea Kimi Antonelli dari tim Mercedes karena mobilnya mengalami kegagalan mekanis, sebuah mobil keselamatan dikeluarkan pada putaran ke-53; segera setelah balapan dilanjutkan pada putaran ke-60, ketika Max Verstappen dari tim Red Bull Racing segera bertabrakan dengan rekan setim Antonelli, yaitu George Russell, setelah pembalap yang pertama kali disebutkan diberitahu untuk mengembalikan posisi tersebut kepada pembalap Mercedes tersebut setelah dia menyalip Russell sambil juga keluar dari trek. Verstappen pada akhirnya menerima penalti waktu sebanyak sepuluh detik, yang menjatuhkannya ke posisi kesepuluh. Nico Hülkenberg adalah salah satu dari banyak pembalap yang menerima manfaat, dengan menempatkannya di posisi kelima dan meraih posisi finis yang tertinggi bagi tim Sauber sejak Grand Prix Emilia Romagna 2022. Sementara itu, Fernando Alonso, yang berhasil finis di posisi kesembilan, mencetak poin pertamanya di musim ini.[118]

Pada Grand Prix Kanada, George Russell berhasil menjadi pembalap non-McLaren maupun Red Bull yang pertama yang berhasil meraih posisi terdepan setelah melakukannya bersama dengan tim Mercedes. Pemimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap, yaitu Oscar Piastri, memulai jalannya perlombaan ini dari posisi ketiga dan Lando Norris dari posisi ketujuh setelah melakukan kesalahan pada putaran panasnya. Balapan tersebut menyaksikan banyak perubahan dalam kepemimpinan jalannya perlombaan, dengan Russell yang berhasil menang pada akhirnya setelah mobil keselamatan keluar pada saat-saat terakhir perlombaan ini, sehingga menandai kemenangan yang pertama bagi tim Mercedes di musim ini. Mobil keselamatan keluar disebabkan oleh Norris yang menabrak diffuser mobil Piastri pada saat dirinya sedang mencoba untuk menyalip rekan setimnya tersebut. Andrea Kimi Antonelli berhasil mencatatkan podium yang pertama baginya di dalam kariernya dengan finis di posisi ketiga untuk menjadi pembalap peraih podium termuda ketiga di dalam sejarah ajang Formula Satu.[119]
Lando Norris berhasil kembali lagi ke posisi terdepan untuk tim McLaren di Grand Prix Austria. Setelah start yang pertama yang dibatalkan karena masalah dengan mobil Carlos Sainz Jr., mobil Andrea Kimi Antonelli dari tim Mercedes terkunci dan menabrak Max Verstappen dari tim Red Bull Racing, yang memaksa mereka berdua untuk tersingkir dari perlombaan ini; Rekan setim Verstappen, yaitu Yuki Tsunoda, tidak bernasib lebih baik, di mana dirinya finis di urutan keenam belas dan terakhir dari mobil yang berhasil menyentuh garis finis setelah menerima penalti waktu. Setelah memimpin sebagian besar jalannya balapan, Norris mengubah posisi terdepan menjadi kemenangan di ketiganya musim ini di depan rekan setimnya dan pemimpin klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap, yaitu Oscar Piastri, dan Charles Leclerc dari tim Ferrari. Gabriel Bortoleto berhasil mencetak poin pertamanya dalam kejuaraan dunia ini dengan membalap untuk tim Sauber, dan rekan setimnya, yaitu Nico Hülkenberg, finis di urutan kesembilan, yang menandai finis poin ganda yang pertama untuk tim Sauber sejak Grand Prix Qatar 2023.[120]

Max Verstappen menemukan dirinya di posisi terdepan pada sesi kualifikasi untuk Grand Prix Britania setelah mobil-mobil yang dia lawan, yaitu tim McLaren dan Ferrari, melakukan kesalahan selama menjalani putaran panas mereka. Balapan ini diadakan dalam kondisi cuaca yang basah, yang memfasilitasi persyaratan untuk menggunakan ban perantara, tetapi George Russell dari tim Mercedes, Charles Leclerc dari tim Ferrari, Isack Hadjar dari tim Racing Bulls, Gabriel Bortoleto dari tim Sauber, dan Oliver Bearman dari tim Haas memutuskan untuk memulai jalannya perlombaan ini dari dalam jalur pit setelah berpindah ke ban licin setelah putaran formasi. Pada beberapa putaran pertama, bendera hijau terbatas setelah rekan setim Bearman, yaitu Esteban Ocon, terjepit di antara Yuki Tsunoda dan rekan setim Hadjar, yaitu Liam Lawson, di mana pembalap asal Selandia Baru itu menjadi pembalap yang pertama yang terpaksa harus rela keluar dari perlombaan ini setelah mobilnya mengalami kerusakan pada suspensi belakang kirinya. Bortoleto kemudian segera menemukan dirinya di dinding pembatas dengan kerusakan pada sayap belakang mobilnya, dan Hadjar sendiri mengalami benturan keras di tikungan Copse setelah menabrak diffuser mobil rekan setim Russell, yaitu Andrea Kimi Antonelli, yang memaksanya untuk keluar dari perlombaan ini. Selama periode mobil keselamatan yang dipicu karena hujan lebat, Oscar Piastri dari tim McLaren mengerem secara tidak menentu, yang memberikannya penalti waktu sebanyak sepuluh detik. Pada saat balapan ini memasuki tahap penutup, lintasan mulai mengering, dan para pembalap beralih ke ban licin. Pada saat itu, dengan Piastri yang menjalani hukumannya, rekan setimnya, yaitu Lando Norris, memimpin jalannya balapan ini dari pembalap asal Australia tersebut. Yang berada di posisi ketiga adalah rekan setim Bortoleto, yaitu Nico Hülkenberg, yang bersiap untuk meraih podium pertamanya untuk tim Sauber. Pada akhirnya, Norris berhasil memenangkan Grand Prix Inggris untuk yang pertama kalinya di depan Piastri yang mendapatkan penalti, dan Hülkenberg, yang memulai jalannya perlombaan ini dari posisi ke-19 dan pada start balapannya yang ke-239, berhasil meraih podium yang pertama bagi tim Sauber sejak Grand Prix Jepang 2012, di mana Kamui Kobayashi pada saat itu berhasil finis di posisi ketiga.[121]
Oscar Piastri berhasil meraih posisi terdepan untuk sprint Grand Prix Belgia, tetapi kemudian kalah dari Max Verstappen dari tim Red Bull Racing. Rekan setim Piastri, yaitu Lando Norris, berhasil meraih posisi terdepan untuk balapan utama, yang kemudian sempat ditunda karena hujan deras. Balapan ini dimulai dengan start bergilir di belakang mobil keselamatan, di mana setelah itu Piastri langsung menyalip Norris dan berhasil tetap mempertahankan keunggulan untuk memenangkan balapan ini. Charles Leclerc dari tim Ferrari berhasil finis di posisi ketiga.[122]
Charles Leclerc berhasil meraih posisi terdepan untuk yang pertama kalinya di musim ini pada Grand Prix Hungaria, di depan duo pembalap McLaren, yaitu Oscar Piastri dan Lando Norris. Norris kemudian berhasil memenangkan balapan ini, setelah memutuskan untuk mengambil risiko dengan melakukan strategi satu kali pit stop untuk mendahului rekan setim sekaligus rival utamanya dalam perebutan gelar juara dunia pembalap, yaitu Piastri, yang melakukan strategi dua kali pit stop dan finis di posisi kedua. George Russell melengkapi posisi podium dengan finis di posisi ketiga.[123]
Oscar Piastri berhasil meraih posisi terdepan untuk Grand Prix Belanda dan memimpin jalannya balapan dari awal hingga akhir, sehingga membuatnya mencetak grand slam perdananya di depan pembalap Red Bull Racing, yaitu Max Verstappen, dan Isack Hadjar dari tim Racing Bulls, yang berhasil mencapai podium perdananya setelah memulai jalannya balapan ini dari posisi keempat, yang merupakan posisi start tertingginya hingga saat ini. Sebanyak tiga pembalap terpaksa harus rela gagal finis selama balapan ini berlangsung, di mana kedua pembalap Ferrari menabrak dinding di tikungan ke-3, satu karena kesalahan dan yang lainnya karena kontak dengan mobil Mercedes milik Andrea Kimi Antonelli, dan Norris mengalami kebocoran oli di putaran ke-65.[124]
Setelah meraih posisi terdepan yang tercepat di dalam sejarah ajang Formula Satu, Max Verstappen mengubahnya menjadi kemenangan yang ketiga baginya dan tim Red Bull pada musim ini di Grand Prix Italia, dengan mengungguli Lando Norris dan Oscar Piastri. Balapan ini diwarnai dengan perintah tim yang diterapkan kepada Piastri di akhir balapan setelah rekan setimnya menjalani pit stop yang lambat. Satu-satunya pembalap yang terpaksa harus rela mundur dari balapan ini adalah Fernando Alonso setelah mengalami kegagalan suspensi; sementara Nico Hülkenberg, di sisi lain, tidak dapat memulai jalannya balapan ini sama sekali setelah sebelumnya diperintahkan untuk masuk ke dalam jalur pit karena mobilnya mengalami masalah hidrolik.[125]

Verstappen berhasil mengubah posisi terdepan-nya di Grand Prix Azerbaijan menjadi kemenangan beruntun yang pertama baginya dan tim Red Bull di musim ini, dengan pemimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap, yaitu Piastri, yang mengalami kecelakaan di putaran pertama. Carlos Sainz Jr. berhasil meraih podium pertamanya untuk tim Williams sejak Grand Prix Belgia 2021 yang ditunda karena hujan, di mana Russell berhasil finis di posisi kedua pada saat itu.[126]
Tim McLaren berhasil meraih gelar juara dunia konstruktor di Grand Prix Singapura, yang merupakan gelar juara dunia konstruktor yang kesepuluh bagi mereka dan yang kedua secara berturut-turut – pertama kalinya tim tersebut meraih gelar juara dunia konstruktor secara berturut-turut sejak musim 1991. Sementara itu, Russell berhasil mengubah posisi terdepan-nya menjadi kemenangan yang kedua bagi dirinya dan tim Mercedes di musim ini, sementara Verstappen finis di posisi kedua.[127]
Verstappen mendominasi sprint dan balapan di Grand Prix Amerika Serikat dari posisi terdepan, sementara McLaren mundur di sprint, dan finis di posisi kedua (Norris) dan kelima (Piastri) dalam balapan, sehingga mempersempit persaingan di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap. Setelah kemunculan mobil keselamatan di akhir sprint akibat Stroll pada saat balapan sprint, Sainz berhasil meraih podium sprint yang pertama bagi tim Williams.[128]
Norris berhasil meraih posisi terdepan untuk Grand Prix Kota Meksiko dengan kemenangan di depan Leclerc dan Verstappen. Piastri finis di posisi kelima, yang membuat Norris memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap dengan selisih satu poin, di mana ini adalah untuk yang pertama kalinya dia memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap sejak Grand Prix Bahrain. Setelah menahan Piastri sebelum periode mobil keselamatan virtual yang menetralkan balapan, Oliver Bearman mencatatkan posisi finis yang tertinggi di dalam kariernya dan posisi finis yang terbaik bersama dengan tim Haas di posisi keempat, menyamai perolehan Romain Grosjean di Grand Prix Austria 2018.[129]
Norris mengendalikan kedua balapan di Grand Prix São Paulo dari posisi terdepan untuk semakin memperkuat keunggulannya di dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap, sementara Piastri mengalami kecelakaan pada saat sprint dan finis di urutan kelima, dan Verstappen finis di urutan keempat dan ketiga, di mana posisi finis yang terakhir disebutkan diperolehnya dari start dari dalam jalur pit. Gabriel Bortoleto mengalami dua tabrakan terpisah dengan tembok yang mengakhiri balapannya lebih awal, yang pertama adalah pada saat sprint, di mana dia dmenghancurkan mobilnya secara menyeluruh dan membuatnya keluar dari sesi kualifikasi, sementara Andrea Kimi Antonelli memperbaiki hasil akhir-nya di Grand Prix Kanada dengan secara konsisten finis di urutan kedua di dalam sprint dan balapan utama.[130]
Norris berhasil meraih posisi terdepan untuk Grand Prix Las Vegas, tetapi kemudian melakukan kesalahan pada saat start. Max Verstappen memanfaatkan kesalahan tersebut untuk mengambil alih kendali dan, pada akhirnya, berhasil meraih kemenangan untuk yang kedua kalinya di kota Las Vegas. Norris dan George Russell pada awalnya melengkapi posisi podium,[131] tetapi setelah balapan ini berakhir, Norris dan rekan setimnya, yaitu Piastri, didiskualifikasi karena adanya pelanggaran skid wear, yang mengangkat Russell ke posisi kedua dan Andrea Kimi Antonelli, yang start dari urutan ketujuh belas dan terkena penalti waktu sebanyak lima detik pada saat menyentuh garis finis, ke posisi ketiga.[132]
Piastri berhasil memenangkan balapan sprint Grand Prix Qatar setelah start dari posisi terdepan, sementara Verstappen berhasil memenangkan balapan utama setelah start dari posisi kedua. Sainz yang berada di posisi ketiga berhasil meraih podium keduanya musim ini bersama dengan tim Williams, sehingga mengamankan posisi finis yang tertinggi bagi tim tersebut di dalam klasemen Kejuaraan Dunia Konstruktor sejak musim 2017.[133] Norris sebenarnya berpeluang untuk merebut gelar juara dunia pembalap pada balapan tersebut, tetapi posisi finisnya tidak cukup tinggi jika dibandingkan dengan Verstappen dan Piastri. Kemenangan Verstappen membawanya naik ke posisi kedua di dalam klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap, 12 poin di belakang Norris. Piastri turun ke posisi ketiga, dengan tertinggal empat poin di belakang Verstappen.[134][135]

Norris, Verstappen, dan Piastri, semuanya memasuki Grand Prix Abu Dhabi dengan peluang untuk memenangkan gelar Kejuaraan Dunia Pembalap. Verstappen berhasil lolos babak kualifikasi di posisi terdepan, di depan Norris yang berada di posisi kedua dan Piastri yang berada di posisi ketiga.[136] Piastri berhasil menyalip Norris untuk merebut posisi kedua di pertengahan putaran pertama. Norris sempat ditekan dari belakang oleh Charles Leclerc, dan kemudian diselidiki karena telah menyalip Yuki Tsunoda dari tim Red Bull hingga keluar dari lintasan. Tsunoda sendiri dihukum atas insiden tersebut, dan tiga pembalap teratas berhasil tetap mempertahankan posisi mereka hingga akhir balapan. Verstappen berhasil memenangkan balapan ini setelah start dari posisi terdepan, dengan Piastri yang finis di posisi kedua dan Norris yang finis di posisi ketiga. Norris sendiri berhasil meraih gelar Juara Dunia Pembalap untuk yang pertama kalinya, sekaligus pula mengamankan gelar Juara Dunia Pembalap yang pertama bagi tim McLaren sejak musim 2008.[137][138]

Poin diberikan kepada sepuluh pembalap yang berhasil finis di sepuluh posisi teratas dan delapan pembalap yang berhasil finis di delapan posisi teratas di sprint.[g] Apabila terdapat dua atau lebih pembalap atau konstruktor yang memiliki jumlah poin yang sama, posisi mereka pada tabel klasemen diurutkan berdasarkan jumlah Grand Prix yang telah dimenangkan. Pembalap atau konstruktor yang memiliki kemenangan Grand Prix terbanyak menempati posisi yang lebih tinggi. Jika jumlah kemenangan yang dimiliki sama, pengurutan dilakukan berdasarkan jumlah finis di posisi kedua dan seterusnya. Poin diberikan dengan menggunakan sistem berikut:
| Posisi | ke-1 | ke-2 | ke-3 | ke-4 | ke-5 | ke-6 | ke-7 | ke-8 | ke-9 | ke-10 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Balapan Utama |
25 | 18 | 15 | 12 | 10 | 8 | 6 | 4 | 2 | 1 |
| Balapan Sprint[e] |
8 | 7 | 6 | 5 | 4 | 3 | 2 | 1 | ||
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Catatan:
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Catatan:
PUMA car branding will debut on the AMR25 when it is launched ahead of the 2025 F1 season.
As from the start of the 2025 season, the Hahnair logo will feature on the VCARB-02 mirrors
Beginning in 2025, Neat will be featured on Oracle Red Bull Racing's RB21 car [...]
Santander or Openbank branding will feature on the FW47, driver helmets and team clothing throughout 2025
But it's now been confirmed that the 36-year-old will depart the American squad – and make his way to Sauber – at the end of the campaign.