Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Feminisme berjaringan

Feminisme berjaringan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk mobilisasi dan koordinasi gerakan feminis melalui media daring, khususnya internet dan jejaring sosial. Konsep ini merujuk pada praktik penggunaan platform digital untuk merespons tindakan seksisme, misogini, rasisme, serta berbagai bentuk diskriminasi terhadap kelompok tertentu, sekaligus untuk mempromosikan gagasan kesetaraan gender. Istilah ini mencakup beragam pendekatan dan pemahaman tentang feminisme. Sejarah gerakan feminis yang berkembang dalam beberapa gelombang menunjukkan bahwa tidak terdapat otoritas tunggal yang menetapkan definisi resmi mengenai feminisme. Feminisme berjaringan mencerminkan keragaman perspektif yang ada dalam gerakan tersebut, dengan kesamaan pada upaya mengkritisi dan mengubah struktur sosial yang dianggap tidak setara berdasarkan gender.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bagian dari seri
Feminisme
  • Wanita
  • Gadis
  • Femininitas
Sejarah
Sosial
  • Sejarah wanita
  • Sejarah feminis
  • Sejarah feminisme
  • Sejarah wanita Indonesia
  • Sejarah wanita Amerika
  • Sejarah wanita Kanada
  • Sejarah wanita Jerman
  • Sejarah wanita di Britania Raya
Linimasa
  • Hak pilih wanita
    • Negara mayoritas Muslim
    • Amerika Serikat
  • Hak wanita lainnya
Hak pilih menurut negara
  • Australia
  • Kanada
  • Jepang
  • Kuwait
  • Selandia Baru
  • Swedia
  • Swiss
  • Britania Raya
    • Wales
  • Amerika Serikat
    • Di negara bagian
      • Utah
Gelombang
  • Pertama
  • Kedua
  • Ketiga
  • Keempat
Varian (umum)
  • Amazon
  • Analitis
  • Anarkis
  • Ateis
  • Konservatif
  • Budaya
  • Siber
  • Perbedaan
  • Eko-
    • Vegetarian
  • Kesetaraan
  • Gemuk
  • Prancis
    • Pascastrukturalis Prancis
  • Gender
  • Global
  • Hip-hop
  • Individualis
  • Jineologi
  • Buruh
  • Lesbian
    • Lesbian radikal
  • Liberal
    • Keadilan
  • Lipstik
  • Marxis
  • Material
  • Keibuan
  • Neo-
  • Baru
  • Pasca-
  • Pascakolonial
  • Pascamodern
  • Anti-aborsi
  • Pascastruktural
  • Rasial
    • Hitam
    • Chicana
    • Pribumi
      • Pribumi Amerika
    • Putih
  • Radikal
  • Separatis
  • Seks-positif
  • Sosial
  • Sosialis
  • Pendirian
  • Dunia ketiga
  • Trans
  • Transnasional
  • Womanisme
    • Africana
Varian (religius)
  • Buddhis
  • Kristen
  • Neopagan
    • Dianic Wicca
    • Reklamasi
  • Hindu
  • Islam
  • Yahudi
    • Ortodoks
  • Mormon
  • Sikh
Konsep
  • Antifeminisme
  • Bersepeda
  • Kritik pernikahan
  • Literatur anak feminis
  • Dampak terhadap masyarakat
  • Kesetaraan
  • Feminisme tertanam
  • Pendidikan perempuan
  • Mutilasi alat kelamin wanita
  • Femik
  • Feminazi
  • Feminisme and SIG
  • Feminisme dalam budaya
  • Penari telanjang feminis
  • Kesetaraan gender
  • Kekuatan perempuan
  • Pembunuhan kehormatan
  • Hari Perempuan Internasional
  • Reformasi bahasa
  • Tatapan pria
  • Agama matriarkal
  • Media
  • Pria dan feminisme
  • Meninisme
  • Gerakan
    • Gerakan hak pilih wanita Afrika-Amerika
    • Gerakan seni
    • Dalam hip hop
  • Feminisme berjaringan
  • Oedipus kompleks
  • Lesbianisme politik
    • Separatisme lesbian
  • Profeminisme
  • Protofeminisme
  • Keadilan reproduksi
  • Hak pekerja seks
  • Pelecehan seksual
  • Objektifikasi seksual
  • Feminisme negara
  • Feminisme jerami
  • Teori
    • dalam kajian komposisi
  • Triple oppression
  • Feminisme korban
  • Kekerasan terhadap wanita
  • Pandangan tentang BDSM
  • Pandangan tentang pornografi
  • Pandangan tentang prostitusi
  • Pandangan tentang orientasi seksual
  • Pandangan tentang seksualitas
  • Pandangan tentang kaum transgender dan transseksual
  • Perang terhadap Wanita
  • Kesehatan wanita
  • Hak wanita
  • Perempuan dalam angkatan kerja
Teori
  • Metode feminis
  • Kajian gender
  • Gender mainstreaming
  • Ginosentrisme
  • Kyriarchy
  • Matriarki
  • Kajian wanita
  • Kajian pria
  • Patriarki
  • Écriture féminine
..feminis
  • Antropologi
  • Arkeologi
  • Arsitektur
  • Seni
    • Kritik seni
    • Kritik sastra
    • Teori film
  • Biologi
  • Kajian komposisi
  • Kriminologi
    • Perspektif jalur
  • Ekonomi
  • Fpda
  • Geografi
  • Hubungan internasional
    • Konstruksivisme
  • Teori hukum
  • Pedagogi
  • Filsafat
    • Estetika
    • Empirisme
    • Epistemologi
    • Etika
      • Etika keadilan
    • Eksistensialisme
    • Metafisika
  • Ekologi politik
  • Teori politik
  • Pornografi
  • Psikologi
  • Mitologi feminis
  • Fiksi ilmiah
  • Perang seks
  • Seksologi
  • Sosiologi
  • Teknosains
  • Teologi
    • Thealogi
    • Teologi womanis
Menurut negara
  • Albania
  • Australia
  • Bangladesh
  • Kanada
  • Tiongkok
  • Republik Kongo
  • Denmark
  • Mesir
  • Ethiopia
  • Finland
  • Prancis
  • Jerman
  • Ghana
  • Yunani
  • Hong Kong
  • India
  • Indonesia
    • Indonesia
  • Iran
  • Irak
  • Republik Irlandia
  • Israel
  • Italia
  • Jepang
  • Amerika Latin
    • Argentina
    • Brasil
    • Chili
    • Haiti
    • Honduras
    • Meksiko
    • Paraguay
    • Trinidad dan Tobago
  • Lebanon
  • Malaysia
  • Mali
  • Nepal
  • Belanda
  • Selandia Baru
  • Nigeria
  • Siprus Utara
  • Norwegia
  • Pakistan
  • Filipina
  • Polandia
  • Rusia
  • Suriah
  • Afrika Selatan
  • Korea Selatan
  • Swedia
  • Taiwan
  • Thailand
  • Turki
  • Vietnam
  • Ukraina
  • Britania Raya
  • Amerika Serikat
    • Gerakan feminis
    • Sejarah wanita
Daftar dan kategori
Daftar
  • Artikel
  • Feminis
    • Menurut kebangsaan
  • Literatur
    • Literatur feminis Amerika
    • Buku komik
  • Feminis konservatif
  • Daftar negara menurut rata-rata tahun wanita di sekolah
  • Penulis ekofeminis
  • Kritik seni
  • Ekonom
  • Filsuf
  • Penyair
  • Retoris
  • Feminis Yahudi
  • Partai feminis
  • Suffragists dan suffragettes
  • Aktivis hak wanita
  • Jurnal kajian wanita
  • Organisasi hak pilih utama
Kategori
  • Hak wanita menurut negara
  • Feminis menurut kebangsaan
  • l
  • b
  • s

Feminisme berjaringan (dalam bahasa Inggris : networked feminism) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk mobilisasi dan koordinasi gerakan feminis melalui media daring, khususnya internet dan jejaring sosial. Konsep ini merujuk pada praktik penggunaan platform digital untuk merespons tindakan seksisme, misogini, rasisme, serta berbagai bentuk diskriminasi terhadap kelompok tertentu, sekaligus untuk mempromosikan gagasan kesetaraan gender.[1][2][3] Istilah ini mencakup beragam pendekatan dan pemahaman tentang feminisme. Sejarah gerakan feminis yang berkembang dalam beberapa gelombang menunjukkan bahwa tidak terdapat otoritas tunggal yang menetapkan definisi resmi mengenai feminisme.[4] Feminisme berjaringan mencerminkan keragaman perspektif yang ada dalam gerakan tersebut, dengan kesamaan pada upaya mengkritisi dan mengubah struktur sosial yang dianggap tidak setara berdasarkan gender.[5]

Feminisme berjaringan tidak dipimpin oleh satu organisasi atau kelompok tertentu. Sebaliknya, ia muncul sebagai hasil dari partisipasi individu maupun komunitas yang memanfaatkan teknologi digital untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan tuntutan mereka. Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Tumblr umum digunakan untuk menyebarkan informasi, membangun solidaritas, serta mengoordinasikan kampanye melalui mekanisme seperti kelompok daring dan tagar (hashtag).[1] Sebagai bagian dari perkembangan aktivisme digital, feminisme berjaringan dipandang sebagai salah satu bentuk ekspresi feminisme kontemporer. Kemampuan internet untuk menghubungkan individu lintas wilayah dan negara memungkinkan isu-isu tertentu memperoleh perhatian luas dalam waktu relatif singkat, serta memperluas partisipasi publik dalam diskursus mengenai kesetaraan gender.[6]

Latar belakang

Berkembangnya jaringan aktivis feminis secara luas melalui platform digital terjadi seiring dengan meningkatnya penggunaan internet dan situs media sosial. Feminisme berjaringan menjadi bagian dari komunitas feminis kontemporer yang berfokus pada ruang siber, internet, dan teknologi digital. Komunitas ini berkaitan dengan gerakan yang dikenal sebagai feminisme dunia maya (cyberfeminism), yang menyoroti relasi antara gender dan teknologi. Pada tahap awal perkembangannya, feminisme daring terutama hadir dalam bentuk jurnal daring, situs web, dan blog. Platform-platform ini muncul sebagai respons atas kebutuhan akan ruang publik tempat perempuan muda dapat menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi sosial di sekitarnya. Baik perempuan maupun laki-laki kemudian menciptakan ruang-ruang digital untuk menyuarakan pendapat serta meningkatkan kesadaran publik tentang ketimpangan gender dan ras.[7]

Seiring perkembangan teknologi, komunikasi melalui internet menjadi semakin mudah diakses. Individu yang memiliki akses internet dapat menyampaikan opini mereka kepada khalayak global. Berbagai platform berbasis web berkembang untuk mendukung kebutuhan komunikasi tersebut, seperti YouTube yang memungkinkan praktik vlogging, serta platform media sosial seperti Twitter, Tumblr, dan Instagram yang memfasilitasi penyebaran informasi secara cepat dan luas.[7] Selain itu, Facebook, sebagai salah satu platform media sosial terbesar, memungkinkan pengguna memanfaatkan profil pribadi dan kelompok diskusi untuk menyampaikan pandangan mereka kepada audiens global.[8] Keberadaan platform-platform ini membuka peluang bagi para feminis untuk membentuk koalisi virtual dan melakukan advokasi terhadap isu-isu seksisme dalam skala yang lebih luas.[1]

Koalisi daring tersebut turut berkontribusi pada meningkatnya kosakata dan kesadaran mengenai isu gender dalam dialog media nasional seperti di Amerika Serikat. Studi yang dilakukan oleh Score Media Metrix pada tahun 2008 menunjukkan bahwa situs komunitas berbasis perempuan termasuk di antara kategori situs dengan pertumbuhan tercepat pada tahun tersebut.[7] Sejumlah pengamat menyatakan bahwa aktivisme berjaringan pada masa kini memiliki dimensi feminis yang signifikan, ditandai oleh terbentuknya koalisi aktivis yang secara cepat merespons isu-isu terkait ketidaksetaraan gender, diskriminasi berbasis jenis kelamin, serta perdebatan mengenai kebijakan publik di bidang kesehatan. Platform blog dan media sosial berfungsi sebagai ruang penyebaran informasi dan diskusi mengenai isu-isu feminis dalam lingkup nasional dan internasional. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa perkembangan ini berkaitan dengan meningkatnya partisipasi perempuan dalam berbagai bentuk aktivisme serta dalam proses politik di tingkat nasional.[1] Aktivis dan penulis Bell hooks menekankan pentingnya kolaborasi lintas latar belakang dalam menganalisis dinamika ras, gender, dan kelas secara lebih komprehensif. Pandangan ini dikemukakan dalam konteks upaya mengembangkan pendekatan yang tidak terbatas pada satu kerangka analisis tunggal.[9]

Kritik

Rebecca Sive menyatakan bahwa apa yang disebut sebagai feminisme berjaringan baru memiliki kesinambungan dengan praktik feminis sebelumnya, khususnya dalam hal metode dan indikator keberhasilan. Menurut Sive, upaya untuk mendorong perubahan institusional secara historis dilakukan melalui pembentukan jaringan, komunikasi, dan pengorganisasian kolektif. Perbedaan utama terletak pada medium yang digunakan, yakni platform digital. Dalam pandangan ini, medium komunikasi diposisikan sebagai sarana yang memfasilitasi perubahan, bukan sebagai faktor utama yang menginisiasinya.[10]

Nona Willis-Aronowitz, penulis Girl Drive: Criss-crossing America, Redefining Feminism, mengemukakan bahwa meskipun media sosial berkontribusi pada peningkatan visibilitas isu-isu feminisme dan perempuan, terdapat kekhawatiran mengenai terbentuknya apa yang dikenal sebagai ruang gema atau echo chamber, yaitu situasi ketika pertukaran gagasan berlangsung terutama di antara individu dengan pandangan yang serupa. Aronowitz juga menyoroti adanya keragaman perspektif yang luas mengenai definisi dan tujuan feminisme, baik di kalangan perempuan maupun laki-laki. Keragaman ini dinilai mempersulit penetapan batas konseptual yang tegas mengenai apa yang dimaksud dengan feminisme berjaringan baru.[11]

Kesenjangan digital

Dampak feminisme berjaringan dinilai memiliki keterbatasan karena tidak semua orang memiliki akses terhadap internet. Fenomena ini berkaitan dengan konsep kesenjangan digital (digital divide), yaitu ketimpangan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi di antara kelompok sosial, ekonomi, atau geografis tertentu.Menurut Samhita Mukhopadhyay, editor eksekutif blog feminis Feministing, terdapat kecenderungan untuk mengabaikan kelompok perempuan yang tidak terhubung secara daring. Mukhopadhyay menyatakan bahwa sebagian gerakan feminis juga perlu menjangkau masyarakat melalui interaksi langsung, kerja komunitas, dan kerja internasional, mengingat meskipun banyak orang telah terhubung ke internet, akses tersebut belum bersifat universal.[11]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Watson, Tom (February 10, 2013). "Networked Women as a Rising Political Force, Online and Off". Tech President.
  2. ↑ Chodorow, Nancy J. (1992). Feminism and Psychoanalytic Theory (Edisi New). Bangkok: Yale U.P. ISBN 978-0-300-05116-2.
  3. ↑ Collins, Patricia Hill (2008). Black Feminist Thought: Knowledge, Consciousness, and the Politics of Empowerment (Edisi [2nd ed.].). London: Routledge. ISBN 978-0415964722.
  4. ↑ Kelley, Colleen E.; Eblen, Anna L., ed. (2002). Women who speak for peace. Lanham, Md.: Rowman & Littlefield. hlm. 3. ISBN 978-0742508750.
  5. ↑ Goldrick-Jones, Amanda (2002). Dismantling the master's house? : men who believe in feminism. Westport, Conn.: Praeger. hlm. 5. ISBN 9780275968229.
  6. ↑ Courtney E. Martin and Vanessa Valenti, #FemFuture: Online Revolution, vol. 8 (Barnard Center for Research on Women, 2012).
  7. 1 2 3 Staff Writer (July 29, 2008). "The 'Online' Estrogen Revolution". Canada.com.
  8. ↑ Ballve, Marcelo. "Our List Of The World's Largest Social Networks Shows How Video, Messages, And China Are Taking Over The Social Web". Business Insider (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-01.
  9. ↑ bell hooks (February 1, 2013). Teaching Critical Thinking: Practical Wisdom. London, England: Routledge. ISBN 978-1135263492.
  10. ↑ "New Networked Feminism Just Like the Old Networked Feminism: Organize or Die". March 19, 2012.
  11. 1 2 Ghorbani (February 10, 2013). "Tweeting feminists exploring feminism and social media". Fem2.0.
  • l
  • b
  • s
Feminisme
  • Wanita
  • Anak perempuan
  • Femininitas
Sejarah
Sosial
  • Sejarah perempuan
  • Sejarah feminis
  • Garis waktu hak perempuan (selain hak pilih)
Hak pilih
  • Hak pilih perempuan
  • Garis waktu
    • Negara mayoritas Muslim
    • Amerika Serikat
  • Australia
  • Kanada
  • Jepang
  • Kuwait
  • Selandia Baru
  • Swedia
  • Swiss
  • Britania Raya
    • Wales
  • Amerika Serikat
    • negara bagian
      • Utah
Umum
  • Gelombang pertama
  • Gelombang kedua
  • Gelombang ketiga
  • Gelombang keempat
  • Garis waktu
  • Garis waktu gelombang kedua
Varian
  • Analitis
  • Anarkis
  • Anti-aborsi
  • Ateis
  • Konservatif
  • Budaya
  • Siber
  • Konfederalisme demokratis
  • Perbedaan
  • Eko
    • Vegetarian
  • Kesamaan
  • gemuk
  • Prancis
    • Pascastrukturalis Prancis
  • Gender
  • Global
  • Grafiti
  • Hip-hop/Aktivisme
  • Individualis
  • Buruh
  • Lesbian
  • Liberal
    • Kesetaraan
  • Lipstik
  • Material
  • Maternal
  • Neo
  • Baru
  • Pasca
  • Pascakolonial
  • Pascamodern
  • Pascastruktural
  • Multikultural
    • Kulit hitam
    • Chicana
    • Pribumi
      • Kurdi
      • Pribumi Amerika
    • Kulit putih
  • Radikal
    • Lesbian radikal
  • Agama
    • Buddha
    • Kristen
    • Hindu
    • Islam
    • Yahudi
      • Ortodoks
    • Mormon
    • Neopagan
      • Dianic Wicca
      • Reclaiming
    • Sikh
  • Separatis
  • Positif seks
  • Sosial
  • Sosialis
    • Marxis
  • Standpoint
  • Dunia ketiga
  • Trans
  • Transnasional
  • Womanisme
    • Africana
Konsep
  • Bersepeda dan feminisme
  • Sastra anak
  • Feminisme tertanam
  • Pendidikan perempuan
  • Femisida
  • Feminisme dan kesetaraan
  • Feminisme dan media
  • Efek feminis terhadap masyarakat
  • Feminisme dalam budaya
  • Gerakan feminis
    • Gerakan hak pilih perempuan Afrika-Amerika
    • Aliran seni
    • Hip hop
  • Penari tiang feminis
  • Teori feminis
    • Studi komposisi
  • Kesetaraan gender
  • Kekuatan perempuan
  • Reformasi bahasa
  • Pandangan laki-laki
  • Agama matriarkis
  • Laki-laki dan feminisme
  • Misogini
  • Feminisme berjaringan
  • Penentangan terhadap feminisme
  • Lesbianisme politik
    • Separatisme lesbian
  • Pro-feminisme
  • Protofeminisme
  • Keadilan reproduktif
  • Second-generation gender bias
  • Seksisme dalam kedokteran
  • Pelecehan seksual
  • Feminisme negara
  • Feminisme jerami
  • Transgender dan transeksual
  • Penindasan lipat tiga
  • Feminisme korban
  • Pandangan terhadap BDSM
  • Pandangan terhadap pornografi
  • Pandangan terhadap prostitusi
  • Perang Melawan Perempuan
  • Kesehatan perempuan
  • Hak perempuan
  • Perempuan dalam angkatan kerja
Teori
  • Studi gender
  • Pengarusutamaan gender
  • Ginosentrisme
  • Matriarki
  • Studi perempuan
  • Studi laki-laki
  • Kiriarki
  • Patriarki
  • Écriture féminine
  • ekonomi
  • FPDA
  • Metode
  • Kompleks Oedipus
  • Teori politik
  • Teologi
    • Tealogi
    • Teologi womanis
  • Seksologi
  • Sosiologi
  • Teori hukum
  • Seni
    • Kritik seni
    • Kritik sastra
    • Teori film
  • Biologi
  • Ekologi politik
  • Arsitektur
  • Antropologi
  • Arkeologi
  • Kriminologi
    • Perspektif jalur
  • Geografi
  • Pedagogi
  • Filsafat
    • Estetika
    • Empirisisme
    • Epistemologi
    • Etika
      • Etika keadilan
    • Eksistensialisme
    • Metafisika
  • |Pornografi
  • Psikologi
  • Hubungan internasional
  • Eksistensialisme
  • Mitologi revisionis
  • Teknosains
  • Fiksi ilmiah
  • Studi komposisi
Menurut negara
  • Albania
  • Australia
  • Bangladesh
  • Kanada
  • Tiongkok
  • Republik KOngo
  • Denmark
  • Mesir
  • Ethiopia
  • Finlandia
  • Prancis
  • Jerman
  • Ghana
  • Yunani
  • Hong Kong
  • India
  • Indonesia
  • Iran
  • Irak
  • Republik Irlandia
  • Israel
  • Italia
  • Jepang
  • Amerika Latin
    • Argentina
    • Brasil
    • Chili
    • Haiti
    • Honduras
    • Meksiko
    • Paraguay
    • Trinidad dan Tobago
  • Lebanon
  • Malaysia
  • Pribumi Amerika
  • Mali
  • Nepal
  • Belanda
  • Selandia Baru
  • Nigeria
  • Siprus Utara
  • Norwegia
  • Pakistan
  • Filipina
  • Polandia
  • Rusia
  • Suriah
  • Afrika Selatan
  • Korea Selatan
  • Swedia
  • Taiwan
  • Thailand
  • Turki
  • Vietnam
  • Ukraina
  • Britania Raya
  • Amerika Serikat
    • Sejarah perempuan
  • Daftar
  • Indeks
  • Artikel
  • Feminis
    • menurut kebangsaan
  • Sastra
    • Sastra feminis Amerika Serikat
    • Buku komik feminis
  • Feminisme konservatif
  • Negara menurut usia rata-rata perempuan di sekolah
  • Pengarang ekofeminis
  • Kritikus seni feminis
  • Ekonom feminis
  • Filsuf feminis
  • Penyair feminis
  • Ahli retorika feminis
  • Feminis Yahudi
  • Feminis Muslim
  • Partai feminis
  • Aktivis hak pilih perempuan
  • Aktivis hak perempuan
  • Jurnal studi perempuan
  • Organisasi hak pilih perempuan

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Kritik
  3. Kesenjangan digital
  4. Referensi

Artikel Terkait

Feminisme

kelompok gerakan yang muncul untuk mendefinisikan, dan membela kesetaraan gender, termasuk persamaan hak bagi perempuan dan anak perempuan

Feminisme Islam

Feminisme Islam diartikan oleh para cendekiawan Islam lebih radikal ketimbang feminisme sekuler dan dilandaskan dalam kepentingan Islam dengan al-Qur'an

Anarka-feminisme

Anarka-feminisme, juga dikenal sebagai feminisme anarkis atau anarko-feminisme, adalah sebuah sistem analisis yang menggabungkan prinsip-prinsip dan analisis

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026