Genteng adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Genteng merupakan pusat ekonomi Banyuwangi bagian barat dan selatan, sekaligus pusat kota terbesar kedua setelah ibu kota Banyuwangi. Kecamatan ini dilintasi jalur strategis yang menghubungkan Banyuwangi Kota di timur dengan Kabupaten Jember di barat. Terdapat dua jalur utama dari arah Banyuwangi menuju Genteng dengan persimpangannya berada di Rogojampi. Jalur pertama berstatus jalan nasional melewati Benculuk dan Jajag, sedangkan jalur kedua merupakan jalur alternatif via Gambor.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Genteng | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Banyuwangi | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Satriyo, S.Sos., MM. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 98.197 jiwa | ||||
| Kode pos | 68465 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.10.09 | ||||
| Kode BPS | 3510100 | ||||
| Luas | 82,34 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 5 | ||||
| |||||
Genteng adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Genteng merupakan pusat ekonomi Banyuwangi bagian barat dan selatan, sekaligus pusat kota terbesar kedua setelah ibu kota Banyuwangi. Kecamatan ini dilintasi jalur strategis yang menghubungkan Banyuwangi Kota di timur dengan Kabupaten Jember di barat.[1] Terdapat dua jalur utama dari arah Banyuwangi menuju Genteng dengan persimpangannya berada di Rogojampi. Jalur pertama berstatus jalan nasional melewati Benculuk dan Jajag, sedangkan jalur kedua merupakan jalur alternatif via Gambor.
Genteng merupakan kota kecil yang ramai dan padat penduduk dan memiliki berbagai pusat perbelanjaan (baik pasar tradisional maupun mall modern), taman kota, rumah sakit umum daerah, masjid besar, dan lainnya. Dari segi transportasi umum, Genteng memiliki terminal bus dengan sebutan Terminal Lama yang sekarang digantikan oleh Terminal Wiroguno.[2] Selain itu, Genteng juga dapat diakses menggunakan kereta api dengan adanya Stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu yang berada di utara kota.[3]
Pada masa kolonial Belanda, Genteng merupakan pusat dari Kawedanan Genteng. Kawedanan Genteng adalah daerah pembantu bupati Banyuwangi yang mencakup kecamatan-kecamatan di Banyuwangi bagian barat dan selatan. Kawedanan Genteng mencakup Kecamatan Genteng, Gambiran, Glenmore, Kalibaru, Pesanggaran, dan lainnya.[4] Pada tahun 1995, Kecamatan Genteng bagian utara dimekarkan menjadi kecamatan baru bernama Sempu.[5]

Kecamatan Genteng adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Banyuwangi bagian barat. Wilayah pusat kota Genteng berada di sepanjang jalan raya Genteng-Rogojampi. Desa paling barat dari Genteng adalah Kaligondo sedangkan paling timur adalah Kembiritan. Geografi Genteng berupa dataran rendah yang umumnya didominasi lahan pertanian. Namun Genteng juga mengalami urbanisasi yang pesat di kawasan pusat kota karena kecamatan ini merupakan pusat ekonomi dari Banyuwangi barat dan selatan. Sebelum dimekarkannya Kecamatan Sempu di tahun 1995, wilayah Genteng juga memanjang ke utara hingga lereng Gunung Raung. Sekarang wilayah paling utara dari Genteng adalah Dusun Sumberwadung di Desa Kaligondo. Sungai utama yang melintasi Kecamatan Genteng adalah Kali Setail yang mengalir dari utara ke selatan.
Batas wilayah Kecamatan Genteng adalah sebagai berikut:[6]
| Utara | Kecamatan Sempu |
| Timur | Kecamatan Srono |
| Selatan | Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Tegalsari |
| Barat | Kecamatan Glenmore |

Genteng dihubungkan dengan keberadaan sentra industri genteng (atap dari tanah liat yang di bakar) di daerah tersebut pada masa lalu. Bahkan sampai tahun 1980-an industri genteng ini masih ada dan memiliki pasar di lingkup lokal dan kota–kota lain. Salah satu pabrik besar yang saat ini masih bisa dilihat walaupun hanya reruntuhan bangunannya adalah Pabrik Genteng Karang Pilang yang letaknya di Jl. KH. Hasyim Asy'ari tepatnya di RW. 12 Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan.[7]

Genteng merupakan pusat dari Kawedanan Genteng pada zaman kolonial Belanda. Kawedanan Genteng adalah daerah pembantu bupati Banyuwangi yang mencakup kecamatan-kecamatan di Banyuwangi bagian barat dan selatan dengan wilayah yang memanjang dari Gunung Raung hingga Laut Selatan. Kawedanan Genteng mencakup Kecamatan Genteng, Gambiran, Glenmore, Kalibaru, Pesanggaran, dan lainnya. Sebagai pusat kawedanan, Genteng mengalami perkembangan yang pesat. Genteng adalah satu dari empat kawedanan di Banyuwangi pada tahun 1936, selain Kawedanan Banyuwangi, Rogojampi, dan Blambangan.[4] Bangunan bekas kantor kawedanan sekarang sudah tidak ada dan lahannya menjadi bagian dari Swalayan Vionata setelah dijual oleh Bupati Banyuwangi masa Samsul Hadi.[8]
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1995, Kecamatan Sempu di sebelah utara dimekarkan dari Kecamatan Genteng. Kecamatan Sempu mengambil 4 desa sehingga sekarang tersisa 5 desa yang masih ada di Genteng. Akibat pemekaran ini, Stasiun Kalisetail juga menjadi bagian dari Kecamatan Sempu.[5]
Genteng adalah kecamatan di Banyuwangi bagian barat yang terdiri dari 5 desa, sehingga membuatnya menjadi salah satu kecamatan dengan jumlah desa paling sedikit di Banyuwangi. Dahulu Genteng memiliki lebih banyak desa karena juga mencakup Kecamatan Sempu di utara. Namun sejak adanya Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1995, maka Kecamatan Sempu dimekarkan dari Genteng dengan mengambil empat desa yang terdiri dari Desa Sempu, Jambewangi, Karangsari, dan Temuguruh.[5] 5 desa yang tersisa di Genteng sekarang terdiri dari (berurutan dari barat ke timur): Kaligondo, Setail, Gentengkulon, Gentengwetan, dan Kembiritan.
Berikut ini adalah tabel daftar desa dan dusun di Kecamatan Genteng:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Kaligondo | Jepit, Kaliwadung, Selorejo, Wadungdolah, Sumberwadung | [6] |
| 2 | Kembiritan | Krajan I, Krajan II, Cendono, Kaliputih, Kapulagan, Pandan, Ringinsari, Slatri, Sumberbening, Tebuan, Temurejo | [6][9] |
| 3 | Gentengwetan | Krajan, Cangaan, Ranggon, Resomulyo | [6] |
| 4 | Gentengkulon | Krajan, Jenisari, Kopen, Maron, Sawahan | [6][10] |
| 5 | Setail | Krajan I, Krajan II, Curahketangi Barat, Curahketangi Timur, Jalen I, Jalen II, Jalen Darungan | [6][11] |

