Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pergeseran merah

Pergeseran merah adalah gejala ketika frekuensi cahaya yang diamati lebih rendah daripada frekuensi aslinya. Ini biasa terjadi kalau sumber menjauh dari pengamat, seperti pada efek Doppler. Secara khusus, istilah pergeseran merah dipakai untuk menjelaskan pengamatan bahwa spektrum cahaya yang terpancar oleh galaksi jauh bergeser ke frekuensi yang lebih rendah kalau dibandingkan dengan spektrum bintang yang lebih dekat. Gejala ini menjadi bukti bahwa galaksi menjauh satu sama lain dan alam semesta mulai berkembang sejak Ledakan Dahsyat. Geser merah: semakin cepat galaksi menjauh semakin banyak panjang gelombang cahaya bintang yang dibentangkan, atau digeser merah.

kenaikan panjang gelombang (frekuensi menurun) dari sebuah radiasi elektromagnetik
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pergeseran merah
Bagian dari seri
Kosmologi fisik
  • Ledakan Besar · Alam semesta · Umur alam semesta · Kronologi alam semesta
Alam semesta awal
  • Masa Planck
  • Masa penyatuan agung
  • Inflasi
  • Nukleosintesis Ledakan Besar
  • Zaman Kegelapan
Latar belakang
  • Radiasi kosmik (CBR)
  • Gelombang gravitasi (GWB)
  • Gelombang mikro kosmik (CMB)
  • Neutrino kosmik (CNB)
  • Inframerah kosmik (INB)
Ekspansi · Masa depan
  • Hukum Hubble
  • Pergeseran merah
  • Pengembangan alam semesta
  • Metrik FLRW
  • Persamaan Friedmann
  • Masa depan alam semesta yang mengembang
  • Kematian panas alam semesta
  • Robekan Besar
  • Remukan Besar
  • Pantulan Besar
Komponen · Struktur
Komponen
  • Model Lambda-CDM
  • Materi barionik
  • Energi
  • Radiasi
  • Energi gelap
    • Kuintesensi
    • Energi fantom
  • Materi gelap
    • Materi gelap dingin
    • Materi gelap hangat
    • Materi gelap panas
  • Radiasi gelap
Struktur
  • Bentuk alam semesta
  • Reionisasi · Pembentukan struktur
  • Pembentukan galaksi
  • Struktur skala besar
  • Grup kuasar besar
  • Filamen galaksi
  • Supergugus
  • Gugusan galaksi
  • Grup galaksi
  • Grup Lokal
  • Kekosongan
Eksperimen
  • BOOMERanG
  • Cosmic Background Explorer (COBE)
  • Proyek Illustris
  • Observatorium luar angkasa Planck
  • Dark Energy Survey
  • Euclid
  • Large Synoptic Survey Telescope
  • Sloan Digital Sky Survey (SDSS)
  • 2dF Galaxy Redshift Survey ("2dF")
  • Wilkinson Microwave Anisotropy
    Probe (WMAP)
Ilmuwan
  • Aaronson
  • Alfvén
  • Alpher
  • Bharadwaj
  • Boushaki
  • Copernicus
  • de Sitter
  • Dicke
  • Ehlers
  • Einstein
  • Ellis
  • Friedman
  • Galileo
  • Gamow
  • Guth
  • Hawking
  • Hubble
  • Lemaître
  • Linde
  • Mather
  • Newton
  • Penrose
  • Penzias
  • Rubin
  • Schmidt
  • Smoot
  • Starobinsky
  • Steinhardt
  • Suntzeff
  • Sunyaev
  • Tolman
  • Wilson
  • Zel'dovich
Sejarah subjek
  • Penemuan radiasi latar belakang
    gelombang mikro kosmis
  • Sejarah teori Big Bang
  • Garis waktu teori kosmologi
  • Category Kategori
  •  Portal Astronomi
  • l
  • b
  • s
Garis serapan dalam spektrum kasatmata dari sebuah supergugus galaksi jauh (kanan), dibandingkan dengan garis serapan dalam spektrum kasatmata dari Matahari (kiri). Panah menunjukkan pergeseran merah.

Pergeseran merah adalah gejala ketika frekuensi cahaya yang diamati lebih rendah daripada frekuensi aslinya. Ini biasa terjadi kalau sumber menjauh dari pengamat, seperti pada efek Doppler. Secara khusus, istilah pergeseran merah dipakai untuk menjelaskan pengamatan bahwa spektrum cahaya yang terpancar oleh galaksi jauh bergeser ke frekuensi yang lebih rendah (menuju ujung merah pada spektrum, sesuai namanya) kalau dibandingkan dengan spektrum bintang yang lebih dekat. Gejala ini menjadi bukti bahwa galaksi menjauh satu sama lain dan alam semesta mulai berkembang sejak Ledakan Dahsyat. Geser merah: semakin cepat galaksi menjauh semakin banyak panjang gelombang cahaya bintang yang dibentangkan, atau digeser merah.

Secara umum, pergeseran merah (dan pergeseran biru, kebalikannya) dihitung sebagai berikut.

z = (frekuensi terpancar - frekuensi teramati) / frekuensi teramati
z = (panjang gelombang teramati - panjang gelombang terpancar) / panjang gelombang terpancar

Pergeseran merah yang dilihat di astronomi bisa diukur karena spektrum emisi dan absorbsi untuk atom adalah khas dan diketahui dengan baik.

Penyebab

Pergeseran merah bisa disebabkan oleh tiga sebab, yaitu (1) pergerakan sumber, (2) perluasan ruang, dan (3) efek gravitasi.

Pergerakan sumber

Jika sumber cahaya menjauh dari pengamat, pergeseran merah (z > 0) terjadi; jika sumber mendekati pengamat, pergeseran biru (z < 0) terjadi. Hal ini berlaku untuk semua gelombang sesuai efek Doppler. Jika sumber bergerak menjauh dari pengamat dengan kecepatan (v) yang jauh lebih kecil daripada kecepatan cahaya (c), pergeseran merah dapat diperkirakan dengan rumus berikut.

z ≈ v/c

Perluasan ruang

Model yang sekarang dipakai oleh kosmologi membenarkan perluasan ruang. Cahaya akan mengalami pergeseran merah jika ruang meluas. Dalam arti lain, tidak ada yang bergerak; tetapi, ruang di antaranya meluas sehingga jaraknya bertambah.

Efek gravitasi

Teori relativitas umum memuat bahwa perpindahan cahaya yang melewati bidang gravitasi yang kuat akan mengalami pergeseran merah atau biru. Ini diketahui sebagai pergeseran Einstein. Seperti nyala api pada sumbunya, yang dekat berwarna biru dan yang jauh berwarna merah.

Efek ini sangat kecil, tetapi dapat diukur di Bumi dengan menggunakan efek Mossbauer. Namun, efek ini cukup signifikan di dekat lubang hitam. Ketika benda mendekat ke cakrawala, pergeseran merah menjadi tak terhingga.

Efek gravitasi ditawarkan sebagai keterangan pergeseran merah dari kuasar pada tahun 1960-an, walaupun ini secara luas tidak disetujui sekarang.

Ikon rintisan

Artikel bertopik pengukuran, satuan, dan standar ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penyebab
  2. Pergerakan sumber
  3. Perluasan ruang
  4. Efek gravitasi

Artikel Terkait

Energi

properti fisika dari suatu objek

Radiasi benda-hitam

radiasi elektromagnetik termal

Geofisika

ilmu tentang sifat-sifat alami bumi dan gejala-gejalanya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026