Tegaldlimo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Tegaldlimo merupakan kecamatan terluas di Banyuwangi karena sebagian besar wilayahnya merupakan bagian dari Taman Nasional Alas Purwo. Taman nasional tersebut terletak di Semenanjung Blambangan yang merupakan ujung timur dari Pulau Jawa. Alas Purwo merupakan kawasan konservasi yang menyimpan berbagai keanekaragaman flora dan fauna seperti banteng, macan tutul jawa, ajag, penyu, dan lainnya. Selain itu, taman nasional ini juga merupakan surga pariwisata dengan spot populer seperti Savana Sadengan, Goa Istana, Situs Kawitan, serta berbagai pantai yang indah seperti Pantai Plengkung, Pancur, dan Parang Ireng. Pantai Plengkung di Teluk Grajagan juga dikenal dengan sebutan G-Land, yaitu salah satu spot selancar yang pernah menjadi tuan rumah Liga Selancar Dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tegaldlimo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Banyuwangi | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Trisetia Supriyanto, S.STP., M.Si. | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 69.092 jiwa | ||||
| Kode pos | 68484 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.10.04 | ||||
| Kode BPS | 3510040 | ||||
| Luas | 1.341,12 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 9 | ||||
| |||||
Tegaldlimo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Tegaldlimo merupakan kecamatan terluas di Banyuwangi karena sebagian besar wilayahnya merupakan bagian dari Taman Nasional Alas Purwo. Taman nasional tersebut terletak di Semenanjung Blambangan yang merupakan ujung timur dari Pulau Jawa. Alas Purwo merupakan kawasan konservasi yang menyimpan berbagai keanekaragaman flora dan fauna seperti banteng, macan tutul jawa, ajag, penyu, dan lainnya. Selain itu, taman nasional ini juga merupakan surga pariwisata dengan spot populer seperti Savana Sadengan, Goa Istana, Situs Kawitan, serta berbagai pantai yang indah seperti Pantai Plengkung, Pancur, dan Parang Ireng.[1][2] Pantai Plengkung di Teluk Grajagan juga dikenal dengan sebutan G-Land, yaitu salah satu spot selancar yang pernah menjadi tuan rumah Liga Selancar Dunia (World Surf League).[3]

Tegaldlimo adalah kecamatan paling timur dari Kabupaten Banyuwangi. Bagian barat kecamatan ini memiliki geografi dataran rendah dengan lahan dominan persawahan, sedangkan bagian timurnya adalah kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Alas Purwo merupakan kawasan konservasi yang masih asri dengan geografi yang beragam dari pantai, perbukitan yang hijau, mangrove, padang sabana, hingga berbagai goa.
Taman nasional Alas Purwo terletak di Semenanjung Blambangan yang dibatasi oleh Selat Bali di sebelah utara dan timur serta Samudera Hindia di sebelah barat dan selatan. Bagian barat dari semenanjung ini dikenal dengan sebutan Teluk Grajagan atau G-Land yang ombaknya populer untuk olahraga selancar. Bagian utara dari Semenanjung Blambangan terdapat Tanjung Sembulungan yang lebih mudah diakses dengan perahu dari arah Muncar. Bagian barat Tanjung Sembulungan berbatasan dengan Teluk Pangpang yang terkenal dengan kawasan mangrove-nya yang luas.
Batas wilayah Kecamatan Tegaldlimo adalah sebagai berikut:[4]
| Utara | Kecamatan Muncar |
| Timur | Selat Bali |
| Selatan | Samudera Hindia |
| Barat | Kecamatan Purwoharjo |
Kecamatan Tegaldlimo terdiri dari 9 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1[a] | Kalipait | Kutorejo, Purworejo | [4] |
| 2 | Kedungasri | Dambuntung, Kaliwatu, Persen, Pondok Asem | [4][6] |
| 3 | Kedunggebang | Krajan, Damtelu, Kedungsumur | [4] |
| 4 | Kedungwungu | Gempol Dampit, Kaliwungu, Sumber Kepuh | [4] |
| 5 | Kendalrejo | Kaliagung, Paluagung, Pandanrejo, Erpach | [4] |
| 6[b] | Purwoagung | Asembagus, Gladak Kembar, Soponyono | [4] |
| 7 | Purwoasri | Kalisari, Tegalsari Lor, Tegalsari Kidul | [4] |
| 8 | Tegaldlimo | Sumberdadi, Sumberluhur, Sumbermulyo, Sumberrejo | [4] |
| 9 | Wringinpitu | Bayatrejo, Ringinanom, Ringinasri | [4] |

Berdasarkan data BPS, Kecamatan Tegaldlimo memiliki jumlah penduduk sekitar 69 ribu jiwa pada tahun 2024. Sebagian besar penduduk Tegaldlimo beragama Islam, yaitu sekitar 63 ribu jiwa atau 91% dari keseluruhan penduduk. Agama terbesar kedua di Tegaldlimo adalah Hindu yaitu sekitar 4470 jiwa atau 6% dari total. Hal tersebut juga membuat Tegaldlimo menjadi kecamatan dengan populasi umat Hindu terbesar di Banyuwangi. Banyaknya umat Hindu ini karena faktor sejarah dan geografi Tegaldlimo yang cukup dekat dengan Pulau Bali.[4]
Beberapa tempat peribadatan penting bagi umat Hindu di Tegaldlimo di antaranya Pura Luhur Giri Salaka dan Candi Purwo. Keduanya memiliki keunikan karena lokasinya di tengah hutan Taman Nasional Alas Purwo. Pura Luhur Giri Salaka dibangun oleh masyarakat di sebelah peninggalan sejarah bernama Situs Kawitan sekitar tahun 1960-an. Pembangunan pura yang megah ini bertujuan agar Situs Kawitan tetap terjaga karena peziarah diarahkan ke pura yang baru. Situs Kawitan adalah peninggalan sejarah berupa bongkahan batu bata yang terkenal mistis dan sakral.[8]

Sebagian besar obyek wisata di kecamatan ini terletak di Taman Nasional Alas Purwo yang dikelola Kementerian Kehutanan, diantaranya:
