Amenonuhoko merupakan tombak yang digunakan oleh dewa Izanagi dan Izanami ketika membentuk pulau atau daratan pertama (Onogoro-shima) menurut ajaran Shinto. Terkadang Amenonuhoko juga disebut sebagai naginata . Menurut buku catatan sejarah jepang Kojiki, amenonuhoko tersebut diberikan kepada Izanami dan Izanagi oleh dewa pendahulu di surgawi. Kedua dewa tersebut kemudian pergi menuju jembatan penghubung langit dan bumi, Ame-no Ukihashi dan membentuk daratan dari lautan menggunakan naginata (Amenonuhoko).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Amenonuhoko (天沼矛code: ja is deprecated ) (terj. har. 'tombak permata surgawi') merupakan tombak yang digunakan oleh dewa Izanagi dan Izanami ketika membentuk pulau atau daratan pertama (Onogoro-shima) menurut ajaran Shinto. Terkadang Amenonuhoko juga disebut sebagai naginata (tombak tradisional Jepang).[1] Menurut buku catatan sejarah jepang Kojiki, amenonuhoko tersebut diberikan kepada Izanami dan Izanagi oleh dewa pendahulu di surgawi.[2] Kedua dewa tersebut kemudian pergi menuju jembatan penghubung langit dan bumi, Ame-no Ukihashi ("jembatan terapung surga") dan membentuk daratan dari lautan menggunakan naginata (Amenonuhoko).[3][4]