Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, disingkat GPPH, adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gejala kurangnya perhatian, impulsivitas, hiperaktivitas, disregulasi emosi secara berlebihan dan pervasif, menimbulkan gangguan dalam berbagai konteks, dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan. Gejala ADHD bersumber dari disfungsi eksekutif.
Manifestasi umum pada gejala hiperaktif-impulsif adalah peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
0,8–1,5% (2019, menggunakan DSM-IV-TR dan ICD-10)[3]
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, disingkat GPPH, (bahasa Inggris:attention deficit hyperactivity disordercode: en is deprecated ; disingkat ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gejala kurangnya perhatian, impulsivitas, hiperaktivitas, disregulasi emosi secara berlebihan dan pervasif, menimbulkan gangguan dalam berbagai konteks, dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan.[9] Gejala ADHD bersumber dari disfungsi eksekutif.[18]
Manifestasi umum pada gejala hiperaktif-impulsif adalah peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.[butuh rujukan]
Penegakkan diagnosis apakah seorang anak menyandang ADD/ADHD perlu melewati pemeriksaan yang mendetail. Para profesional seperti psikolog anak atau dokter biasanya menggunakan metode pemeriksaan seperti riwayat medis, wawancara klinis, penggunaan kuesioner dan juga observasi terhadap perilaku anak.[19]
Epidemiologi
ADHD diperkirakan mempengaruhi sekitar 6–7% orang berusia kurang dari atau sama dengan 18 tahun ketika didiagnosis melalui kriteria DSM-IV.[20] Ketika didiagnosis melalui kriteria ICD-10 dalam kelompok usia ini diperkirakan sebesar 1–2%.[21] Anak laki-laki dua kali lebih prevalen dibanding perempuan.[22][23]
Patogenesis
Penyebab kebanyakan kasus ADHD tidak diketahui, tetapi diyakini melibatkan interaksi antara faktor genetik dan lingkungan.[24][25]
Genetik
ADHD sangat mungkin diwariskan, tetapi faktor genetik tertentu belum ditegakkan. Kerabat tingkat pertama pasien dengan ADHD dilaporkan 2-8 kali lebih mungkin untuk mengembangkan ADHD. Kisaran tingkat pewarisan genetik dilaporkan 71–90% dalam beberapa studi kembar. Komponen genetik potensial mencakup:[25]
gen dopaminergik: gen reseptor dopaminDRD4 dan DRD5, dan dopamin gen transporter DAT1
gen serotonergik 5HTT (protein pembawa terlibat dalam reuptake serotonin) dan reseptor serotonin HTR1B
SNAP-25 (protein yang terkait dengan pelepasan neurotransmitter, plastisitas sinaptik, dan pertumbuhan aksonal)
Gejala yang timbul dapat bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat. Gejala ADHD sudah dapat dilihat sejak usia bayi, salah satunya yang harus dicermati adalah sensitif terhadap suara dan cahaya, menangis, suka menjerit dan sulit tidur. Waktu tidur yang kurang sehingga bayi sering kali terbangun. Sulit makan dan minum ASI. Tidak senang digendong, suka membenturkan kepala, dan sering marah berlebihan. Keluhan yang terlihat pada anak yang lebih besar adalah tampak canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan atau monoton, lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya, kurang konsentrasi, tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinasi mata dan tangan tidak baik, suka menyakiti diri sendiri, dan gangguan tidur.
Untuk mempermudah diagnosis pada ADHD harus memiliki tiga gejala utama yang tampak pada perilaku seorang anak yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.
Inatensi
Kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian misalnya jarang menyelesaikan perintah sampai tuntas, mainan sering tertinggal, sering membuat kesalahan, mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).
Hiperaktif
Perilaku yang tidak bisa diam, seperti banyak bicara, tidak dapat tenang/diam (mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak), sering membuat gaduh suasana, selalu memegang apa yang dilihat, sulit untuk duduk diam, lebih gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia, suka teriak-teriak.
Impulsif
Kesulitan untuk menunda tanggapan (dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar) seperti sering mengambil mainan teman dengan paksa, tidak sabaran, reaktif, sering bertindak tanpa dipikir dahulu.
Gejala-gejala lainnya yaitu sikap menentang, cemas, dan memiliki masalah sosial. (i) Sikap menentang seperti sering melanggar peraturan, bermasalah dengan orang-orang yang memiliki otoritas, lebih mudah merasa terganggu, mudah marah (dibandingkan dengan mereka yang seusia). (ii) Rasa cemas seperti banyak mengalami rasa khawatir dan takut, cenderung emosional, sangat sensitif terhadap kritikan, mengalami kecemasan pada situasi yang baru atau yang tidak familiar, terlihat sangat pemalu dan menarik diri. (iii) Masalah sosial seperti hanya memiliki sedikit teman, sering memiliki rasa rendah diri dan tidak percaya diri.
Presentasi
ADHD terbagi menjadi tiga presentasi utama:[26][27]
Predominan hiperaktif-impulsif (ADHD-PHI atau ADHD-HI)
Presentasi gabungan (ADHD-C)
Manajemen
Manajemen ADHD biasanya melibatkan konseling atau obat atau kombinasi keduanya.
Terapi perilaku
Terapi perilaku untuk membantu anak dengan ADHD untuk beradaptasi dan memperbaiki kemampuan untuk memecahkan masalah.
Obat-obatan
Obat stimulan adalah pengobatan pilihan.[28][29] Obat ini memiliki setidaknya beberapa efek pada gejala dalam jangka pendek di sekitar 80% dari orang. Metilfenidat muncul untuk memperbaiki gejala seperti yang dilaporkan oleh para guru dan orang tua.[30]
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pengobatan berdasarkan usia, yaitu:
Untuk anak usia 4-5 tahun: perlakuan pertama dengan orang tua dan/atau guru melalui terapi perilaku. Pemberian metilfenidat hanya jika intervensi perilaku tidak menyebabkan peningkatan dan jika terjadi gangguan fungsional sedang sampai parah.
Untuk anak usia 6-11 tahun, pilihan pengobatan termasuk pengobatan yang disetujui FDA (bukti terbaik untuk stimulan) dan terapi perilaku dari orang tua dan atau guru.
Untuk remaja berusia 12-18 tahun, pilihan pengobatan termasuk pengobatan yang disetujui FDA dan terapi perilaku dari orang tua dan atau guru.
Manajemen menggunakan obat dengan atau tanpa terapi perilaku memperbaiki gejala ADHD dibandingkan dengan terapi perilaku sendiri atau perawatan standar. Obat stimulan terapi lini pertama untuk ADHD pada pasien berusia 6-18 tahun adalah:
obat yang efektif untuk anak-anak usia sekolah meliputi: metilfenidat, deksmetilfenidat pelepasan lama, amfetamin, lisdeksamfetamin.
obat yang efektif untuk remaja termasuk: metilfenidat pelepasan lama sekali sehari yang juga dapat mengurangi kesalahan mengemudi, deksmetilfenidat pelepasan lama, lisdeksamfetamin.
Obat non-stimulan adalah pengobatan lini kedua untuk ADHD; biasanya digunakan jika obat stimulan tidak efektif atau buruk ditoleransi:
agonis alpha-2 adrenergik dapat digunakan sebagai monoterapi atau sebagai tambahan untuk stimulan
Untuk anak-anak dengan ADHD dan gangguan pemberontak atau perilaku oposisi: (i) klonidin mengurangi masalah perilaku, (ii) penambahan divalproex pada terapi stimulan terkait dengan mengurangi perilaku agresif. Untuk anak-anak dengan ADHD dan gangguan tic, pemberia metilfenidat, alpha-agonis, atau desipramin dapat memperbaiki gejala ADHD dan mampu mengurangi tic. Suplementasi mineral zink sulfat sebagai monoterapi atau sebagai tambahan untuk metilfenidat dapat memperbaiki beberapa gejala ADHD. Suplemen zat besi dapat memperbaiki gejala ADHD dan keparahan pada anak-anak dengan ADHD dan kadar feritin serum yang rendah.
Referensi
↑Faraone, Stephen V.; Bellgrove, Mark A.; Brikell, Isabell; Cortese, Samuele; Hartman, Catharina A.; Hollis, Chris; Newcorn, Jeffrey H.; Philipsen, Alexandra; Polanczyk, Guilherme V.; Rubia, Katya; Sibley, Margaret H.; Buitelaar, Jan K. (2024-02-22). "Attention-deficit/hyperactivity disorder". Nature Reviews Disease Primers (dalam bahasa Inggris). 10 (1): 11. doi:10.1038/s41572-024-00495-0. ISSN2056-676X. PMID38388701.
↑Kooij JJ, Bijlenga D, Salerno L, Jaeschke R, Bitter I, Balázs J, Thome J, Dom G, Kasper S, Nunes Filipe C, Stes S, Mohr P, Leppämäki S, Casas M, Bobes J, Mccarthy JM, Richarte V, Kjems Philipsen A, Pehlivanidis A, Niemela A, Styr B, Semerci B, Bolea-Alamanac B, Edvinsson D, Baeyens D, Wynchank D, Sobanski E, Philipsen A, McNicholas F, Caci H, Mihailescu I, Manor I, Dobrescu I, Saito T, Krause J, Fayyad J, Ramos-Quiroga JA, Foeken K, Rad F, Adamou M, Ohlmeier M, Fitzgerald M, Gill M, Lensing M, Motavalli Mukaddes N, Brudkiewicz P, Gustafsson P, Tani P, Oswald P, Carpentier PJ, De Rossi P, Delorme R, Markovska Simoska S, Pallanti S, Young S, Bejerot S, Lehtonen T, Kustow J, Müller-Sedgwick U, Hirvikoski T, Pironti V, Ginsberg Y, Félegyházy Z, Garcia-Portilla MP, Asherson P (February 2019). "Updated European Consensus Statement on diagnosis and treatment of adult ADHD". European Psychiatry. 56 (1): 14–34. doi:10.1016/j.eurpsy.2018.11.001. hdl:10651/51910. PMID30453134.
↑Faraone SV, Banaschewski T, Coghill D, Zheng Y, Biederman J, Bellgrove MA, Newcorn JH, Gignac M, Al Saud NM, Manor I, Rohde LA, Yang L, Cortese S, Almagor D, Stein MA, Albatti TH, Aljoudi HF, Alqahtani MM, Asherson P, Atwoli L, Bölte S, Buitelaar JK, Crunelle CL, Daley D, Dalsgaard S, Döpfner M, Espinet S, Fitzgerald M, Franke B, Gerlach M, Haavik J, Hartman CA, Hartung CM, Hinshaw SP, Hoekstra PJ, Hollis C, Kollins SH, Sandra Kooij JJ, Kuntsi J, Larsson H, Li T, Liu J, Merzon E, Mattingly G, Mattos P, McCarthy S, Mikami AY, Molina BS, Nigg JT, Purper-Ouakil D, Omigbodun OO, Polanczyk GV, Pollak Y, Poulton AS, Rajkumar RP, Reding A, Reif A, Rubia K, Rucklidge J, Romanos M, Ramos-Quiroga JA, Schellekens A, Scheres A, Schoeman R, Schweitzer JB, Shah H, Solanto MV, Sonuga-Barke E, Soutullo C, Steinhausen HC, Swanson JM, Thapar A, Tripp G, van de Glind G, van den Brink W, Van der Oord S, Venter A, Vitiello B, Walitza S, Wang Y (September 2021). "The World Federation of ADHD International Consensus Statement: 208 Evidence-based conclusions about the disorder". Neuroscience & Biobehavioral Reviews. 128. Elsevier BV: 789–818. doi:10.1016/j.neubiorev.2021.01.022. ISSN0149-7634. PMC8328933. PMID33549739.
↑Schoechlin C, Engel RR (August 2005). "Neuropsychological performance in adult attention-deficit hyperactivity disorder: meta-analysis of empirical data". Archives of Clinical Neuropsychology. 20 (6): 727–744. doi:10.1016/j.acn.2005.04.005. PMID15953706.
↑Hart H, Radua J, Nakao T, Mataix-Cols D, Rubia K (February 2013). "Meta-analysis of functional magnetic resonance imaging studies of inhibition and attention in attention-deficit/hyperactivity disorder: exploring task-specific, stimulant medication, and age effects". JAMA Psychiatry. 70 (2): 185–198.
↑Hoogman M, Muetzel R, Guimaraes JP, Shumskaya E, Mennes M, Zwiers MP, Jahanshad N, Sudre G, Wolfers T, Earl EA, Soliva Vila JC, Vives-Gilabert Y, Khadka S, Novotny SE, Hartman CA, Heslenfeld DJ, Schweren LJ, Ambrosino S, Oranje B, de Zeeuw P, Chaim-Avancini TM, Rosa PG, Zanetti MV, Malpas CB, Kohls G, von Polier GG, Seitz J, Biederman J, Doyle AE, Dale AM, van Erp TG, Epstein JN, Jernigan TL, Baur-Streubel R, Ziegler GC, Zierhut KC, Schrantee A, Høvik MF, Lundervold AJ, Kelly C, McCarthy H, Skokauskas N, O'Gorman Tuura RL, Calvo A, Lera-Miguel S, Nicolau R, Chantiluke KC, Christakou A, Vance A, Cercignani M, Gabel MC, Asherson P, Baumeister S, Brandeis D, Hohmann S, Bramati IE, Tovar-Moll F, Fallgatter AJ, Kardatzki B, Schwarz L, Anikin A, Baranov A, Gogberashvili T, Kapilushniy D, Solovieva A, El Marroun H, White T, Karkashadze G, Namazova-Baranova L, Ethofer T, Mattos P, Banaschewski T, Coghill D, Plessen KJ, Kuntsi J, Mehta MA, Paloyelis Y, Harrison NA, Bellgrove MA, Silk TJ, Cubillo AI, Rubia K, Lazaro L, Brem S, Walitza S, Frodl T, Zentis M, Castellanos FX, Yoncheva YN, Haavik J, Reneman L, Conzelmann A, Lesch KP, Pauli P, Reif A, Tamm L, Konrad K, Oberwelland Weiss E, Busatto GF, Louza MR, Durston S, Hoekstra PJ, Oosterlaan J, Stevens MC, Ramos-Quiroga JA, Vilarroya O, Fair DA, Nigg JT, Thompson PM, Buitelaar JK, Faraone SV, Shaw P, Tiemeier H, Bralten J, Franke B (July 2019). "Brain Imaging of the Cortex in ADHD: A Coordinated Analysis of Large-Scale Clinical and Population-Based Samples". The American Journal of Psychiatry. 176 (7): 531–542. doi:10.1176/appi.ajp.2019.18091033. PMC6879185. PMID31014101.
↑Malenka RC, Nestler EJ, Hyman SE (2009). "Chapter 6: Widely Projecting Systems: Monoamines, Acetylcholine, and Orexin". In Sydor A, Brown RY (eds.). Molecular Neuropharmacology: A Foundation for Clinical Neuroscience (2nd ed.). New York: McGraw-Hill Medical. pp. 148, 154–157. ISBN 978-0-07-148127-4. DA has multiple actions in the prefrontal cortex. It promotes the 'cognitive control' of behavior: the selection and successful monitoring of behavior to facilitate attainment of chosen goals. Aspects of cognitive control in which DA plays a role include working memory, the ability to hold information 'on line' in order to guide actions, suppression of prepotent behaviors that compete with goal-directed actions, and control of attention and thus the ability to overcome distractions. Cognitive control is impaired in several disorders, including attention deficit hyperactivity disorder. ... Noradrenergic projections from the LC thus interact with dopaminergic projections from the VTA to regulate cognitive control. ... it has not been shown that 5HT makes a therapeutic contribution to treatment of ADHD."
↑Diamond A (2013). "Executive functions". Annual Review of Psychology. 64: 135–168. doi:10.1146/annurev-psych-113011-143750. PMC4084861. PMID23020641. EFs and prefrontal cortex are the first to suffer, and suffer disproportionately, if something is not right in your life. They suffer first, and most, if you are stressed (Arnsten 1998, Liston et al. 2009, Oaten & Cheng 2005), sad (Hirt et al. 2008, von Hecker & Meiser 2005), lonely (Baumeister et al. 2002, Cacioppo & Patrick 2008, Campbell et al. 2006, Tun et al. 2012), sleep deprived (Barnes et al. 2012, Huang et al. 2007), or not physically fit (Best 2010, Chaddock et al. 2011, Hillman et al. 2008). Any of these can cause you to appear to have a disorder of EFs, such as ADHD, when you do not.
↑Antshel KM, Hier BO, Barkley RA (2014). "Executive Functioning Theory and ADHD". Dalam Goldstein S, Naglieri JA (ed.). Handbook of Executive Functioning. New York, NY: Springer. hlm.107–120. doi:10.1007/978-1-4614-8106-5_7. ISBN978-1-4614-8106-5.
↑Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Increasing prevalence of parent-reported attention-deficit/hyperactivity disorder among children --- United States, 2003 and 2007. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2010 Nov 12;59(44):1439-43.
↑Merikangas KR, He JP, Brody D, Fisher PW, Bourdon K, Koretz DS. Prevalence and treatment of mental disorders among US children in the 2001-2004 NHANES. Pediatrics. 2010 Jan;125(1):75-81. doi: 10.1542/peds.2008-2598. Epub 2009 Dec 14.
↑Ramsay JR (2007). Cognitive behavioral therapy for adult ADHD. Routledge. hlm. 4, 25–26.
↑Wigal SB (2009). "Efficacy and safety limitations of attention-deficit hyperactivity disorder pharmacotherapy in children and adults". CNS Drugs. 23 Suppl 1: 21–31. doi:10.2165/00023210-200923000-00004. PMID19621975.
↑Castells X, Ramos-Quiroga JA, Bosch R, Nogueira M, Casas M (2011). Castells X (ed.). "Amphetamines for Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in adults". Cochrane Database Syst. Rev. (6): CD007813. doi:10.1002/14651858.CD007813.pub2. PMID21678370.
↑Storebø, OJ; Ramstad, E; Krogh, HB; Nilausen, TD; Skoog, M; Holmskov, M; Rosendal, S; Groth, C; Magnusson, FL; Moreira-Maia, CR; Gillies, D; Buch Rasmussen, K; Gauci, D; Zwi, M; Kirubakaran, R; Forsbøl, B; Simonsen, E; Gluud, C (25 November 2015). "Methylphenidate for children and adolescents with attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)". The Cochrane database of systematic reviews. 11: CD009885. doi:10.1002/14651858.CD009885.pub2. PMID26599576.