Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Disabilitas intelektual

Disabilitas intelektual, juga dikenal sebagai disabilitas pembelajaran umum di Britania Raya dan dulu populer disebut retardasi mental, adalah gangguan perkembangan saraf umum yang ditandai dengan gangguan kefungsian intelektual dan adaptif yang signifikan. Kondisi ini didefinisikan dengan IQ di bawah 70, di samping defisit dalam dua atau lebih perilaku adaptif yang memengaruhi kehidupan sehari-hari yang umum. Fungsi intelektual didefinisikan berdasarkan DSM-5 sebagai penalaran, pemecahan masalah, perencanaan, pemikiran abstrak, penilaian, pembelajaran akademik, dan pembelajaran dari instruksi dan pengalaman, dan pemahaman praktikal yang dikonfirmasi oleh penilaian klinikal dan tes terstandar. Perilaku adaptif didefinisikan dalam hal keterampilan konseptual, sosial, dan praktikal yang melibatkan tugas-tugas yang dilakukan oleh orang-orang dalam kehidupan sehari-hari mereka.

gangguan perkembangan saraf yang umum
Diperbarui 22 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Disabilitas intelektual
Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Retardasi mental. (Diskusikan)
Disabilitas intelektual
Nama lainDisabilitas perkembangan intelektual, disabilitas pembelajaran umum[1]
Seorang anak berlari melewati garis finis
Anak-anak dengan disabilitas intelektual dan kondisi perkembangan lainnya bersaing di Olimpiade Khusus
SpesialisasiPsikiatri, pediatri
Frekuensi153 juta (2015)[2]

Disabilitas intelektual, juga dikenal sebagai disabilitas pembelajaran umum di Britania Raya[3] dan dulu populer disebut retardasi mental,[4][5] adalah gangguan perkembangan saraf umum yang ditandai dengan gangguan kefungsian intelektual dan adaptif yang signifikan. Kondisi ini didefinisikan dengan IQ di bawah 70, di samping defisit dalam dua atau lebih perilaku adaptif yang memengaruhi kehidupan sehari-hari yang umum. Fungsi intelektual didefinisikan berdasarkan DSM-5 sebagai penalaran, pemecahan masalah, perencanaan, pemikiran abstrak, penilaian, pembelajaran akademik, dan pembelajaran dari instruksi dan pengalaman, dan pemahaman praktikal yang dikonfirmasi oleh penilaian klinikal dan tes terstandar. Perilaku adaptif didefinisikan dalam hal keterampilan konseptual, sosial, dan praktikal yang melibatkan tugas-tugas yang dilakukan oleh orang-orang dalam kehidupan sehari-hari mereka.[6]

Disabilitas intelektual dibagi lagi menjadi disabilitas intelektual sindromik, di mana defisit intelektual yang terkait dengan tanda dan gejala medis dan perilaku lainnya hadir, dan disabilitas intelektual non-sindromik, di mana defisit intelektual muncul tanpa kelainan lain.[7] Sindrom Down dan sindrom X rapuh adalah contoh disabilitas intelektual sindromik.

Disabilitas intelektual memengaruhi sekitar 2 sampai 3% dari populasi umum.[8] Tujuh puluh lima hingga sembilan puluh persen orang yang terkena dampak memiliki disabilitas intelektual ringan.[8] Kasus non-sindromik, atau idiopatik menyumbang 30 hingga 50% dari kasus ini.[8] Sekitar seperempat kasus disebabkan oleh kelainan genetik,[8] dan sekitar 5% kasus diwarisi dari orang tua penyandang.[9] Kasus yang tidak diketahui penyebabnya memengaruhi sekitar 95 juta orang hingga 2013[update].[10]

Referensi

  1. ↑ Wilmshurst, Linda (2012). Clinical and Educational Child Psychology an Ecological-Transactional Approach to Understanding Child Problems and Interventions. Hoboken: Wiley. hlm. 168. ISBN 978-1-118-43998-2.
  2. ↑ Vos T, Allen C, Arora M, Barber RM, Bhutta ZA, Brown A, et al. (GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence Collaborators) (Oktober 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577. PMID 27733282.
  3. ↑ Tidy, Colin (25 Januari 2013). "General Learning Disability". Patient.info. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Juni 2015. The term general learning disability is now used in the UK instead of terms such as mental handicap or mental retardation. The degree of disability can vary significantly, being classified as mild, moderate, severe or profound.
  4. ↑ Rosa's Law, Pub. L. 111-256, 124 Stat. 2643 (2010).
  5. ↑ Ansberry, Clare (20 November 2010). "Erasing a Hurtful Label From the Books". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Juni 2015. Diakses tanggal 4 Desember 2010. Decades-long quest by disabilities advocates finally persuades state, federal governments to end official use of 'retarded'.
  6. ↑ Boat, TF; Wu, JT, ed. (2015). Mental disorders and disabilities among low-income children. Washington, D.C.: National Academies Press (US). ISBN 978-0-309-37685-3.
  7. ↑ Barros, Isabela; Leão, Vito; Santis, Jessica O.; Rosa, Reginaldo; Brotto, Danielle B.; Storti, Camila; Siena, Ádamo; Molfetta, Greice; Silva Jr, Wilson A. (2021). "Non-Syndromic Intellectual Disability and Its Pathways: A Long Noncoding RNA Perspective". Non-Coding RNA. 7 (1): 22. doi:10.3390/ncrna7010022. PMC 8005948. PMID 33799572.
  8. 1 2 3 4 Daily DK, Ardinger HH, Holmes GE (Februari 2000). "Identification and evaluation of mental retardation". American Family Physician. 61 (4): 1059–67, 1070. PMID 10706158. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Desember 2010.
  9. ↑
  10. ↑ Vos T, Barber RM, Bell B, Bertozzi-Villa A, Biryukov S, Bolliger I, et al. (Global Burden of Disease Study 2013 Collaborators) (Agustus 2015). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 301 acute and chronic diseases and injuries in 188 countries, 1990-2013: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2013". Lancet. 386 (9995): 743–800. doi:10.1016/S0140-6736(15)60692-4. PMC 4561509. PMID 26063472.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Gangguan perkembangan saraf

Gangguan perkembangan saraf adalah sekelompok kondisi mental yang memengaruhi perkembangan sistem saraf, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Menurut

Gangguan identitas disosiatif

Gangguan kejiwaan yang disebabkan trauma pada masa anak-anak dan remaja

Sistem saraf otonom

bagian dari sistem saraf yang mengoperasikan organ dalam, otot polos, dan kelenjar.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026