Gluko-oksidase (glukosidase, beta-D-glukosa:oksigen 1-oxireduktase, EC 1.1.3.4) merupakan sejenis flavoprotein yang mengkatalis reaksi oksidasi dari beta-D-glukosa oleh molekul oksigen (O2). Hasil oksidasi ini adalah glukonolakton dan hidrogen peroksida (H2O2). Pada tahap selanjutnya, senyawa glukonolakton ini akan dihidrolisis menjadi asam glukonat. Secara garis besar, enzim ini akan menghasilkan hidrogen peroksida dalam setiap reaksi yang dijalankannya. Kategori umum untuk enzim yang menjalankan reaksi tersebut adalah katalase.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Gluko-oksidase (glukosidase, beta-D-glukosa:oksigen 1-oxireduktase, EC 1.1.3.4) merupakan sejenis flavoprotein yang mengkatalis reaksi oksidasi dari beta-D-glukosa oleh molekul oksigen (O2).[1] Hasil oksidasi ini adalah glukonolakton dan hidrogen peroksida (H2O2).[1] Pada tahap selanjutnya, senyawa glukonolakton ini akan dihidrolisis menjadi asam glukonat.[1] Secara garis besar, enzim ini akan menghasilkan hidrogen peroksida dalam setiap reaksi yang dijalankannya. Kategori umum untuk enzim yang menjalankan reaksi tersebut adalah katalase.[1]
Sumber utama enzim ini adalah Penicillium amagasakiensi, P. notatum, P.funiculosum, P. piceum, dan Aspergillus niger.[2][3] Glukosa oksidase yang diperoleh dari P. amagasakiense dan A. niger ini banyak digunakan dalam industri.[2] Enzim tersebut merupakan homodimer glikoprotein dengan massa molekul 160 kDa. Enzim ini memerlukan senyawa FAD sebagai kofaktornya.[4]