DGSAT I adalah galaksi ultra-difus (UDG) yang telah mengalami proses pendinginan, yang terletak di pinggiran Supergugus Pisces-Perseus. Galaksi ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2016 melalui inspeksi visual terhadap citra berwarna penuh dari galaksi katai Andromeda II. DGSAT I berada di lingkungan dengan kepadatan rendah, berbeda dari lingkungan di mana UDG biasanya ditemukan, yang umumnya berkaitan dengan gugus galaksi besar. Komposisi kimianya menunjukkan bahwa galaksi ini kemungkinan terbentuk pada awal alam semesta, pada saat kondisi pembentukan galaksi berbeda dengan lingkungan kosmik saat ini, dan hal ini memberikan petunjuk mengenai evolusi awal galaksi serta proses pembentukan bintang di masa-masa awal kosmos.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| DGSAT I | |
|---|---|
| Data pengamatan (J2000 epos) | |
| Rasi bintang | Pisces |
| Asensio rekta | 01j 17m 35.59d[1] |
| Deklinasi | 33° 31′ 42″[1] |
| Pergeseran merah | 78 Mpc[1] |
| Kecepatan radial helio | 5450 ± 40 km/s[1] |
| Jarak | 254,4 ± 3,3 Mly (78 ± 1 Mpc)[1] |
| Magnitudo semu (V) | 18.18 ± 0.04[1] |
| Magnitudo mutlak (V) | -16.3 ± 0.1 mag[1] |
| Ciri-ciri | |
| Massa | 4.0 × 10×108[1] M☉ |
| Nisbah massa/cahaya | 1.1[1] M☉/L☉ |

DGSAT I adalah galaksi ultra-difus (UDG) yang telah mengalami proses pendinginan, yang terletak di pinggiran Supergugus Pisces-Perseus. Galaksi ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 2016 melalui inspeksi visual terhadap citra berwarna penuh dari galaksi katai Andromeda II.[1] DGSAT I berada di lingkungan dengan kepadatan rendah, berbeda dari lingkungan di mana UDG biasanya ditemukan, yang umumnya berkaitan dengan gugus galaksi besar.[2] Komposisi kimianya menunjukkan bahwa galaksi ini kemungkinan terbentuk pada awal alam semesta, pada saat kondisi pembentukan galaksi berbeda dengan lingkungan kosmik saat ini, dan hal ini memberikan petunjuk mengenai evolusi awal galaksi serta proses pembentukan bintang di masa-masa awal kosmos. [3][4][5][6]
Penemuan dan identifikasi DGSAT I dilakukan melalui proyek DGSAT (Dwarf Galaxy Survey with Amateur Telescopes) pada tahun 2016, yang memanfaatkan teleskop berskala kecil milik pribadi untuk mendeteksi fitur kecerahan permukaan rendah (low surface brightness/LSB) di sekitar galaksi besar dan bertujuan untuk menambah jumlah sampel galaksi satelit kerdil di Volume Lokal. Awalnya galaksi ini dianggap sebagai galaksi kerdil terisolasi di luar grup Lokal karena sifat strukturalnya dan ketiadaan garis emisi, namun observasi spektroskopi kemudian menunjukkan bahwa DGSAT I merupakan sistem latar belakang yang kemungkinan terkait dengan filamen luar Superklaster Pisces-Perseus.[7][8]
Komposisi kimia DGSAT I merekam kondisi lingkungan pada saat pembentukannya, di mana rasio massa unsur alfa seperti magnesium terhadap besi ([Mg/Fe]) digunakan untuk menelusuri skala waktu pembentukan bintang, karena unsur-unsur tersebut dihasilkan oleh bintang dengan umur yang berbeda.[2][3]
Data spektroskopi medan integral menunjukkan bahwa DGSAT I memiliki kandungan besi yang sangat rendah, mengindikasikan pembentukan dari awan gas hampir murni yang belum tercemar oleh ledakan supernova bintang sebelumnya, sementara kadar magnesium galaksi ini konsisten dengan nilai yang biasanya ditemukan pada galaksi lebih muda. Perbedaan susunan kimia beserta isolasinya dari gugus galaksi, mendorong pengembangan teori baru mengenai pembentukan UDG.[3]
UDG sulit diamati karena luminositasnya yang rendah, dan penelitian menggunakan Keck Cosmic Web Imager dilakukan untuk memahami hubungan antara metalisitas DGSAT I dengan asal-usulnya yang mungkin eksotis.[2] Publikasi tahun 2022 menyebut DGSAT I sebagai galaksi gagal karena jumlah bintang yang terbentuk relatif sedikit dibandingkan massa halo galaksi, serta memiliki kemungkinan keterkaitan dengan UDG di gugus galaksi yang ukuran dan sifat tenangnya terbentuk sebelum galaksi tersebut jatuh ke dalam gugus, sehingga memberikan wawasan mengenai evolusi galaksi di lingkungan kosmik berisolasi dengan sejarah pembentukan bintang yang unik.[9]