Kejuaraan Dunia FIA Formula Satu musim 2006 merupakan balapan Formula Satu yang berlangsung dari tanggal 12 Maret 2006 hingga 22 Oktober 2006. Juara dunianya ialah Fernando Alonso dari tim Renault untuk tahun kedua secara berturut-turut, dengan Alonso yang menjadi juara dunia ganda termuda pada saat itu. Juara dunia pembalap sebanyak tujuh kali yang pada saat itu sudah pensiun, yaitu Michael Schumacher dari tim Scuderia Ferrari, menjadi runner-up, dengan tertinggal 13 poin. Gelar Kejuaraan Dunia Konstruktor berhasil dimenangkan oleh tim Renault, yang mengalahkan tim Ferrari dengan selisih tipis yakni hanya lima poin saja.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kejuaraan Dunia Formula Satu FIA 2006 |
|||
| Juara Dunia Pembalap: Fernando Alonso Juara Dunia Konstruktor: Renault | |||
| Sebelum: | 2005 | Sesudah: | 2007 |
| Seri pendukung: | |||



Kejuaraan Dunia FIA Formula Satu musim 2006 merupakan balapan Formula Satu yang berlangsung dari tanggal 12 Maret 2006 hingga 22 Oktober 2006. Juara dunianya ialah Fernando Alonso dari tim Renault untuk tahun kedua secara berturut-turut, dengan Alonso yang menjadi juara dunia ganda termuda pada saat itu. Juara dunia pembalap sebanyak tujuh kali yang pada saat itu sudah pensiun, yaitu Michael Schumacher dari tim Scuderia Ferrari, menjadi runner-up, dengan tertinggal 13 poin. Gelar Kejuaraan Dunia Konstruktor berhasil dimenangkan oleh tim Renault, yang mengalahkan tim Ferrari dengan selisih tipis yakni hanya lima poin saja.[1]
Musim ini diwarnai oleh persaingan antara Alonso dan Schumacher, yang masing-masing berhasil memenangi tujuh balapan. Pembalap Renault dan Ferrari mendominasi, dengan menang di dalam semua kecuali satu balapan: Grand Prix Hungaria berhasil dimenangkan oleh Jenson Button dari tim Honda, dan empat kali finis di posisi kedua yang tidak diraih oleh tim Renault atau Ferrari berhasil diraih oleh tim McLaren. Musim ini juga menandai dimulainya penggunaan mesin V8 2,4L di Formula Satu dari mesin V10 3,0L yang digunakan pada musim sebelumnya, yang terus berlanjut hingga akhir musim 2013. Musim 2006 juga merupakan musim yang pertama sejak musim 1988 dan 1997 yang menampilkan beberapa perpindahan dan konfigurasi mesin, karena tim Scuderia Toro Rosso diberikan sebuah dispensasi khusus untuk terus menggunakan mesin V10.
Untuk yang pertama kalinya sejak musim 1956, tidak ada satu pun konstruktor asal Inggris yang berhasil memenangkan perlombaan, dan untuk yang pertama kalinya sejak musim 1957 semua perlombaan berhasil dimenangkan oleh mobil yang ditenagai oleh mesin yang dibuat oleh konstruktor yang sama yang juga membuat sasis tersebut.
Musim tersebut menyaksikan beberapa perubahan yang terjadi di pasar pembalap, yang dimulai pada bulan Desember 2005, pada saat Alonso memastikan kepindahannya ke tim McLaren untuk tahun 2007.[2] Pada bulan September 2006, Schumacher secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari ajang Formula Satu pada akhir musim, dengan runner-up kejuaraan dunia pembalap musim 2003 dan 2005, yaitu Kimi Räikkönen, yang diumumkan sebagai penggantinya di tim Ferrari.[3][4] Di antara kepergian penting yang lainnya termasuk Juan Pablo Montoya, yang meninggalkan tim McLaren di pertengaham musim untuk mengejar karier di NASCAR dan Jacques Villeneuve yang pergi setelah Grand Prix Jerman.[5]
Hingga musim 2024, ini adalah gelar Kejuaraan Dunia Konstruktor yang terakhir untuk tim Renault, dan gelar Kejuaraan Dunia Pembalap yang terakhir untuk seorang Pembalap Formula Satu asal Spanyol. Kejuaraan Dunia musim 2006 juga menyaksikan musim yang terakhir yang menampilkan perang ban Bridgestone-Michelin, yang dimulai pada Kejuaraan Dunia musim 2001, karena Michelin mengundurkan diri dari olahraga bermotor tersebut pada akhir musim ini, sehingga meninggalkan Bridgestone sebagai satu-satunya pemasok ban untuk Kejuaraan Dunia musim 2007, sebuah posisi yang dipertahankan oleh perusahaan asal Jepang tersebut, hingga meninggalkan olahraga bermotor itu sendiri pada akhir musim 2010, dan digantikan oleh Pirelli mulai dari musim 2011 dan seterusnya. Sampai dengan tahun 2024 pula, ini adalah musim Formula Satu yang terakhir yang menampilkan lebih dari satu pemasok ban.
Berikut ini merupakan tim dan pembalap yang berkompetisi di Kejuaraan Dunia FIA Formula Satu pada musim ini.
Total sebanyak tujuh konstruktor memasukkan pembalap khusus untuk sesi latihan bebas di sepanjang musim ini.
| Konstruktor | Pembalap sesi latihan bebas | |||
|---|---|---|---|---|
| No. | Nama pembalap | Ronde | ||
| Williams-Cosworth | 35 | All | ||
| Honda | 36 | All | ||
| Red Bull-Ferrari | 37 | 1–15 16–18 | ||
| BMW Sauber | 38 | 1–12 14–18 | ||
| MF1-Toyota | 39 | 1, 3, 12–13 2, 4, 6–10, 14–15 5, 11, 17 16 18 | ||
| Toro Rosso-Cosworth | 40 | All | ||
| Super Aguri-Honda | 41 | 8–11 14–18 | ||
Grand Prix Australia diadakan lebih lambat dari biasanya, untuk menghindari bentrok dengan Permainan Persemakmuran 2006. Untuk yang pertama kalinya, negara Bahrain menjadi tuan rumah Grand Prix yang pertama. Negara Brasil menjadi tuan rumah balapan terakhir, sementara negara Jepang dan China saling bertukar tanggal balapan mereka.
Pada tahun 2006, FIA secara resmi mengumumkan bahwa Grand Prix Belgia tidak akan menjadi bagian dari ajang Formula Satu musim 2006, karena pemerintah setempat telah memulai pekerjaan perbaikan besar di sirkuit Spa-Francorchamps.[17] Grand Prix Belgia kemudian kembali lagi pada musim 2007.
Kalender pada awalnya diumumkan sama seperti tahun 2005, dengan Grand Prix Belgia yang dijadwalkan pada tanggal 17 September. Namun, pada tanggal 8 Februari, FIA secara resmi mengumumkan bahwa Otoritas Olahraga Nasional Belgia (RACB) telah menarik Spa-Francorchamps dari kalender Formula Satu musim 2006, karena kurangnya waktu untuk menyelesaikan perbaikan di lintasan.[29] Balapan ini secara tradisional menerima dukungan yang kuat dari para pembalap dan Presiden FIA, yaitu Max Mosley, dan Grand Prix ini kembali lagi masuk ke dalam kalender Grand Prix untuk musim 2007.[30]
Tahun 2006 adalah musim terakhir dengan dua produsen ban yang berbeda: Kedua produsen tersebut pada saat itu adalah produsen asal Jepang, yaitu Bridgestone, dan perusahaan asal Prancis, yakni Michelin. Pada bulan Desember 2005, FIA secara resmi mengumumkan bahwa mulai dari musim 2008, hanya akan ada satu pemasok ban saja. Lima hari kemudian, Michelin secara resmi mengumumkan akan keluar dari ajang Formula Satu pada akhir musim 2006, karena mereka sama sekali tidak ingin menjadi satu-satunya pemasok ban di dalam ajang Formula Satu.[31]
Pada akhir tahun 2005, tiga tim terkenal dibeli: Minardi, Sauber, dan Jordan. Tim yang pertama kali disebutkan dibeli oleh Red Bull untuk dijalankan sebagai sebuah tim junior, atau tim satelit, guna menampung daftar bakat-bakat muda mereka yang terus bertambah yang ingin mengikuti balapan F1. Meskipun ada kampanye dari para penggemar Minardi, tetapi tim tersebut pada akhirnya berganti nama menjadi Scuderia Toro Rosso (Toro Rosso), bahasa Italia untuk Tim Red Bull. Tim Sauber dibeli oleh BMW. BMW lebih memilih untuk tetap mempertahankan nama Sauber di dalam ajang F1, dengan mengganti nama tim menjadi BMW Sauber F1 Team. Tim Jordan, yang telah dibeli oleh Midland Group pada tahun 2004, mengubah nama mereka menjadi MF1 Racing setelah sebelumnya menjalani masa transisi selama satu tahun pada tahun 2005.
Tahun 2006 juga menandai diperkenalkannya tim asal Jepang yang baru, yaitu tim Super Aguri F1, yang didirikan oleh mantan pembalap F1, yaitu Aguri Suzuki, yang mendaftar pada saat-saat terakhir. Tim Super Aguri memberi tahu FIA pada tanggal 1 November 2005 (sebelum batas waktu badan pengatur tersebut pada tanggal 15 November) tentang niat mereka untuk mendaftar, tetapi daftar pendaftaran awal FIA menyatakan bahwa mereka belum menyetujui pendaftaran yang telah diajukan oleh Aguri.[32] Namun, tim tersebut mendapatkan persetujuan dari sepuluh tim yang ada untuk berkompetisi, dan membayar obligasi senilai US$48 juta, yang diwajibkan sebagai uang muka. Tim tersebut dikonfirmasi oleh FIA secara resmi pada tanggal 26 Januari 2006.

Antara musim 2005 dan 2006, kepemilikan ajang Formula Satu berubah secara signifikan. Hingga bulan November 2005, kelompok Formula Satu dimiliki oleh perwalian keluarga Ecclestone dan Speed Investments (pengelompokan dari Bayerische Landesbank, JP Morgan Chase, dan Lehman Brothers). Pada tanggal 25 November, CVC Capital Partners secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan membeli saham Ecclestone (25% dari SLEC) dan 48% saham Bayerische Landesbank, yang dipegang melalui Speed Investments. Pada tanggal 30 Maret, CVC telah mengakuisisi semua saham yang tersisa, dan pada akhir bulan itu, Komisi Eropa secara resmi mengumumkan persetujuan atas kesepakatan ini, dengan syarat CVC melepaskan kendali atas Dorna Sports, sebagai promotor MotoGP. Pada tanggal 28 Maret, CVC secara resmi mengumumkan penyelesaian transaksi Formula Satu.[33] Ecclestone menginvestasikan kembali hasil sahamnya ke perusahaan induk Formula Satu yang baru, yaitu Alpha Prema.
Kemenangan Ecclestone yang lainnya melibatkan proposal Asosiasi Manufaktur Grand Prix untuk kejuaraan dunia alternatif. Pada tanggal 27 Maret, lima produsen mobil yang terlibat mengajukan aplikasi untuk musim 2008, mengurangi kemungkinan seri yang terpisah. Pada tanggal 14 Mei, anggota Grand Prix Manufacturers' Association (GPMA) secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah menandatangani Nota Kesepahaman, sebuah langkah menuju penandatanganan Perjanjian Concorde yang baru. Lima hari kemudian, Bernie Ecclestone dan CVC Capital Partners menandatangani Nota Kesepahaman dengan GPMA, yang akan membuat lima "pemberontak" tersebut terus berlomba di dalam ajang Formula Satu, setidaknya hingga musim 2012.

Sesi tes pra-musim pada awalnya dijadwalkan akan diadakan di Sirkuit Catalunya di Barcelona, Spanyol, dimulai dari tanggal 24–26 Februari, tetapi menyusul penjadwalan ulang Grand Prix Australia untuk menghindari bentrokan dengan Permainan Persemakmuran 2006 di Port Phillip, maka tes tersebut malah diadakan di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir, dimulai dari tanggal 3–5 Maret, tepat sebelum balapan yang pertama di musim ini yang berlangsung di tempat yang sama.

Setelah menjalani musim 2005 yang buruk dan awal musim 2006 yang lambat, Michael Schumacher berhasil memenangkan dua balapan secara berturut-turut di Imola dan Nürburgring. Selama putaran terakhir sesi kualifikasinya untuk Grand Prix Monako, Schumacher berhenti di tikungan tajam La Rascasse, yang mengakibatkan bendera kuning dikibarkan, yang berarti pembalap yang lain tidak dapat melaju dengan kecepatan maksimum. Setelah sesi tersebut, ada keluhan langsung dari tim yang lain yang mengklaim bahwa hal ini adalah langkah yang telah disengaja oleh Schumacher untuk memastikan dia memulai jalannya lomba ini dari posisi terdepan[34] – Putaran terbang Alonso yang terpengaruh oleh bendera kuning yang telah dikibarkan kemungkinan besar akan mengalahkan catatan waktu putaran tercepat Schumacher – pada akhir sektor kedua, Alonso lebih dari dua persepuluh detik di depan catatan waktu putaran Schumacher, dan catatan waktu putaran terakhirnya hanya 0,064 detik lebih lambat dari Schumacher.[35] Meskipun Schumacher bersikeras bahwa dia hanya mengunci rem mobilnya saja di tikungan,[36] tetapi penyelidikan dari pengawas balapan menyatakan bahwa, "Kami tidak punya pilihan [yang] lain selain menyimpulkan bahwa pembalap sengaja menghentikan mobilnya di sirkuit." Hukumannya adalah catatan waktu putaran Schumacher di sesi kualifikasi dihapus, sehingga menurunkannya ke posisi ke-22 di grid. Dia lebih memilih untuk memulai jalannya balapan ini dari dalam jalur pit, dan pada akhirnya finis di urutan kelima, setelah sebuah insiden dalam balapan yang mengharuskan mobil keselamatan dikerahkan. Namun, Mobil Keselamatan gagal membantu Schumacher, tetapi malah menghambat laju mobilnya; karena dia adalah mobil yang terakhir yang dilewati oleh Alonso selaku pemimpin jalannya balapan ini, dan menurut peraturan FIA musim 2006; dia tidak diizinkan untuk melepaskan putarannya sendiri dalam kondisi Mobil Keselamatan. Ini berarti dia hampir tertinggal satu putaran penuh dari Coulthard yang berada di posisi ketiga, dan Barrichello yang berada di posisi keempat pada saat balapan ini dimulai kembali. Namun, pada akhirnya, dia mengancam untuk menyalip mereka untuk memperebutkan posisi; dan finis kurang dari dua detik dari posisi podium.
Di Grand Prix Inggris, Alonso menjadi pembalap mobil profesional asal Spanyol yang pertama dan pembalap yang termuda (24 tahun dan 317 hari) yang berhasil memenangkan perlombaan dari posisi terdepan dan mendapatkan putaran tercepat, di mana memimpin jalannya lomba ini di setiap putaran kecuali satu. Schumacher berhasil memenangkan Grand Prix Amerika Serikat, yang merupakan kemenangan yang keempat baginya secara berturut-turut di Indianapolis, dan sekaligus juga merupakan kemenangan yang kelima di dalam kariernya di sana, dan Grand Prix Prancis. Indianapolis juga menandai perlombaan F1 yang terakhir bagi pemenang perlombaan sebanyak 7 kali, yaitu Juan Pablo Montoya, di mana dia kemudian pindah ke dalam ajang Seri Piala NASCAR untuk tahun 2007, setelah dia memutuskan bahwa dia sudah cukup dengan ajang F1, yang mengakibatkan kontraknya dengan tim McLaren dihentikan lebih awal. Posisinya kemudian digantikan oleh Pedro De La Rosa untuk sisa musim tersebut.
FIA secara resmi memutuskan bahwa sistem 'Mass Damper' yang digunakan oleh tim Renault hingga musim ini sama sekali tidak memenuhi peraturan teknis, dan sistem tersebut dilarang – sebuah keputusan yang kontroversial, karena FIA sendiri telah diajak berkonsultasi tentang sistem tersebut selama pengembangannya, dan mengesahkan penggunaannya. Dampak larangan tersebut terlihat jelas pada balapan berikutnya, di mana tim Renault bahkan mengalami kesulitan untuk mendapatkan poin. Schumacher juga berhasil memenangkan Grand Prix Jerman yang berlangsung di Hockenheim, dengan Alonso yang finis di urutan ke-5. Hockenheim juga menandai balapan yang terakhir bagi juara dunia pembalap musim 1997, yaitu Jacques Villeneuve, seusai dia meninggalkan tim BMW Sauber karena mengalami kecelakaan yang berat selama balapan tersebut berlangsung, dan berselisih dengan tim karena adu penalti dengan talenta baru Robert Kubica untuk kursi BMW yang kedua di musim 2007.
Jenson Button berhasil meraih kemenangan yang pertama di dalam kariernya di dalam ajang Formula Satu di Grand Prix Hungaria. Alonso mengalami kegagalan mekanis pada saat sedang asyik memimpin di tahap akhir balapan, sementara Michael Schumacher terpaksa harus rela tersingkir setelah bertabrakan dengan Nick Heidfeld. Namun, Schumacher naik ke posisi kedelapan di dalam hasil akhir balapan ini (setelah diklasifikasikan sebagai pembalap kesembilan setelah tersingkir pada tiga putaran sebelum akhir lomba), karena debut Robert Kubica berakhir dengan diskualifikasi. Pembalap mobil profesional asal Polandia itu finis di urutan ketujuh di dalam mobil BMW miliknya.
Felipe Massa berhasil memenangkan Grand Prix berikutnya di Turki, jadi untuk balapan yang kedua secara berturut-turut, ajang Formula Satu memiliki pemenang pertamanya. Fernando Alonso berhasil memperlebar keunggulannya atas Michael Schumacher dengan dua poin setelah dia berhasil finis, dengan keunggulan hanya sepersepuluh detik saja di depan pembalap mobil profesional asal Jerman itu, di posisi kedua.
Pada Grand Prix Italia, Alonso diberikan penalti karena telah 'menahan' laju Massa selama sesi kualifikasi bagian terakhir. Banyak orang di dalam 'paddock' Formula Satu yang dilaporkan tidak setuju dengan penalti tersebut, dan Max Mosley sejak saat itu mengatakan bahwa dia tidak akan memberikan penalti yang sama seperti pengawas balapan.[37] Schumacher berhasil memperkecil keunggulan Alonso menjadi hanya dua poin saja setelah berhasil memenangi balapan tersebut, sementara Alonso mengalami kegagalan mesin di tahap akhir balapan. Meskipun rekan setim Alonso, yaitu Giancarlo Fisichella, finis di tempat keempat, dan adanya kejadian ban kempes yang menyebabkan Felipe Massa tidak mencetak poin, tetapi balapan tersebut juga menyaksikan tim Ferrari yang unggul atas tim Renault untuk yang pertama kalinya pada tahun 2006. Pembalap mobil profesional asal Polandia, yaitu Robert Kubica, berhasil membawa mobil BMW Sauber miliknya ke raihan podium yang pertama baginya, hanya dalam balapan ketiganya, tetapi hasil akhir balapan tersebut sebagian besar dibayangi oleh pengumuman dari Schumacher, selama konferensi pers pasca-balapan, bahwa dia akan pensiun pada akhir musim. Setelah itu, dia mengatakan bahwa dia akan menduduki posisi di tim Ferrari F1 untuk tahun 2007, meskipun dia tidak mengungkapkan posisi apa yang dia maksud pada saat itu.
Tiga minggu kemudian, dengan kemenangannya di Shanghai, tepat di depan Alonso, Schumacher berhasil menyamai perolehan poinnya di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia pembalap. Schumacher memimpin klasemen liga Kejuaraan Dunia Pembalap untuk yang pertama kalinya pada tahun 2006 setelah balapan tersebut, karena dia telah berhasil memenangkan tujuh balapan dibandingkan dengan enam kemenangan balapan milik Alonso. Massa tidak berhasil menyelesaikan balapan, dan tim Renault kembali memimpin klasemen sementara Kejuaraan Dunia Konstruktor berkat raihan finis di posisi ketiga yang dicetak oleh Fisichella. Shanghai terbukti menjadi kemenangan yang terakhir bagi pembalap mobil profesional asal Jerman itu pada musim tersebut, serta kemenangan yang ke-91 dan terakhir di dalam kariernya, sebelum kemudian pensiun pada akhir musim.

Seminggu kemudian di Grand Prix Jepang, Felipe Massa berhasil meraih posisi terdepan di depan Michael Schumacher yang berada di posisi kedua dan Fernando Alonso yang berada di posisi kelima. Schumacher dengan cepat memimpin jalannya lomba ini, dan mulai memperoleh keunggulan lima detik, yang berlanjut hingga setelah putaran kedua pit stop. Akan tetapi, mesin mobil Schumacher mengalami kerusakan dengan 17 putaran yang masih tersisa, memaksanya untuk mundur dari balapan ini, dan menyerahkan kemenangan kepada Alonso di depan Massa.
Di putaran terakhir, yaitu Grand Prix Brasil, Massa kembali lagi berhasil meraih posisi terdepan. Drama di babak kualifikasi membuat Michael Schumacher mengalami kegagalan misterius, yang membuat dia memulai jalannya lomba ini dari posisi kesepuluh, sementara Alonso memulai jalannya lomba ini dari posisi kelima. Di dalam balapan tersebut, Schumacher kembali mengalami nasib yang buruk, di mana dia mengalami ban bocor hanya dalam beberapa putaran saja. Dia berhasil bangkit dan finis di urutan keempat, sementara rekan setimnya, yaitu Massa, menjadi pembalap mobil profesional asal Brasil yang pertama yang berhasil memenangkan Grand Prix yang berlangsung di kandangnya sendiri sejak Ayrton Senna pada tahun 1993. Alonso finis di urutan kedua untuk mengamankan gelar juara dunia pembalap untuk yang kedua kalinya secara berturut-turut, sehingga menambahkan rekor sebagai pembalap yang termuda yang mengamankan gelar juara dunia pembalap secara berturut-turut ke dalam daftar rekornya yang terus bertambah. Fisichella finis di urutan keenam untuk tim Renault, yang berarti bahwa tim Prancis itu berhasil mengamankan gelar juara dunia konstruktor untuk yang kedua kalinya bagi mereka secara berturut-turut. Tim McLaren gagal mengamankan satu kemenangan pun di musim tersebut untuk yang pertama kalinya sejak tahun 1996, dan itu adalah musim pertama sejak tahun 1956, di mana konstruktor asal Inggris sama sekali gagal memenangkan satu balapan pun.
Poin diberikan kepada delapan pembalap peraih delapan peringkat teratas dengan menggunakan struktur sebagai berikut:[39]
| Posisi | 1st | 2nd | 3rd | 4th | 5th | 6th | 7th | 8th |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Poin | 10 | 8 | 6 | 5 | 4 | 3 | 2 | 1 |
Jika terjadi jumlah poin yang seri, maka sistem hitung mundur digunakan sebagai penentu seri, dengan hasil akhir terbaik pembalap yang digunakan untuk menentukan urutan di klasemen akhir.[c]
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Catatan:
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Catatan: