Anjing rakun jepang, atau tanuki, adalah sebuah spesies dalam Caninae yang endemik ke Jepang. Spesies ini menjadi salah satu dari dua spesies dalam genus Nyctereutes, bersamaan dengan anjing rakun biasa (N. procyonoides). Beberapa ahli menganggap anjing rakun jepang sebagai subspesies dari anjing rakun biasa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Anjing rakun jepang | |
|---|---|
| Di Higashiyama Zoo and Botanical Gardens | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Carnivora |
| Famili: | Canidae |
| Genus: | Nyctereutes |
| Spesies: | N. viverrinus |
| Nama binomial | |
| Nyctereutes viverrinus (Temminck, 1838) | |
| Sinonim | |
| |

Anjing rakun jepang (Nyctereutes viverrinus), atau tanuki, adalah sebuah spesies dalam Caninae yang endemik ke Jepang.[1] Spesies ini menjadi salah satu dari dua spesies dalam genus Nyctereutes, bersamaan dengan anjing rakun biasa (N. procyonoides).[2] Beberapa ahli menganggap anjing rakun jepang sebagai subspesies dari anjing rakun biasa.
Anjing rakun jepang memiliki perut yang lebih kecil dan bulu yang lebih pendek dari pada anjing rakun biasa.[3] Dapat ditemukan individu berbulu putih, tetapi langka.[4] Di dataran utama Jepang, albinisme okulokutan disebabkan oleh mutasi pada ekson ketiga dan kelima dari urutan nukleotida TYR, yang berperan dalam pigmentasi melanin.[5] Hewan ini nokturnal.[6]
Tanuki digambarkan dalam cerita rakyat Jepang sebagai makhluk yang nakal, kocak, riang gembira, serta pandai menyamar dan berubah bentuk. Cerita rakyat berjudul Periuk Bunbuku dan Gunung Kachi-kachi menampilkan Tanuki sebagai tokoh utama.