Orang utan kalimantan atau juga dikenal dengan nama Kahiu adalah spesies orang utan asli pulau Kalimantan. Bersama dengan orang utan sumatra yang lebih kecil, orang utan kalimantan masuk kedalam genus pongo yang dapat ditemui di Asia. Orang utan kalimantan memiliki lama waktu hidup selama 35 sampai 40 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai usia 60 tahun.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Oktober 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|
| Orang utan kalimantan | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Primata |
| Subordo: | Haplorhini |
| Infraordo: | Simiiformes |
| Famili: | Hominidae |
| Genus: | Pongo |
| Spesies: | P. pygmaeus |
| Nama binomial | |
| Pongo pygmaeus | |

Orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) atau juga dikenal dengan nama Kahiu[2] adalah spesies orang utan asli pulau Kalimantan. Bersama dengan orang utan sumatra yang lebih kecil, orang utan kalimantan masuk kedalam genus pongo yang dapat ditemui di Asia. Orang utan kalimantan memiliki lama waktu hidup selama 35 sampai 40 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai usia 60 tahun.
Pada bulan Agustus 2012 Kantor Berita Antara merekam gambar orang utan di Kalimantan Barat yang sedang sekarat menutupi wajahnya dengan luka bakar karena jatuh dari pohon yang dibakar oleh penduduk Desa Parit Wak Dongkak, Wajok Hilir, Kabupaten Pontianak, Kalbar, dalam upaya mereka mengusir satwa langka yang dilindungi tersebut dari kebun mereka.[3]