Alam semesta merupakan keseluruhan dari ruang dan waktu beserta seluruh isinya. Alam semesta mencakup seluruh eksistensi, setiap bentuk interaksi fundamental, proses fisika, serta konstanta fisika. Karena itu, ia meliputi semua bentuk materi dan energi beserta struktur yang terbentuk darinya, mulai dari partikel subatom hingga keseluruhan filamen galaksi. Sejak awal abad ke-20, bidang kosmologi menetapkan bahwa ruang dan waktu muncul secara bersamaan dalam peristiwa Dentuman Besar sekitar 13,787±0,020 Ga yang lalu, dan sejak saat itu alam semesta terus mengembang. Bagian alam semesta yang dapat diamati manusia diperkirakan memiliki diameter sekitar 93 miliar tahun cahaya, tetapi keseluruhan ukuran alam semesta sebenarnya masih belum diketahui.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Alam semesta merupakan keseluruhan dari ruang dan waktu beserta seluruh isinya. Alam semesta mencakup seluruh eksistensi, setiap bentuk interaksi fundamental, proses fisika, serta konstanta fisika. Karena itu, ia meliputi semua bentuk materi dan energi beserta struktur yang terbentuk darinya, mulai dari partikel subatom hingga keseluruhan filamen galaksi. Sejak awal abad ke-20, bidang kosmologi menetapkan bahwa ruang dan waktu muncul secara bersamaan dalam peristiwa Dentuman Besar sekitar 13,787±0,020 Ga yang lalu, dan sejak saat itu alam semesta terus mengembang. Bagian alam semesta yang dapat diamati manusia diperkirakan memiliki diameter sekitar 93 miliar tahun cahaya, tetapi keseluruhan ukuran alam semesta sebenarnya masih belum diketahui.