Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDragonfly 44
Artikel Wikipedia

Dragonfly 44

Dragonfly 44 adalah galaksi ultra difus yang terletak di Gugus Koma. Galaksi ini menjadi perhatian karena pengamatan terhadap dispersi kecepatan pada tahun 2016 yang menunjukkan massa sekitar satu triliun massa matahari. Nilai tersebut hampir setara dengan massa Bima Sakti. Perkiraan massa ini didukung oleh penghitungan gugus bola yang diamati mengelilingi Dragonfly 44.

Wikipedia article
Diperbarui 3 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dragonfly 44
Dragonfly 44
Hubble Space Telescope view of the galaxy Dragonfly 44
Data pengamatan (J2000 epos)
Rasi bintangComa Berenices
Asensio rekta 13j 00m 58.0d[1]
Deklinasi +26° 58′ 35″[1]
Pergeseran merah~0.023
Kecepatan radial helio6280 ± 120 km/s
Jarak~100 Mpc (~330 Mly)
Kelompok dan gugusan galaksiGugus Coma
Magnitudo semu (V)21 mags; or 19.4 mags[2]
Magnitudo semu (B)22
Magnitudo mutlak (V)-16.1 mag[2]
Ciri-ciri
Massa~1.6×1011 M☉
Ukuran semu (V)10 x 35 arcsec
Penamaan lain
SDSS J130057.98+265839.6, SDSS J130058.17+265836.1, SDSS J130058.21+265829.3

Dragonfly 44 adalah galaksi ultra difus yang terletak di Gugus Koma.[1][3][4] Galaksi ini menjadi perhatian karena pengamatan terhadap dispersi kecepatan pada tahun 2016 yang menunjukkan massa sekitar satu triliun massa matahari. Nilai tersebut hampir setara dengan massa Bima Sakti.[5] Perkiraan massa ini didukung oleh penghitungan gugus bola yang diamati mengelilingi Dragonfly 44.[6]

Pengukuran kinematika spasial yang lebih detail menunjukkan bahwa massa galaksi Dragonfly 44 sekitar 160 miliar massa matahari, enam kali lebih kecil dibandingkan perkiraan awal dan satu orde besarnya lebih rendah daripada massa Bima Sakti.[7] Penelitian terbaru menemukan sekitar 20 gugus bola yang mengelilingi galaksi, angka ini sesuai dengan perkiraan massa saat ini.[8][9] Tidak adanya emisi sinar-X dari galaksi dan lingkungan sekitarnya mendukung bahwa jumlah gugus bola tidak sebanyak yang dilaporkan sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa Dragonfly 44 memiliki massa yang lebih rendah dan kecerahan yang lebih rendah dibandingkan Bima Sakti.[10]

Dragonfly 44 memancarkan sekitar 1% dari cahaya yang dipancarkan oleh Bima Sakti.[11] Galaksi ini ditemukan dengan menggunakan Dragonfly Telephoto Array, sebuah instrumen yang dirancang untuk mendeteksi objek-objek langit dengan kecerahan permukaan rendah. Penemuan ini kemudian menjadi dasar studi mengenai kandungan materi gelap di galaksi ultra-difus.[12]

Studi awal

Pada studi awal tahun 2016, pengukuran materi gelap galaksi dilakukan dengan menggunakan instrumen Deep Imaging Multi-Object Spectrograph (DEIMOS) yang dipasang pada teleskop Keck II untuk mengukur kecepatan bintang selama 33,5 jam dan dilakukan dalam enam malam. Data kecepatan tersebut digunakan untuk memperkirakan massa galaksi. Instrumen Gemini Multi-Object Spectrograph (GMOS) pada teleskop Gemini Utara yang memiliki diameter 8 meter. Teleskop ini digunakan untuk mengidentifikasi halo berupa gugus bintang berbentuk sferis di sekitar inti galaksi.[13] Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, pada Agustus tahun 2016 dilaporkan bahwa Dragonfly 44 memiliki kandungan materi gelap yang signifikan dibandingkan bintang yang terlihat.[14][15][16]

Lihat juga

  • Galaksi berkecerahan-permukaan rendah (LSB)
  • NGC 1052-DF2
  • Galaksi tipe-cD
  • DGSAT I

Referensi

  1. 1 2 3 Van Dokkum, Pieter (7 January 2015). "Forty-Seven Milky Way-sized, Extremely Diffuse Galaxies in the Coma-Cluster". The Astrophysical Journal Letters. 798 (2): L45. arXiv:1410.8141. Bibcode:2015ApJ...798L..45V. doi:10.1088/2041-8205/798/2/L45.
  2. 1 2 Van Dokkum, Pieter; et al. (1 May 2015). "Spectroscopic confirmation of the existence of large, diffuse galaxies in the coma cluster". The Astrophysical Journal Letters. 804 (1): L26. arXiv:1504.03320. Bibcode:2015ApJ...804L..26V. doi:10.1088/2041-8205/804/1/L26. S2CID 54664026.
  3. ↑ "Scientists discover the fluffiest galaxies". phys.org. 14 May 2015.
  4. ↑ "Dragonfly 44: Ultra-Diffuse Galaxy Made Mostly of Dark Matter". Sci.News. 25 August 2016. Diakses tanggal 21 January 2024.
  5. ↑ Beasley, Michael A.; Romanowsky, Aaron J.; Pota, Vincenzo; Navarro, Ignacio Martin; Delgado, David Martinez; Neyer, Fabian; Deich, Aaron L. (2016-03-03). "AN OVERMASSIVE DARK HALO AROUND AN ULTRA-DIFFUSE GALAXY IN THE VIRGO CLUSTER". The Astrophysical Journal Letters. 819 (2): L20. doi:10.3847/2041-8205/819/2/l20. ISSN 2041-8205. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. ↑ "The puzzle of the strange galaxy made of 99.99% dark matter is solved | Instituto de Astrofísica de Canarias • IAC". iac.es (dalam bahasa Inggris). 2020-10-13. Diakses tanggal 2025-11-21.
  7. ↑ Van Dokkum, Pieter; Wasserman, Asher; Danieli, Shany; Abraham, Roberto; Brodie, Jean; Conroy, Charlie; Forbes, Duncan A.; Martin, Christopher; Matuszewski, Matt (2019). "Spatially Resolved Stellar Kinematics of the Ultra-diffuse Galaxy Dragonfly 44. I. Observations, Kinematics, and Cold Dark Matter Halo Fits, Peter van Dokkum et al. 2019". The Astrophysical Journal (dalam bahasa Inggris). 880 (2): 91. arXiv:1904.04838. doi:10.3847/1538-4357/ab2914. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  8. ↑ Saifollahi, Teymoor; Trujillo, Ignacio; Beasley, Michael A.; Peletier, Reynier F.; Knapen, Johan H. (2020). ""The number of globular clusters around the iconic UDG DF44 is as expected for dwarf galaxies", Saifollahi et al. 2020". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 502 (4): 5921–5934. arXiv:2006.14630. doi:10.1093/mnras/staa3016. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  9. ↑ "The puzzle of the strange galaxy made of 99.99% dark matter is solved". Instituto de Astrofísica de Canarias. 13 October 2020. Diakses tanggal 21 January 2024.
  10. ↑ Bogdan, Akos (2020). ""The American Astronomical Society, find out more The Institute of Physics, find out more The Archetypal Ultra-diffuse Galaxy, Dragonfly 44, Is not a Dark Milky Way", Bogdan 2020". The Astrophysical Journal Letters. arXiv:2009.07846. doi:10.3847/2041-8213/abb886. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  11. ↑ Crosswell, Ken (26 July 2016). "The Milky Way's dark twin revealed". Nature News. Diakses tanggal 30 July 2016.
  12. ↑ Rachel Feltman (25 August 2016). "A new class of galaxy has been discovered, one made almost entirely of dark matter". The Washington Post.
  13. ↑ Byrd, D. (30 August 2016). "A galaxy made of 99.9% dark matter". EarthSky Communications. Diakses tanggal 21 January 2024.
  14. ↑ Van Dokkum, Pieter (25 August 2016). "A High Stellar Velocity Dispersion and ~100 Globular Clusters For The Ultra-Diffuse Galaxy Dragonfly 44". The Astrophysical Journal Letters. 828 (1): L6. arXiv:1606.06291. Bibcode:2016ApJ...828L...6V. doi:10.3847/2041-8205/828/1/L6. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  15. ↑ Hall, Shannon (25 August 2016). "Ghost galaxy is 99.99 per cent dark matter with almost no stars". New Scientist. Diakses tanggal 27 August 2016.
  16. ↑ Feltman, Rachael (26 August 2016). "A new class of galaxy has been discovered, one made almost entirely of dark matter". The Washington Post. Diakses tanggal 26 August 2016.

Pranala luar

  • Media terkait Dragonfly 44 di Wikimedia Commons

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Studi awal
  2. Lihat juga
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Dragonfly Telephoto Array

Teleskop Dragonfly Telephoto Array merupakan rangkaian teleskop optik berbasis darat yang dikembangkan di Dunlap Institute for Astronomy & Astrophysics

Galaksi ultra difus

sekelilingnya. Namun, Dragonfly 44 hanya memancarkan sekitar 1% cahaya Bima Sakti. Pada tahun 2016 kajian awal menunjukkan bahwa Dragonfly 44 mungkin didominasi

Galaksi gelap

quasar. Pada tanggal 25 Agustus 2016, para astronom melaporkan bahwa Dragonfly 44, sebuah Ultra Diffuse Galaxy (UDG) dengan massa mirip galaksi Bima Sakti

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026