Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Shōkera

Shōkera adalah yokai dalam cerita rakyat Jepang yang menghuni atap rumah dan kuil. Ia muncul untuk memangsa manusia yang berbuat tipu daya kepada para dewa.

yokai dalam cerita rakyat Jepang
Diperbarui 5 Januari 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Shōkera
ilustrasi shōkera oleh seniman Sawaki Suushi (佐脇嵩之 1707-1772) yang dimuat di Hyakkai-Zukan

Shōkera (Jepang: 精螻蛄 - roh jangkrik-tikuscode: ja is deprecated ) adalah yokai dalam cerita rakyat Jepang yang menghuni atap rumah dan kuil. Ia muncul untuk memangsa manusia yang berbuat tipu daya kepada para dewa.

Penampilan

Shōkera memiliki wujud iblis bertubuh besar dengan kulit gelap, memiliki tiga jari dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengintai dari atas atap. Shōkera diyakini sebagai sejenis iblis yang memiliki hubungan dengan Kōshin, sebuah agama yang dianut oleh rakyat esoteris Jepang yang berasal dari ajaran Taoisme. Shōkera hanya muncul pada malam-malam tertentu. Menurut kepercayaan Kōshin ia muncul setiap enam puluh hari sekali. Shōkera memata-matai orang yang hendak berbuat jahat melalui jendela, pintu, atau langit-langit rumah dan seketika menerkam korbannya.[1]

Berdasarkan sumber dari Hyakkai Zukan, Gazu Hyakki Yagyō, dan sebagainya, shōkera muncul dengan gambar tanpa deskripsi penjelas, sehingga menyulitkan sastrawan untuk mengkategorisasikannya.

Asal

Menurut ajaran Kōshin, terdapat tiga serangga atau cacing spiritual, yang disebut sanshi, yang hidup di dalam setiap tubuh manusia. Setiap enam puluh malam, pada malam tertentu (kōshin machi), cacing-cacing tersebut meninggalkan tubuh manusia ketika inangnya tidur. Sanshi kemudian naik ke langit untuk melaporkan amalan baik dan buruk manusia yang dihinggapinya kepada Sepuluh-Tei (dewa surgawi). Dewa surgawi kemudian menggunakan informasi tersebut untuk memperpanjang atau memperpendek hidup orang-orang sesuai dengan perbuatan mereka. Sementara itu orang jahat yang kemungkinan akan dihukum mencoba untuk menghindar dengan tetap terjaga dan membaca doa sepanjang malam selama malam kōshin machi tersebut sehingga sanshi tidak dapat meninggalkan tubuh inangnya. Saat itulah shōkera mulai melakukan tugasnya dengan mengintai dari atas atap kemudian mengintip ke jendela, dan memburu siapa pun yang melanggar hukum surga.[1]

Referensi

  1. 1 2 "Shōkera | Yokai.com" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-02-17.

Bacaan lanjutan

  • Bane, Theresa (2016). Encyclopedia of Beasts and Monsters in Myth, Legend and Folklore. Tokyo: McFarland. ISBN 9780786495054. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Foster, Michael Dylan (2015). The Book of Yokai: Mysterious Creatures of Japanese Folklore. University of California Press. ISBN 9780520253629. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Papp, Zília (2010). Anime and Its Roots in Early Japanese Monster Art. Brill. ISBN 9789004202870. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Yoda, Hiroko (2013). Yokai Attack! The Japanese Monster Survival Guide. Tokyo: Tuttle Publishing. ISBN 9781462908837. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • l
  • b
  • s
Cerita rakyat Jepang
Cerita rakyat
Periuk Bunbuku · Kakek Pemekar Bunga · Issun-bōshi · Gunung Kachi-kachi · Kintarō · Momotarō · Pertarungan Monyet dan Kepiting · Lidah Pipit yang Terpotong · Putri Kaguya · Tamamo-no-Mae · Tuan Karung Beras · Urashima Tarō · Yotsuya Kaidan
Utamaro Yama-uba dan Kintaro
Koleksi naskah
Konjaku Monogatarishū · Otogizōshi · Uji Shūi Monogatari
Makhluk legenda
  • Abura-akago
  • Abura-sumashi
  • Aka Manto
  • Akaname
  • Akashita
  • Akateko
  • Akuma
  • Amabie
  • Amanojaku
  • Amazake-babaa
  • Amefurikozō
  • Ameonna
  • Amikiri
  • Aobōzu
  • Aonyōbō
  • Aosaginohi
  • Ashinagatenaga
  • Ayakashi
  • Azukiarai
  • Bake-kujira
  • Bakeneko
  • Baku
  • Basan
  • Binbōgami
  • Chimimōryō
  • Daidarabotchi
  • Dodomeki
  • Dragon
  • Enenra
  • Funayūrei
  • Furaribi
  • Fūri
  • Futakuchi-onna
  • Gagoze
  • Gashadokuro
  • Goryō
  • Hanako-san
  • Harionago
  • Hibagon
  • Hiderigami
  • Hitogitsune
  • Hitotsume-kozō
  • Hitotsume-nyūdō
  • Hone-onna
  • Hyōsube
  • Ikiryō
  • Ikuchi
  • Inugami
  • Ishinagenjo
  • Isonade
  • Janjanbi
  • Jinmenju
  • Jorōgumo
  • Jubokko
  • Kamaitachi
  • Kamikiri
  • Kappa
  • Kasha
  • Kawauso
  • Keukegen
  • Kijimuna
  • Kinoko
  • Kirin
  • Kitsune
    • Hakuzōsu
  • Kitsunebi
  • Kodama
  • Komainu
  • Konaki-jiji
  • Koro-pok-guru
  • Koromodako
  • Kuchisake-onna
  • Kuda-gitsune
  • Kudan
  • Kyubi
  • Mikaribaba
  • Mikoshi-nyūdō
    • Miage-nyūdō
  • Misaki
  • Mizuchi
  • Mokumokuren
  • Momiji
  • Momonjī
  • Mononoke
  • Mōryō
  • Mu-onna
  • Mujina
  • Namahage
  • Namazu
  • Nekomata
  • Ningyo
  • Noderabō
  • Noppera-bō
  • Nue
  • Nuppeppō
  • Nurarihyon
  • Nure-onna
  • Nurikabe
  • Nyūdō-bōzu
  • Obake
  • Oboroguruma
  • Oiwa
  • Okiku
  • Ōmukade
  • Oni
    • Ibaraki-dōji
    • Kijo/Onibaba
    • Kidōmaru
    • Rashōmon no oni
    • Shuten-dōji
  • Onibi
  • Onikuma
  • Onryō
  • Ōnyūdō
  • Osaki
  • Otoroshi
  • Ouni
  • Okubi
  • Ohaguro-Bettari
  • Raijū
  • Rokurokubi
  • Samebito
  • Sankai
  • Satori
  • Sazae-oni
  • Shachihoko
  • Shidaidaka
  • Shikigami
  • Shinigami
  • Shiranui
  • Shirime
  • Shiryō
  • Shōjō
  • Shōkera
  • Sōjōbō
  • Sunekosuri
  • Takaonna
  • Tanuki
    • Danzaburou-danuki
    • Inugami Gyoubu
    • Shibaemon-tanuki
    • Yashima no Hage-tanuki
  • Ten
  • Tengu
  • Tennin
  • Tenome
  • Tesso
  • Tōfu-kozō
  • Tsuchigumo
  • Tsuchinoko
  • Tsukumogami
    • Abumi-guchi
    • Bakezōri
    • Biwa-bokuboku
    • Boroboroton
    • Chōchin-obake
    • Ittan-momen
    • Kasa-obake
    • Koto-furunushi
    • Menreiki
    • Ungaikyō
  • Tsurubebi
  • Tsurara-onna
  • Tsurube-otoshi
  • Ubagabi
  • Ubume
  • Umi zatō
  • Umibōzu
  • Ushi-oni
  • Uwan
  • Waira
  • Wanyūdō
  • Yamabiko
  • Yamawaro
  • Yamajijii
  • Yama-uba
  • Yanari
  • Yobuko
  • Yōkai
  • Yōsei
  • Yosuzume
  • Yuki-onna
  • Yume no seirei
  • Yūrei
  • Zashiki-warashi
Folkloris
  • Kunio Yanagita
  • Keigo Seki
  • Lafcadio Hearn
  • Shigeru Mizuki
  • Inoue Enryō


Ikon rintisan

Artikel bertopik Mitologi atau cerita rakyat Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penampilan
  2. Asal
  3. Referensi
  4. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Cerita rakyat Jepang

Cerita rakyat Jepang adalah salah satu aspek penting dari kebudayaan Jepang. Umumnya, cerita rakyat Jepang terdiri dari serangkaian cerita klasik yang

Oni

Jenis yōkai dari cerita rakyat Jepang, diterjemahkan secara beragam sebagai setan, raksasa, atau troll

Ittan-momen

(bahasa Jepang Kanji: 一反木綿code: ja is deprecated , Hiragana: いったんもめんcode: ja is deprecated ) adalah salah satu yokai dalam cerita rakyat Jepang, yang legendanya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026