Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Folklor Jepang

Folklor Jepang adalah cerita dari folklor lisan yang lahir dan beredar di kalangan rakyat Jepang. Istilah yang digunakan di Jepang dalam literatur yang diterbitkan sesudah zaman Meiji hingga awal zaman Showa adalah minwa, mindan, atau ritan, kōhi, densetsu (legenda),dōwa, otoginabashi (dongeng fantasi), dan mukashibanashi, dan sebagainya

Wikipedia article
Diperbarui 12 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Folklor Jepang
Bagian dari seri
Mitologi & cerita rakyat Jepang

Literatur klasik:
Kojiki | Nihon Shoki | Kujiki
Otogizōshi | Konjaku Monogatari

Kami
Izanami | Izanagi | Amaterasu
Susanoo | Ama-no-Uzume

Kepercayaan rakyat
Ebisu | Inari
Oni | Tujuh Dewa Keberuntungan

Makhluk legenda
Kappa | Tengu | Kitsune
Tsuchinoko | Yōkai

Tokoh legenda
Abe no Seimei | Benkei | Kintarō
Momotarō | Tamamo-no-Mae | Sōjōbō

Tempat suci & supranatural
Gunung Hiei | Gunung Fuji | Izumo
Takamagahara | Yomi | Ryūgū-jō

Benda suci
Amenonuhoko | Tonbogiri

Cerita hantu
Oiwa | Okiku

Sastrawan & budayawan
Kunio Yanagita, Keigo Seki, Lafcadio Hearn, Inoue Enryo

Folklor Jepang adalah cerita dari folklor lisan yang lahir dan beredar di kalangan rakyat Jepang. Istilah yang digunakan di Jepang dalam literatur yang diterbitkan sesudah zaman Meiji hingga awal zaman Showa adalah minwa, mindan, atau ritan (cerita rakyat), kōhi (cerita yang ditulis di batu), densetsu (legenda),dōwa (cerita anak), otoginabashi (dongeng fantasi), dan mukashibanashi (cerita zaman dulu), dan sebagainya[1]

Jenis

Secara garis besar, cerita rakyat Jepang berdasarkan isi dan bentuk dibagi menjadi 3 kelompok: cerita rakyat dahulu (昔話code: ja is deprecated , mukashibanashi), legenda (伝説code: ja is deprecated , densetsu), dan cerita lisan ke lisan (世間話code: ja is deprecated , sekembanashi).

Cerita rakyat dahulu

Artikel utama: Cerita rakyat Jepang

Lokasi cerita dan tokoh-tokoh dalam cerita bersifat fiktif, sedangkan waktu kejadian adalah masa lampau yang tidak dijelaskan secara pasti. Ciri khas adalah kata "mukashi" atau "mukashi, mukashi" (zaman dulu kala) yang digunakan untuk kalimat pembuka. Kalimat dalam cerita sering menggunakan kata "attasōna" atau "atta to sa" yang berarti "konon" atau "kabarnya menurut orang zaman dulu". Cerita sering diakhiri dengan kalimat "Dotto harai" yang berarti "Tamat" atau "Mereka bahagia selamanya".

Pencerita yang tidak memandang perlu untuk meyakinkan pendengarnya bahwa cerita yang disampaikannya benar-benar terjadi. Kebenaran cerita tidak diketahui pasti, tetapi kemungkinan besar tidak pernah terjadi.

Beberapa judul cerita zaman dulu:

  • Momotaro
  • Kakek Pemekar Bunga
  • Kintaro
  • Pertarungan Monyet dan Kepiting
  • Gunung Kachi-kachi
  • Balas Budi Burung Bangau
  • Urashima Taro
  • Patung Jizo Bertopi Bambu
  • Periuk Bunbuku
  • Issun-Bōshi
  • Saudagar Jerami
  • Shita-kiri Suzume

Legenda

Isi cerita umumnya tentang kepercayaan, dan peristiwa tentang asal-usul tempat, bangunan, kuil, desa, pohon, batu, mata air, gunung, atau bukit yang dipercaya orang sebagai pernah ada. Selain itu, isi cerita bisa berupa legenda sejarah, tokoh sejarah, asal-usul adat istiadat, dan hal-hal tabu. Tokoh, waktu, dan lokasi diceritakan dengan pasti.

Tokoh utama biasanya adalah tokoh sejarah yang benar-benar ada contohnya seperti Kobo Daishi, Minamoto no Yoshitsune, tokoh yang kalah perang dan melarikan diri untuk bersembunyi dan menyelamatkan diri(ochūdo), atau golongan hantu (Yōkai) seperti oni, tengu, dan kappa.

Pencerita sedikitnya ingin pendengar percaya dengan cerita yang dituturkan, dan sebagian orang percaya bahwa cerita mengandung kebenaran. Beberapa judul legenda bisa digolongkan sebagai cerita zaman dulu:

  • Putri Kaguya
  • Tanabata
  • Banchō Sarayashiki

Cerita lisan ke lisan

Isi cerita berupa desas-desus tentang tokoh terkenal, keluarga, atau desa. Selain itu, cerita dapat berupa "kisah nyata" dari kejadian sehari-hari yang dialami sendiri oleh orang yang bercerita (misalnya pengalaman melihat hantu), cerita aneh, cerita lucu, atau cerita erotis. Cerita harus sudah dituturkan secara berulang-ulang, dan tidak termasuk gosip sewaktu mengobrol yang umumnya hanya diceritakan sekali.

Orang yang bercerita mengaku dirinya mengalami sendiri kejadian yang diceritakan, atau menuturkan kisah yang menurutnya benar-benar pernah terjadi. Selain orang yang bercerita, tokoh utama bisa berupa tetangga, sanak keluarga, atau kenalan. Legenda urban dapat disebut cerita masyakarat zaman modern. Sumber dari cerita mulut ke mulut biasanya pengelana yang bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain, atau orang desa yang bekerja di kota.

Cerita jenis ini tidak memiliki judul yang baku, dan bisa berupa apa saja, seperti pengalaman ditipu kitsune, atau cerita hantu Hanako di kamar kecil sekolah.

Referensi

  1. ↑ Nihon minwa no kai (ed.) (1991). Guidebook nihon no minwa. Tokyo: Kodansha. ISBN 4062045958. ;

Pranala luar

  • (Inggris) Kumpulan cerita rakyat Jepang dalam Bahasa Inggris di The Project Gutenberg Diarsipkan 2023-06-06 di Wayback Machine.
  • (Jepang) Kumpulan cerita rakyat Jepang Diarsipkan 2023-06-01 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Cerita rakyat Prefektur Ishikawa Diarsipkan 2007-10-17 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Cerita rakyat Jepang
Cerita rakyat
Periuk Bunbuku · Kakek Pemekar Bunga · Issun-bōshi · Gunung Kachi-kachi · Kintarō · Momotarō · Pertarungan Monyet dan Kepiting · Lidah Pipit yang Terpotong · Putri Kaguya · Tamamo-no-Mae · Tuan Karung Beras · Urashima Tarō · Yotsuya Kaidan
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Konjaku Monogatarishū · Otogizōshi · Uji Shūi Monogatari
Makhluk legenda
  • Abura-akago
  • Abura-sumashi
  • Aka Manto
  • Akaname
  • Akashita
  • Akateko
  • Akuma
  • Amabie
  • Amanojaku
  • Amazake-babaa
  • Amefurikozō
  • Ameonna
  • Amikiri
  • Aobōzu
  • Aonyōbō
  • Aosaginohi
  • Ashinagatenaga
  • Ayakashi
  • Azukiarai
  • Bake-kujira
  • Bakeneko
  • Baku
  • Basan
  • Binbōgami
  • Chimimōryō
  • Daidarabotchi
  • Dodomeki
  • Dragon
  • Enenra
  • Funayūrei
  • Furaribi
  • Fūri
  • Futakuchi-onna
  • Gagoze
  • Gashadokuro
  • Goryō
  • Hanako-san
  • Harionago
  • Hibagon
  • Hiderigami
  • Hitogitsune
  • Hitotsume-kozō
  • Hitotsume-nyūdō
  • Hone-onna
  • Hyōsube
  • Ikiryō
  • Ikuchi
  • Inugami
  • Ishinagenjo
  • Isonade
  • Janjanbi
  • Jinmenju
  • Jorōgumo
  • Jubokko
  • Kamaitachi
  • Kamikiri
  • Kappa
  • Kasha
  • Kawauso
  • Keukegen
  • Kijimuna
  • Kinoko
  • Kirin
  • Kitsune
    • Hakuzōsu
  • Kitsunebi
  • Kodama
  • Komainu
  • Konaki-jiji
  • Koro-pok-guru
  • Koromodako
  • Kuchisake-onna
  • Kuda-gitsune
  • Kudan
  • Kyubi
  • Mikaribaba
  • Mikoshi-nyūdō
    • Miage-nyūdō
  • Misaki
  • Mizuchi
  • Mokumokuren
  • Momiji
  • Momonjī
  • Mononoke
  • Mōryō
  • Mu-onna
  • Mujina
  • Namahage
  • Namazu
  • Nekomata
  • Ningyo
  • Noderabō
  • Noppera-bō
  • Nue
  • Nuppeppō
  • Nurarihyon
  • Nure-onna
  • Nurikabe
  • Nyūdō-bōzu
  • Obake
  • Oboroguruma
  • Oiwa
  • Okiku
  • Ōmukade
  • Oni
    • Ibaraki-dōji
    • Kijo/Onibaba
    • Kidōmaru
    • Rashōmon no oni
    • Shuten-dōji
  • Onibi
  • Onikuma
  • Onryō
  • Ōnyūdō
  • Osaki
  • Otoroshi
  • Ouni
  • Okubi
  • Ohaguro-Bettari
  • Raijū
  • Rokurokubi
  • Samebito
  • Sankai
  • Satori
  • Sazae-oni
  • Shachihoko
  • Shidaidaka
  • Shikigami
  • Shinigami
  • Shiranui
  • Shirime
  • Shiryō
  • Shōjō
  • Shōkera
  • Sōjōbō
  • Sunekosuri
  • Takaonna
  • Tanuki
    • Danzaburou-danuki
    • Inugami Gyoubu
    • Shibaemon-tanuki
    • Yashima no Hage-tanuki
  • Ten
  • Tengu
  • Tennin
  • Tenome
  • Tesso
  • Tōfu-kozō
  • Tsuchigumo
  • Tsuchinoko
  • Tsukumogami
    • Abumi-guchi
    • Bakezōri
    • Biwa-bokuboku
    • Boroboroton
    • Chōchin-obake
    • Ittan-momen
    • Kasa-obake
    • Koto-furunushi
    • Menreiki
    • Ungaikyō
  • Tsurubebi
  • Tsurara-onna
  • Tsurube-otoshi
  • Ubagabi
  • Ubume
  • Umi zatō
  • Umibōzu
  • Ushi-oni
  • Uwan
  • Waira
  • Wanyūdō
  • Yamabiko
  • Yamawaro
  • Yamajijii
  • Yama-uba
  • Yanari
  • Yobuko
  • Yōkai
  • Yōsei
  • Yosuzume
  • Yuki-onna
  • Yume no seirei
  • Yūrei
  • Zashiki-warashi
Folkloris
  • Kunio Yanagita
  • Keigo Seki
  • Lafcadio Hearn
  • Shigeru Mizuki
  • Inoue Enryō

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jenis
  2. Cerita rakyat dahulu
  3. Legenda
  4. Cerita lisan ke lisan
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Shinigami

Shinigami adalah konsep yang belum lama muncul di folklor Jepang; jarang ada sebutan tentang Shinigami klasik Jepang karena ia adalah konsep serapan dari dunia

Musashibō Benkei

kisah nyata dan fiksi. Tokoh Benkei sering sekali ditampilkan dalam folklor Jepang. Dalam seni bercerita tradisional Kōdan, Benkei dikisahkan sebagai biksu

Orang Jepang

kelompok etnik Asia Timur yang berasal dari Jepang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026