Goa Batu Tapak Raja IKN adalah taman wisata alam yang terletak di kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, kota Nusantara. Goa stalaknit ini merupakan salah satu destinasi wisata alam dekat kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun untuk kunjungan wisatawan. Lokasinya berada di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimaatan Timur. Jarak lokasinya sekitar 31 kilometer dari Titik Nol IKN, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Menurut penuturan Kepala Desa Wonosari, Goa Tapak Raja ini diyakini sebagai lokasi pertapaan pada zaman kerajaan dulu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Goa Batu Tapak Raja IKN | |
|---|---|
| Lokasi | Sepaku, Penajam Paser Utara |
Goa Batu Tapak Raja IKN adalah taman wisata alam yang terletak di kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, kota Nusantara. Goa stalaknit ini merupakan salah satu destinasi wisata alam dekat kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sedang dibangun untuk kunjungan wisatawan. Lokasinya berada di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimaatan Timur. Jarak lokasinya sekitar 31 kilometer dari Titik Nol IKN, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam perjalanan. Menurut penuturan Kepala Desa Wonosari, Goa Tapak Raja ini diyakini sebagai lokasi pertapaan pada zaman kerajaan dulu. [1]
Presiden Joko Widodo mengungkapkan pada Sabtu (23/09/2023) bahwa perbaikan Jalan Inpres Daerah berfungsi sebagai jalur produksi dan akses utama menuju tempat wisata seperti akses menuju Gua Batu Tapak Raja yang memiliki alokasi anggaran nasional sebesar Rp14,6 triliun untuk memperbaiki dan membangun 2.800 kilometer jalan di seluruh Indonesia.[2] Lokasi: 0°58′15″S 116°49′24″E / 0.970764°S 116.823198°E / -0.970764; 116.823198 Desa Wonosari, tempat Goa Batu Tapak Raja berada, merupakan rumah bagi beberapa warga yang aktif dalam pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata tersebut.
Selain sebagai objek wisata, lokasi ini juga menjadi salah satu tempat favorit bagi para pembuat konten. Tribunnews bersama Dian rana menggunakan lokasi ini untuk melakukan wawancara dalam program Cerita Saksi Perjalanan Ibu Kota Nusantara, yang menampilkan kesaksian terkait pembangunan ibu kota baru.[3][4]